Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 41


__ADS_3

Tiga hari sudah Sonya menjalani masa penyembuhan akibat keracunan waktu itu.Kini dirinya sudah mulai membaik dan tidak muntah muntah lagi, sehingga diizinkan pulang.


Sesampainya di rumah, Isco langsung membawanya ke kamar untuk beristirahat, dia menggendong Sonya sampai kamar.


Bu Hartati tersenyum melihatnya ada kebahagiaan tersendiri melihat perhatian menantunya pada Sonya.


Kini tinggallah Sonya dan Isco di kamar itu.


"mas..?"seru Sonya ragu.


"hmm.."Isco menjawab sambil menyelimuti Sonya.


"kenapa aku ada di rumah sakit waktu itu?"pertanyaan yang membuat Isco menatapnya.


"jadi kamu belum tau?"kata Isco.


Sonya menggelengkan kepalanya.


Isco menghela nafas kemudian mendekat dan merapikan rambut Sonya.


"waktu kamu bertemu ibunya mantanmu, kamu keracunan."


"mantan?oh iya ibu Marwan, kenapa bisa keracunan?padahal aku hanya minum kopi."kata Sonya polos.


"Bodoh"ucap Isco.

__ADS_1


"ya dia ngeracun kamu"lanjut Isco


Sonya membelalakan matanya tak percaya.


"tapi kamu tenang saja dia sudah ada dalam penjara"ucap Isco.


"apa?penjara?kenapa?"tanya Sonya.


"karena tindakannya kriminal sayaaang"ucap Isco gemas sendiri, dia baru menemukan sisi lain dari diri Sonya yaitu kepolosan yang menggemaskan.


"pasti kamu yang laporin kan?"tanya Sonya kembali.


"ya iyalah.."jawab Isco.


"cabut laporannya mas"pinta Sonya.


"tapi dia sudah berumur tak sepantasnya berada di sana, dia sudah seperti ibuku"kata Sonya.


"bisa bisanya menganggap ibu pada orang jahat bahkan mau membunuhmu."ucap Isco.


"ku mohon maas kabulkan permintaanku, aku akan melakukan apa saja asal kamu mau mengabulkannya"pinta Sonya.


"tapi..."Isco sungguh ragu mau melakukan tindakan apa, kembali dia mengetahui sisi lain dari Sonya membuatnya makin kagum pada istrinya tersebut.


"benar kamu mau melakukan apapun jika aku membebaskan dia dari penjara?"tanya Isco sambil memegang bahu Sonya dan menatapnya serius.

__ADS_1


Sonya menganggukan kepala agak ragu tapi kemudian dia mengangguk mantap, meski kali ini jantungnya tak bisa diam menabuh gendang.


"kamu jadi istriku selamanya, sampai ajal yang memisahkan"kata Isco dengan tidak memalingkan pandangannya sedikitpun pada wajah Sonya.


"tapi, kenapa? bukankah pernikahan ini sandiwara hutang"lagi lagi pertanyaan polos meluncur dari mulut Sonya, membuat Isco makin gemas dibuatnya.


"lakukan saja kalau kamu mau dia bebas"kata Isco sedikit mengancam.


Setelah menimbang nimbang akhirnya Sonya mengiyakannya, mereka pun saling berjanji.


Selang dua hari kemudian, keadaan Sonya makin membaik dia sudah berkutat di dapur pagi ini menyiapkan sarapan untuk Isco di bantu Salma.


Beberapa saat kemudian Isco turun dan mengembangkan senyum melihat istrinya telah sehat.Dia mendudukan diri di meja makan menunggu sarapan tiba.


Sonya dan Salma pun menyajikan sarapan di meja Isco, mata Isco terus memperhatikan Sonya yang kini duduk bersamanya mengambilkan makanan.


"ibu mana ko gak keliatan?"tanya Isco.


"ibu ke pasar sama bi Darti katanya sembari jalan jalan"jawab Sonya.


Mereka pun akhirnya sarapan berdua, sesekali Isco memandangi wajah Sonya disela sarapannya, sungguh baginya ini bagaikan mimpi bisa bersama wanita yang dicintainya dan memilikinya walaupun belum sekali pun Sonya atau bahkan dirinya saling menyatakan perasaan.


bersambung....


detik detik menuju tamat ini...

__ADS_1


hmnm kok aku yang deg degan ini, moga kalian suka nanti yaa dengan kejutan yang akan dihadirkan di akhir cerita..


__ADS_2