Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 45


__ADS_3

Pemeriksaan bu Hartati telah selesai mereka pun bergegas pulang, namun seketika Sonya memberhentikan langkahnya dan beralasan pergi ke toilet.Akhirnya Isco mengajak bu Hartati menunggu di mobil terlebih dahulu.


Sonya kembali ke tempat Hesti, dia memaksa Hesti ikut ke bagian administrasi untuk membayar biaya operasi ibu Hesti.


Setelah selesai Hesti memegang tangan Sonya erat "kenapa menolongku?aku selalu jahat sama kamu?kenapa tidak membalasku?"pertanyaan itu menggerogoti pikiran Hesti yang tak menyangka bahwa orang yang selama ini dia rendahkan dan benci adalah orang yang menolongnya waktu kesusahan.


"karena sesama manusia harus saling menolong, sudah ya aku di tunggu mas Isco sama ibu di depan"kata Sonya sambil tersenyum.


"Pak Isco beruntung mendapatkan kamu"lirih Hesti bicara bahkan hanya dirinya yang dapat mendengar.


Isco mulai hawatir karena Sonya tidak juga muncul akhirnya dia memutuskan untuk menyusul namun belum sempat ia melangkah Sonya sudah terlihat dengan sedikit berlari menghampiri mobil Isco, tanpa merasa bersalah langsung masuk membuat Isco kesal dia menemukan sisi mnyebalkan istrinya saat ini.


Malam pun tiba, Isco yang memang sejak tadi siang tidak ke kantor lagi kali ini tengah berada di kamar berkutat dengan laptopnya setelah makan malam dia langsung ke kamar bahkan tak banyak bicara sjak pulang dari rumah sakit dirinya masih kesal dengan sikap Sonya.


ceklek...


Sonya memegang gagang pintu dan masuk ke dalam kamar, dilihatnya Isco tengah sibuk.Akhirnya dia ikut duduk disamping suaminya memainkan ponselnya.


Sonya menguap berkali kali, membuat Isco angkat bicara, "kalau ngantuk tidur, jangan maen ponsel terus!!"

__ADS_1


"siapa yang ngantuk, emangnya aku si author bukan mauku yang gampang ngantuk kalo udah deket bantal"kata Sonya.


"nah itu apa nguap nguap dari tadi"tanya Isco.


"ini bukan nguap tapi olahraga"jawab Sonya.


Membuat Isco tergelak melihat tingkah istrinya yang ternyata punya sisi receh menurutnya.


Isco menyimpan laptopnya, kemudian merebut ponsel di tangan Sonya dan menyimpannya di meja kecil pinggir tempat tidur.


"heii...aku lagi baca berita"protes Sonya.


"berita apa sii??sini tidur"kata Isco kemudian meraih tubuh Sonya dan mendekapnya erat.


"kenapa"jawab Isco tanpa membuka matanya.


"jangan marah ya!aku mau mengakui sesuatu"kata Sonya.


Isco membuka matanya penasaran dengan apa yang akan dikatakan Sonya "apa ini soal Marwan?"

__ADS_1


"ya ampuun mas, Marwan udah ga ada lagian aku gak pernah cinta sama dia"Sonya merasa harus meluruskan masalah Marwan.


"kenapa sampai mau menikah?"tanya Isco.


"dulu, ibu kan sakit parah dia ingin melihat aku menikah, kebetulan Marwan temenku di kantor yang baik banget ama aku sedang menunggu jawaban dariku"kata Sonya.


"jawaban apa?"kata Isco pura pura polos.


"jawaban cinta mas, akhirnya aku terima dia dengan syarat aku mau langsung menikah, dia pun setuju..Dan sampai kejadian itu terjadi"suara Sonya mendadak berubah membuat Isco mengelus punggung istrinya karena tahu apa yang dirasakan Sonya.


"ahh sudahlah jangan membahas masa lalu, tadi kamu mau ngomong apa?"ucap Isco mengalihkan pembicaraan.


Sonya kembali melanjutkan bicara"tapi jangan marah!!"


"iya, ayo bicara"kata Isco.


Sebenarnya tadi siang aku pakai uang kamu buat bayar biaya operasi ibunya Hesti"kata Sonya sedikit takut.


"Hesti?mantan karyawan yang kurang ajar itu?"kata Isco.

__ADS_1


Sonya mengangguk sambil menyembunyikan wajahnya pada dada suaminya ia takut akan adanya petir menggelegar yang akan muncul dari mulut Isco.


bersambung


__ADS_2