Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 35


__ADS_3

Sonya semakin ketakutan saat melihat tatapan Isco yang tak bersahabat terlebih dirinya kini diatas tempat tidur dan pundaknya sedikit sakit karena terbentur pinggiran ranjang.


"P-paak, sa sa.." Sonya terbata.


"diam!! Saya ga suka kamu memanggil saya seperti itu," bentak Isco.


Sonya makin gemetar dan mencoba menahan tangisnya dengan membekap mulutnya sendiri.


Isco makin kalap, dia mengunci pintu dengan cepat kemudian naik ke atas ranjang, Sonya memundurkan dirinya mencoba menjauhi Isco namun Isco makin mendekat sampai akhirnya mereka sangat dekat.


"Kenapa kamu tidak peka akan perasaan saya heuh?" Kata Isco setengah berbisik di depan wajah Sonya.


"Saya tidak me mengerti" Ucap Sonya sambil menangis.


"Apa saya harus melakukan hal ini agar kamu mengerti," kata Isco kemudian menangkup wajah Sonya dan mencium bibir Sonya aktif.


Sonya diam tak berkutik mendapat serangan seperti itu dari Isco, dia hanya menangis dan menangis tak mengerti apa yang terjadi pada Isco hingga dia seperti itu.


Permainan Isco makin dalam, Sonya pun pasrah menerima semuanya.

__ADS_1


Isco membuka kaosnya, kemudian kembali mencium Sonya ganas, dia pun membuka kancing kemeja yang Sonya kenakan satu persatu tanpa melepas ciumannya.


Kini mereka sama sama tak memakai pakaian, Sonya memejamkan matanya saat Isco mulai nakal bermain di bagian tubuh Sonya yang lain.


Hingga mereka makin dalam Sonya pun menyerahkan mahkota berharganya pada Isco sore itu.


Hasrat pengantin baru tak kenal lelah berakhir saat jam menunjukkan pukul 4 sore.


Isco yang nampak kelelahan merebahkan tubuhnya di samping Sonya yang sesegukan. Air mata Sonya terus mengalir tak menyangka akan mengalami hal yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.


Yang terbayangkan oleh Sonya tentang malam pertama ialah romantis dan manis. Namun bayangannya kini pudar oleh apa yang dia alami.


Selagi Isco mandi, Sonya memakai pakaiannya kembali dan menyeret kopernya keluar kamar dengan susah payah meski dirinya agak meringis kesakitan.


Diketuknya pintu kamar Bu Hartati dan masuk setelah Bu Hartati membukanya.


Bu Hartati yang melihat raut wajah Sonya pun membiarkannya tanpa berbicara karena ingin membiarkan Sonya tenang terlebih dahulu.


Sonya mandi di kamar mandi kamar bu Hartati. Dia menangis lagi disana.

__ADS_1


Isco baru selesai mandi dan mendapati kamarnya kosong, koper Sonya pun tak ada. Dia mengusap wajahnya kasar ada sesal yang mendalam akan tindakannya yang keterlaluan pada Sonya.


Seusai memakai pakaiannya, Isco turun ke lantai bawah dimana kamar bu Hartati berada.


Isco mengetuk pintu itu, di dalam kamar Sonya memohon pada ibunya agar tidak membiarkan Isco masuk, sungguh Sonya belum siap bertemu dengan suaminya, tak lama Bu Hartati membuka pintu, "Sonya di dalam bu?"tanya Isco.


"iya nak, tapi sebaiknya biarkan dulu Sonya sendiri. Biar dia bisa berfikir dengan jernih." kata Bu Hartati.


Isco menunduk lesu, dan akhirnya berlalu dari sana.


Tiba waktunya jam makan malam, Isco tengah menunggu Sonya dan bu Hartati di meja makan, namun hanya bu Hartati yang keluar kamar membuat Isco makin kecewa.


"Sonya mana bu, dari tadi dia belum makan," kata Isco.


"Tolong maafkan Sonya nak, dia tidak mau makan.. Biar nanti ibu bujuk di kamar dan membawa makanan ke kamar," kata Bu Hartati.


Suasana meja makan pun hening sepeninggal bu Hartati ke kamar, Isco menutup wajahnya dengan kedua tangannya dia sungguh menyesal dengan perbuatannya.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2