Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Pacaran Di London


__ADS_3

"Silahkan Ayang!" ujar Alga sambil menarik kursi untuk kekasih tercintanya.


Alga sengaja mengajak mayu makan malam di salah satu restoran di dekat apartemennya.


"Terima kasih Kak." jawab Mayu.


"Sama-sama Ay," ujar Alga kemudian duduk di depan Mayu.


Alga dan Mayu saling menatap dan mereka sama-sama tersenyum.


"Kamu mau makan apa Ay?" ujar Alga beralih mengambil buku menunya.


"Samakan saja deh Kak," jawab Mayu. Mayu belum pernah makan di restoran London dan dia penasaran dengan semua rasa masakannya.


"Bagaimana kalau pesan makanannya berbeda saja Ay? Biar kamu bisa mencoba semuanya." ujar Alga seakan tahu apa isi kepala Mayu.


Mayu tersenyum menanggapinya, Alga memang paling tahu isi hatinya.


"Boleh deh Kak." ujar Mayu dan dibalas dengan senyum manis Alga.


"Siap Ay," ujar Alga kemudian memanggil pelayannya.


Mayu hanya diam dan memperhatikan Alga yang tengah bicara dengan pelayannya dan menggunakan bahasa Inggris tentunya. Mayu sampai sampai tersenyum kecil, dia sangat suka mendengar Alga bicara bahasa Inggris.


"Thank you," ujar Alga pada pelayannya dan beralih menatap Mayu.


"Kamu kenapa Ay?" tanya Alga


"Enggak apa-apa Kak, aku suka saja mendengar Kak Alga bicara bahasa Inggris. Kak Alga memang jago." ujar Mayu memberi pujian pada kekasihnya.


"Bisa saja kamu Ay. Ay!" ujar Alga lagi sambil mengulurkan tangannya.


Mayu yang sangat tahu maksud kekasihnya tersenyum pada Alga dan menyambut uluran tangan Alga.


Mereka sama-sama saling tersenyum begitu tangan mereka saling bergenggaman.


"Kak!" panggil Mayu.


"Kenapa Ay?"


"Apa enggak apa-apa kita saling bergenggaman tangan di atas meja?" tanya Mayu sambil memperhatikan sekeliling mereka.


"Enggak apa-apa dong Ay. Santai saja. Kamu lupa ini London, gaya pacaran di sini malah jauh lebih bebas dari Indonesia."


"Benar juga ya Kak, lupa." ujar Mayu kemudian tersenyum tipis.


"Enggak apa-apa kamu lupa Ay, asal jangan melupakanku saja." ujar Alga sambil mengedipkan sebelah matanya membuat senyum Mayu mengembang.


"Itu tidak akan bisa terjadi Kak, cowok seganteng Kak Alga kok dilupakan. Big no!" balas Mayu dan kali ini gantian Alga yang terseyum lebar.


Alga juga mengeratkan genggaman tangan mereka, sungguh dia benar-benar merindukan momen seperti ini bersama Mayu.


"Akhirnya ya Ay, kita bisa bebas pacaran juga, aku sangat senang Ay." ujar Alga apa adanya.


"Sama Kak." jawab Mayu.


Mereka lagi-lagi saling menatap dan sama-sama tersenyum.

__ADS_1


Tidak lama setelah itu makanan pesanan mereka datang.


Mereka kemudian makan dan sambil ngobrol. Alga juga tidak lupa menjelaskan beberapa makanan yang asing bagi Mayu.


"Kak Alga pasti sering makan di sini ya?" tanya Mayu begitu mendengar Alga yang sangat lancar menjelaskan semua makanannya.


"Tidak juga Ay, paling 2 atau tiga bulan sekali, itu juga kalau ada temanku, kalau sendiri aku lebih suka makan di apartement saja." jelas Alga.


"Kenapa malas makan sendiri?" tanya Mayu lagi.


"Ya malas saja Ay. Apa lagi kadang suka ada cewek yang main mata. Aku paling enggak suka itu Ay." ujar Alga dan Mayu seketika menatap padanya.


"Seriusan cewek pernah main mata sama Kak Alga?" tanya Mayu seakan tidak percaya. Terlebih lagi selama ini, Alga juga tidak pernah cerita padanya.


"Serius dong Ay dan tidak hanya itu Ay, raut wajahnya juga suka genit, tapi kamu tenang saja Ay, aku tidak akan tergoda sama cewek seperti itu, kamu pastinya sangat tahu seperti apa aku." ujar Alga lagi.


"Iya Kak, kalau soal itu aku percaya pada Kak Alga. Kak Alga kan enggak suka pada cewek genit atau cewek yang suka ngejar-ngejar Kak Alga." ujar Mayu teringat zaman mereka kuliah bagaimana cueknya Alga pada cewek-cewek yang naksir padanya.


"Nah itu dia Ay, kamu memang sangat tahu aku Ay. Kamu memang jodohku Ay." ujar Alga membuat Mayu tersenyum malu.


"Apaan sih Kak," ujar Mayu dan kembali memakan makanannya.


Alga juga ikut tersenyum dan memakan makanannya.


"Ak Ay!" pinta Alga sambil membuka mulutnya.


Mayu tersenyum kemudian menyuapi kekasihnya. Alga kemudian membalas Mayu dan jadilah mereka saling suap-suapan.


"Selalu deh Ay, makan sambil disuap sama kamu rasanya memang jauh lebih nikmat." ujar Alga membuat Mayu kembali tersenyum.


"Kalau begitu Kak Alga harus sering-sering minta disuap sama aku." ujar Mayu dan senyum Alga langsung mengembang.


Selesai makan mereka memutuskan pulang dan Alga memilih jalan kaki saja.


Mereka jalan sambil bergenggaman tangan dan sesekali saling tersenyum. Kelihatan sekalinkalau mereka sedang berbunga-bunga.


"Kak!" panggil Mayu.


"Kenapa Ay?"


"Ini mimpi tidak ya?" ujar Mayu membuat Alga seketika menoleh padanya. Dia merasa aneh dengan pertanyaan Mayu.


"Ya enggak lah Ay. Kenapa kamu bilang begitu?" ujar Alga balas bertanya.


"Ya habisnya aku masih tidak menyangka kalau kita bisa pacaran di London. Padahal dulu ngehalu saja aku tidak berani tapi kini semua jadi nyata." ujar Mayu apa adanya.


"Benar juga ya Ay, aku juga masih merasa antara percaya tidak percaya kalau kamu kini ada bersamaku di sini, tapi satu yang pasti Ay, aku sangat bahagia." balas Alga.


"Aku lebih bahagia lagi Kak,"


"Bisa saja kamu. Peluk dulu sini!" ujar Alga kemudian merentangkan tangannya.


Mayu tidak langsung memeluk Alga, dia menatap kiri dan kanannya.


Alga tersenyum dan tanpa persetujuan Mayu dia membawa Mayu ke dalam pelukannya.


"Kak!" kaget Mayu.

__ADS_1


"Santai saja Ay. Ingat Ay ini London, orang pelukan atau c*uman itu biasa saja Ay."


"Benar juga," ujar Mayu. Mayu yang sebelumnya masih ragu membalas pelukan Alga tidak kalah eratnya. Dia masih sangat merindukan kekasihnya ini.


Alga melepas pelukannya dan menatap dalam Mayu. Mayu juga melakukan hal yang sama.


Alga kemudian mendekatkan wajahnya dan Mayu refleks memejamkan matanya begitu dia merasakan hembusan nafas Alga.


Deg deg deg


Jantung Mayu berdebar dengan cepatnya begitu Alga mengecup dalam sudut bibirnya. Hanya sudut bibir saja. Alga bukan tidak mau melakukan lebih, justru dia sangat ingin melakukannya, hanya saja dia ingat janjinya pada Mayu dan Alga tidak akan mengingkarinya. Lagian tinggal sebulan lagi, setelah itu Mayu akan jadi miliknya seutuhnya.


Alga melepas kecupannya dan kembali menatap Mayu penuh cinta.


"I love you Ay."


"I love you too Kak." balas Mayu dan kembali memeluk erat Alga. Mayu sangat bahagia.


***


Keesokan harinya Mayu dan yang lainnya langsung bersiap-siap, mereka akan menghadiri acara wisuda Alga.


Mayu dandannya yang simple saja tapi tetap saja terlihat cantik di mata Alga dan Alga tidak sabar ingin segera menikahinya.


"Kak!" kaget Mayu saat Alga menggigit gemas pipinya.


Alga hanya tersenyum lebar. Habisnya dia benar-benar gemas.


"Pipiku sakit loh Kak!" protes Mayu sambil mengusap pipinya.


"Makanya jangan terlalu cantik Ay, aku kan jadi makin gemas." ujar Alga tidak mau kalah.


"Kenapa jadi menyalahkanku? Bukannya bersyukur pacarnya jadi tambah cantik." ujar Mayu.


"Harusnya sih begitu Ay, tapi mau gimana lagi melihat kamu tambah cantik, aku jadi cepat-cepat ingin mengucapakan seperangkat alat sholat dibayar tunai." ujar Alga membuat Mayu tersenyum malu. Pacarnya ini memang paling bisa membuatnya salah tingkah.


"Alga udah deh ya, merayu Mayunya. Kamu ini benar-benar jadi lupa diri kalau sudah ada Mayu. Sebaiknya kamu siapkan keperluan kamu yang lain. Jangan sampai kita telat, nanti kamu menyalahkan Mami lagi." tegur Dira.


"Iya Mi. Mami ini kayak enggak pernah muda saja." ujar Alga.


"Bukan Mami tidak pernah muda Alga. Mami ini bukan orang bucin seperti kamu." balas Dira lagi membuat Alga mati gaya karena yang dibilang maminya lagi-lagi benar adanya.


"Hei Alga, jangan malah diam saja, ayo cepat bereskan keperluan kamu!" tegur Dira lagi.


"Iya Mi, ini juga Alga mau melakukan perintah Mami." ujar Alga.


"Bagus." ujarnya dan beralih pada Mayu.


"Mayu, ayo kita foto!" ujar Dira membuat Mayu ingin tertawa ngakak rasanya. Ini pertama kalinya Dira minta foto dengannya, rasanya sangat lucu. Walau begitu Mayu tidak akan menolak, dia merasa senang Dira mengajak dia foto bersama.


"Baiklah Tante kita." jawab Mayu dan Dira tersenyum mendengarnya.


"Ok Mayu. Kira fotonya pakai ponsel Tante saja ya!" ujar Dira lagi.


"Siap! Nanti kirim pada Mayu ya Tante!" ujar Mayu antusias.


"Ok," ujar Dira dan tanpa ada penolakan sama sekali.

__ADS_1


Mereka berdua kemudian foto berbagai macam gaya. Terkadang mereka juga saling tertawa melihat hasil foto mereka.


Pratama yang melihatnya hanya menggelengkan kepalanya. Ada-ada saja kelakuan perempuan zaman now.


__ADS_2