
"Sah!" kompak David dan yang lainnya. Suasana yang tadinya sangat hening seketika jadi meriah. Ada yang bersorak bahagia ada juga yang tepuk tangan.
"Alhamdulillah." ujar Pak penghulu juga Alga dan Mayu.
Alga dan Mayu juga tidak bisa menyembunyikan perasaan senang mereka. Perasaan yang tadinya sangat gugup seketika hilang entah kemana.
Alga memberanikan diri menatap Mayu yang kini sah menjadi istrinya.
Mayu juga melakukan yang sama dan mereka akhirnya sama-sama tersenyum dan menatap penuh cinta.
Senyum Mayu semakin lebar lagi saat Alga menarik tangan dan menggenggamnya erat. Alga juga memperlihatkan senyum yang sama. Dia begitu bahagia. Akhirnya perjuangan cintanya berakhir dengan happy ending.
Acara kembali dilanjutkan.
Baik Alga atau Mayu dipersilahkan menandatangani buku nikah mereka selanjutnya penyerahan mahar yang berupa foto serta sertifikat.
Senyum Alga dan Mayu tidak pernah hilang sedikit pun dari wajah mereka. Kelihatan sekali kalau mereka memang sama-sama bahagia dengan pernikahan mereka.
Selanjutnya Mayu dipersilahkan cium tangan suaminya sebagai tanda hormatnya pada suaminya.
Alga juga membalasnya dengan mengecup dalam kening istrinya, sebagai wujud kasih sayangnya. Kecupan yang sangat tulus tanpa ada naf*u di dalamnya. Selain Itu Alga juga mengucapkan doa tulusnya untuk istri tercintanya.
Alga suka senyum sendiri membayangkan Mayu yang kini sudah sah menjadi istrinya.
"Ehem ... ehem kecupannya udahan dong! Nanti lagi lanjut di kamar." seru Vivi tiba-tiba membuat Alga seketika mejauhkan bibirnya dari kening Mayu. Terlalu menikmati, Alga sampai lupa keadaan.
Sindi dan yang lainnya hanya tersenyum melihat pengantin baru itu dan itu berhasil membuat Alga dan Mayu malu dan wajah mereka terasa panas.
Serangkain acara kembali dilanjutkan dan sebagai penutup mereka melakukan sesi foto.
Alga dan Mayu sampai pegal karena banyaknya yang minta foto. Tidak hanya teman-teman mereka yang antusias foto dengan mereka tapi pihak keluarga juga sama antusiasnya. Alga bahkan sempat mengkhawatirkan Mayu, yang kelihatan sekali menahan rasa pegelnya dan itu dikarenakan memakai heels dan terlalu lama berdiri. Harusnya Mayu pakai sendal yang nyaman saja dan tidak perlu memaksakan diri. Ini bahkan belum setengahnya dari acara pernikahan mereka. Setelah ini masih banyak lagi acara yang harus mereka lalui.
"Kak," kaget Mayu saat Alga tiba-tiba menggendongnya ala pengantin baru begitu mereka sudah masuk lift. Mayu juga refleks mengalungkan tangannya di leher Alga karena takut jatuh.
Alga tersenyum pada istrinya kemudian mengecup pipi Mayu membuat wajah Mayu kembali memerah. Ini pertama jalinya Alga mengecup pipinya setelah Alga sah menjadi suaminya.
"Aku tidak mau istriku kelelahan dan sampai sakit." ujar Alga membuat Mayu kembali tersenyum malu.
__ADS_1
Mayu belum terbiasa mendengar Alga menyebutnya istri dan rasanya benar-benar nano-nano. Satu yang pasti bahagianya sampai ke ulu hati.
Alga juga kembali tersenyum melihat senyum di wajah istrinya. Alga merasakan perasaan yang sama.
Ting
Perhatian Mayu dan Alga sempat teralih begitu lift terbuka. Alga kembali melanjutkan lankahnya dan itu menuju kamar pengantin mereka.
Tujuannya tentu saja bukan melakukan ritual suami isteri tapi mereka akan berganti baju untuk melakukan acara selanjutnya. Spesial untuk hari ini, tidak ada kata istirahat untuk Alga dan Mayu. Tamu undangan mereka ribuan jumlahnya dan itu harus dibagi 2 sesi, siang juga malam hari.
"Selamat datang di kamar pengantin kita istriku." ujar Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum malu tapi tidak bisa dipungkuri kalau dia sangat suka dengan panggilan baru itu.
Alga menutup pintu kamar mereka menggunakan kakinya dan kembali melangkah ke arah kasur mereka. Kasur yang tadi malam dia tiduri sendiri tapi mulai malam ini akan dia tiduri bersama istri tercintanya. Membayangkannya saja sudah membuat Alga tidak sabar. Rasanya pasti sangat menyenangkan bisa tidur sambil memeluk erat Mayu.
"Loh Kak!" kaget Mayu begitu Alga meletakkannya di kasur. Alga tidak berniat tancap gas kan? Mayu belum siap kalau Alga ingin melakukan itu, setidaknya sampai acara mereka selesai.
Alga lagi-lagi tersenyum melihat wajah terkejut istrinya. Mayu istrinya sangat menggemaskan.
"Kamu tenang saja Ay, aku tidak akan melakukannya. Aku hanya tidak mau istriku kelelahan saja." ujar Alga kemudian membuka heels Mayu dan meletakkan kaki Mayu di atas pangkuannya. Alga kemudian mengurut pelan kaki Mayu.
Mayu lagi-lagi tidak bisa menyembunyikan perasaan senangnya saat Alga memperlakukannya seperti ratu dan Mayu sangat berharap Alga tidak akan pernah berubah.
"Iya sudah Kak, terima kasih." ujar Mayu dan Alga menunjuk pipinya.
"Maksudnya?" bingung Mayu.
"Cukup berikan kecupan dipipiku sebagai ucapan terima kasih istriku." ujar Alga membuat Mayu lagi-lagi tersenyum malu.
"Dan jangan bilang kalau aku modus! Ingat lo status kamu sekarang adalah istriku. Dosa loh kalau menolak keinginan suami." ujar Alga lagi mengingatkan istrinya.
Mayu lagi-lagi tersenyum mendengarnya. Bisa saja ini paksu.
"Aku juga tidak ada niatan bilang modus kok Kak." ujar Mayu.
"Istri pintar." ujar Alga kemudian pindah duduk ke samping Mayu.
"Sekarang berikan aku kecupannya!" ujar Alga sambil mendekatkan wajahnya pada Mayu.
__ADS_1
Mayu mengangguk. Dia kemudian mendekatkan bibirnya pada wajah Alga.
"Cup,"
Mayu seketika melotot saat bibirnya bukan menyentuh pipi Alga tapi bibir Alga. Sedangkan Alga tersenyum dibalik bibir mereka yang sudah menyatu. Kali ini Alga tidak akan menahan dirinya lagi. Mayu sudah sah menjadi istrinya jadi dia sudah bebas menyentuh Mayu dan begitu juga sebaliknya.
Mayu ingin menjauhkan wajahnya, dengan cepat Alga menahan tungkuknya. Alga juga memperdalam c*uman mereka.
Mayu yang sebelumnya masih terkejut lama-lama memejamkan matanya dan menikmati kecupan dari Alga.
Alga diam-diam tersenyum dan dagu Mayu agar terbuka.
Alga memasukkan lidah dan mulai bermain dengan lidah istrinya. Gerakan mereka yang semula masih kaku lama-lama semakin liar. Mereka juga tidak lagi menahan diri.
Alga dan Mayu sama-sama melepaskan tautan bibir mereka saat pasokan nafas mereka mulai habis. Mereka menghirup nafas dalam-dalam.
Alga dan Mayu saling menatap. Mayu bisa melihat ada tatapan yang berbeda dari tatapan mata Alga dan Mayu sangat paham itu.
"Aku benar-benar ketagihan dengan manis bibir kamu Ay." ujar Alga dan kembali menyatukan bibir mereka. Kali ini gerakan bibir Alga semakin liar dan semakin dalam, Mayu sampai kewalahan dibuatnya. Hanya saja dia tidak akan menyerah begitu saja dan berusaha mengimbangi Alga.
Mayu lagi-lagi terkejut saat tangan Alga tidak lagi bisa diam. Dari yang sebelumnya ada di pinggangnya perlahan mulai naik ke perut Mayu .
Deg deg deg
Jantung Mayu berdebar dengan cepatnya begitu merasakan tangan Alga yang semakin naik. Ada perasaan aneh campur gugup yang dirasakan Mayu, tapi satu yang pasti tubuhnya menyukai sentuhan itu.
Tok tok tok
Baru juga tangan Alga mau sampai di si kembar terdengar ketukan di pintu kamar mereka.
Alga dan Mayu tampak terkejut dan secepatnya menyudahi aktivitas mereka. Kelakuan mereka sudah seperti pasangan yang ketahuan berbuat mes*m saja. Padahal mereka sah-sah saja melakukannya.
Baik Alga atau Mayu kembali tersenyum malu.
Tok tok tok
Pintu kamar mereka lagi-lagi diketuk.
__ADS_1
"Iya!" seru Alga dan tampak kesal di wajahnya. Ini dikarenakan orang itu ganggu saja, hobby barunya.