
Jangan lupa mampir juga di sini ya🙏
Zayn masih mesem-mesem. Mengingat yang tadi. Ketika Ibra tampak kebingungan.
"Kau! terus saja tertawa, saya pecat juga nanti," ucap Ibra kesal.
"Ah ... sudahlah! gimana sudah menemukan bukti yang satu lagi?" tanya Ibra sambil menyandarkan kepalanya ke jok.
"Sudah. Nanti kau bisa lihat gimana ulahnya di luar, tak ubahnya piala bergilir. Siapa saja bisa menikmati kecantikannya! saya heran. Dian dapat dari mana betina macam gitu?" ujar Zayn.
Ibra nampak kesal. Kok bisa jadi seperti ini, jadi permainan para wanita. Tapi mau menyalahkan siapa juga percuma!
Sesampainya di kantor! Ibra dan Zayn berbincang tentang masalah perusaan dan bukti-bukti baru dari dari salah seorang istrinya.
"Yang baru! di pending saja dulu, kita fokus dengan masalah yang lama. Kita harus tuntaskan satu satu." Ibra menghela napas dalam-dalam kemudian dihembuskan dengan kasar.
"Oke. Kalau gitu ... saya balik ke ruangan dulu. Oh iya minggu depan, jangan lupa ke Jerman. Semua keperluan sudah saya siapkan, kau tinggal berangkat saja." Zayn mengingatkan.
"Berapa tiket?" tanya Ibra.
"Kau bisa membawa salah satu istrimu."
"Iyalah, tentu! buat apa saya punya istri banyak? kalau tidur sendiri! masa saya harus jajan di luar. Percuma ada istri di rumah." Mendelik kearah Zayn.
__ADS_1
"Atau mungkin ... kamu akan mengajak betina liar mu, itu ha ha ha ...."
Ibra menggeleng. Tatapannya lepas keluar jendela.
"Saya tahu, siapa yang akan kau bawa! kalau bukan istri pertama, pasti istri muda yang kau ajak. Iya, kan?" Zayn menyeringai dan melihat Ibra tengah tersenyum di balik tangan yang berada dekat bibirnya.
"Eh, gimana rasanya istri muda mu, itu?" tanya Zayn.
"Maksud kau apa? jangan kurang ajar!" timpal Ibra.
"Ha ha ha ..." lagi-lagi Zayn tertawa sambil melenggang dari tempat tersebut.
Ibra membuka berkas yang menumpuk di meja.
Zayn masih mesem-mesem. Mengingat yang tadi. Ketika Ibra tampak kebingungan.
"Kau! terus saja tertawa, saya pecat juga nanti," ucap Ibra kesal.
"Ah ... sudahlah! gimana sudah menemukan bukti yang satu lagi?" tanya Ibra sambil menyandarkan kepalanya ke jok.
"Sudah. Nanti kau bisa lihat gimana ulahnya di luar, tak ubahnya piala bergilir. Siapa saja bisa menikmati kecantikannya! saya heran. Dian dapat dari mana betina macam gitu?" ujar Zayn.
Ibra nampak kesal. Kok bisa jadi seperti ini, jadi permainan para wanita. Tapi mau menyalahkan siapa juga percuma!
Sesampainya di kantor! Ibra dan Zayn berbincang tentang masalah perusaan dan bukti-bukti baru dari dari salah seorang istrinya.
__ADS_1
"Yang baru! di pending saja dulu, kita fokus dengan masalah yang lama. Kita harus tuntaskan satu satu." Ibra menghela napas dalam-dalam kemudian dihembuskan dengan kasar.
"Oke. Kalau gitu ... saya balik ke ruangan dulu. Oh iya minggu depan, jangan lupa ke Jerman. Semua keperluan sudah saya siapkan, kau tinggal berangkat saja." Zayn mengingatkan.
"Berapa tiket?" tanya Ibra.
"Kau bisa membawa salah satu istrimu."
"Iyalah, tentu! buat apa saya punya istri banyak? kalau tidur sendiri! masa saya harus jajan di luar. Percuma ada istri di rumah." Mendelik kearah Zayn.
"Atau mungkin ... kamu akan mengajak betina liar mu, itu ha ha ha ...."
Ibra menggeleng. Tatapannya lepas keluar jendela.
"Saya tahu, siapa yang akan kau bawa! kalau bukan istri pertama, pasti istri muda yang kau ajak. Iya, kan?" Zayn menyeringai dan melihat Ibra tengah tersenyum di balik tangan yang berada dekat bibirnya.
"Eh, gimana rasanya istri muda mu, itu?" tanya Zayn.
"Maksud kau apa? jangan kurang ajar!" timpal Ibra.
"Ha ha ha ..." lagi-lagi Zayn tertawa sambil melenggang dari tempat tersebut.
Ibra membuka berkas yang menumpuk di meja.
Lansung buka novel nya ya🙏
__ADS_1