Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Permintaan Maaf Dira


__ADS_3

"Mi, buka pintunya Mi, Mami harus sarapan!" ujar Vivi sambil mengetuk pintu kamar Dira. Setelah mengetahui apa yang dialami maminya, Vivi juga tidak bisa menyembunyikan perasaan khawatirnya, karena itu pagi-pagi dia sudah mendatangi kediaman orang tuanya.


Tidak ada jawaban dari kamar Dira.


Tok tok tok


"Mi, plis lah Mi, jangan kayak anak kecil! Jelas-jelas Mami dibully gara-gara ulah Mami sendiri, lalu kenapa Mami yang marah? Ingat umur Mi." ujar Vivi yang kesabarannya mulai habis gara-gara maminya diam terus.


"Pulang saja kamu sana, Mami enggak butuh komentar kamu. Kamu sama saja dengan mereka semua!" ujar Dira akhirnya bersuara juga dan Vivi seketika tersenyum lebar.


"Vi!" ujar Pratama menegur anak sulungnya.


Vivi menunjukkan jari salam damainya pada Pratama.


"Ya maaf Mi, makanya Mami sarapan dulu dong Mi, nanti Mami sakit kalau tidak sarapan. Kami juga yang repot kalau Mami yang sakit." ujar Vivi lagi.


"Kalau kamu tidak mau direpotkan pergi saja sana! Mami juga tidak akan merepotkan kamu. Kamu memang enggak pernah sayang pada Mami." balas Dira lagi.


"Mi jangan mulai playing victim deh. Kalau Vivi enggak sayang, Vivi enggak mungkin datang pagi-pagi ke sini. Vivi sampai enggak ke kantor loh demi Mami. Udah deh Mi, Mami sudah kalah, lebih baik Mami mengaku salah saja. Ingat Mi, Mami itu sudah tua, Mami harusnya memberi contoh yang baik, bukannya memberi contoh yang buruk. Apalagi dalam hitungan bulan Mami akan jadi nenek. Malu sama cucu Mi." ujar Vivi lagi.


"Mami enggak butuh nasihat kamu, pergi saja kamu sana!" ujar Dira tetap pada pendiriannya.


Vivi menghembuskan nafasnya kasar.


"Ya sudahlah kalau Mami inginnya begitu. Padahal niat Vivi datang mau menghibur Mami, biar mami enggak sedih. Vivi benar-benar perduli dan sayang pada Mami. Vivi juga mau Mami jadi lebih baik lagi. Tante Sindi saja sudah mulai baik loh Mi. Harusnya Mami juga bisa seperti tante Sindi. Ya sudah Vivi ke bawah dulu, kalau Mami sudah mau sarapan panggil Vivi saja ya Mi!" ujar Vivi lagi.


Dira hanya diam dan Vivi juga memutuskan menjauh dari kamar maminya.


"Gimana mbak Dira, apa dia sudah mau makan sarapannya?" tanta Sindi begitu Vivi sampai di lantai satu.


"Enggak mau Tante. Dia malah marah sama Vivi dan memgusir Vivi." jawab Vivi.


"Kamu yang sabar ya. Sebentar lagi Alga dan Mayu juga mau datang katanya, siapa tahu Alga bisa membujuk mbak Dira." ujar Sindi lagi.


"Iya Tante." ujar Vivi.


***


Alga dan Mayu masuk rumah mewah Alga sambil membawa makanan kesukaan Dira. Mereka sudah tahu kalau Dira tidak mau makan juga tidak mau keluar kamar.

__ADS_1


"Apa Mami belum keluar kamar juga Mbak?" tanya Alga begitu dia salim pada mbaknya.


"Belum, masih betah di kamar dia." jawab Vivi.


"Ya sudah aku mau melihatnya." ujarnya dan beralih pada Mayu.


"Sayang, kamu siapkan makanannya dan bawa ke kamar mami!" pinta Alga.


"Iya Kak," nurut Mayu.


Baik Mayu atau Alga sama-sama melangkahkan kaku mereka.


Alga menarik nafas pelan dan membuangnya dengan perlahan sebelum dia mengetuk pintu kamar maminya.


Tok tok tok


"Mi ini Alga. Mi buka pintunya, ini sudah jam 11 Mi, Mami harus makan!" ujar Alga.


Tidak ada jawaban dari kamar Dira.


"Mami! Mami enggak pingsan kan Mi? Mami masih nafas kan Mi?" ujar Alga lagi karena tidak ada suara maminya.


"Ya enggak lah Mi, pikiran macam apa itu. Justru Alga khawatir sama Mami. Mi buka pintunya dong! Alga bawa makanan kesukaan Mami. Mami makan dulu ya, satu piring saja!" ujar Alga lagi berusaha membujuk maminya.


"Mami enggak lapar."


"Kok bisa enggak lapar? Mami pasti merasa kenyang karena hujatan-hajatan itu ya? Mami yang sabar ya Mi, mungkin itu teguran dari Allah biar Mami bisa semakin baik lagi ke depannya."


"Oh bagus ya, pintar kamu sekarang menasehati Mami. Padahal Mami sampai dihujat juga gara-gara mantan tidak tahu diri kamu itu." balas Dira lagi membuat Alga menghembuskan nafasnya kasar. Alga pikir maminya akan berubah begitu mendapat banyak komentar negatif, tapi kenyataannya maminya masih saja suka menyalahkan orang lain.


"Bukan Rahel tidak tahu diri Mi, tapi Mami yang kurang kerjaan. Lagian Mami ngapain menghubungi dia lagi setelah Mami yang menyuruhnya pergi? Rahel itu juga punya perasaan Mi dan dia juga bisa marah. Memangnya Mami doang yang punya perasaan dan yang bisa marah? Udah deh Mi, Mami itu enggak usah bertingkah kekanakan, malu sama umur Mi, dan tujuan Alga datang ke sini juga karena Alga benar-benar perduli pada Mami. Alga juga sedih melihat Mami dihujat." ujar Alga lagi.


"Beneran kamu sedih melihat Mami dihijat? Kamu pasti bohong kan? Kamu juga tidak benar-benar perduli pada Mami kan?" seru Dira lagi.


"Ya ampun Mi, Alga enggak mungkin bohong lah, Alga bukan anak durhaka Mi. Alga benar-benar perduli dan sayang pada Mami." ujar Alga berusaha meyakinkan maminya.


"Kalau kamu beneran sayang dan perduli pada Mami, kenapa kamu memilih pergi dari rumah?"


"Ya itu karena Mami selalu berusaha memisahkan Alga dan Mayu. Padahal apa sih kurang Mayu? Dia baik, cantik dan berprestasi. Dia juga anaknya om David, dan satu lagi yang terpenting, walau Mami sering sekali berbuat jahat padanya dia tidak pernah berusaha membalas Mami. Zaman sekarang ini, langka loh Mi cewek seperti Mayu, dan Mami itu pasti akan beruntung memiliki menantu seperti dia." ujar Alga lagi.

__ADS_1


Dira hanya diam. Apa yang Alga katakan memang benar adanya dan Dira terlalu gengsi untuk mengakuinya.


"Mi, kenapa Mami diam. Apa yang Alga katakan benar kan Mi? Udah deh Mi, Mami itu enggak perlu gengsi dan enggak perlu malu juga. Mayu juga tidak akan mengejek Mami. Justru Mayu akan sangat senang kalau Mami mau menerima Mayu dan berdamai dengan Mayu. Mi ayolah, ini semua demi Alga, Mi. Alga juga ingin hidup bahagia seperti Mbak Vivi, Mi." ujar Alga lagi.


"Mi!" seru Alga lagi saat Dira lagi-lagi diam.


Cklek


Pintu akhirnya dibuka dan langsung memperlihatkan wajah Dira yang menatap pada Alga.


"Mi, maafkan Alga kalau kelakuan Alga sering membuat Mami Marah. Alga sebenarnya enggak nyaman melakukan itu Mi karena biar bagaimana pun, Mami adalah maminya Alga orang yang harus Alga hormati. Alga hanya berusaha mempertahankan pendapat Alga saja. Alga benar-benar ingin bersama Mayu, Mi. Alga sangat mencintai Mayu, dan baru kali ini Alga merasa senyaman ini bersama seorang gadis." ujar Alga dan sengaja minta maaf duluan pada maminya.


Alga sangat tahu seperti apa maminya dan Dira tidak semudah itu mengatakan maaf. Jadi kalau tidak dipancing duluan, jangan harap Dira mau melakukannya.


"Iya Alga, Mami maafkan. Mami juga minta maaf ya kalau Mami terlalu egois sama kamu. Mami hanya ingin yang terbaik untuk kamu Alga dan mami harus mengakui kalau Mayu memang terbaik untuk kamu." ujar Dira akhir mengaku juga membuat Alga tersenyum dan langsung memeluk erat maminya.


Sungguh Alga benar-benar bahagia mendengar pengakuan maminya. Akhirnya apa yang dia tunggu-tunggu selama ini kesampaian juga.


Mayu yang dari tadi berdiri di samping Alga juga tidak bisa menyembunyikan senyumnya akhirnya penantian panjang mereka berbuah manis juga.


"Terima kasih Mi, terima kasih sudah mau menerima Mayu. Alga sangat bahagia Mi. Alga sangat sayang pada Mami." ujar Alga tulus.


"Iya Alga, Mami juga sayang pada kamu." ujar Dira. Dira juga marasa bahagia, akhirnya setelah sekian lama dia bisa merasakan pelukan hangat anaknya kembali dan beruntung memang dia memiliki anak sebaik Alga.


Dira melepas pelukannya. Dia menatap sebentar pada Alga dan beralih pada Mayu.


Mayu berusaha tersenyum pada Dira. Dira tidak membalas senyum itu hanya saja, dia melangkah mendekati Mayu.


"Ta-"


"Maafkan Tante Mayu." ujar Dira cepat memotong ucapan Mayu.


Mayu kembali tersenyum haru. Dia sangat senang akhirnya Dira minta maaf juga. Itulah kata yang Mayu tunggu-tunggu selama ini.


Alga juga tersenyum mendengar, dia sangat senang mendengar permintaan maaf maminya. Ini baru maminya yang mantap.


"Iya Tante, Mayu sudah memaafkan Tante. Mayu juga minta maaf ya Tante." balas Mayu.


"Enggak Mayu, Kamu enggak perlu minta maaf. Kamu tidak salah, justru Tantelah yang banyak salah pada kamu. Tante menyesal Mayu, dan mulai sekarang Tante tidak akan berusaha memisakan kamu dan Alga lagi. Tante merestui hubungan kalian." ujar Dira mantap membuat Alga dan Mayu tersenyum lebar.

__ADS_1


"Terima kasih Mami!" seru Alga semangat 45. Perjuangan cintanya pada akhirnya berbuah manis juga. Tidak sia-sia Alga sampai rela miskin demi Mayu dan tidak sia-sia juga Alga sampai keluar dari rumah. Benar kata orang di luar sana yang namanya usaha tidak akan pernah menghianati hasil.


__ADS_2