Bukan Mauku

Bukan Mauku
Membuka usaha.


__ADS_3

Tidak lama ambulance datang dan membawa korban tersebut, Dimas mengekor dari belakang, sesampainya di rumah sakit Dimas langsung menangani korban yang barusan kecelakaan karena mengalami luka robek di beberapa bagian.


Di tempat lain rupanya selama Dimas dan istri di luar daerah, Citra sering datang ke rumah bersama Endro kebetulan Endro di tugas kan Dimas mengurus lahan yang akan di gunakan klinik tersebut, dan Citra sering ngobrol dengan bu Hesa.


Seperti saat ini Endro tengah ke lapangan dengan Aldo, Citra di rumah Dimas dengan bu Hesa duduk santai di teras sambil berbincang ria, sampai-sampai bu Hesa sering mengutarakan isi hatinya yang ingin segera menimang cucu dari putra sulungnya Dimas.


"Tante rasanya sudah rindu.., sekali ingin menimang cucu dari Dimas, tapi sampai saat ini istri Dimas belum juga hamil," pandangan nya menerawang.


Citra tersenyum, "Mungkin belum waktunya tante.., yang sabar aja."


"Tapi kapan,? sudah tidak sabar," sahut bu Hesa.


Citra melirik dengan senyuman samar di bibirnya, "Tapi.., istri Dimas sehat kan tante, em.., maksud aku di rahimnya."


Bu Hesa membelalakkan matanya, "Nggak tau juga, katanya sih baik-baik aja, tapi.., entah lah belum tau buktinya."


Citra senyum samar, sembari melihat bu Hesa entah apa yang dia pikirkan, "Citra merasa gerah tante, boleh Citra berenang.?"


"Oh tentu dong, anggap aja rumah sendiri, jangan sungkan-sungkan bila di sini," ujar bu Hesa.


Citra beranjak dan pergi meninggalkan bu Hesa di teras, Citra mau ke kolam renang, ketika melihat bi Taty di dapur, "Bi tolong buatkan jus buah dong, anterin ke kolam renang ya,?" sembari melengos.


Bi Taty cuma melihat sesaat tanpa berkata iya ataupun tidak, "Ih.., siapa dia,? majikan saya bukan, sekedar tamu, lagaknya bagai tuan rumah aja," gerutu bi Taty sambil mencari buah di lemari pendingin.


Setelah mengganti pakaian dengan pakaian renang yang super ketat semakin menunjukkan bodygol nya, Citra langsung nyemplung ke kolam renang, "Hem.., sejuknya..,berenang di kolam renang," batin Citra, saking asyiknya berenang sampai-sampai tak menyadari ada seorang pria tampan di pinggir kolam tengah mengawasi tubuh moleknya.


"Hi.., cantik,? ikutan dong," nyengir kuda.


"Kau, kapan datang,?" Citra berdiri di bibir kolam dekat Endro berjongkok.


"Sedari tadi, asyik betul berenangnya, jadi pengen juga merasakan," Endro menyeringai.

__ADS_1


"Hem.., haus, ambilkan minum dong tuh,?" Citra menunjuk segelas jus yang sudah tersedia di meja.


Endro menaikan alisnya, "Haus,? kau sedang di dalam air, lupa ya, itu air gak akan habis sekalipun kau minum seharian," goda Endro tak lantas mengambilkan untuk Citra.


"Gila.., aku bukan ikan, sialan," Citra tertawa sambil menyiramkan air kearah Endro yang terus saja nyengir.


"Eh.., kamu tau gak perbedaan ikan sama kamu,?" tanya Endro menatap Citra.


Citra menggeleng.


"Kalau ikan berada di dalam air, kalau kamu.., di dalam hati aku, hi..,hi..,hi..," terkekeh sendiri, dan Citra mesem-mesem.


Setelah mengambilkan air jus, Endro melucuti pakaiannya sendiri, dan byuuuurrr Endro melompat ke dalam kolam renang, saling kejar-kejaran di dalam kolam, antara Endro dengan Citra, kadang saling umpat, terkadang keduanya tertawa terbahak-bahak.


******


Di kediaman Naya sekarang, ya itu di luar daerah, tengah menyiapkan oleh-oleh buat di bawa pulang esok lusa, Naya baru pulang berbelanja dengan bi Meri juga pak Mad, tak lupa membawa si bocah gembul yang selalu ikut serta kemanapun dan di manapun dan tak pernah berhenti makan kecuali tidur.


Bi Meri tak lantas menjawab dia malah menoleh suaminya, "Saya sih mau, rasanya berat bila berpisah dengan Ibu, namun.., siapa yang akan mengurus rumah ini,? kalau kami ikut Ibu," ujar bi Meri.


"Tapi.., kalau ada yang mau mengurus rumah ini sih, kami akan ikut atau menyusul ke sana lain waktu Bu," sambung pak Mad.


"Hem.., semoga aja ada yang mau ya mengurus ini rumah," Naya menatap setiap sudut rumah yang beberapa minggu ini ia tempati.


"Kami memang baru beberapa minggu kenal Ibu dan pak dokter, tapi.., kami sudah merasa dekat dengan kalian, dan kami akan setia kepada kalian berdua, kami sesungguhnya ingin terus menjaga Ibu, tapi.., kedua anak kami sekolah di sini," sambung pak Mad sembari berdiri tegak itu ciri khas pak Mad jarang duduk di hadapan majikannya kecuali benar-benar merasa santai.


"Kalau kalian mau, pindahkan saja sekolahnya ke sana, aku ada rencana mau membuka butik, dan aku butuh tenaga kalian berdua bukan cuma menjaga aku," ujar Naya yang memang berencana membuka usaha di bidang tekstil, Naya lumayan mampu membuat pakaian wanita, dan anak-anak, bahkan bukan cuma itu aja sekarang dia sudah mulai memikirkan untuk memulai lagi usaha pulsa yang pernah dia tekuni sewaktu di kampung Semi.


Naya ingin mencari tempat terdekat dari rumah, untuk di jadikan konter, khusus penjualan pulsa, token listrik, data dan vocer, Naya lumayan menyukai usaha pulsanya dulu sebelum di bawa Dimas ke luar pulau ini.


"Ibu bisa membuat baju ya,?" tanya bi Meri penasaran.

__ADS_1


"Iya.., lumayan bisa lah Bi dikit-dikit, dan aku juga sangat enjoy dengan usahaku di bidang pulsa, meski cuma lewat handphone lumayan lah, menghasilkan, biarpun tak seberapa tapi.., karena terus di jalani dengan sabar, alhamdulillah ada hasilnya, aku tidak terlalu membebankan orang tua dengan kebutuhanku," Naya seolah mengenang masa lalunya.


"Em..," bi Meri dan pak Mad ngangguk-ngangguk.


"Biarpun kondisi aku seperti ini aku berusaha untuk mampu mencari uang saku sendiri dengan menjahit, karena aku tak ingin terlalu jadi beban beliau,(orang tua, terus dengan awal modal seratus ribu aku awali usaha pulsa di handphone, sampai akhirnya jutaan, sekalipun banyak yang kasbon, uang banyak di luar, bahkan ada aja orang yang lupa atau tidak mau bayar, aku berpikir keras agar usahaku tetap berjalan, aku berpikirnya gini, aku gak boleh kalah oleh orang yang tidak mau membayar hutangnya, justru aku harus buktikan kalau uang yang aku titipkan ke mereka akan berbuah lebih-lebih dan lebih di tanganku," ujar Naya panjang lebar, mengenang usahanya dulu, dan mengingat betapa susahnya kehidupan yang pernah ia jalani, Naya sesekali mengusap air mata di pipinya.


Pak Mad dan istri mendengarkan cerita Naya dengan serius dan penuh rasa haru, "Kami mendoakan semoga Tuhan mengabulkan segala keinginan Ibu," ucap pak Mad di anggukkan oleh istrinya.


"Aamiin.., makanya setelah pulang dari sini aku ingin memulai usahaku lagi, di bidang pulsa dulu mungkin, untuk pakaian, aku harus bikin sempel terlebih dahulu, baru melihat kelanjutannya nanti," Naya meneguk air jus yang di bikinkan Bibi.


"Untuk buka usaha itu, aku akan meminjam uang pada suamiku, agar suatu hari aku bisa kembalikan, memang uang suami adalah uang istri kalau menurut islam nih ya,! namun aku ingin buktikan kalau usaha aku itu membuahkan hasil, dan pada akhirnya usahaku mutlak modal pribadi, karena uang modal awal sudah di kembalikan, rencananya," sambung Naya penuh keyakinan.


"Ternyata Ibu cukup mandiri ya pak dan pemikirannya pintar, saya salut loh," jelas bi Meri melirik suaminya yang hanya mengangguk.


"Biasa aja Bi,"


"Saya semakin jatuh hati pada Ibu, beneran," sambung bi Meri tersenyum memperlihatkan barisan gigi putihnya.


Pak Mad memandangi istrinya seraya berkata, "Berarti Ibu Naya ini sosok wanita mandiri bu, yang tidak ingin tergantung pada keuangan suaminya."


"Benar pak, sosok wanita mandiri, ini lah salah satu sosok kartini di jaman sekarang pak, he..,he..,he..," bi Meri terkekeh.


"Huus..," pak Mad menyikut lengan istrinya yang bicara di akhiri terkekeh, pak Mad menunjuk Rita tertidur di sofa, dengan mulutnya komat-kamit mungkin mengigau sedang makan, obrolan pun berakhir, Naya masuk kamarnya kebetulan sudah adzan dzuhur di ponselnya Naya.


,,,,


Terimakasih reader ku, masih mengikuti cerita ini, dan semoga kabar kalian selalu berada dalam lindungan Allah yang maha kuasa, Aamiin.., ok, jangan lupa selalu lake, komen, rating dan vote nya dong๐Ÿ™๐Ÿ™


Nb..


Para reader yang aku hormati dan aku sayangi, kalau ada tulisan aku yang salah itu di komen dong,,๐Ÿ™ biar aku betulkan atau revisi ulang, agar membangun aku lebih baik lagi๐Ÿ™ dan tidak lupa aku ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya.

__ADS_1


__ADS_2