Bukan Mauku

Bukan Mauku
Berlayar di lautan madu


__ADS_3

"Nggak apa, gak salah lagi,?" Naya nyinyir, canda tawa mereka kembali menghiasi ruangan tersebut, Naya memang tak tega jika harus mendiamkan suaminya lama-lama, apa lagi makan aja Dimas tergantung pada dirinya, Dimas merasa bahagia, istrinya sudah bersikap ramah lagi padanya, karena memang paling gak nyaman bila di diamkan anggota keluarga terutama istri.


Selesai makan, Dimas dan Naya duduk di sofa ruang tengah bersama Pak Mad beserta istri, dengan santainya Dimas tiduran di pangkuan sang istri.


"Yang,?" panggil Naya melirik suaminya di sela nonton TV.


"Hem.., ada apa,?" Dimas mendongak melihat wajah Naya.


"Kapan kita pulang, dua hari lagi tepat dua minggu di sini,?" ucap Naya.


"Sepertinya tambah satu minggu lagi yang," sahut Dimas dengan ekspresi biasa aja.


"Kok gitu,?" Naya heran.


"Iya, satu minggu lagi, baru kita akan pulang, sebab tenagaku masih di butuhkan di sini," Dimas bangun dari tidurannya, "Tapi.., bisa jadi beberapa hari lagi bisa pulang kok, gimana keputusan dari atasan saja, kenapa sidah mau pulang kah,?" Dimas memandangi istrinya.


"Iya, pengen pulang, pengen terapi lagi," keluh Naya.


"Hem..," Dimas singkat.


"Pak, kalau saya ajak ke tempat saya mau gak,? kerja tempat saya," ajak Dimas pada Pak Mad.


Pak Mad tak lekas menjawab dia malah melirik istrinya yang memandangi dirinya, Dimas mengerti apa yang ada dalam pikiran Pak Mad, "Tentunya beserta istri dan anak-anak, bantu-bantu saya di sana, mengantar istri saya kalau ingin keluar, jalan-jalan gitu."


"Saya sih mau Pak dokter, tapi anak-anak saya sekolah di sini," ujar Pak Mad.


"Iya Pak, ikut sama Bibi juga ikut aku Rita juga bawa aja, waktunya nganterin sekolah ya sekolah," tambah Naya memandangi Pak Mad sama istri.


"Biar kami pikirkan dulu lah Pak dan juga ibu," Pak Mad mengangguk begitupun istrinya.


"Baiklah kalau begitu, Bapak bisa kapan aja datang ke tempat saya, pintu rumah akan terbuka buat kalian," ucap Dimas pada Pak Mad.


Naya menengok ponsel miliknya, "Sudah magrib yang, Naya berdiri perlahan, Dimas pun beranjak dan mengandeng Naya menuju kamarnya.


Setelah makan malam Pak Mad pulang, sedangkan istrinya sudah duluan pulang, Dimas dan Naya masuk kamar, kini mereka sudah berada di dalam kamar, usai sholat isya Naya duduk bersandar di atas tempat tidur.


Dimas pun mengikuti cuma di dengan laptop di tangan, Naya mengambil ponsel yang tergeletak di sampingnya, "Bi, pa kabar, uang belanja masih ada, gimana keadaan di rumah,?" ucap Naya pada seseorang di telpon.

__ADS_1


"Baik Bu, abis bu, tapi kalau bahan-bahan buat di masak sih masih ada untuk dua tiga hari ini, keadaan di sini baik-baik saja, terkadang ramai yang menginap, keluarga besar kumpul Bu," sahut irang yang di sebrang sana.


"Oh syukurlah, bagus lah jadi Bibi tidak kesepian, oya uang belanja mungkin besok di kirimkan ke no rekening Bapak mertua, ya sudah aku mau istirahat dulu ya Bi,?" Naya menutup sambungan teleponnya.


"Apa katanya,?" Dimas memandangi kearah Naya.


"Uang belanja abis, dan di rumah suka ramai mereka adek-adek nginap ramai-ramai," Naya melirik.


"Oh..,"


"Aku ngantuk ah, mau tidur,?" Naya membaringkan tubuhnya, melihat Naya bersiap tidur membuat Dimas menutup laptopnya dan mengikuti Naya baringan.


Memasang selimut berdua, Naya menyandarkan kepalanya di bahu Dimas, tangan Dimas merangkul tubuh Naya dengan sangat erat.


Keduanya tak butuh waktu yang lama untuk menyambut mimpi, mereka tertidur nyenyak dalam dekapan hangat.


Tengah malam Dimas terbangun ingin buang air kecil, sekembalinya dari kamar mandi Dimas meneguk air mineral yang sudah tersedia di meja, lalu dia membaringkan tubuhnya di tempat semula, matanya memandangi sang istri yang tengah terlelap tidur.


Dimas mendaratkan bibinya di kening Naya, lalu di pipi kiri kanan dan bibir Naya, namun sang empu hanya menggeliat kecil meski di hujani sentuhan-sentuhan lembut dari Dimas, tangan Dimas mulai 'bermain-main di bukit indah, dan sebentar lagi pasti akan berlayar di lautan madu, Naya terbangun memicingkan mata melihat jam dinding sudah pukul 02.00 "Hem.., ngantuk banget nih," kemudian memejamkan matanya kembali.


"Sebentar yang,?" bisik Dimas di telinga Naya.


Dimas terus saja menjalankan aksinya, membuat Naya nenggelia-liat kecil merasa geli, hawa malam semakin dingin, aksi Dimas semakin manjadi dan semakin tidak mampu menahan hasratnya kali ini, adik kecilnya semakin tegang dan meronta-ronta ingin keluar, mencari tempat untuknya memuntahkan sesuatu, Dimas membuat tanda merah di beberapa tempat bagian tubuh sang istri.


Akhirnya Naya menikmati perlakuan Dimas, dan tak mampu menolak kemauan sang suami yang sangat menggebu-gebu, Dimas mulai berlayar di lautan madu, yang tak pernah terjamah orang lain selain dirinya, mendaki gunung yang keindahannya selalu tersembunyikan, sungguh tempat-tempat yang sangat terjaga.


Tak lupa selalu singgah di bibir sang istri, mengecupnya, ******* dengan gelora dan gairah yang semakin memanas, darah yang semakin mendidih, mengalahkan rasa dingin yang tadinya menusuk tulang, bergantikan dengan kehangatan di seluruh tubuh keduanya, Dimas terus berdayung mesra, memompa walau perlahan tapi.., pasti, lenguhan demi lenguhan kecil yang lolos dari bibir sang istri semakin menambah gairah untuknya.


Pergulatan berlangsung sampai menjelang pukul 04.wib untuk kesekian kalinya melepas puncak kenikmatan yang tiada tara, yang membuat badan terasa lemas, peluh bercucuran, barulah mereka saling melepaskan penyatuan milik mereka, Dimas membaringkan tubuhnya di samping Naya.


"Makasih sayang, sudah melayaniku malm ini,? muach Dimas mengecup Kening Naya sebagai tanda teremakasih.


"Hem.., ngantuk," Keluh Naya membenamkan wajah di dada sang suami.


"Bobo lagi sayang,?"


"Bobo apaan,? shubuh kok,?" sambung Naya.

__ADS_1


"Ya sudah kita mandi dulu, Dimas bangun, mengambil celana dalaman yang bercecer di lantai, Dimas menggendong Naya ke kamar mandi tuk bersih-bersih sama-sama, mereka berdua berendam di bahthub yang sama, dengan wangi terapi yang amat memanjakan hidung dan kulit, beberapa saat kemudian mereka pun selesai mandi, terus menunaikan syubuh terlebih dulu.


Usai sholat Naya merapikan selimut, tempat tidurnya dan Dimas, Dimas mendekati dan langsung merangkul tubuh Naya, membuat dengan refleks Naya membalikan muka meboleh, blakk..,posisi Naya terjatuh ke belajang terlentang dan tubuh Dimas menindih sang istri, sesaat mereka bersi tatap.


"Siang yang, belum sarapan kan,?" Naya melirik jam, Dimas pun menarik Tangan Naya agar bangun, lalu mereka bersiap menuju dapur, dan Pak Mad sudah menyiapkan buat sarapan mereka.


Dimas mulai sarapan di suapi oleh Naya, keduanya menyantap masakan Pak Mad dengan sangat lahap, apalagi Dimas merasa kecapepan abis olah raga semalam, yang lumayan menyita tenaga.


"Sepertinya Pak Dokter sangat kelaparan, hingga makannya begitu lahap, sampai-sampai Ibu belum sempat menyuap untuk dirinya sendiri," Pak Mad senyum samar.


Dimas tertawa dan menoleh kearah Pak Mad, "Semalam saya habis olah raga Pak, jadi kecapean sangat," Dimas menyunggingkan bibirnya.


Pak Mad terkekeh sendiri, "Wah pantas saja kalau habis olah raga semalam, jelas yang itu sih, membuat sangan kelelahan, ha..,ha..,ha..," ucap Pak Mad.


Naya bermuka malu, menyiku lengan Dimas, "Apaan Sih,? malu," lirih Naya.


Dimas selesai sarapan, lalu menegeuk minumnya, "Sayang aku berangkat dulu ya,?" mencium kening sang istri dengan sangat lembut.


"Ya, baik-baik, jangan ngebut yang,?" Naya pun meraih lengan Dimas lalu menciumnya, Dimas berjalan meninggalkan Naya di meja makan, melihat jam di tangannya, membuat Dimas bergegas, mempercepat langkahnya untuk mengambil motor, akhirnya Dimas melajukan motornya dengan kecepatan rendanq.


.


.


.


.


.


Aduh malam ini, aku benar-benar mata lengket se lengket-lengketnya, tak mampu lagi menulis,πŸ™


,,,,


Terimakasih reader ku, masih mengikuti cerita ini, dan semoga kabar kalian selalu berada dalam lindungan Allah yang maha kuasa, Aamiin.., ok, jangan lupa selalu lake, komen, rating dan vote nya dongπŸ™πŸ™


Nb..

__ADS_1


Para reader yang aku hormati dan aku sayangi, kalau ada tulisan aku yang salah itu di komen dong,,πŸ™ biar aku betulkan atau revisi ulang, agar membangun aku lebih baik lagiπŸ™ dan tidak lupa aku ucapkan selamat menunaikan ibadah puasa, bagi yang menjalankannya.


__ADS_2