
Isco mendengarkan Ersya seakan ada kesungguhan dalam hatinya.
"Kita bikin drama seolah-olah kakak mau dijodohkan, lalu bagaimana caranya kakak yakinkan Sonya untuk mau menikah dengan kakak,, memakai alasan gak mau dijodohin,, gimana kak?" Tanya Ersya menaik turunkan alisnya.
Isco berfikir sejenak kemudian, "deal kita coba," kata Isco membuat Ersya kegirangan.
Keesokan harinya di kantor,, Ersya yang datang bersama Isco mengedarkan pandangannya mencari Sonya dan setelah menemukan Sonya,Ersya segera menghampirinya.
"Kita mulai kak." Ucap Ersya pada Isco yang bahkan tak bergeming di tempatnya berdiri, melihat ke arah Sonya yang terlihat mulai sibuk dengan pekerjaannya.
"Hari ini ada pertemuan dengan klien baru pak." Suara seseorang yg memecah lamunan Isco tak lain adalah suara Arya.
Tanpa bicara Isco bergegas ke ruangannya diikuti Arya dibelakangnya.
"Sonya, nanti pulang kerja antar aku yuk.." Kata Ersya disela pekerjaannya.
"Liat nanti aja.." Kata Sonya enteng.
Hari bergulir sudah pukul 5 sore,, Ersya mendekati Sonya yang tengah bersiap-siap pulang, "yuk..anter aku." Katanya sedikit merengek.
Sonya mengangguk mengiyakannya,akhirnya mereka berangkat menggunakan mobil Sonya.
__ADS_1
Setelah agak lama berputar-putar, Ersya menunjuk tempat untuk menepi.
"Mau apa kamu ketempat seperti ini..?" Tanya Sonya bingung, terlebih hari menuju petang mereka malah berhenti di tepi danau buatan.
Ersya hanya tersenyum dan menarik tangan Sonya untuk duduk diatas sebuah bangku yang menghadap langsung ke danau.
"Sebenarnya aku cuma mau ngobrol aja sama kamu." Ucap Ersya.
Sonya semakin terlihat bingung namun mencoba terlihat biasa di hadapan Ersya..
"Sebenarnya ini mengenai kak Isco." Kata Ersya.
Sonya makin bertambah bingung hingga mengerutkan keningnya.
"Terus? Kenapa?" Kata Sonya.
Sebelum Ersya menjawab terdengar seseorang menyapa mereka, "ternyata kalian di sini.."
Sontak Sonya dan Ersya menoleh ke asal suara itu dan terlihatlah Isco dengan kemeja kerja yang agak acak-acakan dengan kedua lengannya di gulung,, sementara jasnya sudah terlepas dari badannya.
"Lama banget sii kakak ini,, sini-sini kita obrolin disini.." Seru Ersya seraya berdiri dan mempersilahkan Isco duduk di sebelah Sonya.
__ADS_1
Saat Sonya akan beranjak dari duduknya, Ersya buru-buru melarangnya dan berpindah yang awalnya berdiri di sebelah Isco, kini dirinya sudah berada disebelah Sonya guna berjaga-jaga ada kemungkinan bila Sonya kabur dirinya bisa langsung menangkapnya.. Aiihh sungguh pemikiran pemangsa.
"Kak, cepatlah bicara keburu magrib ini!!" Titah Ersya pada Isco yang sedari tadi diam.
"Sebenarnya ada apa ini?" Kata Sonya tak tahan lagi dengan situasi yang tidak nyaman ini.
"Ekhem.. Begini So-Sonya.." Ucap Isco menggantung karena gugupnya.
Ersya yang kelihatan gatal melihat tingkah sepupunya itu akhirnya angkat bicara, "kak Isco ingin kamu menikah sama dia."
Sonya memelototkan kedua matanya saking terkejutnya mendengar penuturan Ersya.
"Tunggu deh,, bukannya tadi kamu bilang pak Isco dijodohkan.. Lah kenapa tiba-tiba pak Isco ingin menikah dengan saya.. Hentikan lelucon ini sungguh tidak lucu!!!" Kata Sonya dengan geramnya dan seketika berdiri namun Ersya segera menahannya.
"Duduk dulu deh, biar kak Isco jelaskan.." Kata Ersya sambil memberi kode kedipan mata pada Isco agar segera eksekusi..
"Saya tidak mau di jodohkan,, jadi sa-saya minta kamu mau menolong saya supaya perjodohan itu gagal,, sebab ayah saya bilang dia akan membatalkan perjodohan itu bila saya mempunyai calon sendiri."
Sonya tersenyum pelik sambil menggelengkan kepalanya, "mana mungkin,, pernikahan itu bukan permainan.. Maaf saya tidak bisa membantu. Permisi," kata Sonya yang beranjak pergi karena Ersya gagal menahannya.
Sementara Ersya dan Isco terlihat diam memperhatikan punggung Sonya yang mulai menjauh.
__ADS_1
bersambung..