Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Pernyataan Cinta Ditolak


__ADS_3

"Enggak mungkin gue cemburu, dan enggak mungkin juga gue suka sama dia. Lo kalau bicara jangan sembarangan!" ujar Alga tidak terima.


"Gue enggak bicara sembarangan Al, dan bukan tanpa alasan juga gue berkata seperti itu. Secara itu Mayu ada kemiripan dengan Rahel mantan lo. Mulai dari sikapnya yang berani dan gayanya yang sedikit tomboy." balas Rangga.


"Enggak mereka tidak ada kemiripan sama sekali dan itu hanya perasaan lo saja." ujar Alga masih tidak terima dengan apa yang dikatakan Rangga.


"Ya sudah terserah lo saja. Hanya saja nih Al, gue minta sama lo sebelum perjanjian nomor 2 itu dilakukan oleh Mayu, lo sebaiknya bisa jaga sikap dan tatapan mata lo! Lo jangan lagi menatap Mayu atau sok perduli pada Mayu. Jangan sampai hukuman Mayu tambah banyak karena lo. Apa lo enggak kasihan padanya yang lagi-lagi dapat hukuman karena lo." ujar Rangga mengingatkan.


"Biarkan saja dia dapat hukuman. Dia memang pantas di hukum." ujar Alga dengan santainya.


Rangga menggaruk kepalanya kasar.


"Inilah alasan kenapa gue bilang lo suka sama Mayu. Sikap lo sama Mayu itu sangat berbeda tahu Al. Biasanya lo mana pernah perduli pada siapa pun itu perempuannya. Bahkan Naura yang jelas-jelas suka sama lo saja, sikap lo sangat dingin padanya." seru Rangga.


"Perduli dari mananya? Jelas-jelas gue bilang biarkan Mayu dihukum karena dia memang pantas dihukum. Lalu dimana letak perdulinya? Pikiran lo terlalu ngaco dan tidak masuk akal!" ujar Alga lagi-lagi tidak terima.


"Ya ya terserah lo saja. Pusing gue dengan jalan pikiran lo."


"Justru gu-" Alga tidak jadi meneruskan kata-katanya, dia langsung terdiam begitu melihat Naura berdiri di depannya sambil membawa setangkai bunga mawar merah. Naura juga tersenyum padanya. Di belakang Naura ada seniornya juga teman satu kelompoknya.


Alga melipat tangannya di dada dan tatapannya langsung dingin. Alga sudah bisa menebak apa yang akan terjadi selanjutnya.


Alga hanya menarik nafas pelan saat Naura berlutut di depannya.


"Kak Alga aku dapat hukuman dan disuruh nembak cowok paling ganteng di kampus ini. Kak Alga, maukah kak Alga jadi pacarku. Aku janji kak akan mencintai Kak Alga setulus hatiku dan jadi pacar yang baik untuk kak Alga. Jika Kak Alga mau, ambil bunganya dan kalau tidak mau, Kak Alga boleh pergi!" ujar Naura. Meski itu hukuman untuknya tapi itu adalah ungkapan dari hati terdalamnya.


Naura menundukkan kepalanya dan menantikan jawaban Alga dengan harap-harap cemas. Begitu juga dengan senior dan teman-temannya yang lain. Semuanya sangat penasaran dengan jawaban Alga. Apa Alga akan menerima cinta Naura?


Jika Alga menerimanya tentu saja banyak yang memberi dukungan tapi banyak juga yang enggak. Hanya saja yang dukung jumblahnya pasti akan lebih banyak karena Naura termasuk salah satu kandidat yang cocok jadi pacar Alga. Mereka sama-sama ganteng dan cantik, juga sama-sama kaya.


Alga hanya menarik nafas pelan dan pergi meninggalkan Naura tanpa menoleh sedikit pun pada Naura. Alga juga memasukkan tangannya di kantong celananya dan melangkah tanpa beban. Sikap Alga sungguh tidak berperasaan.

__ADS_1


Tubuh Naura langsung lemas dan dia sangat malu karena cintanya ditolak. Sementara itu reaksi para mahasiswa dan mahasiswi yang menontonnya beragam. Ada yang kasihan pada Naura, padahal menurut mereka, Naura itu sangat cocok dengan Alga. Ada juga yang menatap mengejek, senang mereka melihat Naura ditolak.


"Ada apa ini?" tanya Mayu melihat Shinta dan Lora bersorak girang.


"Itu May, Naura barusan nembak Kak Alga dan kak Alga langsung menolaknya. Itu berarti kesampatan kita untuk mendapatkan hati kak Alga masih terbuka lebar May, tapi kasihan juga sih itu Naura. Kak Alga benar-benar sadis, harusnya kalau dia tidak mau, bilang baik-baik kan bisa, jangan main pergi begitu saja. Naura pasti malu banget itu. Gue emang enggak suka padanya tapi ya melihatnya diperlakukan seperti itu, enggak tega juga gue." ujar Shinta.


"Naura itu malunya tidak akan lama. Lihat saja besok, dia pasti akan berusaha mendekati kak Alga lagi. Orang seperti Naura itu tidak akan segampang itu menyerah." ujar Lora.


"Benar juga sih, Naura itu kan tidak kenal kata menyerah kalau sudah berhubungan dengan kak Alga."


"Nah itu lo tahu."


Mayu no comment, dia hanya menatap ke arah Alga yang perlahan tapi pasti, semakin jauh meninggalkan mereka.


Mayu menarik nafas pelan. Dia tidak menyangka Alga sekejam itu dalam memperlakukan perempuan.


Mayu jadi berpikir, jangan-jangan Alga sengaja memintanya jadi kekasih bayarannya supaya dia bisa terbebas dari Naura dan para penggamarnya yang lain.


Walau hanya dua tahun tapi bagi Mayu itu seperti 2000 tahun lamanya.


***


Jam demi jam berlalu dan hari juga sudah berganti. Hari ini adalah hari terakhir Mayu dan teman-temannya OKK. Para mahasiswa dan mahasiswi baru terlihat sangat senang, dengan berakhirnya OKK ini maka selesai jupa penderitaan mereka. Mereka juga tidak sabar karena sebentar lagi akan diadakan acara makrab, itu berarti mereka bisa bersenang-senang untuk sejenak.


Jika teman-temannya sangat senang dan tidak sabar menunggu acara OKK selesai, beda halnya dengan Mayu, semakin mendekati akhir acara, dia semakin gelisah. Ini bukan karena Mayu tidak rela masa OKK akan berakhir, tapi karena Mayu ingat tugasnya. Tugas yang sudah tertulis dalam dalam perjanjian nomor dua kerjasamanya dengan Alga.


"Mayu, Lora, Shinta sini!" seru Irpan memanggil ketiga teman SMAnya.


Acara OKK sudah selesai dan sebentar lagi akan diadakan acara penutupan. Semua mahasiswa dan mahasiswi baru sudah berkumpul di lapangan, dan hari juga sudah mau malam.


Mayu dan yang lainnya mengangguk.

__ADS_1


Irpan langsung mendorong Lora saat ingin duduk di sampingnya, dan dia menarik cepat tangan Mayu agar duduk dekatnya.


"Si Irpan kebiasaan deh selalu saja ingin dekat Mayu." protes Lora kemudian duduk lesehan depan Mayu.


"Habisnya Mayu lebih cantik, jadi sebagai laki-laki normal wajar kalau aku ingin duduk dekat Mayu. Iya enggak May?"


"Yoyoy, kita sebagai manusia ganteng dan cantik memang harus selalu berdekatan. Tos dulu kita Pan!" ujar Mayu sambil mengangkat tangannya.


Irpan dengan senang hati tos dengan Mayu.


"Emang cocok lo berdua, kenapa enggak jadian saja sih?" ujar Shinta memilih duduk di sisi kiri Irpan.


Irpan langsung salah tingkah. Dia juga ingin jadian dengan Mayu, tapi dia juga cukup sadar diri. Mayu saat ini fokusnya terlalu banyak, dia harus kuliah dan dia juga harus kerja banting tulang, demi menghidupinya dan neneknya. Irpan tentu tidak mau merusak fokus Mayu. Dan Irpan juga sangat tahu kalau Mayu memang belum ingin pacaran. Mayu ingin membahagiakan neneknya dulu sebelum dia membahagiakan laki-lain.


"Nanti saja kalau sudah sama-sama sukses, iya enggak Pan?" ujar Mayu dan itu jujur dari dalam hatinya. Jika saja bisa memilih, Mayu ingin punya pacar seperti Irpan, yang rajin sholat, belajar dan anaknya tidak neko-neko. Padahal Irpan termasuk berasal dari keluarga berkecukupan. Ibu PNS dan bapaknya kerja kantoran, tapi Irpan tetap memilih jadi anak yang baik. Bagi Mayu, Irpan termasuk calon pacar idaman.


"Benar sekali May, dan gue tidak sebar menunggu akan hari itu. Doakan gue ya May supaya lancar kuliahnya, wisuda tepat waktu dan langsung dapat kerja." ujar Irpan.


'Dan bisa secepatnya lamar Mayu.' lanjutnya dalam hati. Irpan sudah sangat tahu seperti apa Mayu dan bagi dia Mayu pantasnya dijadikan istri dan bukan pacar.


"Amin." kompak Mayu, Shinta dan Lora.


Mereka berempat kemudian saling tersenyum.


"Hei kalian berdua, Mayu dan Lora ikut saya ke depan." ujar Rangga.


Mayu dan Lora menoleh.


"Kami kenapa ikut ke depan Kak?" bingung Mayu dan Lora.


"Kalian lupa tentang hukuman saya kemarin?"

__ADS_1


Mayu langsung menarik nafas kasar. Mayu sangat tahu itu sebenarnya bukan hukuman untuknya tapi itu adalah bagian dari perjanjian kerja samanya bersama Alga.


__ADS_2