Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Hukuman Untuk Mayu


__ADS_3

"Ok Mayu kamu pilih truth or dare?" tanya Lia dan menatap Mayu penuh arti. Dia sudah menyiapkan pertanyaan yang bisa menjebak Mayu dan Mayu tentu tidak akan bisa berbohong.


Mayu menatap seniornya dan beralih pada Alga. Mayu menarik nafas pelan. Sedangkan Alga juga diam-diam menarik nafas pelan. Jika Lia sudah menyiapkan pertanyaan pada Mayu, maka dia tidak ingin Mayu diberikan pertanyaan. Alga tentu tidak mau rahasia besar mereka jadi terbongkar. Alga lebih baik melihat Mayu dipermalukan dari pada Mayu harus berkata jujur.


"Dare Kak," ujar Mayu pelan seakan bisa membaca pikiran Alga. Mayu juga tentunya tidak mau kerja sama mereka ketahuan. Terlebih lagi akhir-akhir ini Alga begitu banyak membantunya. Lagian Mayu juga sudah terbiasa hidup penuh dengan tantangan, jadi kalau hanya disuruh melakukan tantangan yang hanya beberapa menit itu, biasa saja bagi dia.


Lia tampak tidak suka mendengarnya tapi beberapa detik kemudian dia kembali tersenyum penuh arti. Walau dia tidak bisa menyuruh Mayu mengaku seenggaknya dia bisa mempermalukan Mayu. Lia kemudian memberi kode pada Rani supaya memberi tantangan pada Mayu.


Rani mengangguk.


"Ok Mayu berhubung kamu sudah pilih dare, maka kami akan menantang kamu menyanyikan lagu dangdut dan itu sambil goyang heboh, seperti orang gila. Jika belum heboh seperti orang gila maka kamu tidak bisa berhenti." ujar Rani tersenyum puas.


Beberapa peserta makrab langsung tertawa mendengarnya. Bahkan Naura yang sudah mulai melupakan rasa malunya langsung mengacungkan jempolnya. Puas banget dia mendengar tantangan untuk Mayu. Dendamnya seakan terbalaskan pada Mayu.


Mayu menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Lagu dangdut apa kira-kira yang bisa membuatnya goyang heboh?


"Silahkan Mayu!" seru Lia lagi.


"Baik Kak." ujar Mayu kemudian bangun dari duduknya.


"Semangat Mayu!" ujar teman Mayu menyemangati.


Mayu mengangguk. Sedangkan Alga hanya diam saja. Dia juga penasaran lagu apa yang akan dinyanyikan Mayu dan seperti apa jika Mayu bergoyang. Mayu biasanya suka lebay, apa goyangnya akan lebay juga?


Mayu kemudian menghampiri Yudha dan membisikkan sesuatu pada Yudha, dan itu musik yang akan mengiringi Mayu tentunya.


Yudha mengacungkan jempolnya.


Mayu mengangguk mantap. Dia kemudian bersiap bernyanyi dangdut sambil goyang heboh.


"Para penonton kakak-kakak dan abang-abang, semuanya, sebelumnya Neng Mayu minta maaf ya jika goyangan Neng Mayu terlalu heboh atau gimana gitu. Neng Mayu hanya melakukan sesuai tantangan saja. Terkusus untuk si kakak yang paling ganteng, Neng Mayu maaf ya Kak Alga." ujar Mayu dengan gaya lebaynya dan diakhiri dengan kedipan mata.


Alga sampai menunjukkan kepalan tangannya tapi ada senyum di wajahnya, sedangkan teman-teman Mayu langsung bersorak heboh.


"Ok teman-teman semua, kali ini neng Mayu siap beraksi, dan berhubung ini lagu dangdut bagi yang mau nyawer silahkan dan bagi yang mau ikutan joget juga boleh banget. Kita bisa bergembira bersama malam hari ini." ujar Mayu mantap.


"Ok Mayu!" seru Shinta dan Lora semangat banget, dan itu sebagai bentuk dukunganya pada temannya.


Mayu tersenyum pada temannya dan mengacungkan jempolnya.


Mayu sudah terbiasa main tiktok jadi masalah goyang dia sudah biasa. Apa lagi kalau lagi promo jualan di tiktok, Mayu biasanya suka sambil goyang-goyang untuk menarik para pelanggannya. Dia itu seorang pedang sejati. Seorang pedagang sejati itu, biasanya selain banyak omong tentu tidak boleh pemalu. Jika dia pemalu atau gengsi, gimana dia mau menawarkan barang dagangannya?


"Musik mainkan!" seru Mayu.

__ADS_1


Treng teteng.


Mayu kemudian menarik ikat rambutnya dan mengibaskannya.


Alis Alga sampai terangkat melihatnya. Ternyata Rambut Mayu warnanya kemerahan dan itu warna alami. Mayu juga terlihat lebih cantik juga rambutnya digerai.


Mayu mulai menggerakkan badannya heboh mirip seperti bunda Corla, dan gerakan Mayu lebih heboh lagi sesuai dengan permintaan para panitia. Mayu benar-benar totalitas.


Teman-teman Mayu sampai tertawa ngakak, Naura dan temannya bahakan sampai meledek Mayu.


"Orang gila! Orang gila!" seru mereka sambil bertepuk tangan.


Mayu bisa mendengarnya tapi dia tidak perduli. Mayu bahkan semakin bergoyang dengan hebohnya.


Alga sampai menundukkan kepalanya. Begitu juga dengan Irpan yang tidak tega melihat Mayu. Kasihan sekali Mayu yang harus berbuat seperti orang gila, tapi untung juga Mayu mentalnya memang sudah kuat, tidak seperti Irpan. Irpan pasti akan nyerah duluan jika disuruh seperti Mayu. Malunya sampai ke ubun-ubun.


"Ku bukan dokter cinta, ku bukan dukun cinta, jangan kau tanya-tanya tentang cinta ...."


Mayu benyanyi dengan begitu bersemangat walau suaranya hanya pas-pasan.


Tawa ngakak semakin riuh terdengar, tapi beberapa teman-teman Mayu mulai ikut bernyanyi. Lagu itu begitu akrab di telinga mereka, dan liriknya juga mudah dinyanyikan.


Mayu terus bernyanyi dan bergoyang dengan hebohnya seolah itu adalah konsernya. Apalagi saat teman-temannya semakin banyak yang ikut bernyanyi, Mayu semakin semangat lagi.


"No comment itu sih derita elo, masa bodo enggak mau tahu ...." Mayu bernyanyi dengan begitu semangat bersama teman-temannya.


Beberapa bahkan sudah ada yang ikut berdiri dan ikut goyang bersama bersama Mayu. Yudha dan Rangga juga sudah ikut-ikutan bergoyang. Mereka baru sadar ternyata pilihan lagu Mayu boleh juga.


"No comment itu sih derita lo, enggak perduli siapa elo ...." Mayu bernyayi sambil menunjuk Lia dan Rani, dan raut wajah Mayu terlihat menantang.


Lia dan Rani sampai menatap kesal padanya. Kenapa akhirnya jadi begini? Niatnya ingin mempermalukan Mayu, tapi hasilnya benar-benar gagal total.


Wajah kesal juga terlihat jelas pada Naura dan teman-temannya. Kenapa teman-teman mereka jadi ikut alay dan kampungan seperti Mayu? Apa dukunnya Mayu seampuh itu?


'Sialan!' batin Naura kesal. Gagal sudah melihat Mayu dipermalukan.


Mayu dan teman-temanya masih terus bernyayi sambil berjoget. Mereka jadi konser dadakan gara-gara Mayu.


Alga yang tadinya menundukkan kepalanya jadi tersenyum. Tingkah Mayu memang selalu saja ajab dan dia paling bisa mengubah keadaan. Satu lagi bagi Alga itu menjadi nilai tambah lagi bagi Mayu. Jarang-jarang ada perempuan bermental baja seperti Mayu. Sedangkan Irpan juga sudah bisa tersenyum lega. Dia senang melihat Mayu tidak jadi dipermalukan dan berhasil menjawab tantangannya dengan baik, dan Irpan semakin kagum saja pada pujaan hatinya itu.


"Kak Alga come on! Kita bergoyang sampai pagi." seru Mayu sambil mengulurkan tangannya pada Alga.


Alga hanya menunjukkan kepalan tangannya. Dia enggak mungkin banget bergoyang seperti Mayu. Itu bukan jelas bukan Alga banget.

__ADS_1


"Alga ayo!" seru Rangga ikut-ikutan sambil menatap jahil Alga. Alga hanya balas menatap tajam. Jika sebelumnya Mayu yang yang dibuat terdiam sama Alga, kali ini Algalah yang dibuat terdiam oleh Mayu, walau begitu dia tidak benci pada Mayu. Dia merasa lucu juga gemas. Eh gemas, apa yang sudah dipikirkannya?


"No comment, itu derita lo!" kompak Mayu dan teman-temannya mengakhiri lagu mereka.


Lia, Rani, Naura dan teman-temannya semakin kesal saja mendengarnya.


'Sialan lo, Mayu.' batin mereka kesal.


***


Acara hiburan malam telah selesai. Para peserta makrap dipersilahkan masuk ke kamar masing-masing dan bagi yang ingin menikmati dingin malam juga diperbolehkan. Selama mereka tidak melakukan hal aneh-aneh, para panitia tidak melarang.


"Kak Alga belum mau masuk kamar?" tanya Mayu. Teman-teman mereka sudah banyak yang masuk kamar. Mereka sangat lelah karena aktivitas yang sangat padat satu harian ini, dan mereka butuh istirahat.


Mayu juga sudah sangat lelah dan ingin tidur, tapi karena Alga belum masuk kamar, Mayu tidak berani meninggalkannya.


Alga menatap Mayu dan menarik nafas pelan.


"Kalau kamu sudah mau tidur, pergi saja! Saya belum mengantuk." ujar Alga kemudian menyenderkan badannya ke kursi dan menatap ke arah langit.


"Beneran nih Kak, tidak apa-apa Mayu tidur duluan?"


"Iya Mayu, tidak apa-apa. Pergi saja!"


"Baiklah Kak, kalau begitu Mayu duluan ya Kak Alga. Selama malam Kak Alga dan selamat beristirahat. Semoga mimpi indah, emah." ujar Mayu sambil kiss bye.


Alga lagi-lagi hanya mengacungkan kepalan tangannya, tapi wajahnya memang selalu saja berkhianat. Wajah itu selalu tersenyum dengan sendirinya.


"Mau Mayu balas kiss juga enggak Kak Alga?" tanya Mayu jahil sebelum pergi.


"Enggak!" jawab Alga cepat.


"Haha ...." Mayu hanya tertawa sembari melangkah masuk villa.


Alga hanya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya.


Setelah tidak lagi mendengar suara kaki. Alga memejamkan matanya menikmati dinginnya udara malam.


Sementara itu Mayu sudah terus berjalan ke arah kamarnya. Dari pintu masuk ke kamarnya cukup jauh, karena kamar Mayu dan teman-temannya termasuk paling ujung.


"Uh uh ah ...."


Langkah Mayu seketika terhenti begitu mendengar suara aneh itu. Mata Mayu sampai membola, jangan-jangan!

__ADS_1


__ADS_2