
"Mayu ada kak Alga datang itu." ujar Lora.
Mayu hanya mengangguk, mulutnya masih sulit untuk berkata-kata. Dia masih sangat syok, malihat pacarnya digosipkan dengan mantan pacarnya dan yang lebih parahnya lagi, banyak sekali yang memberi dukungan pada mereka.
"Ay!" panggil Alga pelan.
Mayu mengangkat kepalanya dan mata Mayu langsung berkaca-kaca begitu melihat Alga, apalagi penampilan Alga juga terlihat berantakan dan sangat berbeda dengan Alga yang biasanya.
"Jangan menangis Sayang, ayo kita bicara!" ujar Alga lagi. Dia benar-benar tidak tega melihat wajah kekasihnya dan itu semua karena dia.
Mayu mengangguk.
Mayu kemudian bangun dari duduknya. Alga langsung meraih tangan kekasihnya dan membawa Mayu ke atas.
Lora dan Shinta hanya saling menatap begitu Alga dan Mayu menghilang dari pandangan mereka. Mereka sangat kasihan melihat Alga dan Mayu yang banyak sekali cobaan dalam hubungan mereka. Ingin rasanya mereka membantu Mayu dan teriak pada semua orang kalau Alga itu hanya milik Mayu dan bukan milik Rahel atau yang lainnya. Hanya saja mereka takut kalau aksi mereka hanya akan memperkeruh keadaan.
"Semoga cinta mereka enggak goyah karena gosip ini ya Ra, gue benar-benar tidak ingin mereka pisah. Gue sayang Mayu dan kak Alga." ujar Shinta.
"Iya Shin, gue juga benar-benar enggak rela kalau mereka sampai pisah karena masalah ini. Gue kasihan sama Mayu dan gue juga kasihan sama kak Alga. Kak Alga pasti berada di posisi yang sulit saat ini. Apalagi kalau sampai saham Pratama group naik karena gosip ini, sudah pasti akan semakin banyak yang kompor supaya Kak Alga memilih Rahel saja." ujar Lora.
"Iya Lor, dan kita yang enggak punya power ini tidak akan bisa melakukan apa-apa. Hanya saja gue percaya kak Alga pasti bisa menyelesaikan masalah ini dan tetap berdiri di samping Mayu." ucap Shinta.
"Iya Shin, semoga saja ya."
Sementara itu Alga dan Mayu sudah sampai di lantai atas. Alga langsung memeluk erat Mayu, sedangkan Mayu hanya memilih diam dan tidak membalas pelukan Alga seperti biasanya.
"Maaf Ay. Aku benar-benar minta maaf. Aku dijebak sama mami dan Rahel, Ay. Aku sangat menyesal Ay, harusnya aku menolak keinginan mami dari awal." ujar Alga dipelukan kekasihnya.
Mayu yang semula hanya diam, mengangkat tangannya dan membalas pelukan Alga. Ada sedikit perasaan lega di hatinya begitu mendengar kalau Alga dijebak. Itu berarti gosip itu sudah jelas bukan karena kemauan Alga. Hanya saja Mayu juga tidak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya kalau dia benar-benar tidak rela pacarnya digosipkan dengan perempuan lagi. Apalagi setelah melihat pelukan itu, juga foto-foto masalalu mereka yang mulai bermunculan satu persatu.
"Iya Kak, aku maafkan, tapi Kak Alga tidak akan meninggalkanku kan kak?" ujar Mayu lirih.
"Tentu saja aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Sayang. Bahkan kalau kamu minta pun aku tidak akan mau meninggalkan kamu. Aku akan tetap bersama kamu Sayang." ujar Alga mantap dan semakin mengeratkan pelukannya.
"Terima kasih Kak,"
"Enggak Ay, kamu enggak perlu berterima kasih. Kamu juga akan tetap bersamaku kan sayang dan kamu tidak akan goyah karena gosip enggak jelas itu." ujar Alga.
"Tentu saja aku tidak akan goyah karena gosip itu Kak. Aku percaya Kak Alga. Kak Alga tidak mungin bermain di belakangku." balas Mayu.
__ADS_1
"Itu sudah pasti Sayang, dan kamu harus tetap percaya padaku, karena hanya kamu satu-satunya pemilik hatiku ini Sayang." ujar Alga mantap.
"Iya Kak." ujar Mayu dan melepas pelukannya.
Mayu menatap dalam Alga dan Alga juga melakukan hal yang sama. Alga kemudian menangkup wajah Mayu dan mengecup dalam kening Mayu.
"Jangan sedih ya Sayang aku yakin kita pasti bisa melewati ini semua." ujar Alga lagi.
"Iya Kak. Terus rencana Kak Alga apa untuk meredakan gosip itu?"
Alga menarik nafas pelan.
"Aku juga belum tahu Sayang, ini pertama kalinya aku mengalami ini dan aku belum berpengalaman sama sekali mengatasi masalah seperti ini. Aku juga takut aku salah dalam mengambil keputusan yang mana, bisa menyebabkan keadaan akan semakin kacau. Apa lagi ini sudah menyangkut orang banyak dan bawa nama perusahaan. Aku enggak ingin namaku jadi jelek karena masalah ini. Ini bukan karena aku takut aku gagal jadi CEO, tapi karena aku tidak ingin mengecewakan orang-orang sekitarku yang selama ini sudah mendukungku temasuk kamu, papi dan om David." jelas Alga.
"Iya Kak, aku mengerti. Kak Alga yang sabar ya Kak."
"Iya Sayang, aku pasti akan selalu sabar, kamu juga ya Ay."
"Itu sudah pasti Kak." jawab Mayu mantap.
"Terima kasih Sayang. Ah iya Sayang, mungkin untuk sementara ini kita enggak bisa muncul di hadapan publik bersama, dan ini bukan karena aku yang tidak ingin menujukkan pada semua orang kalau aku ini hanya milik kamu dan begitu juga sebaliknya. Aku hanya enggak ingin kamu dapat bullyan sayang. Aku takut kamu dituduh yang enggak-enggak. Apa lagi zaman sekarang ini orang-orang gampang sekali memberi komentar negatif tanpa mencari tahu dulu kebenarannya."
"Iya Sayang, enggak apa-apa ya. Ini demi kebaikan kita bersama, tapi aku janji walau kita backstreet tidak akan ada yang berubah. Aku pasti akan mengunjungi kamu seperti bisanya dan akan selalu menghubungi kamu jika ada waktu senggang." jelas Alga.
"Iya Kak, aku tidak apa-apa dan yang terpenting jangan pernah rusak kepercayaanku ya Kak!" pinta Mayu.
"Itu sudah pasti Sayang. Sini peluk lagi!" ujar Alga dan kembali membawa Mayu ke dalam pelukannya. Mereka saling bepelukan erat untuk beberapa saat.
"I love you Ay, now and forever." ujar Alga pelan.
"I love you too Kak, sekarang dan selamanya." balas Mayu.
***
Alga sedang duduk bersama Rangga dan Yudha. Dia mau minta pendapat teman-temannya atas gosip yang sedang terjadi.
"Gimana menurut kalian soal gosipnya?" tanya Alga sambil memainkan ponselnya.
"Kalau menurut gue nih ya Al, nyonya Dira memang benar-benar sudah menyiapkan semuanya dengan sedemikian rupa. Dia sengaja mengajak Rahel tinggal di rumah lo, dia juga sengaja menjadikan Rahel brand ambassador Pratama group. Dengan begitu semua orang akan percaya kalau kalian masih menjalin hubungan selama ini. Apalagi banyak akun yang gue lihat, yang begitu mendukung hubungan lo dengan Naura. Gue curiganya mereka enggak hanya para penggemar Naura saja, tapi orang-orang suruhan mami lo juga. Jadi dengan begitu beritanya juga semakin heboh dan semakin banyak yang kepo soal hubungan kalian." ujar Rangga.
__ADS_1
"Gue setuju Ngga, selain itu banyak teman-teman SMA kita juga yang gue lihat mulai cari panggung. Mereka sengaja mengupload foto lama kalian. Apalagi itu Disa teman modelnya Rahel waktu SMA, dia begitu bersemangat mengupload foto lo dengan Rahel dan parahnya lagi, dia juga sengaja menulis caption kalau dia sangat senang akhirnya kalian memilih go public. Gue juga curiganya kalau Rahel yang menyuruhnya. Biasalah dunia entertainment itu kan sering melakukan saling panjat sosial yang mana itu pastinya akan menguntungkan kedua belah pihak." tambah Yudha.
Alga lagi-lagi menghela nafas, dia setuju dengan teman-temannya.
"Terus menerut lo berdua apa yang harus gue lakukan?" tanya Alga lagi.
"Ya kalau saran gue nih ya Al, lo jangan mau melakukan wawancara, lo lebih baik diam. Takutnya sekali lo bersuara, malah jadi bumerang buat diri lo sendiri. Apalagi yang lo hadapi itu orang banyak, yang mana pemikiran mereka juga pasti berbeda-beda" saran Rangga.
"Gue setuju dengan Rangga Al. Biarkan saja mereka, lama-lama juga mereka akan capek sendiri." ujar Yudha.
"Tapi bagaimana kalau mami gue dan Rahel akan semakin menjadi?"
"Kalau soal itu kita akan pikirkan lagi caranya, yang terpenting itu lo tetap diam. Sama satu lagi minta juga pendapat Om David, karena biar bagaimana pun ini menyangkut Pratama Group juga anaknya sendiri." saran Yudha lagi.
Baik Yudha atau Rangga juga semua penghuni rumah Alga sudah tahu soal Mayu adalah anak kandung David. Hanya saja mereka dilarang keras membocorkan rahasia itu.
"Iya gue juga rencana memang mau bicara dengan om David setelah ini karena hanya dia yang ada diposisi netral. Gue enggak yakin papi juga masih di posisi netral, apalagi setelah melihat saham Pratama group naik. Terlebih mami juga pasti akan semakin kompor padanya." ucap Alga.
"Itu dia Al, tapi gue yakin sih Tuan Pratama juga akan lebih memilih no komen, karena dia tahu Mayu anak om David, yang mana kita tahu kalau tuan Pratama itu juga cukup menghormati Om David." ujar Yudha.
"Semoga saja ya Yud."
"Iya Al. Eh tapi gue kasihan deh sama Mayu, gue perhatikan ada banyak akun yang mulai menyerangnya dan banyak juga yang menyuruhnya supaya menjauhi lo. Mereka juga bilang kalau Mayu itu jangan sampai jadi orang ketiga dalam hubungan lo dengan Rahel. Tadinya Lia sempat menghubungi gue dan dia bilang kalau dia siap membela Mayu begitu juga dengan Naura dan yang lainnya. Hanya saja gue melarang mereka. Mereka sebaiknya jangan melakukan itu dulu, di sini kita sudah kalah suara. Takutnya keadaan akan semakin panas kalau kita memberi pembelaan pada Mayu. Otomatis Mayu lagi yang akan diserang." ujar Yudha lagi.
"Iya Yud, gue setuju sama lo. Gue juga sudah bilang pada Mayu kalau untuk sementara kami akan backstreet saja, dan ini semua demi kebaikan Mayu. Gue juga enggak ingin Mayu yang jadi kena amukan mereka, padahal Mayu di sini adalah korbannya." ujar Alga lagi.
"Iya, gue juga setuju Al, backstreet memang pilihan terbaik untuk kalian saat ini. Dan lo tenang saja, kami akan pantau terus akun-akun yang menyerang Mayu. Misalkan mereka berani komentar yang tidak-tidak pada Mayu, maka sebaiknya kita minta Mayu untuk melaporkan akun itu kepolisi saja. Gue punya kenalan polisi, dan dia bisa membatu kita mengurus itu." ujar Rangga.
"Gue enggak yakin Mayu mau melaporkan akun itu ke polisi. Lo tahu sendiri kan seperti apa Mayu, dia paling enggak tegaan orangnya. Apa lagi ini sampai memenjarakan orang lain, gue yakin dia tidak akan bisa melakukan itu." ucap Alga yang sangat tahu karakter kekasihnya.
"Kali ini harus tega Al, karena ini demi kebaikannya. Biar orang di luar sana itu bisa menjaga ketikan mereka. Mereka tidak kenal Mayu dan Mayu juga tidak kenal pada mereka jadi tidak sepantasnya mereka menuduh Mayu yang tidak-tidak. Lagian kita juga tidak akan benar-benar memenjarakannya, hanya sekedar gertakan saja, biar mereka kapok gitu loh Al." ujar Alga lagi.
"Baiklah kalau itu gue setuju dan gue akan membicarakannya dengan Mayu." putus Alga.
"Iya Al. Semangat terus untuk lo ya Al, jangan karena masalah ini lo jadi stres, apalagi sampai sakit. Keadaan pasti akan tambah kacau lagi Al kalau lo sampai sakit." ujar Rangga mengingatkan sahabatnya.
"Iya Rangga, gue pasti akan tetap semangat karena ini demi gue juga Mayu." ujar Alga mantap.
"Good Al."
__ADS_1