
"Terima kasih Riana sudah datang dan belanja Maga Wear. Semoga suka ya." ujar Mayu sambil memberikan uang kembalian Riana.
"Iya Mayu sama-sama dan gue pasti menyukainya. Tim pembuatnya saja gue suka, apalagi produknya." balas Riana.
"Biasa saja lo, pantas saja itu Irpan makin hari makin bucin, lo nya juga sama."
"Iya dong kita juga kan pasangan serasi, enggak jauh beda dengan lo dan kak Alga. Eh ngomong-ngomong selamat sekali lagi untuk lo, semangat lo memang patut diacungi jempol. Gue bangga pada lo." ujar Riana sambil mengacungkan jempolnya.
"Iya Riana terima kasih. Eh Riana, setelah ini apa lo ada masih ada kegiatan?" tanya Mayu.
"Tidak ada, rencana gue dan teman-teman hanya ke Maga Wear saja hari ini. Kenapa apa lo butuh bantuan?" ujar Riana balas bertanya. Mereka memang akrab akhir-akhir ini karena Riana cukup sering datang ke rumah Mayu bersama Irpan.
"Ya gitu deh, pesanan online kami cukup banyak, dan kami kekurangan tenaga di bagian packing. Jika lo tidak keberatan bantu kami ya, ajak teman-teman lo juga kalau mereka mau." pinta Mayu.
"Tentu saja gue enggak keberatan, teman-teman gue juga pasti mau itu. Dari pada kami tiduran doang di rumah, bosan banget gue, tapi seperti biasa ya May gue minta makanan enak sebagai upahnya." ujar Riana dan diakhiri dengan senyum khasnya.
"Beres kalau soal itu. Nanti gue belikan makanan yang paling enak pokoknya. Sekarang, lo boleh minggir, itu ada yang mau bayar itu!" ujar Mayu malah berakhir mengusir Riana.
"Dasar lo." ujarnya dan kembali tersenyum karena ada Irpan di depannya.
"Ya ampun ini kok ada bolongnya sih? Gimana sih ini Maga Wear, katanya barang berkualitas tapi ini belum dipakai saja sudah ada bolongnya. Apakah barang seperti ini pantas disebut berkualitas? Padahal harganya tidak murah loh." ujar salah satu calon pembeli Mayu sambil menujukkan kolor yang ada bekas gunting sedikit. Jika hanya dilihat bolongnya tidak akan kelihatan tapi kalau ditarik sedikit saja, bolongnya akan langsung kelihatan.
"Sama, ini juga bhnya jahitan benangnya ada yang putus loh. Padahal ini barang baru. Tadinya saya pikir kalau hanya satu ya wajar mungkin kelewat saat pemeriksaan, tapi kalau sudah ada dua sih menurut saya tidak lagi wajar. Saya maklum para pengerjanya kemungkinan masih banyak melakukan kesalahan mengingat ini barang baru. Hanya saja timnya harusnya lebih teliti lagi sebelum barangnya dipasarkan. Kalau begini sama saja kalian merugikan pelanggan namanya. Padahal saya sudah bela-belain nabung demi bisa beli bh yang katanya bagus dan berkualitas, tapi mana buktinya? Kalau begini sih mending beli bh yang haga 15 ribu saja sekalian sudah ketahuan harganya murah tapi hasil jahitannya tidaklah murahan." ujar yang lainnya sambil menujukkan bh yang jahitan benangnya putus di bagian tengah.
"Beneran ada yang bolong Mbak? Coba lihat?" ujar yang lain sambil memeriksa kolor yang katanya bolong itu.
__ADS_1
"Ya ampun,
ini beneran ada bolongnya teman-teman. Kalau tidak diperhatikan banget enggak akan kelihatan ini. Percuma dong beli barang baru kalau ada bolongnya. Saya sarankan buat yang lainnya kalau memang niat mau beli, sebaiknya periksa lebih teliti lagi deh. Walau cacatnya hanya sedikit tetap saja ini bukan barang berkualitas. Dan barang cacat seperti ini pantasnya dijual murah, bila perlu gratis saja sekalian." ujar Ibu malah kompor.
Suasana yang tadinya ramai jadi semakin ramai karena protesan ibu-ibu itu. Beberapa ada yang berbisik-bisik dan mereka juga langsung memeriksa barang yang mereka pegang. Bahkan si mbak yang sudah mau bayar pada Mayu sampai menarik barangnya kembali kemudian memeriksanya.
Hanya beberapa saja yang tidak ikut memeriksanya dan itu juga karena mereka teman dekat atau saudara dari tim Maga Wear.
Mayu dan timnya seketika terdiam dan saling menatap begitu melihat apa yang terjadi. Perasaan sebelum dipajang mereka benar-benar sudah memeriksa kualitas dari barang Maga Wear, tapi kenapa masih ada saja yang kelewat? Dan walau cacatnya hanya sedikit tapi tetap saja itu termasuk fatal mengingat Maga Wear baru hari ini dipasarkan.
Baru hari pertama saja sudah ada cacatnya, gimana dengan hari-hari selanjutnya? Bisa-bisa konsumennya sudah kabur duluan sebelum belanja.
Mayu yang tadinya hanya terdiam seketika menutup mulutnya begitu melihat para konsumen mereka mengambil video kekacauan yang terjadi serta barang cacat itu.
Mayu menelan ludahnya gugup. Mereka tidak boleh menyebarkan video itu ke sosial media. Sosial media Maga Wear sedang diawasi para heater, dan dengan ada video itu, tentu itu menjadi santapan lejat untuk mereka. Dan masalahnya bisa semakin besar dan sampai kemana-mana.
Jika peminat jarang sudah pasti mereka akan berhenti produksi dan kalau berhenti produksi sudah pasti karyawan juga kena imbasnya.
Mayu tentu tidak ingin melakukan pemecatan pada karyawannya. Apalagi karyawan bagian Maga Wear itu ketiganya sudah berumah tangga dan mereka memiliki tanggungan. Kasihan Mereka kalau sampai menganggur lagi.
Mayu tidak punya pilihan lagi, dia harus gerak cepat sebelum semuanya terlambat. Mayu kemudian berlari ke arah si Mbak itu dan langsung mengambil cepat ponselnya.
Pemilik ponsel itu sampai terkejut dan menatap marah pada Mayu.
"Hei kamu mau maling ya!" teriknya dan hanya dalam hitungan detik tatapan semua mata seketika tertuju pada Mayu dan si mbak itu.
__ADS_1
Mayu balas menatap marah pada si mbaknya. Dia juga tidak ada rasa takut pada sama sekali, karena Mayu tidak punya salah pada mbak itu.
"Untuk apa saya maling handphone jelek begini. Saya bahkan mampu membeli seratus kali lipat lebih bagus dari ponsel ini. Saya hanya enggak mau Mbak, juga semua yang ada di sini mengambil video sembarangan di toko ini kemudian menyebarkannya ke sosial media. Jika kalian berani melakukannya, maka siap-siap saja, saya akan menutut kalian semua. Ini saya tidak main-main." marah Mayu.
"Kenapa tidak boleh ambil video? Ini pasti karena kamu dan tim kamu takut ketahuan ya kalau kalian itu ternyata penipu. Ngakunya menjual barang bagus dan berkualitas, enggak tahunya hanya barang bolong dan jahitannya enggak benar. Cuih malu saya melihat wajah penipu kamu itu Mbak. Kalau saya di posisi kamu lebih baik tutup toko saja, dari pada menipu orang lebih banyak lagi. Menyesal saya sudah belaja di sini." ujar ibu yang sebelumnya protes soal jahitan putus.
"Kata siapa kami penipu? Ibu ini jangan bicara sembarangan ya! Jangan mentang-mentang Ibu lebih tua dan badannya lebih besar dari saya, Ibu pikir saya takut sama Ibu." balas Mayu lagi.
"Udah penipu, enggak punya sopan santun, sombong lagi. Dasar anak muda zaman sekarang, kelakuannya tidak ada yang benar." ujar ibu itu tidak mau kalah.
Mayu menatap ibu itu semakin marah dan tangannya sampai terkepal erat. Dia tidak terima dengan apa yang dikatakan ibu itu. Terlebih lagi apa yang Mayu lakukan saat ini demi memperjuangkan teman-teman dan karyawannya.
"Ibu ucapannya tolong dijaga! Atas dasar apa ibu menuduh mayu penipu, sombong dan tidak punya sopan santun? Kalau Mayu melarang kalian mengambil video di sini, itu adalah haknya karena ini adalah toko miliknya. Lagian ibu ini hanya calon pembeli di sini, tapi kenapa Ibu malah nyolot? Saya diam-diam memperhatikan Ibu dari tadi, Ibu yang selalu bersikap provokasi pada semuanya. Harusnya kalau ibu merasa tertipu, sudah dari tadi ibu pergi meninggalkan toko ini dan bukannya malah bertahan di sini lalu mengompori yang lain. Kecuali kalau Ibu memang ada niatan tidak baik di sini." ujar Yudha yang sudah berdiri di samping Mayu dan menatap marah pada ibunya.
Ibu itu tampak menelan ludah gugup, terlebih lagi saat melihat wajah marah Yuda. Dia yang tidak ingin posisinya semakin terpojok akhirnya memilih pergi saja. Dia kemudian melempar sembarangan bh yang dipegangnya lalu pergi dari toko Maga Wear.
"Baik saya akan pergi, saya juga tidak sudi belanja di toko jelek ini. Ngakunya barang berkualitas, tapi jahitannya saja tidak benar. Cuih! Barang berkualitas apaan itu?" serunya
"Saya juga ingin pergi saja, ngapain belanja di toko yang jelas-jelas hanya pembodohan saja. Lebih baik belanja di toko lain. Masih banyak toko lain yang mau melayani pembelinya dengan ramah dan bukan dengan marah-marah, apalagi sampai mengancam. Kalian semua juga sebaiknya pergi saja! Ingat masih banyak toko yang mau menerima kita dengan senang hati. Lagian kedatangan kita juga mau memberi uang, bukan mau meminjam uang." ujar Ibu yang protes prtama kali kemudian ikut melangkahkan kakinya keluar dari toko Maga Wear.
"Ibu tunggu!" ujar Lia tiba-tiba membuat Mayu dan yang lainnya seketika menoleh padanya.
Tangan Mayu refleks semakin terkepal erat. Mayu sangat tahu Lia tidak suka padanya dan Mayu takut kalau Lia akan membuat keadaan ini semakin kacau lagi.
Sementara itu, Naura uang sedari tadi mengintip dari dalam mobilnya bersorak girang dengan teman-temannya begitu melihat kekacauan yang terjadi di toko Mayu.
__ADS_1
"Rasakan lo Mayu haha ...."seru Naura.