Bukan Mauku

Bukan Mauku
Bulan madu


__ADS_3

Akhirnya sampai di sebuah halaman rumah sederhana, kecil namun sangat asri, di kelilingi tanaman rempah dan bunga-bunga, "Alhamdulillah.., sampai juga," Dimas menarik napas sangat lega, karena sudah sampai tujuan, begitupun dengan Naya, pandangannya mengitari tempat tersebut, sementara waktu mereka memperhatikan rumah tersebut, dengan jendela mobil terbuka.


"Ada penghuninya gak sih yang,?" tanya Naya matanya memperhatikan rumah tersebut.


"Sepertinya gak ada," sahut Dimas, kemudian Dimas merogoh saku mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang, tidak lama muncul lah seorang pria menghampiri.


Dimas turun dari mobil berbincang dengan orang itu, lalu memperlihatkan sebuah kunci, Dimas membuka pintu belakang untuk mengambil tas, koper, dan orang itu membawakannya ke teras lalu membukakan pintu rumah dan barang-barang pun di masukan ke dalam.


Dimas membukakan pintu buat Naya, dan Naya pun turun dan berdiri menunggu Dimas mengunci mobil, kemudian Dimas menggendong Naya ke dalam rumah yang sederhana itu, merek pun duduk di sofa.


"Ini lah tempat tinggal buat Pak dokter beserta istri, mohon maaf begini adanya,? dan semoga betah disini," ujar orang itu yang bernama Pak Madun.


"Tidak apa-apa, sudah cukup kok, terimakasih Pak Madun,? dan Bapak akan sering-sering ke sini bukan,?" Dimas menatap Pak Madun penuh tanda tanya.


"Oh iya Pak dokter, saya akan sering ke sini, untuk bersih-bersih di rumah ini, atau kalau anda membutuhkan saya, saya akan siap datang," ucap Pak Madun menunduk hormat.


"Em..,ok, terimakasih kalau begitu pak,?" Dimas memberikan senyum ramah dan memberikan selembar uang insentif pada Pak Madun.


"Selamat malam,? saya pamit dulu,?" Pak Madun pamit dan pergi dari tempat tersebut, tinggallah Dimas, dan Naya berada di sebuah kamar, duduk di atas tempat tidur walau tidak sebesar di rumahnya, namun lumayan cukup nyaman.


Dimas menghampiri dengan koper pakaian, "Kenapa sayang melamun hem apa yang di pikirkan.?"


"Nggak," Naya menggeleng, menoleh ke sebelah ada pintu pasti itu kamar mandi, Naya berdiri dan mendekati, benar saja itu adalah kamar mandi, Naya masuk ke dalam untuk beberapa saat.


Dimas membuka koper membereskan isinya ke lemari yang sudah tersedia di sana, "Yang sudah magrib lewat, sholat dulu yang,? sepertinya di sini jauh sekali dari mesjid ya,?" kata Naya dari balik pintu kamar mandi.


"Hem.., iya sepertinya jauh, di sini mayoritas terbesarnya non muslim," Dimas memasuki kamar mandi, "Aku mandi dulu sebentar, kok sayang gak mandi.?"


"Aku-aku nanti aja," Naya menoleh Dimas yang hampir di balik pintu.


Naya mengambil alat sholat yang sudah berada di atas tempat tidur, Karena masih bingung kemana arah kiblat di tempat tersebut, Naya coba mengecek di ponsel miliknya melalui aplikasi.


Naya menoleh ke arah kamar mandi masih terdengar suara air yang mengalir, Mual mulai mengganggu lagi, aduh, "Aduh, kalau mual di barengi pusing gini kepala,?" Batin Naya.


Akhirnya Dimas muncul dari balik pintu tanpa pakaian, "Ayo yang,? keburu malam nih, sudah pukul berapa nih,?" dengan lirihnya.

__ADS_1


"Iya bawel, sabar.., orang sabar badannya lebar seperti istri aku he..,he..,"


"Ih, gak lucu," balas Naya.


"Iya-iya," Dimas siap dan mulai menunaikan sholat magrib bersama, usai sholat Dimas pamit mau beli makanan buat makan malam, sekalian ke ATM itupun jika masih buka.


"Sayang, pasti capek,?" Naya menatap penuh rasa kasih dan kasian pada suaminya, setelah perjalanan hampir seharian sekarang harus juga mencari makanan.


"Tapi.., kita harus makan sayang juga pasti lapar kan,?" di dapur juga sudah aku lihat belum ada yang harus di masak alias gak ada apa-apa,? gak lama, juga gak jauh, aku cari yang dekat aja, ok,?" Dimas mengecup pucuk kepala Naya.


"Baik lah, jangan lama, dan hati-hati juga,?" kebetulan cacing di perutnya pun sudah pada demo minta makan.


Dimas memakai jaket, lalu berjalan meninggalkan Naya yang masih di kamar, tak lupa mengunci pintu, !Dimas pergi dengan mobilnya, mencari makan dan kalau dapat ke ATM sekalian mau belanja buat kebutuhan dapur.


Tak selang lama Dimas menemukan ATM yang masih buka, setelah mengambil uang, Dimas langsung belanja semua keperluan dapur sampai bumbunya tak ketinggalan, dan juga membeli masakan yang sudah jadi buat makan malam ini, buah-buahan juga tak ketinggalan, karena semua sudah di rasa cukup komplit, Dimas masukan ke dalam mobil, kemudian Dimas tidak ingin buang waktu lama-lama, dia langsung tancap gas melajukan mobilnya pulang.


Mobil masuk pekarangan, Dimas mengambil semua belanjaan ke dalam rumah, di simpan di meja dapur, sementara buat makan malam ini, dia bawa ke kamar, "Sayang..,aku pulang," namun di kamar kosong, Dimas mencari keberadaan Naya ketika ingin membuka pintu kamar mandi, terdengar suara air keran mengalir, "Sayang.., di dalam bukan.?"


Dimas berdiri depan pintu mau membukanya namun di kunci dari dalam, "Iya, yang," suara Naya dari dalam membuat hati Dimas tenang.


"Sudah pulang yang,?" tanya Naya melangkahkan kakinya ke dekat tempat tidur.


"Sudah, ayah sudah belanja keperluan dapur, aku rasa sih komplit, entah kalau menurut Bunda,?" ucap Dimas duduk bersandar di sofa dengan wajah sangat lelah, matanya terpejam merasakan lelahnya hari ini.


Naya menghampiri dan duduk di sampingnya, "Aku sudah sholat isya," Naya melihat makanan di meja siap santap, sembari menarik napas, "Sayang makan dulu, terus ambil air wudu, sholat, lalu istirahat,? sayang pasti capek,?" Naya mengambil makan dan siap menyuapi Dimas, "Sayang..,?" panggil Naya, Dimas pun membuka matanya.


"Makan dulu,?" Naya menyuapkan sendok berisi nasi, dan sayur tak ketinggalan ayam goreng kesukaan Dimas, di sambut oleh mulut Dimas yang terbuka lalu mengunyahnya dengan nikmat.


"Sayang juga makan,?" Dimas mengambil alih sendok dari tangan Naya untuk gantian menyuapinya, Naya pun membuka mulutnya sembari tersenyum, jarang-jarang Dimas menyuapi dirinya, melainkan dirinya yang setiap Dimas makan dari tangan istrinya.


"Sekarang sayang makannya lebih banyak, berbadan dua kah,?" ucapan Dimas membuat keduanya terdiam, termangu.


"Berbadan dua,?" Naya mematung sesaat, "Apa benar,? mual, pusing, apa iya hamil,? tapi.., belum lama ini aku datang bulan, lagian perasaan biasa aja gak seperti yang orang bilang ngidam gimana-gimana,?" batin Naya beradu argumen, alisnya terangkat.


Naya menghembuskan napas kasar, "Aku kan belum lama ini datang bulan yang," elak Naya dan melanjutkan menyuapi Dimas sampai tandas.

__ADS_1


"Tapi.., itu bulan kemarin sayang,?" jelas Dimas di sela mengunyahnya, kemudian menggigit ayam goreng.


"Iya kah, aku rasa baru kemarin,?" balas Naya.


"Itu bulan kemarin Bunda," Dimas yakin.


"Nggak tau ah,?" Naya menggeleng pelan, gak mau memikirkan tentang itu.


"Besok ayah bawakan tes pek," Dimas beres makan langsung masuk kamar mandi, sementara Naya masih makan dengan lahapnya, pikiran melayang mengingat perkataan Dimas tadi, "Masa Iya sih,? ah.., aku gak mau berpikir macam-macam, di kasih syukur, tidak juga, aku sudah ikhlas kok."


Dimas di kamar mandi menatap wajahnya di cermin, sembari senyum-senyum bahagia jika saja benar istrinya berbadan dua, Dimas keluar dari kamar mandi, mendapati istrinya sudah tidak ada di tempat, Dimas berusaha menjadi muslim yang baik, berusaha menunaikan kewajibannya, setelah itu Dimas mencari keberadaan Naya, rupanya Dia di dapur tengah menata belanjaan pada tempatnya.


Dimas berdiri di dinding dengan menyilang kan tangan di dada, Naya menoleh ke arahnya, "Sayang bobo sana,? capek, besok masuk kerja kan.?"


"Masuk, tapi.., besok paling setengah hari," sahut Dimas, "Sayang..,?" panggil Dimas lirih.


"Hem.., apa,?" Naya menoleh sesaat lalu pandangannya kembali pada belanjaan yang tengah dia bereskan.


"Sejak kapan sayang suka memakai baju mandi dan beraktifitas,? tidak memakai jilbab juga,?" Dimas nyengir kuda.


Naya tercengang memperhatikan penampilannya, dan meraba kepalanya dengan rambut di ikat biasa tanpa penutup juga, Naya menoleh cemas Dimas yang tak lepas dari senyumnya.


"Ayah sih suka melihat Bunda penampilan seperti itu, bahkan tanpa sehelai kain pun," Dimas semakin menyeringai, melihat paha Naya yang terkadang terbuka jelas, "Tapi.., bila di kamar, bukan di tempat lain, gimana kalau Ayah tidak bisa mengendalikan diri,? emangnya mau melayani di sembarang tempat,? terus gimana kalau tiba-tiba ada orang datang.? Bunda pasti malu, kalau Ayah sih akan santai aja, ha..,ha..,ha..."


Naya mendengar ucapan Dimas bergidik, apa lagi melihat ekspresi suaminya yang nakal dan menggoda semakin bergidik membayangkan jika melakukan sesuatu di dapur misalnya, terus di lihat orang,? membuat Naya memejamkan mata dan menggeleng.


Namun ketika membuka mata, suaminya sudah berdiri tepat di depannya, mulut Naya menganga kaget, sejak kapan dia berdiri di situ,? tangan Dimas merangkul pinggang Naya di tempelkan ke permukaan tubuhnya, hingga menempel, Dimas membungkuk, kepalanya mendekati wajah Naya.


Kemudian Naya menjauhkan wajahnya dari Dimas, namun lengan Dimas yang satu lagi menarik tengkuk Naya hingga Naya tidak bisa mengelak, dari rakusnya bibir sang suami yang menyentuh dan ******* bibirnya.


Sentuhan Dimas bagaikan sengatan listrik di kulit Naya seketika menjalar kesemua organ tubuh, sementara waktu mereka saling menikmati sentuhannya di bibir, tangan Dimas sudah tidak bisa di kendalikan menyentuh setiap yang dia suka, "Kita bikin baby malam ini,?" bisik Dimas di telinga Naya, "Anggap saja saat ini kita tengah bulan madu,? tanpa ada orang lain yang ganggu kita, karena hanya ada kita di sini berdua," membuat semakin terasa sengatan dan getaran di tubuh Naya, pikirannya melayang terbang.


Meski Dimas merasakan lelah, capek namun rasa itu kalah dengan gairah memadu kasih yang ada pada dirinya, begitupun dengan Naya walau kepala pusing-pusing, namun tak bisa menolak dari cumbuan sang suami, bahkan sangat menikmati, akhirnya mereka melakukan penyatuannya di kamar, di malam yang begitu syahdu, dan hening, tanpa ada penghuni lain di rumah tersebut, kecuali mereka berdua.


,,,,

__ADS_1


Terimakasih reader ku, masih mengikuti cerita ini, dan semoga kabar kalian selalu berada dalam lindungan Allah yang maha kuasa, Aamiin.., ok, jangan lupa selalu lake, komen, rating dan vote nya dong๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2