
"Nenek, kami pergi ya Nenek. Nenek baik-baik di sini. Kalau Nenek butuh sesuatu langsung beritahu budhe Tuti saja." ujar Mayu pamitan pada neneknya.
Setelah selesai acara resepsi Naura dan Alex, keesokan harinya mereka berempat pergi bulan madu. Ada-ada saja memang mereka, biasanya orang pergi bulan madu berdua saja dengan pasangannya, mereka malah berempat dan semua itu bisa terjadi di luar dari rencana mereka. Walau begitu Mayu dan yang lainnya tetap bahagia, biar bisa hemat juga kata Alga.
"Iya Nak, kamu tidak perlu khwatir pada Nenek. Nenek senang dan bahagia di sini. Kamu juga harus lebih senang dan bahagia lagi. Nikmati waktu kamu bersama Nak Alga dan semoga secepatnya Nenek dapat cicit." ujar Nenek Iroh membuat Mayu tersenyum malu.
"Iya Nek, doakan ya Nek!" ujar Mayu kemudian memeluk neneknya.
Alga juga melakukan hal yang sama dan tidak lupa memeluk nenek Iroh.
"Jangan lupa ya Nak Alga, titipan Nenek!" ujar nenek Iroh begitu Alga melepas pelukannya.
"Siap Nek, Nenek tunggu saja kabar baiknya." ujar Alga mantap dan nenek Iroh mengacungkan jempolnya.
Selanjutnya Alga juga pamitan pada orang tuanya dan orang tuang Mayu dan hampir semuanya minta oleh-oleh cucu membuat Alga dan Mayu tersenyum. Tidak hanya pada Alga dan Mayu, Naura dan Alex juga diminta hal yang sama.
Kedua pasang anak manusia itu hanya senyum-senyum saja mendengar permintaan orang tua mereka dan dalam hati ikut mendoakannya karena mereka juga menginginkan hal yang sama. Mereka ingin memiliki anak, yang tentunya akan menjadi pelengkap kebahagiaan keluarga kecil mereka.
"Pokoknya Alex, kamu jangan mau kalah sama Alga, dan kamu Alga jangan mau kalah sama Alex!" ujar David mengingatkan kedua menantunya.
David juga ingin secepatnya memiliki cucu walau dari tampangnya belum cocok jadi kakek. Dia masih sangat sehat dan gagah.
"Siap Daddy!" kompak Alex dan Alga. Mereka bahkan saling tos membuat David dan yang lainnya tersenyum.
"Mantap!" ujar David mengacungkan jempolnya.
"Kami pergi ya Dad, semua." ujar Naura.
"Iya kalian hati-hati!" ujar David dan yang lainnya.
Kedua pasang pengangantin itu kemudian pergi sambil menggenggam pasangan masing-masing dan tidak lupa melambaikan tangan masing-masing.
***
"Labuan Bajo, kami datang!" seru Naura dengan wajah bahagianya setelah mereka menumpuk perjalanan udara selama lebih kurang 4 jam.
Alex yang setia merangkul isterinya tersenyum pada Naura dan tidak lupa meninggalkan kecupan di pipi Naura. Bukan Naura yang tersenyum tapi Mayu dan Alga. Mereka suka melihat kemesraan Alex dan Naura.
"Kamu enggak mau ikutan teriak juga Ay?" bisik Alga.
"Udah Kak, tapi dalam hati saja." jawab Mayu membuat Alga tersenyum dan ikut menghadiahi istrinya kecupan di pipi.
"Dasar pengantin baru, umbar kemesraan saja terus!" sindir Alex begitu melihat apa yang dilakukan Alga pada Mayu.
"Lo juga sama ya, lo bahkan lebih parah!" seru Alga tidak terima. Alga masih ingat bagaimana kelakuan Alex dan Naura saat di pesawat. Mereka bahkan sampai kiss bibir dan itu mereka lakukan berulang kali. Untungnya yang melihat Alga dan Mayu saja. Walau gara-gara itu Alga jadi ingin melakukannya. Hanya saja Alga sangat paham istrinya yang tidak seberani Naura jika di tempat umum. Beraninya di kasur saja.
"Namanya juga pengantin baru, wajar bro. Nah lo pengantin lama suka ikut-ikutan saja. Enggak mau kalah banget lo!" ujar Alex tidak mau kalah.
"Jelas dong gue enggak mau kalah. Tahta tertinggi itu harus dimenangkan oleh anak gue dan Mayu." seru Alga.
"Eggak akan. Tahta tertinggi itu akan dimenangkan oleh anak gue dan Naura." balas Alex lagi.
"A-"
"Kak, Mas Alex, udah! Kalian ini ngomongin apa sih? Malu tahu didengar orang." ujar Mayu memotong cepat ucapan Alga.
__ADS_1
"Ini Ay, adik ipar kamu itu, enggak mau ngalah banget sama kita." ujar Alga mengadu.
"Ya kalau dia enggak mau ngalah, Kak Alga saja yang ngalah. Tidak apa-apa Kak. Mengalah itu bukan berarti kalah, karena Allah lah yang menentukan." ujar Mayu menggingatkan.
"Benar juga ya Ay. Berarti kita doanya harus bersungguh-sugguh Ay. Biar kita yang jadi pemenangnya!" ujar Alga lagi.
"Nah benar itu, lo berdua doa bersungguh-sungguh saja dan kami berdua yang akan usaha bersungguh-sungguh. Dan kita lihat saja nanti, apakah doa atau usaha yang jadi pemenangnya. Iya enggak By?" ujar Alex dan minta dukungan pada istrinya.
Naura yang sedari tadi menjadi pendengar setia menganggukkan kepalanya.
"Setuju Mas dan kita berdua akan usaha terus ya Mas. Bila perlu siang malam kita lakukan, supaya usaha kita cepat membuahkan hasil." ujar Naura mendukung suaminya membuat Alga dan Mayu saling menatap. Alex dan Naura benar-benar pasangan yang serasi kalau menyangkut ranjang.
"Setuju By, dan semua gaya harus kita coba, mantap enggak By?" ujar Alex lagi.
"Mantap banget dong Mas, jadi enggak sabar deh." ujar Naura dan langsung mendapat protesan dari Alga.
"Heh lo berdua benar-benar pasangan me*um ya!" seru Alga.
"Haha ...." Alex dan Naura tertawa ngakak dan mereka kemudian tos.
Mayu lagi-lagi tersenyum dan menggelengkan kepalanya. Mayu juga tidak bisa memungkiri, perjalanan bulan madunya jadi lebih menyenangkan karena Alex dan Naura.
***
Mayu merentangkan tangannya menikmati indahnya pemandangan laut dari atas kapal Phinisi yang disewa Alga dan Alex, yang akan menemani perjalanan bulan madu mereka selama 4 hari ini.
Mayu tanpa sadar tersenyum. Pemandangannya begitu indah dan memanjakan mata.
"Eh!"
"Masih suka terkejut saja kamu Ay. Padahal sudah berulang kali aku melakukannya." ujar Alga sambil menyenderkan dagunya di pundak Mayu.
"Habisnya Kak suka tiba-tiba," ujar Mayu.
"Aku tahu Ay, tapi kan dari wangi parfumku harusnya kamu tahu kalau aku sudah dekat dengan kamu." ujar Alga lagi sambil mengecup leher istrinya.
"Aku terlalu asik menikmati pemandangannya Kak, jadi enggak sadar kalau ada Kak Alga." ngaku Mayu.
"Aku cemburu deh Ay," ujar Alga membuat Mayu menoleh padanya dan Alga langsung mengecup cepat bibir istrinya.
"Kak Alga cemburu kenapa?" tanya Mayu.
"Ya kamu lebih suka pemandangannya dari pada aku. Padahal apa kurangnya aku Ay, apa aku kurang tampan di mata kamu?" ujar Alga dan kali ini berhasil membuat Mayu tersenyum.
"Tentu saja Kak Alga sangat tampan dan enggak ada kurangnya di mataku." ujar Mayu mantap dan kali ini gantian Alga yang tersenyum.
"Bisa saja kamu Ay, terima kasih Ay. Kamu juga sangat cantik dan indah Ay. Bahkan lebih indah dari pemandangannya." ujar Alga dan lagi-lagi berhasil membuat Mayu tersenyum.
"Kak Alga bisa saja. Awas loh Kak, pemandangannya ngambek sama Kak Alga." ujar Mayu mengingatkan.
"Tidak akan Ay, pemandangannya juga pasti mengerti kalau aku sangat bucin pada istriku. Kiss ding Ay!" ujar Alga dan kembali mengecup leher Mayu.
Mayu tidak langsung memberi apa yang diminta suaminya. Dia lirik kiri dan kanan terlebih dulu.
Alga kembali tersenyum melihat tingkah istrinya.
__ADS_1
"Tidak akan ada yang melihat Ay, di sini hanya kita berdua." ujar Alga apa adanya. Mereka ada di depan kamar mereka, tentu tidak akan ada yang berani masuk sembarangan. Selain itu penghuni kapal ini juga hanya beberapa orang saja. Selain nahkoda dan awak kapal tentu hanya ada Naura dan Alex, karena kapal ini memang disewa khusus untuk mereka saja. Kapal mewah yang fasilitasnya sama seperti hotel bintang 5.
"Iya Kak," ujar Mayu kemudian membalikkan badannya dan menatap Alga penuh cinta.
Alga juga mentap istrinya dengan pandangan yang sama.
Alga membawa tangan Mayu melingkar di lehernya dan Alga melingkarkan tangannya di pinggang Mayu.
"Kita enggak boleh kalah sama Alex dan Naura Ay, mereka sudah berronde-ronde, kita satu ronde saja belum." ujar Alga lagi membuat Mayu kembali tersenyum. Suaminya ini benar-benar deh kalau menyangkut yang satu itu getol sekali. Hanya saja Mayu cukup memakluminya. Namanya juga pengantin baru.
"Kalau tahu begitu kenapa Kak Alga belum juga memulainya?" tantang Mayu membuat senyum genit Alga seketika keluar.
"Siap laksanakan Ay!" semangat Alga dan tanpa menunggu aba-aba dari Mayu dia langsung menyatukan bibirnya dengan bibir istrinya. Bibir yang menjadi candu baginya.
Mayu tersenyum dibalik tautan bibir mereka. Mayu selalu suka dengan c*uman Alga.
"Lingkarkan kaki kamu di pingganggku Ay!" pinta Alga sambil mengangkat bokong istrinya.
Mayu mengangguk dan melekakukan apa yang Alga minta. Setelah itu Alga membawa istrinya ke kamar mereka hingga akhirnya suara indah mereka menghiasi kamar itu.
***
"Lapar banget lo May?" tanya Naura begitu melihat cara makan Mayu yang begitu lahap.
"Bukan lapar By, itu gara-gara tenaga Mayu dikuras habis sama Alga itu." ujar Alex santai sambil memakan makanannya.
Alga yang sedang asik makan seketika menoleh pada saudara iparnya.
"Tahu saja lo, kayak lo enggak saja." ujar Alga tidak kalah santainya.
"Gue juga sih hehe ... Eh Al, gaya favorit lo apa?" tanya Alex lagi membuat Mayu dan Naura seketika menoleh padanya. Ini para cowok bisa-bisanya membahas itu di depan para istri mereka. Apa mereka tidak malu?
"Gaya do-"
"Hei Kak Alga, Mas Alex stop! Bisa tidak kalian berhenti bahas tentang yang itu-itu lagi." protes Mayu cepat dan memotong ucapan Alga.
Alga dan Alex meneh padanya dan mereka kemudian sama-sama tertawa membuat Mayu heran.
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Mayu.
"Ya kami lucu saja melihat kamu Mayu. Ini kita lagi perjalanan bulan madu loh, enggak apa-apa lagi kalau kita suka membahas soal itu karena ini memang waktunya. Saya beritahu satu hal pada kamu dan ini berhubung ada Naura juga. Kami laki-laki ini kebutuhan utama kami setelah menikah ya melakukan itu. Apalagi setelah lelah bekerja, melakukan itu adalah hiburan dan penambah energi bagi kami. Apalagi kalau sampai istri kami duluan yang meminta, itu bisa menambah kebahagiaan bagi kami. Dan berhubung kita di sini sudah sama-sama menikah, saya rasa bukan suatu yang salah kalau kita membicarakan masalah itu. Yang penting kita jangan melakukan hal yang aneh-aneh saja, seperti tukar pasangan atau sama-sama melakukan di kamar yang sama. Itu baru tidak boleh." jelas Alex.
"Setuju gue sama lo Lex, tapi kalau istri gue protes atau merasa geli ya lo harus maklum juga. Urusan ranjang Mayu memang sangat polos tapi lama-kelamaan gue yakin dia akan terbiasa. Mayu hanya perlu waktu saja." ujar Alga membela istinya.
"Iya Alga, gue paham dan gue sangat maklum kok. Gue juga hanya memberi informasi pada Mayu dan Naura. Gue ingin rumah tangga kita sama-sama awet sampai maut memisahkan. Karena tidak bisa dipungkiri banyak terjadi perceraian dan perselingkahan ya karena menyangkut masalah yang satu itu. Lo tahu kan kita cowok ini, logika kita suka enggak jalan kalau sudah on." ujar Alex lagi.
"Iya Lex gue tahu itu dan gue juga sudah membicarakan itu dengan Mayu. Mayu juga sangat paham. Lagian lo dan gue kan sangat berbeda. Begitu juga dengan Naura dan Mayu dan gue rasa Allah memang adli dalam menentukan jodoh kita." ujar Alga lagi.
"Benar juga ya, dan setelah gue pikir-pikir untung juga Mayu dulu langsung menolak gue. Kalau sampai Mayu jadi istri gue, bisa-bisa belum 3 bulan, dia sudah minta cerai dia." ujar Alex lagi.
"Belum tentu juga Lex karena kalau sampai Mayu mau sama lo, tempat lo bukan lagi di dunia ini, tapi sudah di alam yang berbeda. Lo tahu kan siapa gue? Jika menyangkut Mayu, gue enggak kenal ampun." tegas Alga membuat Alex merinding.
"Suami posesif lo!"
"Namanya juga cinta mati. Iya enggak istri?" ujar Alga beralih pada istrinya.
__ADS_1
"Iya Suami," balas Mayu membuat Naura dan Alex saling menatap. Dasar pasangan bucin, pikir mereka.