
"Sepertinya saya sengaja dijebak Mayu," jawab Alex akhirnya.
Setelah memikirkan semuanya, Alex sangat yakin kalau ada seseorang yang sengaja memasukkan obat perang*ang itu ke dalam minumannya karena Alex tidak mungkin melakukan itu. Untuk apa juga dia melakukan itu.
Mayu kembali menarik nafas pelan dan menatap Alex, benar dugaannya kalau Alex memang dijebak.
"Mas Alex tahu siapa yang melakukannya?" tanya Mayu lagi.
Alex menghembuskan nafasnya kasar.
"Kemungkinan besar yang melakukannya adalah sepupu saya Frans atau teman-temannya karena kedatangan kami ke club kemarin memang merayakan ulang tahun Frans. Hanya saja saya tidak punya buktinya dan saya juga tidak mungkin asal menuduhnya tanpa bukti. Walau begitu, saya tidak akan diam saja, sesulit apa pun mencari buktinya, saya pasti akan menyuruh seseorang untuk mencari bukti itu sampai dapat." ujar Alex penuh tekad membuat Mayu merasa lega.
"Memang seharusnya begitu Mas. Apa yang Mas alami termasuk salah satu bentuk kejahatan dan Mas Alex tidak boleh diam saja. Hanya saja saya penasaran. Kenapa sepupu Mas Alex sampai tega melakukan itu, bukankah itu sangat berbahaya? Mas Alex bahkan bisa mem*erk*sa perempuan lain tanpa Mas sadari." ujar gadis berparas cantik itu membuat Alex lagi-lagi menarik nafas dalam.
Sebaiknya dia cerita saja pada Mayu. Mayu adalah gadis yang baik dan bisa dipercaya. Selain Itu Mayu juga kakak dari pacarnya. Mayu bisa membantunya menjelaskan pada Naura, agar Naura tidak semakin marah padanya.
"Sebenarnya sepupu saya itu tidak begitu suka pada saya Mayu dan hubungan kami juga tidaklah sedekat itu. Saya sampai ikut ke acara ulang tahunnya juga karena dia sengaja memanasi saya kemarin. Dia mengatai saya CEO sombong dan yang lain sebagainya. Saya tentu saja tidak terima karena itu saya mau ikut dengannya. Niat saya juga tadinya mau minum sedikit saja dan langsung pulang. Hanya saja begitu sampai disana mereka sengaja membuat permainan dan yang kalah harus meneguk minumannya sampai habis. Saya kalah beberapa kali, jadi saya juga harus minum sampai beberapa kali. Saya sampai tidak sadar kalau saya sudah mulai hilang kesadaran, tubuh saya juga sangat panas dan setelah itu saya tidak lagi ingat dengan saya lakukan. Saya juga sampai melupakan niat saya yang ingin pulang cepat dan menjemput Naura." cerita Alex.
"Dari cerita Mas Alex, sudah jelas itu kalau mereka memang ingin menjebak Mas Alex. Hanya saja saya masih penasaran, kenapa sepupu Mas Alex tidak suka pada Mas Alex?" tanya Mayu lagi.
"Tentu saja karena saya yang jadi CEO dan bukan dia. Dia tidak terima karena dia yang lebih lama kerja di perusahaan tapi malah saya yang terpilih jadi CEO. Terlebih lagi saham yang dimiliki orang tua saya dan orang tuanya hampir sama besar di perusahaan. Jika dilihat dari pengalaman, memang dia yang lebih layak, tapi soal kemampuan saya rasa kami sama-sama layak dan mampu. Hanya saja setelah para pemegang saham melakukan miting dan pemungutan suara. Saya mendapat suara 60 persen dan Surya sisanya. Otomatis sayalah yang naik dan bukan Surya. Surya tidak terima itu, dia bahkan sempat marah dan mengatakan saya belum layak. Awalnya saya juga mau mundur saja dan menyerahkan kursi kepeminpinan itu pada Surya tapi setelah mendengar nasihat papa saya serta saran dari om David, saya putuskan untuk tetap maju. Begitu juga setelah melihat apa yang dia lakukan pada saya, saya semakin mantap untuk maju dan mempertahankan posisi saya karena menurut saya laki-laki pengecut dan licik seperti dia tidak pantas jadi CEO." jelas Alex.
Mayu mengangguk mantap dan setuju dengan apa yang dikatakan Alex. Mayu juga merasa lega setelah mendengar cerita Alex, menjadi peminpin di perusahan milik keluarga itu memang bukan suatu yang mudah, karena yang akan menjadi saingan adalah keluarga sendiri. Apalagai kalau ada keluarga yang memiliki sifat iri serta serakah, masalahnya bisa lebih rumit lagi. Makanya tidak heran banyak keluarga yang berantem hanya karena harta.
"Saya setuju dengan Mas Alex, setelah mendengar cerita Mas Alex saya rasa Mas Alexlah yang lebih berhak jadi peminpin dan saya juga merasa para pemegang saham, sangat tahu itu. Lagian apa-apaan itu, belum jadi peminpin saja dia sudah selicik itu, gimana kalau dia jadi peminpin? Lagian kalau niatnya memang ingin kerja dan memajukan perusahaan, tanpa harus jadi peminpin utama pun dia bisa melakukannya. Contohnya kak Yudha, dia bahkan tidak pernah protes sedikit pun walau posisinya di Maga Wear di bawah kak Rangga. Padahal, kak Yudha itu ada kalanya lebih tegas dan lebih kreatif dari kak Rangga. Hanya saja karena niatnya memang ini bekerja dan memajukan perusahaan ya dia tetap melakukan yang terbaik, dan menurut saya walau dia bukan peminpin utama tapi dia adalah peminpin sejati dan harusnya mas Surya bisa mencontoh itu. Bukannya malah mencari cara untuk menghancurkan sepupunya." balas Mayu.
__ADS_1
"Itu dia Mayu. Saya benar-benar pusing dibuatnya belakangan ini dan saya yakin dia tidak akan berhenti begitu saja sebelum saya mundur dari kursi jabatan itu. Padahal saya ingin menyiapkan pernikahan saya dengan Naura, tapi karena ada masalah dengan sepupu saya, saya jadi tidak punya waktu. Satu lagi, dia juga sepertinya merasa iri melihat saya mendapatkan pasangan seperti Naura yang tidak hanya cantik, tapi dia juga pebisnis dan anak dari CEO ternama. Tentu itu akan menambah nilai lebih pada saya di mata para pebisnis atau orang hebat lainnya dan saya juga pastinya akan lebih disegani jika saya menikah dengan Naura. Dan saya rasa itu juga alasan utama kenapa para pemegang saham itu lebih percaya pada saya dari pada Surya, karena mereka pasti memikirkan dampak ke depannya. Otomatis kalau saya menikah dengan Naura, saya pasti mudah menjalin kerja sama dengan Pratama group dan Maga Wear juga tentunya. Mereka juga pastinya akan lebih yakin lagi kalau kita bersatu, kita bisa membuat bisnis yang lebih hebat lagi ke depannya. Sedangkan Surya, sampai saat ini pacarnya saja belum jelas, tentunya mereka juga pasti memikirkan semua itu." jelas Alex lagi.
Mayu mengangguk mengerti. Apa yang Alex katakan tentu saja sangat benar sekali. Makanya enggak heran banyak para pebisnis hebat di luar sana menjodohkan anaknya dengan anak pebisnis lainnya, dan tentu saja itu demi kemajuan bisnis mereka. Sementara ini Alax sudah menemukan jalannya, tentu mereka juga pastinya akan memberi dukungan dan dengan cara mereka sendiri tentunya.
"Iya Mas, saya mengerti maksud Mas Alex. Terus untuk sepupu Mas Alex, apa yang akan Mas Alex lakukan? Mas Alex tidak akan diam saja kan?" tanya Mayu lagi.
"Tentu saya tidak akan diam saja Mayu. Apalagi gara-gara dia, Naura sampai marah pada saya. Saya pasti tidak akan melepaskannya begitu saja. Hanya saja untuk saat ini, saya belum ada ide sama sekali karena saya juga ingin menyelesaikan masalah saya dengan Naura terlebih dulu. Saya tidak mau kehilangan Naura, Mayu. Saya sangat mencintainya dan saya juga menyesal tidak menceritakan masalah ini dari awal padanya." ujar Alex apa adanya.
Alex benar-benar tidak mau kehilangan Naura. Cintanya sudah mentok pada gadis itu. Gadisnya yang tidak masak dan beres-beres rumah. Gadisnya yang manja juga suka lupa diri kalau sudah diajak shooping, tapi gadisnya juga sangat setia dan mau belajar banyak hal baik bersama dia. Gadisnya yang selalu membuatnya merasa nyaman, bahagia dan lain sebagainya.
"Dan saya siap membantu Mas Alex menjelaskan semuanya pada Naura. Hanya saja saya sangat berharap ini terakhir kalinya Mas Alex membuatnya kecewa. Naura itu memang bukan gadis yang sempuna Mas, tapi dia selalu berusaha mencintai Mas Alex dengan caranya yang sempurna. Bahkan demi Mas Alex, setelah wisuda nanti dia berencana ingin mengambil kursus memasak karena dia mau jadi istri yang terbaik untuk Mas Alex." seru Mayu.
"Iya Mayu, saya sangat tahu itu dan saya juga bisa merasakan ketulusan cintanya, sama seperti cinta saya yang tulus padanya. Doakan kami ya Mayu, semoga kami bisa melewati ujian cinta kami!"
"Itu sudah pasti Mas Alex, saya pastinya akan selalu mendoakan semua yang terbaik untuk kalian dan saya juga berharap kalian selalu bahagia." ujar Mayu tulus membuat Alex tersenyum tipis.
"Sama-sama, semangat terus Mas Alex."
"Iya,"
Mayu kembali menatap Alex, ada kelegaan di hatinya dan benar dugannya kalau Alex hanya korban. Korban dari anak manusia yang serakah dan suka iri.
***
"Mayu, sini dulu Mayu, Mommy mau bicara!" ujat Sindi begitu Mayu masuk rumah orang tuanya.
__ADS_1
"Iya Mom," nurut Mayu dan menghampiri Sindi yang sedang duduk santai di sofa ruang utama. Mayu sudah bisa menebak apa yang ingin dibicarakan mommynya dan sudah pasti ada hubungannya dengan Naura dan Alex.
"Kenapa Mom?" tanya Mayu begitu dia duduk di samping Sindi.
"Ini soal Naura, apa yang terjadi padanya, dari dia datang, dia tidak mau keluar kamar sama sekali. Mommy khawatir padanya. Apa dia berantem dengan Alex?" tanya Sindi langsung to the poin. Tidak biasanya dia melihat Naura seperti itu, tentu itu menjadi tanda tanya besar padanya.
Mayu menatap Sindi. Dia ingin cerita soal kejadian semalam, tapi dia juga ragu. Takutnya gara-gara masalah itu, Sindi marah pada Alex. Mayu tentu tidak mau itu terjadi. Sudah cukup penderitaan Alex yang harus menanggung kemarahan pacarnya karena ulah sepupunya.
"Iya Mom, hubungan Naura dan mas Alex sedang ada masalah. Hanya saja Mas Alex sudah menjelaskan semuanya pada Mayu dan dia juga sudah minta maaf. Saat ini mas Alex sedang ada masalah di kantornya Mom, dan itu karena sepupunya tidak terima Mas Alex yang jadi CEO utama. Dia berusaha menjatuhkan mas Alex, dia juga sampai berbuat licik dan mau memisahkan mas Alex dengan Naura." jawab Mayu apa adanya. Hanya saja masalah di club, tidak akan dia ceritakan.
Sindi terdiam mendengarnya. Sepertinya anaknya sedang mendapatkan karma dari apa yang pernah dia lakukan dan sekarang menyesal pun tidak ada gunanya gunanya karena itu semua sudah terjadi dan waktu tidak mungkin diputar kembali.
Malihat Sindi yang terdiam, Mayu mengusap lengannya dengan perlahan.
"Mom, jangan sedih ya Mom, Mayu yakin mereka pasti bisa menyelesaikan masalah mereka, dan anggap saja ini sebagai pendewasaan cinta mereka. Mayu juga yakin jika mereka memang ditakdirkan bersama, mau sebesar apa pun masalahnya mereka pasti bisa melewatinya." ujar Mayu yang tidak ingin Sindi bersedih karena masalah anak-anaknya.
"Iya Mayu, terima kasih ya Mayu kamu memang anak Mommy yang baik dan yang selalu bisa membuat Mommy merasa tenang. Beruntung Mommy memiliki anak seperti kamu." ujar Sindi.
"Dan Mayu juga beruntung memiliki mommy, daddy dan Naura dalam hidup Mayu. Ya sudah ya Mom, Mayu mau melihat Naura dulu. Apa dia sudah makan?"
Sindi menggelengkan kepalanya.
"Dia tidak mau makan Mayu, karena itu Mommy sangat khawatir padanya. Mommy takut dia sakit."
"Kalau begitu Mayu akan membujuknya sampai dia mau makan."
__ADS_1
"Terima kasih Mayu,"
"Sama-sama Mom,"