
"Kak Alga! Kak Alga tadi sudah janji ya kalau Kak Alga tidak akan berpikir macem-macem." seru Mayu mengingatkan, membuat Alga tersenyum tipis.
Mayu juga mengatur kamera ponselnya kembali seperti semula.
"Habisnya dia ganteng dan masih muda Ay, ya wajar dong kalau aku langsung was-was. Takut kamu kepincut sama yang lain." ujar Alga membela diri dan kali ini gantian Mayu yang tersenyum. Dia suka melihat Alga cemburu.
"Tidak akan Kak, cinta Mayu sudah mentok pada Kak Alga." ujar Mayu mantap.
"Aku juga sama Ay. Terus dia siapa Ay?" tanya Alga lagi masih penasaran.
"Dia mas Alex, Kak." jawab Mayu membuat Alga kembali melotot.
"Seriusan dia Alex? Terus kamu ngapain makan sama dia Ay? Aku enggak suka Ay?" ujar Alga langsung to the poin.
"Iya Kak, serius dan Kak Alga juga tenang saja, mas Alex juga hanya mau minta maaf kok pada Mayu. Nanti deh Mayu ceritakan kalau Mayu sudah di rumah. Intinya mas Alex sekarang ada niatan ingin mendekati Naura." cerita Mayu.
"Beneran Ay? Kamu enggak bohong kan Ay?" tanya Alga lagi.
"Tentu saja aku enggak bohong pada Kak Alga, untuk apa juga aku bohong pada kak Alga?" balas Mayu.
"Benar juga. Syukurlah kalau begitu."
"Iya Kak dan semoga kali ini Naura bisa terbuka hatinya ya Kak." ujar Mayu penuh harap.
"Iya Ay, aku juga berharap hal yang sama Ay. Ah iya mumpung kamu lagi sama Alex sampaikan salam kenalku padanya Ay! Tanyakan juga padanya boleh aku minta nomor teleponnya. Jika memang dia serius ingin mendekati Naura, aku pasti akan mendukungnya karena Naura itu sudah ku anggap seperti adikku sendiri." ujar Alga.
"Iya Kak," ujar Mayu kemudian beralih menatap Alex dan dan menyampaikan permintaan Alga.
Alex dengan senang hati memberi nomornya dan mereka bertiga sampai mengobrol banyak.
Setelah bicara dengan Alga, Alex jadi membenarkan kata-kata Mayu kalau Alga adalah laki-laki yang baik.
"Udah dulu ya Kak, nanti lagi kita lanjut kalau Mayu sudah sampai di rumah." ujar Mayu mengakhiri pembicaraan mereka.
"Ok Ay, kamu hati-hati dan WA aku kalau sudah sampai rumah." pesan Alga.
"Siap Kak. I love you."
"I love you more Ay." balas Alga.
Mayu menutup sambungan teleponnya dan beralih pada Alex.
"Mayu pulang dulu ya Mas dan terima kasih untuk traktirannya." ujar Mayu.
"Iya Mayu sama-sama. Saya akan menghubungi kamu, jika mau datang ke rumah kamu dan pastikan Naura ada di sana." balas Alex.
"Siap Mas Alex." ujar Mayu mantap.
***
"Naura, ada kiriman makanan untuk lo!" seru Lora dari arah tangga.
"Kiriman makanan dari siapa?" tanya Lora dari lantai 3.
"Dari mister A." jawab Naura apa adanya. Itu yang disampaikan abang gofoodnya padanya.
"Siapa itu mister A?" tanya Naura lagi.
"Enggak tahu, penggemar lo kali." ujar Lora lagi.
"Buang saja kalau begitu." ujar Naura enteng dan langsung disambut dengan tatapan tidak setuju Mayu karena Mayu sangat tahu siapa itu mister A.
"Jangan begitu dong Naura. Itu makanan dibeli pakai uang loh. Pengirim makanan itu pasti sedih kalau dia tahu lo buang makanannya." ujar Mayu.
"Setuju gue." ujar Shinta ikutan.
"Kalau lo berdua setuju, ambil saja makanannya, gue sih ogah ya!" ujar Naura cuek dan tetap melanjutkan pekerjaannya.
"Seriusan ini kami yang ambil makanannya?" tanya Mayu memastikan.
"Ya serius." ujar Naura mantap. Kalau hanya makanan gampang saja baginya. Uangnya banyak dan tinggal pesan juga itu makanan akan sampai di rumah.
__ADS_1
"Oklah, kami ambil ya makanannya." ujar Mayu memilih mengalah saja. Sepertinya usaha Alex mendekati Naura dari makanan, gagal total.
"Ambil saja!" ujar Naura yang benar-benar tidak tergoda sama makanan itu.
Keesokan harinya juga sama, Naura kembali mendapat kiriman dan kali ini adalah buket bunga yang sangat cantik.
Lora dan Shinta bahkan sampai menggodanya, hanya saja itu kembali tidak ada artinya bagi Naura.
"Heh, gue engak suka buket bunga ya, gue sukanya bunga bank." ujar Naura sangat jujur membuat Mayu menepuk keningnya. Lagi-lagi Alex gagal.
Walau begitu Alex tidak berhenti sampai di situ saja. Dia kembali mengirim boneka beruang yang besar pada Naura dan lagi-lagi naura menolaknya mentah-mentah.
"Apa-apan itu boneka, gue bukan anak kecil lagi. Kalau mau boneka di gudang rumah gue juga banyak." ujar Naura dan itu dia tidak berbohong. Naura lama jadi anak tunggal dan di masa kecilnya, jika dia ulang tahun pasti ada saja yang memberikan boneka padanya. Selain itu David dan Sindi juga sangat suka membelikan dia boneka. Jika disatukan bonekanya bisa penuh satu kamar.
"Ya tapi ini bonekanya berbeda Nau. Bonekanya juga sangat lembut dan sangat enak buat dipeluk. Cocok ini buat menemani tidur." ujar Mayu kembali berusaha agar Naura mau menerima pemberian Alex.
"Ya kalau lo mau ambil saja buat menemani tidur lo! Kalau enggak mau beri pada nenek Iroh saja. Nenek Iroh katanya enggak pernah dapat boneka sebesar itu. Nenek Iroh pasti senang diberikan boneka." ujar Naura lagi dan benar-benar tidak tertarik sama boneka itu.
Mayu lagi-lagi menepuk keningnya. Sesusah ini ternyata mendekati Naura, dan berhubung barang kiriman Alex selalu gagal, Mayu menyuruh Alex datang saja ke rumahnya. Mayu juga minta Alex datang saat malam minggu karena kalau malam minggu, toko di rumahnya tutup cepat dan teman-temannya juga pergi kencan.
Ting tong ting tong
Mayu dan Naura yang sedang asik membuat popcorn untuk menemani malam minggu mereka sama-sama menoleh.
"Ada tamu Nau, lo buka pintu!" ujar Mayu sambil memindahkan popcornnya ke dalam wadah.
"Siapa sih tamu yang datang, ganggu saja. Jangan-jangan lo pesan makan ya!" tuduh Naura.
Naura sangat tahu kalau malam minggu, Mayu jarang sekali kedatangan tamu kecuali Alga waktu itu.
"Ya enggak lah, ngapain juga gue pesan makanan. Tante Dira habis kirim makanan yang banyak untuk gue." ujar Mayu.
"Benar juga," ujar Naura dan dengan langkah malas Naura jalan ke arah pintu.
Mayu menatap Naura dan ada senyum di wajahnya. Dia sangat tahu siapa yang berkunjung ke rumahnya.
"Loh! Mas Alex ngapain ke sini?" seru Naura dan menatap tidak suka pada tamu yang datang ke rumah Mayu. Naura pikir Alex sudah tobat dan tidak mau lagi mengganggu Mayu, mengingat ini sudah lebih dua minggu dari terakhir kali dia datang ke rumah Mayu.
"Kedatangan saya ke sini hanya mau menghantarkan pesanan Alga, Naura. Ini!" ujar Alex sambil menunjukkan satu buket bunga dan satu kotak pizza.
Naura seketika menatap tidak percaya pada Alex, dia tidak salah dengar bukan kalau itu pesanan Alga? Ini Alex lagi modus atau gimana? Sungguh Naura enggak bisa percaya begitu saja pada Alex. Padahal itu adalah ide dari Alga.
"Naura, siapa yang datang?" ujar Mayu menghampiri mereka dan itu karena Naura tidak kunjung masuk juga. Mayu khawatir Naura mengusir Alex mengingat Naura tidak suka pada Alex.
"Ini mas Alex dan dia ngaku-ngaku bawa pesanan kak Alga. Ngarang banget kan dia." ujar Naura langsung to the poin.
Mayu tersenyum tipis mendengarnya. Mayu yakin Alex tidak mungkin ngarang karena komunikasi Alga dan Alex memang lancar belakangan ini. Mereka sama-sama anak pebisnis dan sama-sama pernah kuliah dan sedang kuliah di luar negeri. Omongan mereka pastinya cepat nyambung.
"Mas Alex enggak ngarang Naura. Lo enggak tahu ya, kalau mas Alex dan Kak Alga sebenarnya berteman." ujar Mayu membuat Naura seketika menatap padanya.
"Serius lo?" tanya Naura memastikan.
"Tentu saja serius. Kak Alga sendiri kok yang cerita pada gue." ujar Mayu dan beralih pada Alex.
"Ayo masuk Mas," ujar Mayu mempersilahkan tamunya.
"Iya Mayu. Mayu ini pesanan Alga, semoga kamu suka." ujar Alex memberikan barang bawaannya.
"Saya pasti suka Mas. Terima kasih ya Mas." ujar Mayu kemudian menciium bunganya.
"Sama-sama Mayu. Pacar kamu itu memang benar-benar sweet ya, tahu saja dia cara buat kamu senang. Alga memang laki-laki sejati." ujar Alex lagi.
"Ya gitu deh Mas," ujar Mayu. Sedangkan Naura, dia hanya menatap heran keduanya. Sejak kapan Mayu seakrab itu dengan Alex? Perasaan terakhir kali Mayu bertemu dengan Alex, hubungan mereka sangat kaku. Apa jangan-jangan Mayu dan Alex ada bertemu tanpa sepengetahuan Naura.
"Hei Naura, jangan diam saja, sini duduk!" ujar Mayu menegur naura sambil meletakkan pizzanya di meja sofa, sementara buket bunganya dia pajang di pot yang Alga belikan spesial untuknya.
"Iya Mayu," ujar Naura dan dengan malas duduk di sofa. Naura diam-diam menatap pada Alex dan Alex juga melakukan hal yang sama. Arah tatapan mereka terlihat berbeda, Naura menatap kesal sedangkan Alex ada tatapan kekaguman di matanya. Naura terlihat lebih cantik kalau tidak dandan dan cantiknya itu alami. Jujur saja Alex lebih suka malihat Naura dengan tampilan alaminya dari pada dandan.
"Nau, pizzanya dibuka dong Nau!" ujar Mayu lagi sambil jalan ke arah kamar.
"Nek, mau makan pizza enggak Nek?" tanya Mayu.
__ADS_1
"Enggak Nak, Nenek masih kenyang." ujar Nenek Iroh. Dia sudah ngantuk tentu dia lebih memilih tidur dari pada makan pizza. Lagian belakangan ini hampir setiap hari dia makan enak, tentu makanan enak itu sudah bukan menarik lagi baginya.
"Ya sudah kalau Nenek tidak mau. Selamat tidur ya Nek, semoga mimpi indah."
"Iya Nak," ujar nenek Iroh.
Mayu kembali keluar kamar dan ikut gabung bersama Naura dan Alex.
"Waw pizzanya masih hangat, enak Ini. Mas Alex silahkan dimakan, lo juga Nau!" ujar Mayu sambil mengambil sepotong Pizza.
"Iya," kompak Naura dan Alex. Alex ikut mengambil pizzanya sedangkan Naura hanya diam saja. Dia lagi tidak ingin makan pizza.
"Lo kenapa diam saja Nau? Enggak mau pizza lo?" tanya Mayu sambil makan.
"Lagi enggak ingin gue."
"Oh. Ah iya gue belum menawarkan minum loh buat Mas Alex. Mas Alex mau minum apa Mas?" ujar Mayu sambil mengode Alex.
"Jeruk hangat saja Mayu." jawab Alex sangat mengerti kode Mayu.
"Kebetulan sekali saya juga ingin jeruk hangat." ujarnya dan beralih pada Naura.
"Naura lo kan lagi enggak makan, tolong dibuatkan dong! Pliss!" ujar Mayu dengan wajah sok imutnya.
"Iya," ujar Naura menurut.
"Nau sekalian itu popcornnya bawa sini dong!" pinta Mayu lagi.
"Iya," ujat Naura lagi-lagi menurut dan tentu saja senyum Mayu semakin melebar.
"Terima kasih Naura cantik." ujar Mayu lagi begitu Naura meletakkan popcorn di meja.
"Iya, sama-sama." ujar Naura dan kembali membuat minum.
"Kalau mau popcorn silahkan saja Mas! Enggak usah malu-malu." ujar Mayu pada Alex.
"Iya Mayu, saya tidak akan malu. Kamu suka ngemil popcorn?" tanya Alex melihat popcorn yang cukup banyak itu.
"Suka Mas dan Naura juga sama, lumayan buat teman kami nonton drama Korea. Maklum Mas kami kan tidak ada yang mengapel, jadi malam minggu kami ya hanya nonton drama Korea saja sambil ngemil popcorn."
"Kasihan. Apa seperti ini aktivitas kalian tiap malam minggu?"
"Tidak juga Mas, biasnya kami akan ke rumah mommy dan daddy dan kami akan seru-seruan di sana. Hanya saja, minggu ini daddy ada kerjaan di Bali dan mommy menemaninya. Makanya kami di sini saja."
"Berarti Naura tidur di sini bersama kamu?"
"Ya gitu deh Mas. Kenapa, apa Mas mau ikut tidur di sini bersama kami?"
"Ya enggak lah, bisa dimu*ilasi Alga, saya." ujar Alex dan langsung disambut tawa Mayu.
Naura yang mendengar tawa Mayu semakin bertanya-tanya saja. Keakraban Mayu dan Alex benar-benar di luar prediksinya.
"Terima kasih Naura," ujar Mayu dan Alex begitu Naura meletakkan minumannya di atas meja.
"Sama-sama," ujar Naura dan meletakkan nampannya di meja.
"Ah iya Mas Alex, suka nonton derama Korea enggak?" tanya Mayu lagi.
"Tidak begitu suka, tapi kalau kalian mau sekalian nonton silahkan saja, saya tidak masalah." ujar Alex.
"Ok Mas," ujar Mayu kemudian menyalakan televisinya.
Mereka bertiga mulai asik nonton dan sesekali berkomentar tentang apa yang mereka tonton. Mayu yang merasa waktunya sudah tepat, diam-diam mingirim pesan pada Alga supaya menghubunginya dan tidak lama setelah itu ponselnya bunyi ada panggilan dari Alga.
"Naura, Mas Alex, Kak Alga video call, saya jawab dulu ya!"
"Iya Mayu." jawab Alex.
"Jangan lama-lama May!" ujar Naura mengingatkan. Dia malas berduaan dengan Alex.
"Ok," ujar Mayu dan diam-diam mengacungkan jempolnya pada Alex.
__ADS_1