
Siang itu, Sonya dan Isco tengah duduk berdampingan di sofa ruang tengah.Meskipun berdampingan tapi mereka malah sibuk masing masing, Isco dengan laptopnya terlihat serius dengan pekerjaannya meskipun ini akhir pekan, sementara Sonya sibuk dengan ponselnya, dia melihat berita tentangnya bahkan ada kilas balik kejadian yang menimpanya di grup kantor.
Sonya melirik Isco berkali kali masih tak percaya Isco menggendongnya sampai rumah sakit.Dia melihat kepanikan yang tergambar jelas pada raut wajah Isco di rekaman itu.
"apa benar dia sekhawatir itu padaku?"Sonya bertanya tanya sendiri dalam hati.
Beberapa saat kemudian terdengar bel rumah berbunyi, Isco dan Sonya saling menatap.Kemudian Bi Darti membuka pintu lalu ia kembali memberitahukan siapa yang datang.
"maaf tuan, di depan ada yang ingin bertemu dengan non Sonya."ucap Bi Darti.
Isco mengernyitkan dahinya heran"siapa bi?"
"aku lihat saja sendiri"ucap Sonya.
Sonya pun tersentak melihat siapa yang ada dibalik pintu itu, "mamah..pap?"Sonya belum selesai berkata namun seseorang yang dipanggil mama itu langsung bersujud di kaki Sonya membuat Sonya kaget.
"apa yang mama lakukan bangun mah?"ucap Sonya sambil merengkuh tubuh wanita itu.
Wanita itu tak bergeming, dia terus bersujud dengan isak tangis penuh penyesalan.
__ADS_1
"bangun maah,pah bangunin mamah paaah"Sonya menangis kali ini tak tega melihat wanita yang kini tengah bersujud itu terus terisak di kakinya.
Isco pun menghampiri segera dia menarik Sonya menjauh, dari dua orang yang tengah tersedu sedan itu.
"kamu gak apa apa sayang?"ucap Isco khawatir melihat Sonya menangis.
"mau apa anda kemari?belum puas meracuni istri saya?"ucap Isco sedikit berteriak.
Sonya merengkuh lengan Isco mencoba menenangkannya, menggeleng gelengkan kepala yang diartikan Isco "jangan teruskan"
Keadaan sedikit tenang setelah laki laki yang berada disamping ibunya Marwan yang tak lain ayahnya Marwan berbicara"kami kesini, mau meminta maaf atas kesalahan istri saya"ucapnya memohon.
Namun Isco tak begitu saja berbuat baik pada mereka kalau bukan karena Sonya yang memohon untuk membiarkan orang tua Marwan berbicara baik baik, dia akan mengusir mereka segera.
"saya meminta maaf sebesar besarnya kepada kamu nak"ucap ayah Marwan.
"cih.."Isco memalingkan wajahnya.
"mama, minta maaf Sonya..karena rasa kehilangan Marwan..mama jadi gelap mata"timpal ibu Marwan sambil menangis kembali.
__ADS_1
Sonya mendekat pada ibunya Marwan kemudian memeluknya, mereka pun saling melepas beban masing masing.
"Sonya sudah memaafkan mama, jangan merasa bersalah begini..Sonya menganggap Mama sebagai ibu Sonya sendiri"kata Sonya disela isakannya.
"tapi mama sudah berbuat jahat"ibu Marwan menyesali perbuatan bodohnya.
"sudahlah maah sebagai manusia biasa kita harus saling memaafkan, kasihan Marwan maah jika mama masih belum mengiklaskannya, yang bisa kita lakukan hanya berdoa semoga Marwan tenang di sana"ucap Sonya.
Ibu Marwan pun mengiyakan dan mereka akhirnya saling memaafkan.Sementara Isco yang sedari tadi menonton adegan itu begitu terpana dengan ketulusan istrinya menerima kenyataan.
"tidak salah aku menikahimu,menyayangimu, dan mencintaimu"batin Isco.
Setelah semuanya berakhir orang tua Marwan pun berpamitan setelah sebelumnya mereka berkali kali berterima kasih pada Sonya dan Isco.
"kamu masih cinta sama Marwan?"pertanyaan yang sedari tadi ingin di lontarkan Isco akhirnya lolos juga ia ucapkan.
"ngomong apa sii?"balas Sonya sambil berlalu ke dalam rumah setelah melihat kepergian orang tua Marwan.
bersambung..
__ADS_1