
Tidak hanya Mayu yang terkejut, tapi Naura juga. Bahkan senyum di wajah Naura seketika memudar begitu melihat apa yang dipakai Mayu. Bagaimana mungkin, semua yang melekat dalam tubuh Mayu, sama persis dengan apa yang dia pakai kecuali gaunnya.
Sama halnya dengan Alga, Alga yang semula masih biasa saja, seketika terdiam begitu melihat apa yang dipakai Naura.
'Kenapa om David membelikan perhiasan yang sama pada Mayu dan Naura? Bahkan tas dan jam tangan mereka juga sama. Sebenarnya apa yang sedang direncanakan om David? Apa dia berencana membongkar rahasia tentang dia dan Mayu?' batin Alga.
Alga sangat yakin jika maminya atau Sindi melihat apa yang dipakai Mayu dan Naura, mereka pasti akan curiga, karena enggak mungkin saja rasanya Mayu dan Naura bisa memakai barang yang sama, kecuali ada seseorang yang sengaja membelikannya untuk mereka berdua.
Benar saja dugaan Alga, Sindi yang baru saja muncul di belakang anak dan suaminya seketika terdiam begitu melihat semua yang menempel di tubuh Mayu. Sindi bahkan langsung memeriksa apa yang dipakai Naura karena takutnya Mayu maling punya anaknya, dan ternyata semua perhiasan Naura masih lengkap dan tidak kurang suatu apa pun.
'Bagaimana mungkin Naura dan Mayu memakai perhiasan yang sama.' batin Sindi.
Sindi kembali memperhatikan Mayu. Tanpa sadar dia seketika melotot begitu sadar dengan satu hal.
Sindi baru sadar kalau Mayu ada kemiripan dengan suaminya, juga sosok perempuan yang dulunya sangat dibencinya. Kemana saja dia selama ini, kenapa dia baru menyadari soal itu sekarang?
'Enggak ... enggak ini enggak mungkin.' batin Sindi. Sindi jadi gugup sendiri dan berharap apa yang dipikirkannya tidak benar.
'Mayu tidak mungkin anak kandung David dan perempuan bodoh itu.' batin Sindi lagi.
Sindi tidak bisa diam saja, dia harus memberitahukan tentang apa yang dipikirkannya pada Dira. Dira harus tahu soal ini.
Padahal Sindi dan Dira sudah punya rencana besar untuk Alga dan Naura malam ini.
Sindi kembali meninggalkan anak dan suaminya, dia pergi menemui Dira.
Sementara David si pelaku utama, terlihat biasa saja. Dia memang sengaja melakukan ini semua untuk mengacaukan rencana Dira dan Sindi. Dia sudah tahu soal rencana Sindi dan Dira yang ingin mengumumkan pada semuanya soal pertunangan Alga dan Naura, dan itu tanpa sepengetahuan Alga tentunya. Untuk itu David memilih mempercepat melakukan rancananya soal Mayu. Dia tidak ingin Dira dan Sindi sampai nekad mengumumkan soal pertunangan itu, karena kalau sampai pertunangan itu diumumkan dihadapan semuanya, sudah pasti Mayu yang merasa malu dan tidak dianggap. Alga juga tidak akan bisa berbuat apa-apa karena ini menyangkut nama baik keluarga besar Pratama serta nama baik David sendiri.
David tentu tidak ingin melihat anak sulungnya dipermalukan. Selain itu David juga tidak ingin Mayu merasa sedih dan kecewa untuk yang kesekian kalinya. Sudah cukup semua rasa sedih dan kecewa Mayu selama ini.
David juga punya banyak rencana setelah ini, dan dia juga sudah mempersiapkan dirinya karena dia yakin dengan apa yang dipakai Mayu, pasti Sindi dan Dira akan curiga padanya, kalau dia adalah ayah kandung Mayu.
__ADS_1
"Selamat malam Alga, boleh Om dan keluarga duduk di sini?" tanya David memecah keheningan diantara mereka.
"Te-tentu saja bisa Om. Silahkan duduk Om!" ujar Alga sedikit gugup dan lagi-lagi, dia dibuat penasaran sama David. Apa maksud David mengatakan dia dan keluarga? Apa ini secara tidak langsung David mengatakan kalau Mayu adalah bagian dari keluarganya? Ah, Alga benar-benar dibuat pusing sama calon ayah mertuanya. Entah apa yang sedang dia rencanakan.
"Terima kasih Alga." ujar David dan beralih pada Naura yang hanya diam saja dan tatapan matanya masih tertuju pada Mayu.
"Naura, ayo duduk!" ujar David kemudian duduk di samping Alga.
"Ah iya Dad," ujar Naura dan masih sempat-sempatnya melirik tidak suka pada Mayu. Naura benar-benar tidak bisa terima kalau Mayu memakai barang yang sama dengannya, dan Naura benar-benar tidak kepikiran kalau Mayu adalah kakaknya, karena memang tidak pernah ada yang menyinggung soal David yang mempunyai anak lain selain Naura.
Mayu yang sangat sadar dengan tatapan tidak suka Naura, berusaha bersikap biasa saja pada Naura. Mayu lebih memilih melirik diam-diam pada David.
Mayu juga sama penasarannya dengan Alga. Apa maksud daddynya melakukan ini semua?
Untuk beberapa saat mereka hanya saling diam dan sibuk dengan pikiran masing-masing, hingga akhirnya Alga memilih bicara duluan.
"Tante Sindi dimana Om? Apa dia tidak datang bersama kalian?" tanya Alga mencoba berbasa-basi memulai pembicaraan mereka. Alga yang sebelumnya sangat sibuk dengan rasa penasarannya sampai tidak sadar kalau sebelumnya Sindi sempat datang, lalu kemudian dia pergi lagi.
"Oh," ujar Alga.
Sementara itu Sindi, sudah sampai di tempat Dira yang sedang bersiap-siap mau memasuki tempat acara.
Sindi terlihat ragu mau menghampiri Dira atau tidak. Sindi sangat tahu ini acara penting untuk Dira dan dia tidak enak kalau harus mengganggu Dira. Hanya saja Sindi juga sudah tidak bisa menahan dirinya. Sira harus tahu soal rasa curiganya.
'Apa sebaiknya nanti saja aku beritahukan soal kecurigaanku? Tapi bagaimana kalau Mbak Dira keburu mengumumkan soal pertunangan itu. Masalah akan jadi panjang nanti, dan saat ini masalah Mayu dan David lah yang lebih penting.' batin Nindi.
Nindi yang tidak bisa menahan diri akhirnya memilih mendekati Dira.
"Mbak bisa bicara sebentar, ada hal yang sangat penting yang harus aku sampaikan." bisik Sindi.
"Iya boleh, tapi hanya sebentar saja." ujar Dira.
__ADS_1
"Iya Mbak," ujar Sindi kemudian membawa Dira menjauh dari Pratama.
"Apa yang mau kamu bicarakan Sindi?" tanya Dira dengan suara pelan.
"Begini Mbak, soal rencana kita yang ingin mengumumkan soal pertunangan Alga dan Naura, sebaiknya ditunda saja." ujar Sindi dengan berat hati.
"Kenapa begitu Sin? Ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita dan Alga tidak akan bisa menolak lagi, karena ini tak hanya menyangkut nama baik 2 keluarga besar, tapi ini juga menyangkut nama baik Pratama group juga." ujar Dira.
Mereka sudah memikirkan ini semua, dan Dira rasa ini adalah cara terbaik untuk membuat Alga tidak bisa berkutik lagi. Dira yakin, Alga tidak mungkin mengorbankan semuanya hanya demi Mayu.
"Aku tahu Mbak, tapi masalahnya aku sudah menemukan fakta baru soal orang yang selama ini mendukung penuh Mayu, dan orang itu adalah orang terdekat kita Mbak, dan itu bukan Alga tentunya." ujar Sindi.
"Benarkah, siapa orangnya?" tanya Dira cepat.
"David Mbak. Aku curiga kalau Mayu adalah anak kandung David dan perempuan itu." ujar Sindi menyerupai bisikan karena tidak ini ada yang mendengar apa yang mereka bicarakan.
Mata Dira seketika terbelalak mendengarnya.
"Ba-bagaimana mungkin, kalau Mayu itu anaknya David? Kamu pasti salah itu Sindi?" ujar Dira tidak kalah pelannya dan raut wajahnya tampak syok. Dia juga belum bisa percaya dengan apa yang dikatakan Sindi.
"Aku juga berharapnya, apa yang aku pikirkan salah Mbak. Hanya saja setelah aku melihat apa yang dipakai Mayu, serta memperhatikan baik-baik wajahnya. Aku menemukan ada kemiripan dengan David. Selama ini kita tak pernah kepikiran sampai ke sana, makanya sulit bagi kita menemukan orang yang berdiri di belakang Mayu." jelas Sindi.
"Memangnya apa yang dipakai Mayu?" tanya Dira lagi.
"Mayu memakai perhiasan, jam tangan dan tas yang sama persis dengan Naura, Mbak. Dan siapa lagi yang bisa membelikan semua itu kalau bukan David?"
"Bisa saja itu hanya kebetulan atau bisa jadi juga kalau Mayu itu anak saudara atau temannya David." ujar Dira lagi.
"Aku juga berharap ini hanya kebetulan Mbak, tapi kalau dilihat dari umur Mayu yang seumuran Naura, kemungkinan besar kalau Mayu adalah anaknya David."
"Hanya kemungkinan kan, dan itu belum pasti. Setelah pesta ini selesai kita akan selidiki lebih lanjut lagi, bila perlu kita akan melakukan tes DNA saja biar semuanya jelas, dan aku yakin sekali, kalau Mayu itu pasti bukan anak David."
__ADS_1
"Semoga saja Mbak."