Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Fitnah


__ADS_3

Alga yang baru masuk toko tampak bingung begitu melihat suasana yang hening dan tatapan semua mata tertuju pada Lia.


Begitu juga dengan Rangga dan Jerry yang baru masuk dari arah pintu bagian dalam rumah. Mereka juga tidak kalah bingungnya. Kenapa semuanya diam? Apa terjadi sesuatu?


"Kenapa Mbak, apa Mbak mau ikut pergi bersama saya? Silahkan saja. Saya tidak akan melarang Mbak. Lagian untuk apa juga Mbak bertahan di toko yang jelas-jelas tidak jujur dan saya percaya toko yang tidak jujur, tak akan bertahan lama. Sebentar lagi juga pasti bangkrut itu. Lihat saja!" ujarnya dengan wajah sombongnya.


"Bukan Ibu, Ibu salah. Saya hanya ingin menujukkan ini!" ujar Lia kemudian mengangkat ponselnya dan menujukkan video ibu itu. Video saat ibu berbisik-bisik dengan ibu yang satunya lagi. Mereka kemudian saling memberi kode dan setelah itu dengan gerakan yang sangat hati-hati mereka mengambil gunting dari tasnya, lalu menggunting kecil kolor yang sebelumnya dia protes, begitu juga dengan benang bhnya.


Wajah sombong ibu itu seketika pucat begitu melihat videonya. Dia menelan ludah takut karena perbuatan jahatnya sudah ketahuan, dan dia tidak mungkin bisa mengelak lagi karena orang yang ada dalam video itu adalah dia.


"Oh jadi kolor bolong dan benang putus itu adalah ulah kalian? Pantas saja dari tadi kalian sangat kompor. Kenapa kalian jahat sekali pada kami hah?" marah Yudha dan menatap tajam pada ibu-ibu itu. Dia benar-benar tidak habis pikir dengan ibu-ibu itu, biasa-bisa mereka mau finah Maga Wear. Apa salah Maga Wear pada mereka?


Ibu-ibu itu semakin ketakutan melihat tatapan marah Yudha. Mereka yang tidak ingin diamuk oleh Yudha dan teman-temannya memilih kabur saja.


Alga yang masih berdiri di ujung pintu seketika menahan salah satu dari ibu itu. Begitu juga dengan Lia dan para calon pembeli lainnya mereka juga menahan ibu lain yang mau kabur.


"Lepas!" teriak ibu itu berusaha melepaskan diri dari Alga.


"Ibu jangan coba-coba kabur dari sini ya, atau kami akan bawa masalah ini ke jalur hukum. Ingat kami sudah punya bukti perbuatan jahat kalian. Jangan sampai kesabaran kami habis karena kalian. Sekarang sebaiknya kalian masuk ke dalam dan tujukkan pada saya siapa saja orang yang sudah satu komplotan dengan kalian." ancam Yudha.


Ibu itu tidak lagi berani melawan. Dia tentu tidak mau kalau kelakuannya dilaporkan pada polisi. Apa kata anak dan suaminya nanti? Mereka bisa marah besar padanya. Begitu juga dengan tetangga. Dia pasti akan sangat malu.


"Jangan laporkan kami ke polisi Mas!" ujarnya dengan raut wajah semelas mungkin dan sangat berbeda dengan sebelumnya.


"Makanya masuk saya bilang! Kita selesaikan semuanya di dalam." tegas Yudha sambil menujuk pintu penghubung antar rumah dan toko.


Yudha tahu ibu ini salah tapi dia tidak setega itu mempermalukan mereka dihadapan banyak orang.


***


"Semuanya boleh lanjut belanja lagi dan maafkan kami atas keributan yang baru saja terjadi." ujar Mayu begitu 4 orang ibu masuk rumah bersama dengan Yudha dan Alga.


"Tidak perlu minta maaf May, ini jelas bukan salah kalian tapi salah ibu-ibu itu tadi. Lagian jahat banget sih mereka, bisa-bisanya mereka fitnah Maga Wear. Lo yang sabar ya May, dan gue yakin karena fitnahan itu Maga Wear akan semakin sukses lagi. Kalian juga harus tetap semangat May, jangan karena satu fitnahan kalian langsung drop." ujar Noni teman Riana.


"Iya Non, terima kasih dan kami semua pasti akan tetap semangat." ujar Mayu mantap dan menunjukkan kepalan tangannya.


"Mantap!"


Mayu mengangguk kemudian beralih pada Lia.


"Kak Lia terima kasih banyak ya sudah mau membantu kami. Apa yang Kak Lia lakukan hari ini sangat berarti untuk Mayu dan teman-teman Kak." ujar Mayu tulus.


"Sama-sama Mayu, dan anggap saja apa yang baru saja gue lakukan adalah sebagai bentuk permintaan maaf gue pada lo. Maafkan gue ya yang dulu sering sekali berbuat jahat pada lo. Gue menyesal Mayu, kelakuan gue waktu itu memang sangat kekanakan, dan sekarang gue sudah sadar kalau lo memang paling pantas untuk Alga. Lo itu sangat baik dan tulus, cocok dengan Alga yang sama baik dan tulusnya." balas Lia tidak kalah tulusnya membuat senyum tulus seketika terbit di wajah Mayu.

__ADS_1


Mayu benar-benar tidak menyangka kalau Lia mau mengakui kesalahannya dan minta maaf pada Mayu.


"Iya Kak, Mayu sudah memaafkan Kak Lia bahkan jauh sebelum Kak Lia minta maaf." ujar Mayu mantap.


Gantian Lia yang tersenyum.


"Terima kasih Mayu. Mau berpelukan dengan gue?" ujar Lia sambil merentangkan tangannya.


"Tentu saja." ujar Mayu dan langsung memeluk erat Lia.


"Sekali lagi terima kasih ya May sudah memaafkan gue dan gue doakan semoga Maga Wear semakin sukses lagi. Gue juga akan bantu promo pada teman-teman gue dan keluarga gue yang lain." ujar Lia begitu dia melepas pelukannya.


"Iya Kak, terima kasih juga ya Kak."


"Sama-sama."


"Mayu, gue juga minta maaf untuk semuanya ya, dan gue janji gue tidak akan mengulanginya lagi." ujar Rani yang sedari tadi berdiri di samping Lia.


"Iya Kak Rani, Mayu sudah memaafkan Kak Rani. Mau berpelukan juga?" ujar Mayu tersenyum kemudian merentangkan tangannya.


"Tentu saja," ujar Rani dan langsung memeluk Mayu.


"Mayu, gue juga mau mengucapkan selamat untuk lo dan tim Maga Wear. Maga Wear keren Mayu, gue suka sama produknya. Ah iya berhubung gue tidak bisa berbuat sesuatu seperti halnya yang Lia lakukan, maka gue putuskan borong Maga Wear sebanyak 20 pieces sebagai bentuk permintaan maaf gue." ujar Rani begitu melepas pelukannya.


"Dan gue juga sangat ikhlas mau membantu lo. Lagian ini bukan buat gue saja Kok, lo tenang saja. Gue mau berbagi sama, bunda gue, mbak gue dan sepupu gue, hitung-hitung bantu promo juga."


"Kalau begitu terima kasih ya Kak, dan Mayu doakan semoga rejeki Kak Rani dan orang terdekatnya semakin banyak lagi."


"Amin."


"Ah iya, kalau Kak Rani dan Kak Lia tidak keberatan, mau masuk dulu enggak Kak? Mayu masih penasaran soal video itu."


"Tentu saja kami tidak keberatan. Kami selesaikan dulu belanjanya, setelah itu kami akan ikut masuk." ujar Lia.


"Terima Kasih Kak," ujar Mayu senang. Mayu juga sangat lega akhirnya masalahnya selesai juga.


"Sama-sama."


***


"Gimana Kak, apa apa mereka sudah mengakui perbuatannya?" tanya Mayu begitu masuk rumah dan berdiri di samping Alga.


"Iya sudah Ay, mereka sudah mengaku salah dan mau ganti rugi juga soal barang yang mereka rusak." jawab Alga.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, terus apa tujuan mereka melakukan itu pada Maga Wear?" tanya Mayu lagi.


"Mereka bilang, mereka sirik pada Maga Wear hanya saja Yudha dan Rangga tidak mempercayainya. Rangga dan Yudha yakin kalau mereka pasti disuruh oleh seseorang." jelas Alga.


"Mayu juga mikirnya begitu Kak, tapi kita tunggu Kak Lia dan Kak Rani masuk saja. Sepertinya mereka tahu sesuatu." ujar Mayu.


Alga menganggukkan kepalanya.


Beberapa menit kemudian Lia masuk bersama Rani dan ikut berdiri di belakang Alga dan Mayu. Perhatian mereka kembali kepada ke 4 ibu itu yang sedang duduk di hadapan Rangga dan Yudha.


"Sekali lagi saya tanya Ibu, apa tujuan kalian melakukan itu pada kami? Apa kami punya salah pada pada kalian?" tanya Rangga.


"Kalian tidak salah Mas, kami benaran hanya sirik saja pada kalian. Para tetangga kami banyak yang membicarakan kalian dan mereka memuji kalian. Kami hanya tidak suka saja mendengar pujuan mereka." ujar salah satu dari ibu.


"Siapa saja nama tetangga ibu itu dan apa saja yang dikatakannya tentang kami?" tanya Rangga lagi.


"Ee ee itu Mas ... nama mereka banyak dan kalau pun kami sebutkan, kalian tidak akan mengenalnya." jawabnya lagi dan terlihat gugup.


"Tidak apa-apa kalau pun kami tidak mengenalnya. Kami bisa mendatanginya nanti, dan menanyakan kebenaran dari apa yang kalian katakan." ujar Rangga lagi tidak menyerah.


"Na-namanya Tu-Tuti Mas, ada juga Iroh." jawabnya lagi membuat Alga dan dan Mayu seketika saling menatap begitu juga dengan Rangga dan Yudha. Mereka ingin marah tapi mereka ingin ketawa juga.


"Ibu yakin namanya Tuti? Tuti itu nama ibu saya loh dan Iroh itu nama neneknya Mayu, dan itu orangnya ada di belakang kalian." ujar Rangga membuat ibu seketika terkejut dan Rangga sangat paham arti dari keterkejutan itu. Dia semakin yakin kalau ibunya berbohong.


"Sa-saya ya-"


"Udah Ibu, lebih baik ibu mengaku saja dan jangan membuat masalah ini jadi berbelit-belit. Saya sangat tahu kalau kalian disuruh oleh seseorang. Saya melihat kalian saat melakukan negosiasi dengan orang itu." ujar Lia tiba-tiba dan memotong ucapan ibu itu.


Mayu dan yang lainnya kembali menatap pada Lia.


"Benarkah Lia kalau lo melihat mereka sedang bernegosiasi?" tanya Yudha.


"Tentu saja benar, dan gue sangat mengenal orang itu. Itu juga alasannya kenapa gua diam-diam merperhatikan ibu-ibu ini dari awal mereka masuk toko, dan ternyata apa yang gue pikirkan adalah benar." jawab Lia lagi.


"Baguslah kalau begitu." ujar Yudha dan kembali fokus pada ibu itu.


"Lihatlah ibu, kami sudah punya bukti lagi kalau kalau itu memang disuruh sesorang. Sekarang sebaiknya kalian mengaku saja, sebelum kami semakin marah lagi pada kalian!" seru Yudha. Kesabarannya benar-benar diuji sama ras terkuat di bumi.


"Ba-baik Mas, kami akan mengaku." ujarnya akhirnya.


"Dari tadi kek!" ujar Rangga kesal.


"Sabar Ngga." ujar Yudha dan kembali menatap ibu-ibu itu.

__ADS_1


"Siapa yang sudah menyuruh kalian?" tanya Yudha lagi.


__ADS_2