Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Pertemuan Mayu dengan Seseorang


__ADS_3

"Ada apa itu Kak, kok para mahasiswa udah pada berkumpul? Perasaan ini belum saatnya jam pulang deh." ujar Mayu begitu melihat banyak mahasiswa yang berkumpul di halaman villa.


"Enggak tahu, saya juga bersama kamu dari tadi." ujar Alga sambil mengangkat bahunya.


"Saya benar-benar penasaran deh Kak, saya lihat sebentar ya Kak." ujar Mayu.


Alga menganggukkan kepalanya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi Mayu langsung berlari menghampiri temannya.


"Shinta, ada apa?" tanya Mayu menghampiri Shinta dan Lora.


"Itu May ada papanya Naura datang mau jemput Naura. Dia datang naik BMW X7 keluaran terbaru. Mobilnya keren banget deh May, dan ternyata papanya Naura juga tidak kalah kerennya. Naura benar-benar beruntung ya May." cerita Shinta antusias.


"Papanya Naura?" beo Mayu dan jantungnya tiba-tiba berdebar cepat.


"Iya Mayu, papanya Naura." ujar Shinta mantap.


'Apa yang datang itu David Antonius, papa kandungku?' batin Mayu.


Tanpa sadar matanya langsung berkaca-kaca dan debar jantungnya semakin cepat.


"Dimana dia Shin?" tanya Mayu cepat dan dengan suara bergetar. Mayu ingin sekali melihat rupa ayah kandung dari dekat. Mayu ingin tahu seperti apa dia.


"Lo kenapa dah May, reaksinya seperti fans ketemu idola saja? Eh tapi papanya Naura, memang pantas sih buat dijadikan idola. Dia itu sangat cocok dijadikan sugar daddy, May. Gue rela deh jadi sugar babynya kalau sugar daddynya seperti papanya Naura. Udah tajir, ganteng lagi, sugar daddy idaman banget dah ah." ujar Shinta ngaco.


"Gue serius Shinta, papanya Naura ada dimana?" tanya Mayu tidak sabaran. Saat ini Mayu tidak sedang ingin bercanda karena ini menyangkut ayah kandungnya.


"Sikap lo makin aneh saja deh May, jangan bilang karena habis berantem dengan kak Alga, lo mau cari pelarian? Jangan May, sekali pun papanya Naura hot daddy, lebih baik kak Alga kemana-mana lah May. Masih muda, lebih ganteng dan lebih tajir lagi dan yang terpenting bukan suami orang. Gue juga tadi hanya bercanda saja May, enggak serius gue. Sekali pun ayah Naura sangat ganteng dan kaya mana mau gue jadi sugar babynya. Gue bukan pecinta kaum bapak-bapak May." ujar Shinta lagi yang tidak mengerti sama sekali dengan apa yang dirasakan Mayu.

__ADS_1


"Gue serius Shinta, dimana papanya Naura?" ujar Mayu menahan rasa kesalnya.


"Iya Mayu iya, makin aneh saja deh lo. Biasanya juga lo cuek saja sama bapak-bapak ganteng dan tajir. Itu tuh papanya Naura, yang baru keluar dari villa, yang digandeng Naura dan yang tampangnya lain dari pada yang lain." ujar Shinta menunjuk ke arah pintu keluar Villa.


Mayu mengikuti atah padang Shinta.


Naura tampak sedang jalan sambil menggandeng manja tangan papanya. Benar kata Shinta, papa Naura sangat ganteng. Tubuhnya tinggi, badannya tegap dan walaupun usianya sudah mendekati 50 tahun, tapi masih sangat gagah dan badannya juga bagus. Papanya Naura juga memilik rambut warna kemerahan dan wajahnya perpaduan antara banyak negara di Asia dan Eropa.


Jika dilihat aslinya sama fotonya di google, cukup berbeda. Aslinya jauh lebih tampan dan tubuhnya lebih berisi. Sepertinya fotonya yang ada di google, foto beberapa puluh tahun lalu.


Tanpa sadar air mata Mayu jatuh, tapi Mayu buru-buru menghapusnya. Mayu juga menutup mulutnya menahan tangisnya. Akhirnya Mayu bisa melihat wajah papanya secara nyata dan Mayu tidak lagi perlu bertanya-tanya dari mana rupanya berasal, dan itu sudah pasti berasal dari papanya. Jika diperhatikan dengan teliti antara Mayu dan papa kandungnya memang memiliki kemiripan dan hampir 50 persen. Bahkan dagu belah mereka saja sama. Hanya saja karena David memiliki jenggot jadi dagu belahnya tidak begitu kelihatan.


'Papa, ini Mayu papa. Tolonglah lihat Mayu walau hanya beberapa detik saja, pliss!' batin Mayu menahan tangisnya. Walau papanya tidak menganggapnya dan tidak menginginkan kehadirannya, tapi Mayu tidak bisa membenci papanya. Justru Mayu ingin sekali memeluk papanya walau hanya sebentar saja. Hanya saja keinginan Mayu tidak mungkin bisa kesampaian dan hanya bisa dia pendam dalam hati saja.


Seakan mendengar bisikan itu, David Antonius menatap ke arah teman-teman Naura dan berhenti pada Mayu. Untuk beberapa detik tatapannya terkunci. Matu dan papanya saling menatap dan lagi-lagi Mayu meneteskan air matanya.


'Ini Mayu anak papa. Mayu rindu Pa, sangat rindu.' batin Mayu menangis.


"Eh!" ujar Shinta sampai terkejut, saat papanya Naura memalingkan wajahnya ke arah yang lain, dia seperti melihat Mayu versi laki-laki dewasa. Shinta kembali memperhatikan lebih dalam papanya Naura. Dari warna kulit sama dengan Mayu, sama-sama putih. Begitu juga dengan hidung mereka yang sama-sama mancung. Hanya saja mata mereka cukup berbeda. Mata Mayu terlihat besar sedangkan papanya Naura ada sipitnya sedikit. Kemungkinan dia ada keturunan Jepang, Korea atau Negara yang bermata sipit lainnya.


"Eh!" Shinta kembali menatap Mayu begitu ingat satu hal. Dulu dia pernah bertanya pada Mayu, kenapa nama Mayu itu Mayuki nama yang identik dengan nama orang Jepang. Saat itu Mayu jawab asal saja, kalau papanya itu ada darah orang Jepang dan nama itu nama kesukaan papanya.


Shinta sampai menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jika ditarik beberapa garis, Shinta seperti menemukan beberapa garis yang bisa menghubungkan Mayu dengan papanya Naura.


Shinta tiba-tiba menggelengkan kepalanya. Apa yang sudah dipikirkannya? Enggak mungkin Mayu anaknya papa Naura? Gimana ceritanya Mayu bisa jadi anaknya papanya Naura? Dilihat dari sisi manapun itu enggak mungkin. Shinta terlalu berpikir ngaco.


"Eh!" Shinta kembali terkejut, dan ini bukan kerena teringat sesuatu tapi karena senggolan Mayu di lengannya dan itu dilakukan Mayu karena tidak sengaja.


'Kenapa Mayu pergi? Sikap Mayu sangat aneh.' batin Shinta.

__ADS_1


Sementara itu Mayu terus berlari tanpa perduli sekitarnya. Mayu tidak kuat menahan tangisnya lagi, dan Mayu butuh tempat meluapkan tangisnya. Mayu juga tidak mau teman-temannya melihatnya menangis, takutnya mereka menganggap Mayu gila karena menangis tanpa alasan.


"Lih itu kan Mayu Al, kenapa dia lari?" tanya Rangga.


"Enggak tahu." ujar Alga sambil mengangkat bahunya.


"Mayu seperti menangis deh Al, lo enggak ada niatan nyusul dia dan menanyakannya kenapa menangis?" tanya Rangga lagi.


Alga menggelengkan kepalanya pelan.


"Kenapa?" tanya Rangga penasaran.


Alga menarik nafas pelan.


"Gue sudah membuat keputusan dan gue juga sudah bicara dengan Mayu kalau tidak boleh ada cinta diantara kami, karena itu gue juga tidak mau lagi memberi perhatian lebih pada Mayu. Gue enggak mau dia jadi kebawa perasaan dan jatuh cinta pada gue. Gue tidak ingin menambah beban penderitaannya." jelas Alga.


"Dan akhirnya lo yang merasa tersiksa karena perasaan lo sendiri. Padahal lo sebenarnya ingin memberi perhatian lebih padanya kan?" tebak Rangga dan itu tepat sasaran.


Alga menarik nafas pelan.


"Lo benar Rangga, harus gue akui kalau gue memang mulai ada rasa padanya. Gue juga tidak suka saat melihat dia bersama laki-laki lain, tapi gue sadar kalau ini semua salah. Tidak seharusnya gue memiliki rasa ini pada Mayu. Mayu hanya akan semakin menderita kalau kami sampai memiliki rasa yang sama dan menjalin hubungan yang sesungguhnya. Lo pasti tahu lah seperti apa keluarga gue. Kalaulah tadi gue dan Mayu sudah sama-sama dewasa dan kami sudah sama-sama kerja, mungkin gue akan memperjuangkan apa yang gue rasakan sekarang. Hanya saja kami masih sama-sama masih muda. Mayu bahkan baru masuk kuliah. Perjalanan kami masih sangat panjang. Oleh karena itu gue enggak mau membuat perjalanan panjang itu menjadi penuh liku. Gue mau perjalanan panjang itu tetap lurus dan berjalan sebagai mana mestinya." jelas Alga.


Rangga menatap Alga dan menepuk punggung Alga.


"Iya Al, gue sangat paham apa maksud lo, dan gue yakin lo pasti sudah memikirkan semuanya. Gue setuju dengan keputusan lo dan gue pasti akan selalu mendukung lo. Hanya saja nih ya Al, buatlah itu jalannya sangat panjang dan terjal, juga sangat berliku dan penuh lobang, tapi kalau lo yakin begitu lo sampai di garis finis dan lo mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya, maka tidak ada salahnya Al, lo melewati jalan panjang itu. Gue berkata seperti ini bukan maksud buat lo galau ya Al, gue hanya enggak mau saja lo menyesal di kemudian hari. Jadi lo pikirkan baik-baik apa kata gue, dan seperti apa yang gue bilang sebelumnya, santai saja Al, jangan terlalu terburu-buru. Waktu lo masih sangat panjang." ujar Rangga.


Mungkin ada yang salah dengan jalan pikiran Rangga tapi Rangga tidak bisa mengelak kalau perempuan yang cocok mendampingni Alga itu adalah perempuan yang sosoknya seperti Mayu, tangguh, pemberani, pintar dan juga pekerja keras. Perempuan cantik dan berasal dari keluarga kaya saja tidak cukup untuk seorang Alga.


Sementara itu Mayu yang sedang mereka bicarakan sedang menangis dalam kamar mandi dan menyalakan keran. Mayu tidak mau suara tangisnya sampai didengar orang lain.

__ADS_1


Keinginan Mayu ingin memeluk papanya jadi semakin besar lagi. Mayu juga tidak tahu kenapa tapi begitu melihat mata papanya rasa rindunya semakin besar. Ada sesuatu dalam tatapan Mata itu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.


'Ya Allah, Mayu tahu Mayu bukankah anak yang diinginkan oleh papa, tapi Mayu ingin sekali memeluk papa, serta memanggilnya dengan sebutan papa. Ya Allah, berikanlah jalan pada anak-Mu ini ya Allah.' batin Mayu menangis.


__ADS_2