Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Melamar


__ADS_3

"Mayu, selamat ya." ujar Dira sambil memeluk calon menantunya.


"Terima kasih Tante." ujar Mayu. Mayu sebenarnya ingin bertanya soal Alga yang tingkahnya cukup menyebalkan dari kemarin. Hanya saja dia harus menahan diri karena harus menyapa tamunya yang lain.


"Sama-sama Mayu. Mayu, Tante ada hadiah untuk kamu dan semoga kamu menyukainya." ujar Dira kemudian memberikan satu kotak kecil pada Mayu.


"Ini untuk Mayu, Tante?" tanya Mayu memastikan.


"Tentu saja, dan kamu tenang saja, Naura juga dapat hadiah yang sama." ujar Dira tanpa ditanya. Selama Mayu belum resmi jadi menantunya tentu dia tidak akan membedakan antara Mayu dan Naura karena Dira sayang pada mereka berdua.


"Terima kasih banyak Tante. Mayu buka ya Tante?" ujar Mayu.


"Silahkan!"


"Ini cantik sekali Tante." ujar Mayu begitu melihat gelang emas putih yang berkilau.


"Kamu suka?" tanya Dira.


"Suka sekali tante. Terima kasih sekali lagi Tante."


"Sama-sama,"


Mayu kemudian beralih pada Pratama yang sudah berdiri dari duduknya.


Dia tersenyum pada Mayu dan menjabat erat tangan Mayu.


"Mayu selamat, kamu memang mantap dan sudah cocok jadi calon menantu." ujar Pratama membuat Mayu tersenyum. Bisa saja ini calon mertuanya.


"Terima kasih Om."


"Sama-sama."


Mayu beralih pada Vivi dan tamunya yang lainnya. Tidak hanya keluarga dan temannya saja yang dia sapa, tapi keluarga dari teman-temannya juga karena mereka semua memang saling kenal.


Setelah menyapa tamu mereka, Mayu dan teman-temannya ikut makan bersama mereka semua dan tampak bahagia di wajah mereka. Sembari makan, Deva teman Alex bernyanyi untuk mereka semua. Terkadang mereka juga bernyanyi bersama dan lagu yang mereka nyanyikan juga bermacam-macam dari yang lagu sedih sampai lagu senang. Bahkan lagu kemesraan juga mereka nyanyikan bersama.


Mayu dan teman-teman mereka yang sudah selesai makan dan sampai berpegangan tangan dan membuat lingkaran.


"Kemesraan ini jangan lah cepat berlalu ...." Mayu dan teman-temannya bernyanyi sambil menahan air mata. Tidak bisa dipungkiri salah satu momen yang paling ditunggu memang momen lulus sidang skripsi tapi tidak bisa dielakan juga momen itu adalah satu momen tersedih karena setelah itu, tidak akan ada lagi yang namanya belajar di kelas atau ngerumpi di kelas. Dan bisa dibilang setelah itu mereka akan memasuki babak baru dalam hidup mereka dan tentunya dengan perjuangan yang lebih berat lagi.


"Hei, udah dong semua. Jangan ada yang bersedih! Ini adalah hari bahagia, saatnya kita menikmati momen bahagia kita saja. Abang Deva ganti lagunya dengan lagu yang meriah dong!" ujar Naura.


"Siap. Kalian mau lagu apa?" ujar Deva.


"Lagu dangdut!" seru Lora semangat dan langsung mendapat sorakan dari Mayu dan yang lainnya.


"Setuju!" ujar Rangga mendukung kekasihnya dan jadilah Deva memainkan musik dangdut.


Mayu dan teman-temannya tampak goyang dengan bahagianya, bahkan tidak jarang juga mereka mengajak keluarga mereka berjoget.


"Ee ee A!" kompak mereka sambil bergoyang.


"Bagi yang mau nyawer, boleh lah!" seru Mayu. Ini hari-hari terakhir, mareka harus menikmatinya sepuasnya.


"Yang merasa bos besar, boleh tuh!" tambah Yudha lagi.


Pratama tentu saja merasa tersindir, tapi sayangnya dia tidak punya banyak uang cash. Dia tidak mungkin memberikan beberapa orang saja. Minimal harus kebagian semuanya walau cuma selembar.


"Mami ada bawa uang cash?" tanya Pratama pada isterinya?"

__ADS_1


"Ada sih Pi, tapi tidak banyak. Paling hanya 2 juta."


"Enggak apa-apa, bawa sini! Mami sekalian tanya Vivi apa dia punya uang cash." ujar Pratama sambil membuka dompetnya dan mengeluarkan semua uang cashnya.


"Ea asik!" seru Naura dan yang lainnya begitu Pratama berdiri dan mamamerkan uangnya.


"Bagi yang mau, datang ke sini!" ujar Pratama.


"Siap!" kompak Mayu dan teman-temannya. Mayu kemudian maju terlebih dulu sambil goyang dan diikuti oleh Naura dan yang lainnya. Acara kelulusan sidang skripsi Mayu dan teman-temannya benar-benar dibuat berbeda.


Setelah semuanya dapat saweran dan mereka juga capek bergoyang. Lagunya diganti menjadi lagu romantis. Bagi yang memiliki pasangan tampak bermesraan dengan pasangannya.


Mayu yang tidak memiliki pasangan hanya gigit jari dan menatap teman-temannya dengan wajah mupengnya. Apalagi lagi saat mereka mulai berdansa dan hari juga sudah mau gelap, suasana romantisnya di sekitar mereka benar-benar mendukung.


Mayu tanpa sadar mengerucutkan bibirnya, andai ada Alga bersamanya maka dia tidak akan kesepian di tengah keramaian.


Mayu yang tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihannya memilih mengambil ponselnya.


Tanpa sadar Mayu menarik nafas dalam begitu belum juga mendapat kabar dari Alga. Sungguh ini benar-benar aneh menurut Mayu karena tidak biasanya Alga tidak memberinya kabar sampai selama Ini. Terakhir kali Alga memberinya kabar sekitar jam 10 menjelang siang dan sekarang sudah mau jam 6 menjelang malam. Sebenarnya apa yang sedang dilakukan oleh kekasihnya?


Mayu yang tidak ingin menunggu lebih lama lagi, akhirnya memilih menghubungi Alga.


[Nomor yang anda tuju sedang ....]


Mayu sampai menatap tidak percaya pada ponselnya karena ini tumbenan sekali ponsel Alga tidak aktif. Mayu kemudian mengecek pesan yang dia kirim pada Alga. Ada yang sudah masuk tapi belum dibaca dan sebagian lagi memang masih centang satu.


Mayu tiba-tiba dilanda rasa khawatir karena tidak biasanya Alga menghilang. Mayu yang sudah tidak bisa menahan diri, memilih bangun dari duduknya, dia harus bicara dengan Dira dan menanyakan soal Alga.


Serr dukdukdukduk


Baru juga Mayu bangun dari duduknya terdengar suara helikopter yang sangat keras dari atas restoran.


Mayu dan yang lainnya refleks menoleh ke atas. Helikopter itu berhenti tepat di atas restoran kemudian melempar bunga ke arah mereka. Mayu sampai menutup mulutnya apa ini saatnya Alex akan melamar Naura?


Laki-laki kemudian turun menggunakan tali.


Mayu dan teman-temannya sampai menatap takjub, apalagi begitu dia sampai di pertengahan dan memberi kode ke atas. Hingga tidak lama setelah itu gulungan sepanduk diturunkan dan muncullah tulisan WILL YOU MARRY ME.


Entah pada siapa kata-kata itu ditujukan, yang jelas Mayu dan yang lainnya lagi-lagi semakin takjub saja.


Disaat bersamaan musik dimatikan, Rangga teman-temannya berlari cepat ke dekat panggung. Mereka kemudian mengambil cepat sepanduk yang sudah mereka siapkan dan membentangkannya. Sepanduk itu juga bertuliskan will you marry dan entah pada siapa masih belum ketahuan karena Naura dan Alex juga hanya berdiri saja. Alex juga tidak hanya diam saja.


Tet te tet.


Mayu dan yang lainnya kembali menoleh ke lantai dua begitu mendengar suara terompet. Mereka semua yamg dilantai dua sudah berdiri di pinggir dan sambil berbaris.


"Will you marry me!" seru mereka dan mereka kemudian mengangkat huruf masing-masing dan tulisannya juga sama will you marry me.


Mayu semakin takjub juga penasaran, kata-kata itu ditujukan pada siapa? Sama halnya dengan Naura, dia juga sangat kagum sekaligus penasaran siapa pelaku dari semua itu? Naura bahkan sempat berpikir kalau Alex pelakukanya, tapi kok Alex hanya diam saja? Jika memang Alex yang melakukannya dia pasti bicara sesuatu pada Naura bukan?


"Loh!" kaget Mayu dan yang lainnya ketika Lampu tiba-tiba mati. Padahal lagi seru-serunya kenapa lampu harus mati? Ganggu saja.


"Ini lampu kenapa mati? Nyalakan senter ponsel!" seru Sindi.


Teng teng teng teng


Belum juga senter dinyalakan terdengar suara piano dimainkan. Mayu dan yang lainnya kembali menoleh ke asal suara.


Tab

__ADS_1


Lampu kembali dinyalakan dan betapa terkejutnya Mayu begitu Alga sudah berlutut di pannya sambil memegang kotak kecil berisi cincin. Ini gimana ceritanya Alga bisa ada di depannya? Bukannya dia di London?


Sama halnya dengan Naura yang tak kalah terkejutnya karena Alex juga melakukan hal yang sama.


Naura sampai menutup mulutnya dan matanya sampai berkaca-kaca tidak jauh berbeda dengan Mayu.


"Will you marry me?" kompak Alga dan Alex membuat air mata Mayu dan Naura seketika terjatuh tanpa bisa mereka cegah. Mereka benar-benar merasa bahagia dan terharu dan mereka baru tahu kalau kata-kata itu ditujukan pada mereka berdua.


Baik Naura atau Mayu sama-sama menganggukkan kepalanya.


"Iya Kak, aku mau," jawab Mayu mantap.


"Iya Mas, aku mau." jawab Naura tidak kalah mantapnya. Membuat Alex dan Alga tersenyum lebar.


"Dia berkata iya teman-teman!" kompak Alga dan Alex membuat suasana seketika ramai dan menyambut dengan bahagia kedua kabar baik itu.


Rangga dan yang lainnya tepuk tangan meriah dan Deva juga sengaja memaikan musiknya dengan meriah.


Baik Alga atau Alex juga memakaikan cincin yang mereka pegang di jari tangan pasangangan masing-masing.


Mayu lagi-lagi meneteskan air mata bahagianya. Ini benar-benar kejutan yang tidak pernah terpikirkan sedikit pun olehnya. Melihat Alga tiba-tiba hadir depan mata saja sudah jadi kejutan. Apalagi ini dia datang dan langsung melamar. Melamar di hari bersejarahnya lagi, benar-benar kejutan di atas kejutan. Sampai kapan pun Mayu tidak akan lupa hari bahagia ini.


Mayu menatap cincin pemberian Alga, cincinnya begitu cantik dan pas di jarinya.


"Suka?" tanya Alga.


"Banget," ujar Mayu kemudian memeluk erat kekasihnya dan menangis bahaga di pelukan Alga.


Beda halnya dengan Naura, dia justru senyum-senyum dengan bahagianya begitu Alex memakaikan cincinnya di tangannya. Apalagi saat Alex menatap mesra padanya dan mengecup tangannya. Senyum Naura semakin mengembang lagi. Aura bahagia terpancar jelas di matanya.


"Terima kasih By," ujar Alex begitu dia melepas kecupannya.


"Terima kasih kembali Mas." ujar Naura dengan senyum bahagianya.


Naura juga tidak lupa memamerkan cincinya pada mommy dan daddynya.


Sindi dan David tersenyum. David bahkan mengacungkan jempolnya pada Naura. Percayalah selain kedua pasangan kekasih yang sedang bahagia itu, David adalah salah satunya yang paling bahagia, yang mana dia bisa melihat kedua anaknya dilamar dalam waktu bersamaan oleh laki-laki yang sangat mereka cintai. Tidak sia-sia memang pengorbanannya selama bertahun-tuhun dan endingnya sesuai dengan yang diharapkannya.


"Mayu, Naura selamat sayang, Daddy ikut bahagia untuk kalian." monolog David


Sementara itu Mayu sudah melepas pelukannya dan menatap Alga dengan tatapan harunya. Rasanya masih sulit dipercaya ada Alga di depannya, tapi inilah faktanya.


Deg deg deg


Jantung Mayu berdebar dengan cepatnya saat Alga mengecup dalam keningnya. Mayu sedikit gugup tapi dia juga sangat bahagia. Akhirnya setelah satu tahun setengah mereka berpisah, Mayu kembali bisa merasakan hangatnya kecupan Alga.


"I love you calon istri," ujar Alga mesra membat pipi Mayu terasa panas dan hatinya juga bersorak bahagia. Bisa saja Alga membuatnya berbunga-bunga. Entah ketularan siapa dia, tiba-tiba jadi sangat romantis.


"I love you too calon suami," balas Mayu membuat Alga juga tersenyum lebar. Dia kembali ingin memeluk calon istrinya tapi Alga juga sadar kalau orang tuanya juga sedang menunggu pelukannya.


"Ayo kita ke nenek dulu Ay!" pinta Alga.


Mayu mengangguk.


Mereka kemudian menghampiri nenek Iroh dan memeluk nenek Iroh erat. Nenek Iroh juga sampai menangis haru karena bahagiannya. Tentu ini juga yang diharapkannya, cucunya menikah dan punya suami yang akan selalu bersamanya dalam suka dan dukanya.


Mereja juga lanjut memeluk Dira dan Pratama dan begitu juga dengan Sindi dan David. Sama halnya dengan Naura dan Alex. Mereka juga memeluk orang tua mereka dan yang terakhir Mayu dan Naura saling menatap haru. Mereka juga saling berpelukan dengan eratnya.


"Selamat untuk kita, Naura." lirih Mayu.

__ADS_1


"Iya Mayu. Gue beraharap kita bisa hidup bahagia dengan pasangan kita masing-masing dan rencana pernikahan kita juga dilancarkan sampai hari H." balas Naura.


"Amin." ujar Mayu mantap.


__ADS_2