
Hari demi hari berlalu dan akhirnya status Mayu sebagai anak angkat ketuk palu. Mayu dan yang lainnya tentu saja menyambut senang dan seperti yang sudah mereka janjikan mereka akan mengadakan syukuran untuk Mayu sebagai anggota baru dari keluarga Antonius.
"Aaa ... selamat ya Mayu, akhirnya gue bisa mengumumkan pada semua orang kalau lo itu adalah kakak gue. Selamat datang di keluarga Antonius, Mayu." seru Naura memberi selamat pada Mayu.
"Terima kasih Naura. Terima kasih sudah mu menerima kehadiran gue. Gue sangat senang Naura." ujar Mayu tersenyum senang.
"Sama-sama Mayu dan gue lebih senang lagi, akhirnya gue enggak jadi anak tunggal lagi. Senang banget gue punya saudara. Jadi anak tunggal itu benar-benar enggak enak tahu Mayu. Di rumah itu engak ada teman berantem, enggak ada teman curhat juga. Pokoknya enggak asik banget deh jadi anak tinggal." ujar Naura sekalian curhat.
"Sama, gue juga pernah di posisi itu. Apalagi kalau lagi ada masalah, enggak ada yang benar-benar bisa ngertiin, enggak ada juga teman yang saling menguatkan. Pokoknya kita harus jadi kakak adik yang selalu kompak ya Nau dan harus selalu bersama dalam keadaan suka dan duka." balas Mayu.
"Siap Kak Mayu tersayang. Sini peluk!" ujar Naura sambil merentangkan tangannya.
Mayu mengangguk, dia kemudian memeluk erat Naura.
"Daddy juga mau ikutan peluk dong!" ujar David tidak mau ketinggalan.
"Sini Dad!" kompak Mayu dan Naura. David kemudian memeluk erat kedua putirinya. Sungguh dia juga sangat bahagia, akhirnya dia bisa mengatakan pada semua orang kalau dia punya 2 anak gadis yang cantik dan membanggakan juga tentunya.
"Mommy juga mau peluk!" seru Sindi tidak mau ketinggalan.
"Sini Mom!" kampak Mayu dan yang lainnya. Mereka berempat kemudian saling berpelukan hangat.
Nenek Iroh yang duduk di kursi roda tampak tersenyum haru melihat mereka. Dia sangat senang akhirnya cucu kesayangannya mendapatkan keluarga yang tulus sayang padanya dan kalau pun dia harus pergi untuk selamanya, dia akan pergi dengan tenang.
Sama halnya dengan Alga yang berdiri di belakang nenek Iroh, dia juga ikut tersenyum haru. Dia sangat senang melihat kekasihnya bahagia dengan keluarga barunya.
'Semoga kebahagiaan ini akan selalu berpihak pada kamu Ay.' batin Alga tulus.
***
Mayu dan dan keluarga barunya barunya serta nenek Iroh, sudah siap memakau baju seragam untuk acara syukuran. Sebelum acara syukuran dimulai, mereka akan melakukan sesi foto keluarga terlebih dulu dan yang dilakukan oleh fotografer handal, disewa khusus oleh David untuk acara syukuran mereka.
"Bagus Mayu bagus, lo sudah mulai pintar bergaya tapi nenek Irohnya terlalu kaku. Nenek senyum dong dan badannya juga jangan terlalu tegang begitu. Santai saja Nenek, santai!" seru Naura yang selalu repot kalau urusan foto.
"Iya Nak Naura," ujar Nenek Iroh mencoba sesantai mungkin.
"Masih terlalu kaku Nek, ikut Naura ya!" ujar Naura lagi dan membantu mengarahkan nenek Iroh.
"Sudah lumayan Nek, good job Nek." ujar Naura sambil mengacungkan jempolnya. Saat ini Mayu dan neneknya yang sedang foto dan selanjutnya Mayu dan Naura juga. Tidak hanya itu, David juga ikut bergabung bersama mereka dan Sindi juga tidak ketinggalan. Serta yang terakhir mereka berlima foto bersama. Foto dengan banyak gaya tantunya.
"Wow fotonya keren-keren semua, kita juga terlihat tampan dan cantik. Hanya saja nenek Iroh jarang sekali tersenyum. Nenek enggak suka ya foto sama kami?" ujar Naura.
"Tentu saja sangat senang Nak. Nenek hanya enggak terbiasa difoto saja." ujar nenek Iroh apa adanya.
"Naura tahu kok Nek, jangan nangis dong!" goda Naura membuat Mayu dan yang lainnya tersenyum.
__ADS_1
"Nenek enggak nangis Nak Naura." balas nenek Iroh lagi.
"Iya Nenek, Naura juga hanya bercanda. Maaf ya Nenek." ujar Naura.
"Iya Nak Naura tidak apa-apa."
"Ini fotonya sudah kan, apa kita sudah bisa ke depan?" tanya David.
"Iya sudah Dad. Kita kedepannya sama-sama saja Dad." ujar Sindi.
"Iya," ujar David.
Mereka berlima kemudian melangkah bersama ke halaman depan rumah David. Di halaman depan sudah di pasang tenda dan sudah dihadiri oleh para tamu mereka juga. Tamu-tamunya tidak hanya dari keluarga terdekat atau tetangga terdekat saja. Beberapa petinggi Pratama group, teman-teman Mayu serta anak-anak dari salah satu panti asuhan juga ikut diundang.
"Akhirnya kalian keluar juga. Ayo silahkan duduk!" ujar Dira.
"Iya Mbak," ujar Sindi.
Mereka berlima kemudian duduk di kursi yang paling depan. Sebelum duduk, Mayu menyempatkan menoleh pada Alga dan Alga langsung mengacungkan jempolnya. Mayu balas tersnyum pada kekasihnya. Tidak lama setelah itu acara syukuran dimulai.
MC kemudian menyampaikan kata pembuka terlebih dahulu dan tak lupa mereka berdoa bersama sebelum memulai acara. Selanjutnya ada pembacaan ayat suci Al-Quran dan dilanjutkan dengan ceramah dari salah satu ustad. Selesai ceramah, David menyampaikan kata sambutannya dan Mayu juga menyampaian rasa terima kasihnya. Pratama dari pihak keluarga juga ikut menyampaikan kata sambutan serta pak RT yang mewakili tetangga mereka.
Selesai menyampaikan kata sambutan mereka kembali berdoa bersama dan sebagai penutup mereka makan bersama.
Mayu dan keluarga barunya juga tidak lupa memberikan santunan meraka pada anak-anak panti yang mereka undang dan mereka pastinya bisa ikut merasakan kebahagiaan yang Mayu dan keluarga rasakan.
"Iya Kak," kompak mereka.
"Apa udah kebagian semua?" tanya David begitu anak-anak panti tidak ada lagi yang ikut mengantri.
"Sudah Pak," ujar ibu panti mewakili anak-anak.
"Baguslah." ujar David kemudian membisikkan sesuatu pada Alga dan Alga menganggukkan kepalanya.
Alga kemudian menghampiri nenek Iroh dan memintanya duduk di depan.
"Loh, Nenek ngapain duduk di depan Nak?" tanya nenrk Iroh bingung.
"Om David dan keluarga hanya ingin menyampaikan rasa terima kasihnya pada Nenek karena sudah membesarkan Mayu serta merawat Mayu dengan penuh kasih sayang. Ayo Nek, ikut Alga. Enggak baik loh Nek menolak rejeki." ujar Alga sambil mengulurkan tangannya.
"Baiklah Nak," ujar Iroh menurut dan menyambut tangan Alga.
Mayu yang sedari tadi berdiri di samping Naura sampai bingung begitu melihat nenek Iroh duduk di kursi depan. Dia tidak tahu soal tanda terima kasih yang ingin diberikan oleh David karena dia tidak diberitahu sebelumnya.
Alis Mayu sampai terangkat begitu melihat David, Sindi, Pratama, dan Dira berdiri di depan Nenek Iroh kemudian menyerahkan amplop yang cukup banyak pada nenek Iroh.
__ADS_1
"Ibu mohon diterima ya! Ini adalah amplop dari keluarga besar kami sebagai tanda terima kasih kami untuk Ibu. Saya ada mendengar kalau Ibu ingin berkurban untuk Idul Adha nanti, untuk itu kamu semua ingin mewujudkan keinginan Ibu dan kamu semua tulus memberikan ini untuk Ibu." ujar Dira.
Tes
Tanpa sadar air mata nenek Iroh jatuh tanpa bisa dia cegah. Sungguh ini benar-benar kejutan yang tidak dia sangka-sangka. Bahkan Mayu yang tadinya hanya diam langsung menghampiri neneknya dan memeluk neneknya dari samping. Mereka sama-sama menangis haru.
"Ini benar-benar rejeki untuk Nenek, selamat ya Nek. Niatan baik Nenek dipermudah oleh Allah." lirih Mayu.
"Iya Nak," ujar nenek Iroh tidak kalah lirihnya dan kembali menatap Dira.
"Ibu terima ya Nak dan terima kasih banyak untuk kalian semua semua. Ibu hanya bisa berdoa semoga rejeki kalian semakin banyak dan kalian juga selalu diberi kesehatan." ujar nenek Iroh.
"Amin. Ibu juga harus sehat-sehat terus ya."
"Iya Nak." ujar nenek Iroh.
"Ibu sebenarnya kami juga masih ada tikat umroh untuk Ibu. Berhubung Mayu masih sibuk dan belum bisa menemani Ibu, Ibu bisa cari teman yang mau menemani Ibu, tentunya yang bisa membuat ibu nyaman dan bertanggung jawab penuh pada Ibu. Untuk biaya selama di perjalan kami yang tanggung semuanya." tambah Sindi membuat nenek Iroh lagi-lagi meneteslan air matanya. Sebagai umat muslim tentu itu adalah keingian terbesarnya.
Mayu juga kembali memeluk neneknya. Dia benar-benar merasa terharu atas perhatian yang diberikan untuk neneknya.
"Ini beneran Nak dan apa saya boleh mengajak lebih dari satu orang?" tanya nenek Iroh. Nenek Iroh ingin mengajak ibu Irpan, serta budhe Sumi tetangganya dulu karena mereka cukup sering mengunjungi nenek Iroh dan kalau masih bisa nenek Iroh juga ingin mengajak ibunya Shinta dan Lora karena Mereka juga hampir setiap minggu mengunjungi Nenek Iroh.
"Tentu saja boleh, Ibu mau mengajak 2 orang, 5 orang juga tidak masalah asal jangan 1 rt saja." ujar Sindi lagi membuat Mayu dan yang lainnya tersenyum.
"Terima kasih banyak Nak. Ibu benar-benar senang." ujar nenek Iroh dengan senyum bahagianya.
"Iya Ibu sama-sama. Kalau begitu kami makan dulu ya." ujar Sindi.
Nenek Iroh menganggukkan kepalanya. Sebelum pergi Sindi, Dira, David dan Pratama menjabat erat tangan nenek Iroh. Mereka ikut merasa senang melihat senyum bahagia nenek Iroh.
"Sekali lagi selamat ya Nek, sebentar lagi semua keingian Nenek akan terwujud." ujar Mayu.
"Iya Nak, ini benar-benar kejutan ysng tidak disangka-sangka. Nenek benar-benar bahagia Nak." balas ***** Iroh.
"Dan kami juga sangat bahagia untuk Nenek." kompak Alga dan Naura membuat senyum nenek Iroh semakin mengembang lagi. Dia benar-benar tidak menyangka keikhlasannya memaafkan Sindi dan Dira benar-benar membuahkan hasil yang sangat membahagiakan.
'Ya Allah, terima kasih untuk segala hikmat yang Engkau berikan pada hamba.' batin Nenek Iroh.
Nenek Iroh dan yang lainnya kemudian lanjut makan dan mereka semua tampak bersenang-senang untuk hari itu. Mayu juga tidak henti-hentinya tersenyum. Selain dia mendapat kejutan yang tidak disangka-sangka untuk neneknya, tentu saja karena perlakuan baik dari semua keluarga. Sikap mereka pada Mayu benar-benar berubah 180 derajat. Tentu itu adalah kebahagiaan yang tak ternilai bagi Mayu.
"Sekali lagi selamat ya Ay dan selamat datang di keluarga Antonius. Aku benar-benar bahagia untuk kamu Ay." ujar Alga.
"Iya Kak, terima kasih Kak."
"Sama-sama Sayang."
__ADS_1
Mayu dan Alga saling menatap, mereka kemudian menyatukan tangan mereka dan sama-sama tersenyum.