Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 22


__ADS_3

Setelah Bu Hartati berlalu masuk ke dalam kamarnya, Isco mulai bicara, "saya mau bicara."


"Iya kan tadi udah ngomong ituu," jawab Sonya.


"Maksud saya,, saya ingin meluruskan kesalahpahaman diantara kita," ucap Isco lagi.


Sonya terdiam sejenak seraya memperhatikan raut wajah Isco.


"Maksudnya??" Pertanyaan itu lolos juga dari bibirnya.


"Saya dan Ersya adalah saudara sepupu bukan sepasang kekasih." Ucap Isco.


"Terus..?" Tanya Sonya.


"Aisshh.. Nih cewek kebal banget hatinya," gumam hati Isco.


"Ya saya tidak ingin kamu salah paham itu aja." Jelas Isco.


"Terus untungnya buat bapak apa?" Tanya Sonya dengan ekspresi datar.


"Gak jadi.." Tiba-tiba Isco terlihat kesal dan langsung berpamitan dan melajukan mobilnya.


Sonya mengedikkan kedua bahunya acuh, lalu pergi ke kamar ibunya.


"Nak Isco udah pulang??" Tanya Bu Hartati.


Sonya mengangguk lalu ikut berbaring bersama Bu Hartati.


"Tumben dia ga pamit ke ibu.." Tanya Bu Hartati heran.

__ADS_1


Sonya hanya dan memejamkan matanya..


"Sonya, jawab ibu.. Apa kalian bertengkar?" Tanya Bu Hartati penuh selidik.


Seketika Sonya membuka matanya dan beranjak duduk, "ibu ngomong apa? Kenapa ibu berfikir aku dan pak Isco bertengkar? Emang aku siapanya pak Isco?"


"Ibu tidur aja,, Sonya juga mau ke kamar," ucap Sonya lagi.


Sonya membuka pintu kamarnya, dia berjalan pelan menuju ranjang tempat tidurnya, mendudukan dirinya di sisi ranjang..


entah bagaimana kini perasaannya sungguh bercampur aduk, "apa aku harus senang? Ah tidak tidak tidak. .. Kkenapa aku harus senang?,, Apa untungnya?" Kata Sonya sambil memukul-mukul kepalanya pelan.


Di tempat lain Isco sampai di rumahnya, dia memarkirkan mobilnya dan keluar dari sambil membanting pintu mobil.


Saat membuka pintu tiba tiba Ersya menghampiri dan menggelayuti lengan Isco.


"Gimana kak gimana??? Kakak udah nyatain cinta ke Sonya??" Tanya Ersya antusias.


Sebelum masuk ke dalam kamar Ersya yang mulai kesal menarik tangan Isco hingga Isco berbalik dengan malas menghadap Ersya.


"Jawab dong!! Kalo ga jawab, aku akan tanya sama Sonya." Ancam Ersya.


"Eh eh ngomong apa kamu?,,Awas aja klo kamu nanya apapun sama Sonya," kata Isco sambil membuka pintu kamar dan langsung mendudukan diri di sofa yang ada di kamarnya.


Ersya mengikutinya dan ikut duduk di sebelahnya,, tatapan matanya seakan menuntut sesuatu..


Isco yang mengetahui sifat Ersya kemudian menarik nafas lalu menghembuskannya perlahan sampai akhirnya berbicara, "kamu tahu Sya,,boro-boro nih yaa kakak mau ngomong kakak tertarik sama dia.. Sonya bahkan gak peduli apa pun tentang kakak."


"Terus kakak nyerah gitu?" Tanya Ersya.

__ADS_1


Isco diam tak menjawab,, membuat Ersya kesal dan berlalu meninggalkannya di kamar.


"Bagaimana caranya membuat kamu menoleh padaku Sonya?" Gumam Isco sambil memijit keningnya.


"BRAKK.." Tiba-tiba pintu kamar terbuka membuat Isco sedikit terlonjak.


"Ngapain buka pintu sekeras itu Ersya?. " Ucap Isco sedikit geram.


"Aku punya ide kak,, aku punya cara bagaimana caranya supaya Sonya mau sama kakak," seru Ersya bersemangat sambil mendekati Isco.


"Gak ahh,, gak mau kakak tadi aja idemu gagal," seru Isco.


"Yeee yang tadi kakaknya aja yang ga pandai.." Kata Ersya.


"Apa kamu bilang?" Kata Isco memelototkan matanya.


"Heheh.. Maaf deh,, denger kak!! Kalau Sonya begitu licin di tangkap berarti kakak perlu perangkap jitu untuk mendapatkannya." Kata Ersya.


Isco memutar bola matanya jengah tanpa bicara.


"Kakak nikahin Sonya !" Kata Ersya lagi membuat Isco seketika menatapnya.


"Ya mana bisaa, orangnya aja gak mau deket apalagi dinikahin,, kamu nih ada-ada aja," kata Isco.


"Dengerin dulu dong, cara nikahinnya jangan biasa dong harus luar biasa." Kata Ersya mantap.


Isco mulai tertarik dan memperbaiki duduknya mendengarkan Ersya.


bersambungg....

__ADS_1


kira kira apa rencana Ersya yaa......


__ADS_2