
Dimas tidak buang waktu langsung tancap gas, menyalurkan hasrat mereka yang begitu besar, di balik selimut yang tebal ada yang tengah bergulat dengan ulat bulu, hingga peluh mereka lengket di badan, bibi Dimas menjepit bibir bawah sang istri, lagi-lagi di hisapnya lembut, bergantian dengan bibir atasnya, tangan Naya tak lepas dari leher atau punggung suaminya selalu melingkar di sana.
****
Pagi-pagi Dimas sudah siap masuk kerja yang terakhir, Dimas dan Naya sarapan yang sudah di siapkan pak Mad, Naya menyuapi Dimas dengan telaten.
"Yang cepat pulang ya,?" ucap Naya melirik Dimas.
"Iya sayang,? pasti cepat pulang," sahut Dimas, "Ok, aku berangkat dulu."
Dimas meneguk susu coklat lalu Naya mencium kening sang istri, dan Naya meraih tangan Dimas menciumnya.
"Ya sudah, baik-baik di rumah, jangan lupa suruh pak Mad beres-beres, kali aja dia lupa," Dimas mengusap kepala Naya, kemudian melangkahkan kaki sembari menjinjing tas kerjanya.
Dimas melihat pak Mad sedang menyiram bunga, "Pak, jangan lupa tolong kemas kan barang saya."
Pak Mad mengangguk, "Baik pak."
"Makasih," Dimas naik ke atas motor, memakai helm, lantas melajukan motornya ke jalan raya, menuju tempat kerja, ya itu Rumah sakit.
__ADS_1
Naya setelah di tinggal baru selesai makan, membereskan piring kotor dan di cuci pak Mad, Naya langsung ke kamar untuk sholat duha, setelah itu Naya membereskan pakaian di bantu sama bi Meri, yang bawa ke mobil pak Mad.
Dzuhur pun Dimas sudah pulang dari rumah sakit, di sambut senyuman oleh Naya.
"Assalamu'alaikum.., yang,? lagi apa nih," Dimas mengecup kening Naya.
"Wa'alaikum salam, lagi.., tidur," sahut Naya yang duduk-duduk di sofa dalam kamar.
Setelah menyimpan Barangnya, Dimas duduk di samping sang istri merangkul bahu dan membawa kepala Naya ke dadanya.
"Mandi dulu sana..,?" suruh Naya sembari tetap bersandar di dada Dimas.
"Hi..,hi..,hi.., iya sih," beberapa saat mereka saling melepas kangen, dan Akhirnya Dimas mengajak mandi bareng, Naya mengangguk kebetulan sudah pukul 12.30wib Dimas membawa Naya ke kamar mandi, kemudian mereka berendam di bathub.
Di dapur bi Meri sedang menata masakan di meja, seperti biasa di recokin sama putri kecilnya Rita yang minta ini dan itu.
"Hi.., pipi gembul,? makan yuk, belum makan kan," Naya dengan ramah dan mencubit pipi gembul nya Rita.
Anak itu hanya melirik sambil makan jeruk, "Hem.., anak kecil ini suka sekali jeruk ya, oya Bi, di motor ada kantong jeruk di ambil belum,?" mengalihkan pandangannya pada bi Meri.
__ADS_1
"Tidak tau Bu," sahut bi Meri menggeleng.
"Oh, suamiku tidak ngomong kah,?" tanya Naya lagi.
"Tidak, tapi.., biarlah saya lihat dulu apa benar ada--!
"Iya Bi, di motor ada buah jeruk untuk Rita, ambil saja," ucap Dimas yang baru datang lalu duduk dekat Naya.
Bi Meri melengos meninggalkan tempat tersebut untuk mengambil buah jeruk, tak lama sudah kembali menjinjing kantong plastik berisi buah jeruk kesukaan Rita, Rita pun berjingkrak, kesenangan du bawakan buah kesukaannya.
Dimas dan Naya tersenyum bahagia melihat bocah satu ini begitu riang ternyata bahagia itu cukup dengan cara yang sederhana.
"Hore..., jeruknya buat Ita semua," Rita bertepuk tangan dan bersorak.
Kemudian mereka makan siang bersama, dengan pak Mad juga bi Meri serta anak-anaknya yang baru datang, tak ada perbedaan suku maupun agama, para tetangga pun satu per satu berdatangan untuk mengucapkan terimakasih dan selamat jalan.
,,,,
Terimakasih reader ku, masih mengikuti cerita ini, dan semoga kabar kalian selalu berada dalam lindungan Allah yang maha kuasa, Aamiin.., ok, jangan lupa selalu lake, komen, rating dan vote nya dong🙏🙏
__ADS_1
Nb.., kali ini aku up nya sedikit, aku mohon doanya dari semua reader ku🙏🙏 mohon berkenan mendoakan ibu aku sedang sakit, semoga cepat sembuh seperti biasanya lagi🤲🤲🤲🤲