Bukan Mauku

Bukan Mauku
part 28


__ADS_3

Isco nampak berdiri menyambut Sonya dan ibunya.


"Sudah lama nak?" Tanya Bu Hartati tatkala jarak mereka sudah dekat.


"Ah tidak bu,, baru saja," kata Isco sembari mencium tangan calon mertuanya itu. Sementara Sonya terlihat acuh melewati Isco dan membuka kunci pintu.


Bu Hartati hanya menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah putrinya. Setelah pintu terbuka mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


Isco duduk di ruang tamu ditemani Bu Hartati sementara Sonya terlihat ke dapur membuat minuman meskipun dia tak menyukai kedatangan Isco namun dia masih tau bagaimana caranya menjamu tamu.


"Ibu darimana?" Tanya Isco.


"Tadi kontrol ke rumah sakit nak," jawab Bu Hartati.


"Kenapa tidak bilang sama saya bu, saya kan bisa antar." Kata Isco.


"Tidak usah lagian kan ada Sonya, hasilnya pun alhamdulilah baik ko," jawab Bu Hartati.


Sesaat kemudian datanglah Sonya membawa nampan berisi gelas minuman.


"Sonya, temani dulu calon suamimu ibu mau istirahat," kata Bu Hartati.

__ADS_1


Tanpa menjawab Sonya duduk di seberang kursi agak jauh dari Isco, Bu Hartati pun pamit ke kamar.


"Minggu depan Ersya dan mama akan menemanimu fitting kebaya," kata Isco.


"Hemmm.." Jawaban Sonya hanya berdehem.


"Apa disini ada makanan? Saya belum sempat makan siang," kata Isco mengalihkan pembicaraan.


"Sepertinya ada, mau makan di sini apa dimeja makan?" Kata Sonya.


Hanya mendengar Sonya berbicara seperti itu membuat Isco bahagia bukan kepalang, dia mendahului Sonya pergi ke meja makan, membuka tudung saji nampak di sana perkedel kentang dan goreng ikan. Isco segera mengambil piring dan menyiuk nasi di penanak nasi, sebelum Isco mengambil lauk yang ada di hadapannya Sonya menyelanya, "itu sudah dingin biar saya hangatkan pak"


"Bapak belum ke kantor jam segini?" Kata Sonya.


"Nanti jam dua," kata Isco.


"Oh iya lupa,, bapak bosnya," kata Sonya, dibalas kekehan dari Isco.


Setelah selesai makan Isco kembali ke ruang tamu diikuti Sonya, "saya kembali ke kantor dulu, ibu tidur ya?"


"sepertinya begitu, yaudah sana berangkat," kata Sonya.

__ADS_1


Membuat langkah Isco terhenti lalu menatap Sonya. "Ada hal yang belum aku tau tentang kamu Sonya." Batin Isco.


"Asalamualaikum," ucap Isco kemudian berlalu pergi.


"Waalaikumsalam," ucap Sonya pelan matanya terus memandangi mobil Isco hingga tak terlihat lagi.


"Sonya, nak Isco sudah pergi?" Tanya Bu Hartati yang baru keluar dari kamarnya.


"Baru aja bu,, oh iya nanti sore aku mau ngambil mobil dibengkel mungkin servicenya sudah selesai."


Bu Hartati mengangguk kemudian ke pergi ke dapur.


Sore itu Sonya sudah berada di bengkel untuk mengambil mobilnya.Setelah selesai dia memakai mobilnya dan pulang di tengah perjalanan dia membelokkan mobilnya ke pemakaman umum, Sonya mendadak teringat Marwan teman baiknya yang hampir menjadi suaminya.


Setibanya di pemakaman Sonya menuju ke salah satu pusara yang sangat terurus pandangannya mendadak kabur, matanya dipenuhi air mata yang mengalir begitu saja.


Dia teringat waktu pemakaman Marwan dia diusir calon ibu mertuanya. Setelah kepergian Marwan dia dianggap pembawa sial.


Saat sedang khusyuk berdoa suara seseorang mengagetkannya.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2