Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Anak Alga dan Mayu


__ADS_3

"Alga, Mami, kalian kenapa?" tanya Pratama saat mendapati anak dan istrinya tengah kebingungan.


"Mayu hilang Pi. Sebelumnya dia sempat pamit mau jalan pagi tapi sampai sekarang dia belum kembali." ujar Alga tidak bisa menyembunyikan rasa khawatirnya. Dia sampai buntu dan tidak tahu lagi harus mencari Mayu kemana.


"Kalau dia belum pulang kenapa kalian tidak mencarinya, siapa tahu dia ke taman." ujar Pratama.


"Sudah Pi. Alga bahkan sudah mencarinya ke rumah daddy dan Mayu tidak ada ke sana. Alga benar-benar bingung Pi." uhar Alga apa adanya.


Pratama menatap anaknya. Dia juga ikutan bingung, dia yakin Mayu juga tidak mungkin pergi jauh selain ke taman.


"Telepon satpam saja Alga, siapa tahu dia ada melihat istri kamu keluar dan kalau pun tidak ada minta dia mencari Mayu!" suruh Pratama dan beralih pada istrinya.


"Mami ikut Papi saja, kita cari lagi dia. Takutnya dia jatuh atau gimana dan tidak ada yang melihatnya." ujar Pratama. Dia juga khawatir pada menantunya. Ini pertama kalinya Mayu hilang mana dia juga tengah hamil besar.


"Baik Pi," kompak Dira dan Alga.


Dira ikut dengan suaminya sementara Alga berlari ke dalam rumah. Dia ingin memgambil ponselnya.


"Den Alga! Den Alga!" panggil Tuti terburu-buru menghampiri Alga.


Alga menghentikan langkahnya dan menoleh pada Tuti. Jantung Alga tiba-tiba berdebar lebih cepat dari biasanya begitu melihat wajah panik Tuti. Firasatnya tidak enak.


"Ada apa Budhe?" tanya Alga.


"Begini Den, barusan tuan David telepon. Katanya dia sudah di rumah sakit bersama Non Mayu. Dia minta Den Alga segera datang dan bawa perlengkapan non Mayu. Non Mayu mau melahirkan katanya Den. Mereka ada di rumah sakit biasa." ujar Tuti dan itu membuat perasaan Alga seketika camlur aduk. Dia merasa senang, panik, takut semuanya campur jadi satu, tapi satu yang pasti dia merasa lega karena istrinya sudah ditemukan dan bersama orang yang sangat dia percaya.


"Baik Budhe, Alga akan segera ke rumah sakit. Budhe tolong panggil papi dan mami, mereka di luar dan mau mencari Mayu." suruh Alga teringat pada orang tuanya.


"Baik Den," ujar Tuti dan langsung mengerjakan perintah tuan mudanya.


Alga kembali melanjutkan langkahnya. Dia berlari ke arah lift.


Keluar dari lift Alga langsung menuju kamarnya. Alga mengganti bajunya dengan terburu-buru dan itu tanpa mandi. Alga khawatir pada istrinya dan dia yakin Mayu pasti menunggu kedatangannya.


***

__ADS_1


"Kamu duluan saja Alga, tas Mayu biar Mami saja yang membawanya!" ujar Dira pengertian.


Dira juga sangat khawatir tapi di sisi yang lain dia juga sangat senang karena sebentar lagi akan bertemu dengan cucunya. Cucunya yang dia yakini berjenis kelamin perempuan. Dira yakin itu.


"Iya Mi, terima kasih Mi." ujar Alga dan kembali berlari ke arah ruang persalinan Mayu. Untuk mencapai ruang persalinan juga cukup jauh. Ruangnya ada di lantai 3 dan harus melewati beberapa koridor dan ruangan.


"Dad!" seru Alga begitu melihat David berdiri di depan ruang persalinan Mayu.


David menoleh dan langsung memberikan senyum terbaiknya. David juga merentangkan tangannya dan itu membuat Alga bingung. Walau begitu Alga tetap memeluk daddy mertuanya.


"Selamat ya Alga kamu sudah resmi jadi ayah. Daddy sangat senang Alga." ujar David membuat Alga seketika ngeblank. Apa ini tidak terlalu cepat? Istrinya bahkan belum lama di rumah sakit.


"Maksud Daddy? Apa Mayu sudah melahirkan Dad?" tanya Alga melepas pelukannya dan menatap mertuanya.


David kembali tersenyum dan mengangguk mantap.


"Ya Mayu sudah melahirkan. Maafkan Daddy karena Daddy yang menemaninya, tapi kamu tenang saja, daddy tidak melihat apa-apa, Daddy hanya menggenggam tangan Mayu dan berusaha menguatkannya. Anak kamu juga sangat hebat Alga, dia tidak membiarkan bundanya kesakitan terlalu lama. Dia cepat sekali keluarnya. Deddy sampai takjub." cerita David.


David juga sebelumnya tidak ingin mememani Mayu melahirkan, tapi karena dia tidak tega melihat Mayu yang sangat kesakitan dan menggenggam kuat tangan anaknya. Dia juga mengecup kening Mayu kemudian memejamkan matanya. Sepanjang Mayu mengejan dan berusaha mengeluarkan anaknya, David hanya terus berdoa. David juga menyebut nama Marisa dalam doanya. David menganggap yang dia lakukan sebagai penebus rasa barsalahnya pada Marisa. Dan benar saja selesai David mengucapkan doanya, anaknya berhasil melahirkan cucunya dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun.


"Ini serius Dad? Lalu dimana anak kami?" tanya Alga yang belum bisa percaya sepenuhnya.


"Dia di dalam dan sedang dibersihkan. Kamu sebaiknya masuk saja!" suruh David.


Alga mengangguk. Dia kemudian masuk ruang bersalin Mayu.


Alga sampai terdiam begitu melihat anaknya yang sedang dibersihkan. Alga tampak berkaca-kaca begitu melihat tubuh anaknya yang sangat mungil itu. Apa tidak sabar ingin segera menggendongnya.


Pandangan Alga beralih pada istrinya. Mayu tengah menatap padanya dan tersenyum manis.


Tes


Air mata Alga jatuh tanpa dia sadari. Dia begitu bahagia. Alga kembali melanjutkan langkahnya ke arah Mayu.


Alga kemudian mengecup dalam kening istrinya dan membawa Mayu ke dalam pelukanya.

__ADS_1


"Terima kasih Ay, sudah melahirkan anak kita dan maafkan aku yang tidak bisa menjadi suami siaga untuk kamu." ujar Alga.


Mayu menggelengkan pelan kepalanya. Wajahnya masih terlihat lelah.


"Kak Alga tidak perlu minta maaf Kak. Kak Alga tetaplah jadi suami dan ayah paling siaga untuk kami. Kami sangat bangga memiliki Ayah dalam hidup kami." ujar Mayu tulus dan itu berhasil membuat Alga tersenyum.


Mayu juga tidak menyangka kalau dia akan melahirkan secepat ini. Apalagi saat David menggenggam kuat tangannya. Mayu seakan bisa merasakan kehadiran mendiang mamanya dan itu membuat Mayu lebih merasa tenang dan semangat.


"Aku juga sangat bangga pada kamu dan anak kita Ay. Kalian berdua memang hebat dan kalian juga berhasil mengerjai Ayah." ujar Alga merasa gemas.


Padahal Alga ingin sekali menemani istrinya saat lahiran. Dia bahkan sudah memgambil cuti untuk itu. Eh ujung-ujungnya malah gagal. Walau begitu Alga tetap bahagia, bisa melihat anak dan istrinya selamat tentu itu menjadi kebahagiaan yang tak terkira untuknya.


"Maaf Kak," ujar Mayu.


"Tidak apa-apa Sayang. Sebentar Sayang!" uar Alga mengalihkan pandangannya begitu sang dokter memanggilnya.


Alga tersenyum pada dokter itu, dia sudah kenal dekat dengannya.


Alga kemudian disuruh mengazani anaknya.


***


"Ya ampun cantik sekali cucu Oma, mirip sekali dengan omanya." ujar Dira begitu dokter menyerahkan bayi Mayu pada keluarganya. Benar juga tebakan Dira kalau cucunya perempuan dan itu menambah kebahagiaan Dira karena dia ingin sekali cucu perempuan.


"Mi mirip Alga loh Mi!" ujar Alga tidak terima karena hampir semua keluarganya bilang anaknya mirip dengan dia.


"Ya kan kamu mirip sama Mami, Alga. Kamu pikir wajah ganteng kamu itu dari mana datangnya kalau bukan dari Mami? Papi kamu jelas enggak mungkin lah, wajahnya pas-pasan begitu. Dia terlihat ganteng juga karena banyak duitnya." ujar Dira tidak mau kalah membuat seisi ruangan itu tertawa kecuali Pratama.


Pratama mau protes tidak bisa karena apa yang dikatakan Dira memang ada benarnya. Dira masih terlihat cantik walau usianya sudah tidak muda lagi dan itu wajar mengingat perawatannya juga sangat mahal.


"Ya Mami benar juga sih. Ya tapi jangan sampailah karakternya mirip Mami." ujar Alga lagi.


"Kamu tenang saja Alga, mommy yakin dilihat dari paras anak kamu itu, karakterny tidak akan seperti mbak Dira, tapi dia lebih dari Mbak Dira." ujar Sindi.


"Jangan dong!" seru Alga cepat dan itu kembali berhasil membuat satu ruangan Mayu tertawa. Enggak kebayang mereka kalau anak Alga dan Mayi karakternya lebih daripada Dira.

__ADS_1


__ADS_2