
Mayu tersenyum tipis melihat David memeluk erat Naura. Dia merasa senang dengan keputusan Naura yang tidak pergi meninggalkan David. Ternyata Naura tidak seburuk yang Mayu bayangkan, dan dia juga bisa bersikap dewasa jika menyangkut daddynya.
David melepas pelukannya dan mengusap air mata Naura.
"Naura, Daddy tidak akan memaksa kamu supaya memanggil Mayu dengan sebutan kakak. Hanya saja daddy sangat berharap kamu mau belajar menerima Mayu, karena sampai kapan pun Mayu tetaplah kakak kamu. Satu lagi Daddy akan sangat bahagia kalau kamu dan Mayu hidup rukun, dan hubungan kalian bisa seperti kakak adik pada umumnya, yang saling sayang juga saling perduli. Percaya pada Daddy, kamu tidak akan rugi memiliki kakak seperti Mayu." ujar David.
Naura hanya diam dan menatap David, sungguh, apa yang diminta oleh David masih sangat berat untuk dia kabulkan. Rasa benci dan marahnya pada Mayu belum berkurang sedikit pun.
David menarik nafas pelan saat melihat Naura masih diam saja.
"Tidak apa-apa Naura kalau kamu tidak bisa jawab, Daddy mengerti. Daddy juga sangat sadar kalau kamu pasti butuh waktu. Hanya saja kalau boleh Daddy meminta, mulai sekarang jangan lagi tatap Mayu dengan tatapan kebencian! Anggap ini adalah kado yang Daddy minta dari kamu." ujar David lagi.
"I-iya Dad, Naura akan belajar supaya tidak lagi menatap benci pada Mayu." ujar Naura akhirnya.
"Bagus ini baru anak cantiknya Daddy."
"Lebih cantik dari Mayu kan Dad?"
"Tentu saja, bagi Daddy kamu adalah perempuan paling cantik di dunia ini. Hanya saja bagi Alga, Mayu lebih cantik, dan itu adalah faktanya." ujar David lagi.
"Daddy!" seru Naura merajuk pada David. Dia tidak terima dengan apa yang David katakan walau dia tahu itu adalah sebuah kebenaran.
David tersenyum dan mengusap pelan rambut Naura.
"Enggak apa-apa Naura, biarlah bagi Alga, Mayu lebih cantik, yang penting bagi Daddy kamu lah yang paling cantik. Lagian cowok yang ganteng di dunia ini enggak hanya Alga, masih banyak di luaran sana. Nanti kita akan cari yang lebih ganteng lagi dari Alga. Calon CEO juga." ujar David membujuk anaknya.
"Iya Dad, tapi Naura maunya yang seganteng oppa cha eunwoo ya Dad!"
"Iya Sayang."
"Makasih Dad," ujar Naura kembali memeluk daddynya.
David balas memeluk Naura dan mengusap rambut lebat Naura.
"Naura, Daddy bisa peluk Mayu juga bersama kamu?" tanya David pelan.
Naura tidak langsung menjawab dia butuh waktu untuk berpikir, hingga akhirnya dia menganggukkan pelan kepalanya.
"Boleh Dad," ujarnya sangat pelan tapi itu berhasil membuat David tersenyum dengan tulusnya.
"Terima kasih Naura." ujarnya dan beralih menatap Mayu. Dia kemudian merentangkan satu tangannya.
Mayu yang mengerti maksud daddynya tanpa menunggu lebih lama lagi masuk kepelukan David.
David memeluk erat kedua anak gadisnya. Sungguh ini adalah kado ulang tahun terbaik bagi David.
David bahkan tidak perduli sama sekali soal Sindi yang marah padanya dan pergi meninggalkannya, karena bagi dia yang terpenting hanya kedua anaknya.
David juga sangat lega atas keputusan, dan David rasa keputusannya kali ini memang sangat tepat.
"Daddy sangat sayang pada kalian berdua dan selamanya akan begitu." lirih David kemudian mengecup rambut Mayu juga Naura. Dia benar-benar merasa lega sudah mengungkapkan kebenarannya dan setelah ini dia tidak perlu main kucing-kucingan lagi.
__ADS_1
"Mayu juga sangat sayang pada Daddy." ujar Mayu.
"Naura juga," ujar Naura tidak mau ketinggalan.
David kembali tersenyum begitu mendengar apa yang dikatakan kedua anaknya.
Alga yang sedari tadi memperhatikan mereka juga ikut tersenyum. Dia juga merasa lega, akhirnya masalah Mayu dan daddynya menemukan titik terang juga, dan yang membuat dia lebih lega lagi, Naura tidak membenci daddynya karena masalah itu dan dia tetap sayang pada David.
Pratama dan yang lainnya juga diam-diam merasa salut dengan keputusan David. David memang sudah membuat kesalahan besar di masa lalu, tapi dia benar-benar sosok ayah yang baik untuk kedua putrinya.
David melepas pelukannya dan kembali tersenyum pada Naura dan Mayu. Naura dan Mayu juga balas tersenyum padanya.
David kemudian merangkul kedua anaknya dan kembali menatap pada Alga dan yang lainnya.
"Acaranya bisa kita lajut!" ujarnya.
"Ok Om. Baiklah semua, berhubung masalahnya sudah selesai, acaranya akan kita lanjutkan. Dan berhubung ini adalah ulang tahun yang sangat spesial untuk om David, maka tidak ada salahnya kita bernyanyi dengan semangat, untuk om David." semangat Alga dan dapat acungan jempol dari David serta senyuman manis dari Mayu.
"Iya Alga," ujar Ratu. Perasaannya masih campur aduk setelah mengetahui fakta yang sebenarnya. Hanya saja dia memutuskan akan belajar menerima Mayu. Dia cukup menghormati David dan dia tidak mau dapat masalah hanya karna menghina Mayu. Lagian kalau dipikir-pikir Mayu tidak salah apa-apa.
Mereka akhirnya melanjutkan acara kambali dan itu tanpa Dira dan Sindi tentunya. Walau begitu, itu tidak masalah sama sekali bagi David, karna yang penting baginya ada Mayu dan Naura itu sudah lebih dari cukup.
"Sekarang potong kuenya! Kira-kira potongan kue pertama untuk siapa ya?" seru Alga dengan semangat.
David tidak menjawab dia hanya fokus memotong kue, sedangkan Mayu dan Naura bertepuk tangan.
Naura dan Mayu seketika saling menatap begitu David mengangkat potongan kue pertamanya. Naura penasaran kira-kira daddynya memberikan pada siapa potongan kue pertamanya, dia atau Mayu?
David menatap Mayu dan Naura bergantian. Dia mulai bingung pada siapa dia harus memberikan potongan kue pertamanya. Ingin rasanya dia memberikannya pada Mayu, selaku anak pertamanya dan mengingat ini pertama kalinya Mayu ikut acara ulang tahunnya. Hanya saja dia juga tidak mau Naura ngambek, karena Naura sifatnya masih suka kekanakan, ditambah lagi selama ini dialah yang paling sering dapat potongan kue pertama. David juga tidak Ingin, Naura merasa dinomor duakan karena ada Mayu.
"Yakin kamu?" tanya David.
"Sangat yakin Dad, bagi Mayu mau suapan kedua atau ketiga juga tidak masalah, yang penting suapan itu berasal dari tangan Daddy." ujar Mayu mantap membuat David kembali tersenyum. Anak sulungnya benar-benar dewasa pemikirannya.
"Iya Mayu," ujar David dan beralih menatap Naura.
"Ak Sayang," ujar David kemudian menyuapi Naura.
"Makasih Dad," ujar Naura tersenyum lebar.
David juga balas tesenyum.
"Dad selamat ulang tahun, semoga panjang umur, sehat terus dan harus selalu sayang Naura pokoknya." ujar Naura.
"Iya Naura terima kasih." ujar David dan beralih menyuapi Mayu.
"Dad selamat ulang tahun, semoga Daddy selalu diberi kesehatan dan jadi pribadi yang lebih sabar lagi dalam menghadapi kami anak-anaknya. Mayu sayang Daddy." ujar Mayu sambil menahan rasa harunya. Ini salah satu momen terbaik dalam hidup Mayu, bisa mengucapkan selamat ulang tahun secara langsung pada daddynya.
"Iya Mayu, itu pasti." ujar David mengusap pipi anaknya dan mereka kembali sama-sama tersenyum haru.
Acara masih terus mereka lanjutkan dan tidak hanya Mayu, Alga dan yang lainnya juga, tidak lupa mengucapkan selamat ulang tahun untuk David.
__ADS_1
***
Acara ulang tahun sudah selesai dan mereka kembali lanjut ngobrol santai seperti biasanya.
David gabung bersama orang tua, sedangkan Naura memilih gabung bersama para sepupu Alga. Sementara Alga dan Mayu memilih mojok di dapur. Mayu belum makan malam dan dia minta Alga menemaninya makan.
"David, Kamu tidak berusaha menjelaskan soal Mayu pada Sindi atau Sindi memang sudah tahu sebelumnya soal Mayu?" tanya Nindi.
"Tidak Mbak, Sindi sudah tahu soal Mayu dan dia juga kenal dengan ibu kandung Mayu." ujar David apa adanya.
"Oh jadi Sindi sudah tahu sebelumnya. Baguslah, saya pikir dia juga baru tahu soal Mayu. Ah iya David, saya pribadi minta maaf atas kata-kata kurang pantas yang saya ucapkan pada Mayu. Saya janji saya tidak akan mengulanginya. Saya juga janji akan belajar menerima anak kamu itu seperti saya menerima Naura." ujar tante Alga yang lain.
David tersenyum tipis dan menganggukkan kepalanya.
"Iya Mbak saya sudah memaafkan Mbak, dan terima kasih sudah mau menerima Mayu."
"Saya terpaksa David, tapi mau gimana lagi. Kamu itu sudah saya anggap seperti adik saya sendiri, dan kamu juga terlihat sayang sekali pada anak kamu itu. Begitu juga dengan Alga, dia bahkan sangat mencintai anak kamu itu, tapi memang harus saya akui, anak kamu itu benar-benar cantik dan dia mirip sekali dengan kamu. Padahal saya yakin dia jarang sekali melakukan perawatan itu." ujarnya lagi membuat David kembali tersenyum.
"Mungkin dia takut tidak mendapat pengakuan dari saya Mbak, Mbaknya dia mirip dengan saya." ujar David.
"Benar juga, biasanya anak yang memiliki masalah dengan ayahnya memang suka lebih mirip dengan ayahnya. Terus rencana kalian selanjutnya apa? Apa kalian inginnya Mayu dan Alga melakukan pertunangan terlebih dulu?" tanya lagi.
"Kalau itu terserah pada mereka Mbak, saya tidak ikut campur sama sekali dengan hubungan percintaan mereka." ujar David.
"Sama aku juga David, mereka itu sudah sama-sama dewasa dan mereka pasti tahu apa yang terbaik untuk mereka." ujar Pratama dan pratama juga tidak menyesal sama sekali sudah membantu Mayu memborong dagangannya. Dia ternyata sudah membantu orang yang tepat. Pantas Alga juga begitu membela mati-matian kekasihnya.
Sementara itu Alga tengah memperhatikan Mayu yang sedang makan dengan lahapnya. Sesekali dia juga mengusap bibir Mayu yang terkena noda makanan, membuat Mayu seketika menatap padanya dan tersenyum malu.
"Jangan sering-sering memperlihatkan ekspresi malu-malu kucing kamu itu di depanku Ay, aku bisa khilaf dan membawa kamu ke KUA." ujar Alga.
"Apaan sih Kak, jangan ngaco deh!" ujar Mayu di sela-sela makannya.
"Aku enggak ngaco Ay aku beneran serius. Apalagi setelah melewati satu harian ini bersama kamu. Aku jadi semakin tidak tahan Ay. Ingin rasanya aku tiba-tiba umur 27 saja biar bisa menikahi kamu." ujar Alga lagi.
"Nanti kalau sudah 27 tahun ingin jadi 21 tahun lagi. Banyak orang bilang jadi dewasa dan tua itu enggak enak loh Kak." balas Mayu.
"Benar juga, tapi begitulah lah kebanyakan manusia. Saat masih kecil tidak sabar ingin jadi orang dewasa, tapi begitu sudah dewasa ingin rasanya kembali ke masa kecil, tapi aku peribadi enggak ingin kembali ke masa kecil Ay."
"Kenapa?"
"Habisnya di masa kecilku itu enggak ada kamu, aku ingin kembali ke masa yang ada kamu nya saja."
"Gombal!" seru Mayu dan mereka saling terenyum lebar.
"Ah Iya Ay. Aku penasaran, gimana perasaan kamu setelah om David mengungkapkan tentang kamu?" tanya laki-laki berparas tampan itu.
"Mayu sangat senang juga lega Kak. Apalagi setelah melihat respon Naura dan keluarga Kak Alga, kecuali tante Dira dan tante Sindi tentunya." ujar Mayu apa adanya.
"Aku juga sama senang dan leganya Ay. Akhir tidak kita perlu lagi main rahasia-rahasiaan lagi setelah ini. Kamu dan daddy kamu juga bisa bertemu dengan bebas tanpa ada rasa takut-takut lagi." ujar Alga.
"Tidak terlalu bebas juga Kak, publik kan tidak boleh tahu kalau aku adalah anaknya Daddy. Walau begitu aku tetap senang Kak. Ini benar-benar satu kemajuan yang luar biasa. Eh tapi Mayu penasaran deh Kak, kira-kira setelah ini maminya Kak Alga dan tante Sindi, bakalan berhenti menggangguku enggak ya?"
__ADS_1
"Semoga saja Ay. Aku pribadi benar-benar berharap mami dan tante Sindi benar-benar berhenti kali ini."
"Amin."