Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Cerita Alga dan Mayu


__ADS_3

"Iya Kak, papa kandungku. Sebenarnya Mayu juga belum lama tahu kalau ternyata papa kandung Mayu masih hidup. Dan ternyata papa kandung Mayu bukan orang sembarangan Kak. Mayu benar-benar senang bisa bertemu dengan papa." cerita Mayu.


Alga tampak lega mendengarnya.


"Baguslah kalau ternyata papa kandung kamu masih hidup, aku ikut senang mendengarnya. Itu berarti orang yang sayang pada kamu bertambah lagi." ujar Alga apa adanya.


"Iya Kak. Bertemu dengan papa dan bisa memeluk papa adalah impian Mayu yang menjadi nyata. Mayu benar-benar senang Kak, walau kebersamaan kami hanya sebentar."


"Kenapa hanya sebentar. Bukankah itu pertemuan pertama kalian? Harusnya kalian bisa menghabiskan waktu lebih lama bersama." ujar laki-laki berparas tampan itu.


"Mayu juga inginnya begitu Kak, tapi itu sulit Kak karena papa kandung Mayu punya istri dan anak yang lain. Mungkin dia takut ketahunan." ujar Mayu kemudian menarik nafas pelan.


Alga mengangguk mengerti.


"Kalau boleh tahu siapa dia, apa aku mengenalnya?" tanya Alga.


Mayu seketika menatap Alga.


"Maaf ya Kak, aku belum bisa memberitahukan siapa papa kandungku. Mayu harus minta persetujuannya dulu Kak, nanti jika dia sudah memberi izin, aku pasti akan memberitahukan pada Kak Alga, siapa dia. Kak Alga enggak marah kan Kak?" ujar Mayu yang belum siap mengatakan siapa ayah kandungnya sebenarnya.


Alga balas menatap kekasihnya dan meraih tangan Mayu kemudian menggenggamnya.


"Aku tidak akan marah Ay, untuk apa juga aku marah soal itu? Itu adalah haknya kamu, yang penting papa kandung kamu itu bukan Pratama kan?" ujar Alga malah bercanda.


"Ya enggaklah Kak." ujar Mayu cepat. Ada-ada saja ini pacar gantengnya. Jika dia anak Pratama sudah pasti Mayu akan menolak Alga mentah-mentah.


"Baguslah kalau kamu bukan anak Pratama, masih aman berarti, tapi aku bisa menebak papa kandung kamu, kalau tidak pejabat, dia pasti pebisnis?" tebak Alga.


"Kenapa Kak Alga bilang begitu?"


"Ya karena kata kamu dia bukan orang sembarangan, dan kalau aku perhatikan lebih dalam lagi, papa kandung kamu pasti dari kalangan pebisnis, iya kan? Tebakanku pasti benar seratus persen." ujar Alga mantap dan kembali makan es krimnya.


Mayu tersenyum tipis mendengarnya, tebakan Alga sangat benar.


"Kenapa Kak Alga bisa seyakin itu?"


"Jawabnya gampang saja, karena kamu juga senang dunia usaha. Dan bisa dibilang kamu cukup punya bakat untuk itu. Kamu juga sangat pintar mengatur keuangan. Padahal umur kamu baru 19 tahun. Aku yakin itu pasti turunan dari ayah kandung kamu." jelas Alga.


Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Iya Kak Alga benar sekali, dia memang dari kalangan pebisnis Kak."


"Benar dugaanku, aku sudah tidak heran kalau soal itu. Kamu tahu aku bahkan hampir punya adik dari wanita lain tapi untungnya mami gerak cepat, makanya sampai sekarang aku masih jadi anak bontot." ujar Alga ikut cerita.

__ADS_1


"Gerak cepat gimana maksunya Kak? Tante Dira mendatangi perempuan itu dan melabraknya gitu?" tanya Mayu jadi penasaran.


Alga tersenyu tipis dan mencubit gemas wajah kekasihnya.


"Kebanyakan lihat gosip kamu Ay. Ya enggak mungkinlah mami Dira mau melabrak selingkuhan papi, dia tidak akan mau mengotori tangannya untuk itu. Dia punya banyak uang, dia dengan mudah menyuruh orang memberi peringatan pada selingkuhan papi, sehingga perempuan itu ketakutan dan pergi jauh meninggalkan papi. Soal mempertahankan rumah tangganya aku pribadi acungkan jempol untuk mami. Bahkan bisa dibilang sampai sekarang mami menggunakan cara yang sama dengan tante Sindi, biar suami mereka tidak berani macam-macam." jelas Alga.


Mayu langsung menajamkan pendengarannya begitu mendengar nama Sindi. Sindi kan istri sah dari papa kandungnya.


"Cara yang sama gimana maksudnya Kak?" tanya Mayu penasaran.


"Ya semua aset atas nama mami. Papi memang bisa pergi kemana saja, termasuk bersenang-senang dengan temannya, tapi jika pengeluaran uangnya sudah lebih dari 10 juta maka mami akan mempertanyakan, uang itu dipakai untuk apa saja. Mami tidak akan masalah kalau papi beli barang yang harganya ratusan juta atau milyaran, yang penting itu barangnya jelas dan tidak dipakai untuk perempuan lain. Penarikan untuk rekening serta trasferannya juga sama, semuanya diperiksa. Begitu juga dengan ponselnya, sebulan sekali mami pasti akan memeriksanya, bahkan untuk pesan yang dihapus sekali pun akan diperiksa sama dia. Mami juga memperkerjakan bodyguard untuk menjaga papi sekaligus mengawasi papi. Sebenarnya apa yang dilakukan biasa saja, bagi laki-laki yang memang hidupnya benar dan tidak suka main perempuan, karena pada dasarnya godaan terbesar bagi kalangan pebisnis itu adalah perempuan. Banyak yang hancur karena perempuan dan mami tentu tidak mau itu terjadi dalam rumah tangganya." jelas Alga lagi.


"Begitu ya Kak, berarti itu papanya Naura juga sama diperlakukan seperti itu sama tante Sindi?" tanya Mayu ingin tahu.


"Iya dan dari yang aku dengar dari awal mereka menikah juga sudah begitu. Makanya sepengetahuan aku itu om David sangat bersih dari perempuan lain. Hidup dia itu benar-benar hanya untuk anak dan istrinya saja. Naura itu bisa dibilang termasuk anak yang beruntung, dia sudah diajak keliling dunia sama om Davin dan dia juga sangat memanjakan Naura."


Mayu refleks menatap Alga, bersih dari perempuan lain katanya. Jelas-jelas ada mendiang ibu Mayu dan Mayu diantara mereka. Hanya saja jika dilihat dari tanggal lahirnya, Mayu memang lebih tua 2 bulan dari Naura. Itu berarti David lebih dulu bersama mendiang ibunya Mayu dari pada Sindi. Mayu jadi makin penasaran lagi seperti apa kisah orang tuanya, dan Mayu tidak mungkin memaksa bertemu dengan papa kandungnya.


Setelah mendengar cerita Alga, Mayu mulai mengerti kenapa papanya begitu berhati-hati. Ini bahkan Mayu baru mendengar dari versi Alga belum dari versi papanya.


"Ay! Sayang, kenapa kamu menatapku seperti itu, apa kamu mau aku jadi seperti om David setelah kita menikah, yang hanya mengapdikan diri untuk anak dan istrinya saja? Aman kalau soal itu Ay, yang penting, kamu harus selalu perhatian padaku. Dua atau 3 hari sekali belajar gaya baru dan aku juga mau punya 3 anak." ujar Alga menggoda Mayu tapi dibalas dengan tatapan bingung oleh Mayu.


Pikiran Mayu masih dipenuhi tentang papa kandungnya.


"Maksudnya Kak Alga apa?" tanya Mayu tidak mengerti.


"Bukan apa-apa Ay. Makan itu es krim kamu. Udah cair itu." ujar Alga menunjuk es krim Mayu.


Mayu menoleh pada es krimnya.


"Ya ampun es krimku 18 ribu ini, sayang sekali." ujar Mayu cepat-cepat memakan es krimnya. Sayang sekali kalau sampai terbuang, belinya pakai uang itu.


Alga lagi-lagi tersenyum melihat tingkah kekasihnya. Mayunya memang selalu bersikap apa adanya.


"Ya ampun Ay, pelan-pelan dong makan es krimnya! Ini bibir kamu sampai belepotan." ujar Alga kemudian mengusap sudut bibir Mayu dengan jari tangannya. Mayu menatap tersenyum pada Alga. Mayu sudah mulai terbiasa saat Alga mengusap sudut bibir. Alga sudah sering sekali melakukan itu dan Mayu selalu menyukainya.


"Padahal kamu sudah jadi orang kaya loh Ay, sama uang 18 ribu saja segitu sayangnya." ujar Alga sambil membersihkan tangannya dengan tisu.


"Siapa bilang Mayu jadi orang kaya? Jangan ngaco deh Kak." ujar Mayu.


"Itu kamu sudah punya uang 100 juta lebih di tabungan, bukankah itu orang kaya namanya?"


"Mayu aminkan saja deh hehe ...." ujar Mayu tersenyum.

__ADS_1


Alga juga ikut tersenyum dan mengacak gemas rambut Mayu seperti biasanya.


"Ah iya Ay, itu uangnya kan lumayan banyak mau kamu pakai buat apa?" tanya Alga.


"Mau buat kontrak tempat jualan Kak."


"Bagus itu, bukankah itu kios yang tempat kamu numpang jualan belum ada yang ngontrak. Kamu kantrak itu saja!" usul Alga.


"Iya Kak, aku juga rencananya begitu. Aku juga sudah menghubungi ibunya dan dia bilang iya. Nanti kak Alga temani aku ke rumahnya ya Kak!"


"Ok. Terus untuk belanjanya kapan?"


"Maunya hari ini Kak, setelah bayar kontrakan Mayu mau langsung belanja. Besok Mayu ada acara sama Nenek, jadi hari sabtu nanti, Mayu sudah bisa beberes sekaligus mulai jualan di kios itu." jawab Mayu.


"Kamu acara kemana sama nenek?"


"Mau nginap di hotel Kak, terus mau makan di restoran juga. Mayu mau memanjakan Nenek, Kak. Mayu tidak tahu nenek hidup sampai kapan, selagi masih ada kesempatan dan mumpung uangnya ada, Mayu ingin mewujudkan semua impian nenek Kak."


Alga lagi-lagi tersenyum mendengarnya. Inilah sosok kekasihnya yang membuat Alga selalu terkagum padanya.


"Aku setuju sama kamu Ay. Kalau begitu selamat bersenang-senang ya Ay, bahagiakan nenek selagi ada waktu!" ujar Alga mantap dan tidak ada rasa cemburu sama sekali.


"Iya Kak, dan Mayu izin ya Kak, mungkin untuk besok Mayu jarang memberi kabar. Mayu benar-benar ingin fokus pada nenek saja Kak."


"Iya Ay aku mengerti dan aku juga tidak masalah sama sekali. Justru aku senang kamu bisa memanfaatkan waktu kamu sebaik-baiknya."


"Iya Kak. Kak Alga ada rekomendasi hotel yang bagus tapi harganya terjangkau enggak Kak?"


"Tentu saja ada. Hotelnya sangat bagus dan nyaman. Kamu bahkan bisa dapat diskon 80 persen. Nanti aku akan hubungi temanku. Aku bisa minta voucher padanya." ujar Alga santai.


"Seriusan bisa dapat diskon 80 persen Kak?" tanya Mayu seakan tidak percaya.


"Sangat serius, kalau kamu mau, gratis juga bisa."


"Jangan Kak, yang 80 persennya saja." ujar Mayu.


"Aku sudah menduganya Ay, makanya aku tawarkan yang 80 persen saja."


"Iya Kak, tapi kalau bisa minta kamarnya yang pemandangannya bagus ya Kak!"


"Iya Sayang, aku sudah tahu apa yang kamu mau." ujar Alga manis.


"Terima kasih Kak hehe ...."

__ADS_1


Alga kembali tersenyum melihat tingkah kekasihnya.


Sangat berbeda dengan Naura yang sedari tadi harus menahan rasa kesalnya melihat kompaknya Alga dan Mayu. Entah kapan dia bisa menggantikan posisi Mayu.


__ADS_2