
Setelah berlari Sonya berhasil menemukan tempat untuk bersembunyi.
Setelah dirasa aman dia kembali ke rumahnya, bergegas dia menyalakan mobil dan pergi dari sana.
Sesampainya di rumah Isco hari sudah gelap..Sonya mengetuk pintu, bukannya Salma atau bi Darti yang membuka pintu melainkan Isco disana, menatap dengan gusarnya.
"Darimana saja kamu?"tanya Isco.
"asalamualaikum mas, say aku tadi ngambil mobil kerumah ibu."kata Sonya menunduk menyembunyikan wajahnya yang masih diliputi ketakutan.
"sebenarnya siapa mereka"batin Sonya.
Bu Hartati muncul dari kamarnya dan bertanya dengan pertanyaan yang sama dengan Isco.
Kemudian Sonya pamit ke kamar, Sonya masuk kamar mandi kemudian terduduk memegangi dadanya, bersandar pada pintu kamar mandi.
Mencoba menetralkan rasa ketakutan yang menyelimuti dadanya.
Semakin bertanya tanya siapa dua orang tadi.Agak lama Sonya disana, kemudian dia keluar, nampak Isco terduduk ditepi ranjang dengan tangan bersidekap didadanya.
"darimana kamu?"pertanyaan yang sama ia lontarkan.
Sonya gamang tak berani memandang suaminya sampai saat Isco menarik tangannya hingga kini mereka duduk sejajar.
__ADS_1
"bisa bisanya suami pulang kamu ga ada dirumah, mulai besok jangan bekarja lagi"kata Isco tegas.
"apa nih, baru kerja sehari udah dipecat aja"batin Sonya sampai kemudian dia bicara, "tadi mobilnya kotor jadi aku cuci dulu disana"jujur
Isco masih menatapnya menuntut penjelasan lebih.
"terus, aku isi bensinnya karena hampir habis"kata Sonya bohong.
Sonya memilih tak membicarakan masalah tadi sore pada Isco.
"terlanjur..kamu dipecat"ucap Isco.
"tapi pak eh mas, ini ga akan terulang..jangan pecat aku, aku mau bayar hutang pake apa"Sonya memelas.
Benar saja, keesokan paginya Sonya yang masih memohon agar bisa berangkat bekerja tak dihiraukan Isco.
Selepas Isco berangkat Sonya menekuk wajahnya kesal pada suaminya yang susah ditebak itu.Bu Hartati menghampirinya mencoba menghibur dan memberi nasihat agar putrinya menurut pada keputusan suaminya.
"ibu ga tau sii kalau aku bakalan terus terpenjara jadi istri Mas Isco"gerutu Sonya dalam hati tatkala dinasehati ibunya.
Tiba tiba ponsel Sonya berbunyi satu notifikasi pesan muncul kemudian Sonya membacanya
;saya ibu Marwan, saya ingin bertemu, temui saya di cafe x;
__ADS_1
Berkali kali Sonya membacanya untuk meyakinkan dirinya bahwa benar apa yang dibacanya, setelah itu dia meminta izin pada bu Hartati untuk pergi.
Kemudian berangkatlah Sonya ke tempat yang ditentukan ibunya Marwan.Setelah sampai disana dia tak langsung turun, Sonya sempatkan mengirim pesan ke Isco atas perintah ibunya agar Sonya meminta izin pada suaminya kalau ingin pergi.
Sonya pun masuk kedalam cafe yang belum terlalu ramai, sehingga dia dengan mudah menemukan keberadaan ibunya Marwan.
Sementara disudut sana tepatnya di meja paling ujung ibunya Marwan menyeringai melihat kedatangan Sonya.
"bagus..wanita itu datang, Marwan sayang dendammu akan ibu balaskan nak.Cara kekerasan tidak berhasil mungkin cara halus bisa membuatnya membayar semuanya"
Sonya menghampiri ibu Marwan memberi salam kemudian mereka duduk berhadapan.
"ternyata saya tidak bermimpi, mama mau menemui saya"ucap Sonya dengan menebar senyum.
Ibu Marwan pun bersandiwara seolah memaafkan Sonya, sampai datang seorang pelayan yang sudah membawa dua cangkir kopi disana.
Ibu Marwan meminta Sonya meminum kopinya, tanpa curiga Sonya pun meminum kopi itu.
Awalnya baik baik saja namun lima menit kemudian Sonya ambruk di cafe itu.
bersambung...
terimakasih inspirasinya kawan he
__ADS_1