
"Assalamualaikum Kak," ujar Mayu begitu Alga menjawab video callnya.
"Waalaikumsalam Ay." balas Alga.
"Maaf ya Kak, aku baru mengabari Kak Alga." ujar Mayu lagi.
"Enggak apa-apa Ay, aku sangat mengerti, yang penting, kamu baik-baik saja dan nenek juga secepatnya sehat kembali. Justru aku yang minta maaf karena tidak bisa hadir menemani kamu di saat kamu lagi ada masalah." ujar Alga yang sangat mengerti kondisi kekasihnya. Untungnya ada Naura juga yang selalu memberi kabar padanya, jadi Alga juga bisa tenang.
"Enggak Kak, Kak Alga tidak perlu minta maaf, justru aku ingin berterima kasih pada Kak Alga karena berkat Kak Alga, nenek langsung bisa mendapat perawat terbaik. Sekali lagi terima kasih Kak, sudah jadi pacar yang selalu siaga untukku walau Kak Alga ada di tempat yang jauh."
"Iya Ay sama-sama. Aku senang bisa melakukan sesuatu untuk kamu dan nenek. Aku juga sangat lega karena nenek sudah semakin baik keadaannya dan semoga semakin baik lagi."
"Iya Kak,"
"Kamu juga Ay, harus tetap jaga kesehatan ya. Jangan sampai kamu juga ikutan sakit. Setelah ini langsung tidur saja dan yang menjaga nenek gantian saja. Aku juga sudah menghubungi, Naura, Alex, Rangga dan Yudha. Mereka semua siap gantian jaga nenek. Kamu juga tidak perlu sungkan pada mereka karena mereka semua sayang nenek Iroh dan sudah menganggap nenek Iroh seperti nenek mereka sendiri." ujar Alga mengingatkan kekasihnya.
"Iya Kak, terima kasih. Kak Alga juga jaga kesehatan di sana ya Kak! Jangan lupa minum vitamin dan makanya jangan sampai telat!" pinta Mayu.
"Iya Ay, aku pasti akan jaga kesehatan karena aku juga tidak mau pacarku yang super cantik khawatir padaku." ujar Alga membuat Mayu tersenyum.
"Kak Alga bisa saja. Ya sudah ya Kak, besok kita lanjut lagi, aku mau istirahat dulu." ujar Mayu.
"Iya Ay, selamat malam Ay. I love you."
"I love you too Kak."
"Senyumnya dong Ay, biar aku semakin tenang di sini!" pinta Alga sebelum mematikan sambungan teleponnya.
Mayu tersenyum tipis dan Alga juga membalasnya.
"Bye bye Sayang, semoga mimpi indah!" ujar Alga melambaikan tangannya.
"Bye juga Kak." ujar Mayu kemudian mematikan sambungan telepon mereka.
Mayu tanpa sadar tersenyum tipis kembali, dia benar-benar beruntung memiliki kekasih seperti Alga yang paket komplit.
***
Mayu bangun jam setengah lima pagi. Mayu refleks menegapkan tubuhnya begitu tidak menemukan ada nenek Iroh di ranjangnya. Kemana neneknya?
Mayu seketika menatap sekitarnya. Di lantai yang dilapisi kasur lipat, ada Rangga dan Yudha yang sedang tidur dengan pulasnya. Sedangkan Naura dan Alex tidak kelihatan batang hidungnya.
"Hati-hati Nenek!"
Mayi reflek menoleh ke arah kamar mandi begitu mendengar suara yang tidak asing dan senyum haru seketika terbit di wajah Mayu begitu melihat Naura dan Alex yang saling bekerja sama menuntun nenek Iroh keluar dari kamar mandi. Mayu benar-benar merasa terharu, baik itu Naura dan teman-temannya salalu ada bersamanya disaat susah dan senangnya. Mereka benar-benar teman sejati.
Begitu juga saat hari berganti pagi. Pagi-pagi sekali Irpan, Shinta dan Lora sudah sampai di rumah sakit dan membawa sarapan untuk mereka semua dan tak lupa juga mereka membawa makanan kesukaan nenek Iroh. Mereka juga sengaja membuat cerita lucu biar Nenek Iroh bisa ceria kembali dan semakin semangat melawan rasa sakitnya.
Tidak lama setelah itu, Sindi dan Dira juga datang ke rumah sakit. Mereka mau menggantikan Mayu dan yang lainnya karena mereka semua harus kuliah.
Mayu lagi-lagi merasa terharu atas perhatian mereka semua dan perhatian dari mereka pastinya sangat berarti untuk Mayu.
"Kamu sebaiknya ke kampus saja Mayu, soal ibu Iroh kamu tidak perlu khawatir, kami siap membantu. Lagian nenek kamu juga butuh istirahat yang banyak." ujar Dira.
"Baiklah Tante, tapi kalau misalkan ada terjadi sesuatu pada Nenek langsung hubungi Mayu ya Tante." ujar Mayu. Walau dia khawatir tapi dia sadar kalau neneknya butuh waktu untuk tenang dan Mayu rasa dengan adanya Sindi dan Dira juga sudah cukup baginya. Lagian susternya juga selalu siaga.
"Itu pasti Mayu dan kamu juga jangan terlalu berpikir macem-macem, fokus saja belajarnya! Nenek kamu pasti aman bersama kami." ujar Dira lagi.
__ADS_1
"Iya Tante. Terima kasih banyak ya Tante, Mom." ujar Mayu lagi.
"Sama-sama." kompak Dira dan Sindi.
Mayu keluar dari kamar neneknya dengan perasaan lega di hatinya. Apa yang Mayu alami saat ini sangat berbeda dengan apa yang dia alami beberapa tahun lalu. Jika dulu Mayu yang mengurusnya semuanya sendirian, maka kali ini dia tinggal terima beres saja. Mayu benar-benar merasakan arti dari sebuah keluarga.
***
Kondisi nenek Iroh sudah sehat kembali dan wajah juga sudah terlihat segar kembali. Nenek Iroh sudah diperbolehkan pulang dan tentu saja Mayu menyambutnya dengan senang hati.
"Selamat datang di rumah kembali Nenek." ujar Mayu dengan wajah cerianya.
Nenek Iroh juga ikut tersenyum.
"Terima kasih Nak,"
"Sama-sama Nenek. Ayo kita masuk!" ujar Mayu sambil membantu neneknya.
Nenek Iroh mengangguk dan melangkan perlahan bersama Mayu.
"Surprise! Selamat datang di rumah kembali nenek! Spesial untuk nenek biar sehat terus dan enggak sakit lagi." seru Naura dan teman-temanya sambil membawa nasi tumpung untuk nenek Iroh.
Nenek Iroh kembali tersenyum melihat perhatian Naura dan lainnya. Inilah alasannya kenapa dia selalu ingin tetap hidup walau sebenarnya dia juga sudah ikhlas kalau ajal menjemputnya.
Mayu juga ikut tersenyum dan mengeratkan rangkulannya pada neneknya.
"Terima kasih Nak," ujar nenek Iroh lagi.
"Sama-sama Nenek, tumpengnya dipotong dong Nek!" ujar Lora.
Nenek Iroh mengangguk kemudian memotong tempengnya dan tentu saja potongan tumpeng pertama untuk dia.
"Bagus lah lalau Nenek suka, itu berarti kerja keras kami tidak sia-sia. Makan yang banyak ya Nek, biar tenaganya cepat pulih kembali." ujar Shinta.
"Iya Nak, terima kasih." ujar nenek Iroh.
"Sama-sama Nenek." ujar Shinta.
Mereka kemudian makan bersama dan menyambut bahagia kepulangan nenek Iroh.
Nenek Iroh tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya karena dia benar-benar merasa dicintai di masa tuanya.
'Terima kasih ya Allah sudah menghadirkan mereka semua dalam hidup hamba. Hamba sangat bahagia ya Allah dan kalau bolah hamba meminta, panjangkan lah umur hamba. Hamba ingin hidup lebih lama lagi bersama mereka terutama bersama Mayu, cucu hamba. Izinkan hamba melihatnya sampai dia menikah dan memiliki keluarga yang utuh.' doa nenek Iroh dalam hatinya.
***
Setelah nenek Iroh pulang dari rumah sakit. Kehidupan Mayu kembali membaik seperti sedia kala, hanya saja Mayu semakin memperhatikan kesehatan nenek karena dia tidak mau neneknya kembali masuk rumah sakit.
Setiap pagi dia akan membawa neneknya jalan-jalan sebentar sekedar untuk menghirup udara segar dan kalau malam dia juga menyempatkan mengurut neneknya sebentar sebelum dia tidur. Untuk makannya juga, sebisa mungkin Mayu menyediakan makanan sehat tapi tetap enak. Dan hasilnya benar-benar terlihat, nenek Iroh bahkan terlihat lebih sehat lagi dari sebelumnya. Badannya juga jadi terasa lebih ringan.
Mayu tentu saja sangat bahagia karena usahanya membuahkan hasil sesuai dengan yang diharapkannya. Walau karena itu juga Mayu tidak bisa ikut ke London saat liburan semester tiba. Mayu tidak tega meninggalkan neneknya walau sebenarnya nenek Iroh juga tidak masalah kalau Mayu mau pergi. Hanya saja Mayu tetap tidak mau, nanti saja kalau Alga wisuda.
Untungnya Alga juga sangat memaklumi karena dia sangat paham rasa khawatir kekasihnya. Lagian tinggal setahun ini dan Alga rasa dia masih bisa menahan rindu.
"Tante, kalian hati-hati dan semoga selamat sampai tujuan. Salam sama Kak Alga ya Tante." ujar Mayu sambil memeluk Dira.
"Iya Mayu, Tante pasti akan menyampaikan salam kamu. Kamu baik-baik ya di sini. Jangan nakal." ujar Dira membuat Mayu tersenyum.
__ADS_1
"Iya Tante, Mayu tidak akan nakal." ujar Mayu kemudian beralih pada Pratama dan memeluk calon mertuanya itu. Selain itu Mayu juga memeluk Vivi dan keluarga kecilnya dan tidak ketinggalan Rio anak Vivi yang kini sudah berusia 2 tahun.
"Rio, hati-hati ya Ganteng. Rio enggak boleh nakal dan harus nurut apa kata mama dan papanya!" ujar Mayu.
"Yes anti antik, Lio nono kakal, Lio baik." ujar Rio membuat Mayu tertawa. Mayu memang cukup dekat dengan Rio.
"Good boy. Nanti kalau Rio sudah sampai bilang ba sama uncel ganteng ya!" ujar Mayu lagi sambil kiss bye.
"Yes Anti antik, baba tutu." ujar Rio lagi membuat Mayu kembali tertawa. Walau terkadang dia tidak terlalu mengerti dengan apa yang dikatakan Rio tapi Mayu selalu suka mendengar ocehan Rio.
"Mantap. Hug Aunty ganteng!" ujar Mayu sambil merantangkan tangannya dan Rio langsung meluknya dengan semangat.
"Aunty pasti akan merindukan Rio, Rio rindu Aunty tidak?" tanya Mayu lagi.
"Lindu Anti, linduuu belat." ujar Rio lagi membuat Mayu ingin ngakak rasanya karena Rio meniru apa uang sering Alga katakan saat mereka video call.
"Sama Rio," ujar Mayu sambil memeluk Rio gemas.
"Ya sudah ya Rio, Rio sudah harus pergi. Dadah Rio." ujar Mayu melepaskan pelukannya.
"Dadah Anti ba ba!" ujar Rio sambil kiss bye.
Mayu kembali tersenyum.
"Hati-hati semua dan jangan lupa bawa oleh-oleh!" kompak Mayu dan Naura sambil melambaikan tangan mereka.
Vivi dan yang lainnya balas melambaikan tangan kemudian mengacungkan jempol.
Naura dan Mayu juga masih terus menunggu mereka hingga mereka masuk ke dalam bandara.
"Kita ditinggal deh," ujar Naura begitu mereka tidak lagi terlihat.
"Lo sih enggak mau ikut. Padahal ini udah lebih 2 tahun kan lo enggak liburan ke luar negeri." ujar Mayu.
"Habisnya gue ingin liburan bareng keluarga saja. Gue kan cinta keluarga." ujar Naura mantap kemudian merangkul Mayu.
"Gaya lo," ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya. Tentu dia juga lebih senang ada Naura di acara liburan keluarga mereka. Walau liburannya hanya di Indonesia saja tapi bagi Mayu yang terpenting adalah kebersamaannya.
***
Hari demi hari berlalu, liburan Mayu telah usai dan dia kembali kuliah seperti biasanya. Dia semakin sibuk karena harus menyelesaikan skripsinya, walau begitu waktu untuk Alga dan neneknya pasti selalu ada, terutama untuk Alga karena Mayu sadar kunci utama LDR itu adalah komunikasi yang baik.
Sama halnya dengan Naura, dia juga tidak kalah sibuknya tapi hubungan percintaannya bisa dibilang lancar jaya karena Alex hampir setiap hari menemuinya kecuali kalau dia sedang di luar kota. Naura juga diterima sangat baik di keluarga Alex dan tentu saja itu menambah kebahagiaan seorang Naura.
Selain itu Alex juga cukup membantu Naura mengerjakan skripsinya karena dia juga tidak sabar Naura ingin secepatnya lulus. Dia tidak sabar ingin melamar Naura.
Hingga tak terasa hari yang mereka nanti-nantikankan pun tiba, yang mana Mayu, Naura, Lora, Shinta dan Irpan akan melakukan sidang skripsi bersama.
Mayu merasa gugup tapi dan ada perasaan sedih juga di hatinya karena masing-masing temannya ada sang pacar yang menyemangati sementara Mayu, hanya disemangati oleh nenek dan daddynya.
"Tidak apa-apa Mayu, jangan merasa sirik pada mereka. Walau Alga tidak ada di sini tapi Daddy sangat yakin dia pasti selalu mendoakan kamu." ujar David.
"Iya Dad tapi Kak Alga juga sedang sibuk. Dari kemarin dia bahkan tidak menghubungiku dan hanya sekedar mengirim pesan saja." curhat Mayu.
"Tidak apa-apa, mungkin kemarin dia memang sangat sibuk dan Daddy yakin begitu kerjaannya selesai, dia pasti menghubungi kamu. Alga kan sangat sayang pada kamu, tentu dia juga ingin selalu ada di saat-saat terpenting kamu. Udah kamu tidak usah memikirkan Alga. Kamu sebaiknya fokus pada sidang kamu saja." ujar David lagi.
"Iya Dad," ujar Mayu.
__ADS_1
Mayu juga ingin sekali fokus, tapi dia juga tidak bisa berhenti memikirkan Alga, karena sampai saat ini Alga belum ada menghubunginya lagi. Mayu tahu saat ini di London memang masih dini hari tapi sebelumnya Alga sudah janji kalau dia akan menghubungi Mayu sebelum Mayu masuk ruang sidang.
"Kak Alga, video call Mayu dong!" monolog Mayu.