Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Pengakuan David


__ADS_3

Alga kembali duduk di atas kasurnya. Dia menyenderkan badannya dan menatap lurus ke depan. Tanpa sadar Alga menghembuskan nafas kasar.


Gara-gara David saja dia jadi susah tidur, ditambah lagi maminya juga langsung beraksi. Alga jadi makin tidak bisa tidur lagi gara-gara mereka karena Alga yakin, maminya pasti tidak akan menyerah begitu saja. Apa lagi dia juga sudah menemukan petunjuk itu dan bisa dibilang petunjuknya sangat jelas.


Alga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia penasaran apa yang akan dilakukan maminya dan Sindi begitu mereka tahu kalau Mayu adalah anak David.


"Semoga saja mereka tidak melakukan sesuatu yang membahayakan nyawa Mayu." gumam Alga.


"Harusnya om David tidak perlu buru-buru melakukan semua itu. Apa dia tidak tahu kalau apa yang dilakukannya itu sangat membahayakan untuk Mayu. Padahal selama ini dia begitu pintar merahasiakan semuanya, tapi kenapa dia sendiri yang memberikan petujuk itu?" gumam Alga lagi.


Alga lagi-lagi menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia baru sadar seribet itu ternyata masalah orang dewasa. Benar-benar menguras otak.


"Apa aku coba berkata jujur saja pada om David kalau aku sudah tahu soal rahasianya. Setelah itu aku tanyakan apa tujuannya memberi petunjuk itu." gumam Alga lagi dengan pikiran menerawang.


"Ya sebaiknya aku jujur saja, supaya kami juga bisa saling bekerja sama demi melindungi Mayu, karena menghadapi mami dan tante Sindi itu bukan suatu hal yang mudah. Mereka itu nekad dan tidak akan berhenti begitu saja selama tujuan mereka belum tercapai." monolog Alga.


Alga akan rela melakukan apa saja demi melindungi kekasihnya karena dia benar-benar tidak mau terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada Mayu.


Alga akhirnya memutuskan merebahkan tubuhnya kembali. Dia harus tidur. Besok dia masih harus bangun pagi karena dia akan ikut sarapan pagi bersama keluarga besarnya dan pengantin baru tentunya.


Alga yang hendak menarik selimutnya tidak jadi karena mendengar ponselnya berbunyi.


"Siapa yang menghubungiku?" monolog Alga dan dengan terpaksa dia mengambil ponselnya. Alga berharap bukan maminya yang melakukannya.


Mata Alga seketika membesar begitu melihat nama si peneleponnya. Alga juga memilih bangun kembali.


"Ada apa om David menghubungiku? Apa terjadi sesuatu atau jangan-jangan dia yang mau mengaku duluan?" monolog Alga lagi. Alga yakin pasti ada sesuatu yang penting yang ingin disampaikan David, karena ini pertama kalinya David menghubunginya tengah malam.


Alga menarik nafas pelan, setelahnya dia menekan tombol jawab.


"Hallo Om," jawab Alga pelan.


"Hallo Alga, maaf Om menelepon kamu tengah malam, ada satu hal penting yang ingin Om sampaikan." ujar David.


"Tidak apa-apa Om, Alga juga belum tidur. Hal penting apa itu Om?"


David menarik nafas dalam.

__ADS_1


"Sebenarnya Om ingin menyampaikan ini secara langsung pada kamu tapi karena waktu dan keadaan yang tidak memungkinkan Om terpaksa menyampaikannya melalui telepon." ujar David lagi.


"Tidak apa-apa Om, Alga sangat mengerti posisi Om David. Lagian menurut Alga baik secara langsung atau ditelepon sama saja." balas Alga. Alga sangat yakin ini pasti ada hubungannya dengan Mayu.


"Iya Alga, terima kasih untuk pengertiannya Alga."


"Sama-sama Om."


"Begini Alga, ini soal kekasih kamu. Om yakin kamu pasti sudah tahu sesuatu tentang dia dan Om, kan Alga?" ujar David membuat Alga seketika menelan ludahnya.


Sepertinya David sudah tahu kalau Alga mengetahui rahasianya. Harusnya Alga tidak perlu heran soal itu. David itu CEO berpengalaman dan dia begitu pintar membaca gerak gerik orang lain, dibalik sikap tenangnya.


"Kenapa kamu diam saja Alga, tebakan Om benar kan? Sebaiknya kamu jujur saja karena Om juga niatnya ingin jujur pada kamu. Ini semua demi Mayu, Alga." ujar David lagi.


"I-iya Om, Alga tahu sesuatu tentang Om dan Mayu. Maafkan Alga yang berusaha menutupinya selama ini. Alga melakukannya demi Mayu dan Om. Alga hanya tidak ingin kalian jadi tidak nyaman karena Alga sudah tahu rahasia kalian." ujar Alga akhirnya mengaku juga.


Padahal ini adalah rahasia besarnya David, tapi kenapa malah seakan ini adalah rahasia besarnya Alga.


David kembali menghembuskan nafasnya dalam. Benar kan dugaannya kalau Alga sudah mengetahui semuanya, karena cukup banyak sikap Alga yang mencurigakan selama ini dan David bukanlah orang bodoh yang tidak bisa mengartikan semua itu. Hanya saja dia sengaja memilih diam karena Alga juga diam. Lagian David juga sangat berterima kasih pada Alga, karena Alga diam-diam memang sangat banyak membantunya selama ini, terutama menyangkut soal Mayu.


"Kamu tidak perlu minta maaf Alga, justru Omlah yang harus minta maaf. Maafkan Om yang tidak berani berterus terang pada kamu." ujar David.


"Iya Alga, dan Om juga sangat bersyukur Mayu pacaran dengan kamu. Mungkin kalau Mayu tidak pacaran dengan Kamu, sampai Om meninggal pun, Om tidak akan memiliki kesempatan bertemu dengannya, walau sebenarnya om sangat ingin. Kamu tahulah bagaimana keadaan Om, dan terlalu membahayakan kalau Om nekad menemuinya. Om benar-benar tidak ingin terjadi sesuatu pada Mayu dan itu karena Om." balas David.


"Iya Om, Alga sangat mengerti, tapi Om, Alga mau bertanya satu hal, dan ini cukup mengganggu pikiran Alga. Kenapa Om membelikan perhiasan, tas dan jam tangan pada Mayu yang sama jenisnya dengan punya Naura? Naura dan Orang lain mungkin tidak akan terlalu perduli soal itu dan menganggapnya hanya kebetulan saja, tapi untuk mami dan tante Sindi, itu pasti bukan suatu yang kebetulan Om, dan itu sangat mencurigakan." ujar Alga lagi.


Akhirnya kesampaian juga Alga menanyakan hal penting yang sedari tadi selalu berputar-putar dalam benaknya.


"Sebenarnya Om sampai nekad melakukan itu karena kamu dan Mayu juga Alga."


"Masudnya Om? Alga tidak mengerti."


"Kamu pasti tidak tahu bukan kalau mbak Dira dan Sindi diam-diam sudah merencanakan akan mengumumkan pertunangan kamu dan Naura di acara pernikahan Vivi. Om tentu tidak ingin itu terjadi. Masalahnya bisa melebar kemana-mana nantinya, karena Om sangat tahu kamu itu mencintai Mayu dan bukan Naura. Om benar-benar tidak ingin kamu, Mayu dan Naura jadi korban keegoisan Sindi dan mbak Dira. Makanya om ingin membuka semua rahasia ini biar semuanya jelas, sekali pun ini pasti akan sangat membahayakan untuk Mayu." jelas David.


Alga menghembuskan nafasnya kasar, dia baru tahu kalau maminya sudah merencanakan itu. Kenapa sih maminya itu selalu saja berbuat semaunya tanpa memikirkan perasaan anak-anaknya?


"Jadi begitu ceritanya Om? Om benar sekali aku tak tahu apa-apa soal pertunangan itu Om."

__ADS_1


"Itu dia Alga, om sudah menebak itu. Makanya itu cara satu-satunya yang bisa om lakukan untuk menggagalkan rencana mereka, dan kamu sudah lihat hasilnya bukan, sampai acara berakhir mereka tidak sekali pun menyinggung soal acara pertunangan itu."


"Iya Om. Terima kasih ya Om sudah menyelamatkan hubungan Alga dan Mayu. Alga benar-benar tidak bisa membayangkan kalau sampai mereka mengumumkan soal pertunangan itu, dan Alga tidak akan ada alasan untuk menolak karena Alga tidak mau menghancukan nama baik Om juga Papa. Alga juga tidak mungkin kabur karena itu akibatnya akan lebih parah lagi." ujar laki-laki berparas tampan itu.


"Itu dia Alga, Om sudah bisa menebak itu semua dari awal. Makanya rencana Om juga Om percepat saja."


"Iya Om, Alga sudah mengerti sekarang. Lalu apa rencana Om selanjutnya? Mami dan tante Sindi juga pasti tidak akan diam saja Om. Alga takut saja mereka nekat melakukan sesuatu yang membahayakan Mayu."


"Tentu saja Om akan mengumumkan soal Mayu secepatnya. Om juga sudah membicarakannya dengan Mayu, dan Mayu juga sudah setuju karena kami tidak mungkin mundur lagi. Dan kami berdua tentu membutuhkan bantuan kamu Alga, kamu mau kan membantu kami?"


"Mau Om. Alga pasti mau membantu Mayu dan Om David, karena ini menyangkut gadis yang Alga cintai. Alga pasti akan rela melakukan apa saja demi dia." ujar Alga mantap membuat David tersenyum di balik ponselnya.


"Terima kasih Alga kamu sudah mau membantu kamu kami. Caranya cukup mudah saja Alga." ujar David.


"Apa itu Om?"


David kemudian mengatakan apa saja yang harus Alga lakukan dan Alga mengangguk mengerti.


"Sampai di sini kamu sudah paham kan Alga?" tanya David


"Iya Om, Alga sudah paham dan Alga akan berusaha melakukannya sebaik mungkin.


"Terima kasih banyak Alga, kamu memang calon menantu yang bisa diandalkan Alga."


"Tentu saja Om. Om juga calon mertua yang hebat, Alga enggak mau kalah dong."


"Hebat dari mananya? Om bahkan sudah menyakiti perempuan yang sangat om cintai. Om juga sudah membuat anak kandung Om menderita selama bertahun-tahun lamanya. Om benar-benar menyesal atas semua itu Alga dan Om sangat berharap kamu tidak akan melakukan kesalahan yang sama, seperti yang om lakukan. Misalkan suatu saat nanti kamu tidak lagi mencintai Mayu, bicarakan baik-baik pada Om dan Mayu. Om tidak akan masalah kalau kamu minta berpisah dengan Mayu. Bagi Om, kalian lebih baik berpisah dari pada kamu memiliki wanita lain di belakang Mayu."


"Iya Om, Alga pasti akan mengingat pesan Om dan sebisa mungkin Alga akan tetap setia pada Mayu." ujar Alga mantap.


"Terima kasih Alga, dan Om sangat berharap kamu tidak akan mengecewakan Om. Sudah dulu ya Alga, besok kita sambung lagi. Kamu juga sebaiknya langsung tidur saja!"


"Iya Om. Selamat malam dan selamat beristirahat calon daddy mertua." ujar Alga membuat David seketika terawa.


"Ada-ada saja kamu Alga. Ya sudah selamat malam dan selamat beristirahat juga untuk kamu calon menantu." ujar David dan Alga juga langsung tersenyum lebar.


Alga sangat suka mendengar kata-kata terakhir itu.

__ADS_1


Alga kemudian mematikan sambungan teleponnya dan masih ada senyum di wajahnya.


Alga benar-benar lega, akhirnya apa yang menganggu pikiranya, terjawab sudah semuanya.


__ADS_2