Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Masalah Dengan Rahel Selesai


__ADS_3

"Kurang aj*r kamu Rahel!" marah Dira. Dira sampai menghentakkan tangannya. Jika saja Rahel ada di depannya dia pasti sudah menampar gadis itu. Berani-beraninya dia mengatakan semuanya secara live di televisi. Dira sangat membencinya.


Dira kemudian bangun dari duduknya dan pergi ke kamarnya tanpa menatap lagi pada Pratama. Dira sampai membanting pintu kamarnya. Dia benar-benar marah. Sedangkan Pratama, dia hanya diam dan tidak berusaha menyusul Dira.


Fillingnya ternyata benar dan dia juga tidak akan menyalahkan Rahel atau membalas Rahel yang sudah mempermalukan istrinya. Dira memang pantas mendapatkan itu, supaya dia tidak lagi bersikap seenaknya pada orang.


Pratama juga sangat berharap dengan kejadian ini Dira bisa benar-benar sadar kalau dia tidak seharusnya ikut campur terlalu dalam soal hubungan asmara anaknya. Apalagi sampai menjelek-jelekan pacar anaknya. Sungguh itu bukan lah perbuatan yang terpuji.


Pratama seketika tersadar dari pikirannya begitu mendengar ponselnya berbunyi.


Pratama menarik nafas pelan sebelum dia mengangkat teleponnya.


"Hallo David," jawab Pratama.


"Hallo Mas. Mas aku nonton livenya Rahel dan aku juga sudah melihat di sosial media kalau Mbak Dira banyak sekali yang mehujat. Kata-katanya juga kasar sekali. Apa Mas Pratama ingin aku melakukan sesuatu. Aku bisa menghentikan hujatan-hujatan itu Mas." ujar David.


Walau David juga ada perasaan marah pada Dira tapi dia tidak setega itu membiarkan istri dari bosnya dihujat oleh banyak orang. Kalau Mayu sudah ada Alga yang pasang badan untuknya, sementara Dira, Alga enggak mungkin pasang badan untuknya. Terlebih lagi apa yang Rahel katakan memang benar adanya.


"Tidak perlu David, biarkan saja beritanya, nanti lama-lama juga hilang dengan sendirinya. Hanya saja kamu minta Alga dan Mayu supaya mereka menemui Rahel, dan minta pada Rahel supaya tidak lagi melakukan wawancara yang berhubungan soal Dira atau pun Alga. Dengan begitu beritanya juga akan semakin cepat hilangnya." suruh David.


Walau Pratama juga tidak setega itu pada Dira, tapi ini adalah kesempatan bagus untuk memberikan efek jera pada Dira.


"Baik Mas. Aku akan menyampaikannya pada Mayu dan Alga." ujar David.


"Iya,"


Sementara itu Mayu dan Alga saling menatap begitu mereka melihat sosial media mereka. Untuk Alga dan Mayu sendiri, mereka cukup diuntungkan karena ada banyak komentar yang memberi dukungan pada mereka, terutama pada Mayu. Banyak yang memberi semangat pada Mayu, kalau Mayu harus sabar, kuat dan lain sebagainya. Banyak juga yang mendoakan hubungan mereka supaya tetap langgeng. Sedangkan untuk Dira komentarnya semakin menjadi saja, bahkan ada juga yang sengaja mengedit video Dira dan menyamainya dengan ibu kejam di sinetron ikan terbang. Dira benar-benar sudah tidak ada harga dirinya di mata mereka. Padahal Dira sebenarnya adalah sosok perempuan terhormat terutama dihadapan para karyawan Pratama group.


"Gimana ini Kak? Aku enggak munafik kalau aku cukup senang akhirnya Rahel memilih mengungkapkan semuanya dan tante Dira akhirnya mendapat karma dari perbuatannya, tapi aku juga enggak tega kalau tante Dira mendapat komentar negatif dari banyak orang. Aku sudah pernah di posisi ini Kak dan rasanya itu benar-benar enggak enak. Aku merasa sakit dan malu, semuanya bercampur jadi satu. Padahal aku sudah cukup sering dapat komentar kurang menyenangkan dari orang, itu saja rasanya buat drop, lalu bagaimana dengan Tante Dira yang belum pernah dihina dan direndahkan?" ujar Mayu apa adanya.


Alga menarik nafas pelan dan membuangnya dengan perlahan. Dia juga mengeratkan genggamannya dengan tangan Mayu. Kalau boleh jujur, sebagai seorang anak dia juga tidak senang melihat maminya direndahkah, tapi di sisi yang lain, maminya juga pantas mendapatkan itu, mengingat sikap maminya selama ini yang suka sekali merendahkan orang lain, terutama Mayu tentunya.


"Sama Ay, aku juga enggak tega pada mami tapi di sisi lain aku juga bersyukur mami mendapatkan itu, biar dia tahu gimana rasanya direndahkan dan dipermalukan." balas Alga.


"Terus rencana Kak Alga apa? Apa Kak Alga mau diam saja?" tanya Mayu.


"Aku akan bicarakan dengan papi dulu Ay, pa- eh sebentar Ay ada telepon." ujar Alga begitu merasakan getaran ponselnya.


Mayu mengangguk.


"Om David, Ay." ujar Alga lagi.


"Di loudspeaker Kak!" pinta Mayu.


Alga mengangguk.


"Hallo Om," ujar Alga.


"Iya hallo Alga. Alga kamu pasti nonton live Rahel juga kan?" tanya David langsung to the poin.


"Iya Om, aku, Mayu dan semuanya nonton. Kamu juga sudah melihat sosial media Om." jawab Alga.


"Baguslah kalau begitu. Begini Alga, Om sudah menelepon papi kamu, dia bilang pada Om kalau gosipnya itu dibiarkan saja. Hanya saja dia minta kamu dan Mayu menemui Rahel supaya tidak lagi mengungungkit soal mbak Dira atau kamu. Dengan begitu gosipnya akan semakin cepat menghilangnya." ujar David.

__ADS_1


"Iya Om, Alga mengerti. Baiklah Om, besok pagi kami akan menemui Rahel." ujar Alga.


"Iya Alga dan kalau bisa, kamu dan Mayu juga misal ada orang yang menanyakan soal mami kamu, sebaiknya diam saja Alga. Takutnya akan jadi bumerang nantinya." ujar David mengingatkan.


"Ia Om, Alga pasti ingat pesan Om. Terima kasih sudah mengingatkan Om."


"Iya Alga ya sudah ya Om tutup teleponnya. Salam sama Mayu."


"Ok Om." ujar Alga kemudian mematikan sambungan teleponnya.


Alga kembali menatap kekasihnya.


"Gimana menurut kamu Ay?"


"Setuju dengan om Pratama Kak, menurutku kita memang sebaiknya bicara dengan Rahel biar masalah ini selesai. Aku cukup mengerti posisi Rahel dia pasti merasa kecewa juga tertipu, makanya dia sampai nekad mengakui itu semua secara live. Memang enggak bisa dipungkiri juga, kalau kelakuan tante Dira sangat keterlaluan." ujar Mayu.


"Kamu benar Ay, dan aku juga ternyata salah sangka padanya. Dia ternyata tidak sejahat itu."


"Benar Kak. Eh tapi Kak Alga enggak ada niatan balikan dengannya kan?" tanya Mayu menatap kekasihnya.


"Ya enggak lah Ay, ada-ada saja kamu." ujar Alga cepat.


"Hehe ...."


***


Mayu dan Alga saling menatap begitu melihat ada banyak wartawan di depan apartemen apartemen Rahel dan sengaja menunggu Rahel.


"Gimana ini Kak, takutnya malah jadi gosip lagi kalau kita ketahuan menemui Rahel." ujar Mayu.


"Benar juga sih Kak, tadi pagi saja ada 3 orang yang datang ke rumah dan minta wawancara denganku. Hanya saja aku berusaha bicara baik-baik dengan mereka kalau aku bukan artis atau sejenisnya, dan aku enggak suka kehidupan pribadiku dijadikan bahan gosip. Untungnya mereka mengerti. Sedangkan Mbak Rahel dia jelas-jelas artis dan otomatis apapun yang dia lakukan pasti enggak akan jauh-jauh dari yang namanya gosip. Apalagi gosipnya lagi hangat, pasti makin dikejar dia." balas Mayu.


"Itu dia Ay, malah aku takut akan jadi fitnah lagi kalau kita ketahuan menemui Rahel. Terus ini kita gimana ya, mana aku juga enggak punya nomornya Rahel." ujar Alga dan mulai berpikir. Bagaimana caranya dua bertemu dengan Rahel tanpa ketahuan para wartawan.


"Kak, bukannya Mbak Rahel brand ambassador Pratama group. Orang kantor pasti tahulah nomornya atau nomor managernya." ujar Mayu mengingatkan.


"Benar juga ya Ay. Sebentar aku akan hubungi orang kantor dulu."


Mayu mengangguk.


"Gimana Kak?" tanya Mayu begitu Alga mematikan sambungan teleponnya.


"Iya ada nomor managernya Ay. Ini sudah dikirim." ujar Alga menunjukkan ponselnya.


Mayu kembali mengangguk.


"Gimana?" tanya Mayu lagi begitu Alga selesai bicara dengan manager Rahel.


"Katanya Rahel juga ingin bertemu dengan kita Ay."


"Kebetulan sekali dong Kak."


"Iya,"

__ADS_1


"Terus dia mau bertemu dimana?"


"Katanya bertemu di restoran dan kita pesan yang private room. Biar tidak ada yang tahu atau diam-diam mengambil foto." jelas Alga.


"Iya Kak, aku mengerti." jawab Mayu mantap.


Alga kemudian menjalankan mobilnya kembali ke salah satu restoran yang tidak begitu jauh dari apartemen Rahel.


Sembari menunggu Rahel, Alfa dan Mayu memilih makan sambil ngobrol, dan sesekali Alga juga menjahili pacarnya. Rindu dia bercanda dengan Mayu.


"Ah iya Kak Alga terhitung hari ini, sudah 2 kali loh enggak masuk kantor, apa itu enggak pengaruh sama nilai Kak Alga nanti." ujar Mayu.


"Tidak akan berpengaruh Ay, kamu lupa aku ini anak magang spesial." ujar Alga santai sambil memakan makanannya.


"Benar juga ya, enak memang kak Alga punya privilage."


"Ya ada enaknya ada enggaknya juga Ay, tapi harus aku akui memang lebih banyak enaknya."


"Nah, ngaku juga kan Kak Alga."


"Ya memang kenyataannya begitu kan, tapi kamu tenang saja Ay, setelah ini kamu juga pasti akan memiliki privilage itu dan begitu juga dengan anak-anak kita nanti." ujar Alga dan langsung dapat pukulan gemas dari Mayu.


"Masih jauh itu Kak, nikah aja belum, udah ngomongin anak saja." protes Mayu.


"Jangan bilang ini kode minta dihalalin." ujar Alga lagi.


"Ya enggak lah Kak, masih lama itu." uhar Mayu cepat membuat Alga tersenyum.


"Becanda sayang," ujar Alga.


Tok tok


Alga dan Mayu sama-sama menoleh begitu mendengar pintu room itu diketuk.


"Masuk saja!" seri Alga.


Alga dan Mayu sama-sama menegapkan duduk mereka begitu melihat Rahel yang datang.


"Silahkan duduk Rahel!" ujar Alga lagi.


Rahel mengangguk kemudian duduk di depan Mayu.


Mereka saling menatap untuk beberapa detik.


"Maaf," ujar Rahel tiba-tiba dan membuat Alga juga Mayu kembali menatap padanya.


"Maaf kehadiranku sudah membuat kalian jadi tidak nyaman. Jika saja aku tahu dari awal kalau aku hanya dimanfaatkan oleh tante Dira, aku tidak mau mengganggu hubungan kalian." ujar Rahel lagi.


"Tidak apa-apa Rahel, kami sudah memaafkan kamu dan kami juga cukup mengerti posisi kamu. Hanya saja kami ingin meminta, tolong jangan lagi bawa-bawa nama kami, baik itu namaku sendiri atau nama mami dalam wawancara kamu. Seenggaknya sampai keadaan normal kembali. Aku tidak ingin mamiku mendapat komentar kebencian lebih lama lagi. Sakali pun aku juga suka kesal karena ulahnya, tapi aku tidak terima kalau orang lain berkomentar tidak baik tentang dia, karena biar bagaimanapun aku akan tetap sayang padanya mau seperti apa pun kelakuannya." pinta Alga.


"Kalau soal itu kamu tenang saja Alga, aku juga tidak ada niatan mengungungkit soal kalian lagi. Aku bahkan sudah merencanakan mau liburan selama satu minggu ini. Setelah itu aku enggak menerima tawaran jadi bintang tamu untuk sementara. Aku hanya ambil job shooting sinetron stau series saja. Aku juga tidak ingin mencari atau menambah masalah dengan kalian. Sungguh aku tidak nyaman dengan semua itu." jelas Rahel membuat Alga dan Mayu tersenyum lega. Mereka cukup senang dengan keputusan Rahel.


"Terima kasih Rehel dan kami doakan semoga sinetron atau series kamu banyak peminatnya dan mendapat rating yang bagus. Proses shooting dan yang lainnya juga berjalan lancar, serta karir kamu juga semakin naik kedepannya." ujar Alga tulus dan Mayu juga menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"Terima kasih Alga. Kalian juga ya, saya doakan bisnis kalian juga semakin lancar kedepannya."


"Amin." kompak Mayu dan Alga serta ada senyum di wajah mereka akhirnya masalah mereka dan Rahel selesai juga.


__ADS_2