
"Hei Alga, kamu mau kemana?" tanya Dira cepat dan langsung menahan tangan anaknya begitu Alga mau kabur dari barisannya.
Sesi foto belum selesai dan Alga tidak boleh pergi sebelum mereka semua selesai berfoto.
"Maaf Mi, Alga kebelet dan ini sudah di ujung. Alga enggak mau kencing celana di sini Mi." bohong Alga membuat Dira seketika terdiam dan melepaskan pegangannya pada Alga.
Sekejam-kejamnya Dira pada anaknya, dia tidak mungkin menahan anaknya saat kebelet. Jika sampai Alga kencing celana tidak hanya Alga yang malu tapi sudah pasti dia juga.
Alga tampak lega begitu Dira melepaskan pegangannya dan tanpa bicara lagi, Alga langsung pergi meninggalkan Dira dan yang lainnya.
Alga berjalan cepat ke arah toilet, Alga benar-benar takut Mayu dan daddynya ketahuan.
Alga sampai berlari begitu tak menemukan Sindi di lorong arah toilet. Sepertinya Sindi sudah masuk toilet.
Alga menghentikan larinya begitu dia sampai depan toilet perempuan. Alga tidak menemukan siapa pun depan toilet itu.
Alga terlihat sangat gelisah.
'Semoga saja Mayu dan daddynya belum ketahuan.' batin Alga.
Alga sampai mondar mandir depan toilet. Dia mau masuk tapi tidak berani. Bisa jadi panjang masalahnya kalau Sindi benar-benar ada dalam toilet dan melihatnya masuk.
Alga masih mondar mandir tidak jelas, hatinya benar-benar tidak tenang. Dia ingin menghubungi Mayu, tapi itu tidak mungkin.
Bagaimana kalau Mayu sedang bersembunyi di dalam sana, Mayu bisa langsung ketahuan kalau ponselnya berbunyi.
Sudah dua menit Alga berdiri depan toilet tapi belum ada juga tanda-tanda orang mau masuk toilet.
Sampai akhirnya aksi mondar mandir Alga dihentikan oleh suara tantenya.
"Alga kamu ngapain berdiri depan toilet perempuan?" tanya Ratu tantenya Alga.
Alga membalikan perlahan badannya dan menatap gugup pada tantenya.
"Ti-tidak ngapa-ngapain Tante, Alga hanya mau ke toilet." ujar Alga gugup.
"Kalau kamu mau ke toilet kenapa berdiri di sini? Toilet laki-laki di sana Alga! Jangan bilang kamu sengaja berdiri di sini karena sedang menunggu gadis tidak tahu diri kamu itu? Apa istimewanya sih itu cewek, sampai kamu selalu menempel padanya? Bahkan saat ke toilet pun kamu masih menunggunya. Tidak akan ada orang yang mau menculik gadis tidak tahu diri kamu itu Alga. Jadi kamu enggak usah bersikap lebay! Ingat kamu itu laki-laki dan kamu juga sangat kaya dan ganteng. Enggak usahlah merendahkan diri depan perempuan. Bersikaplah sewajarnya!" ujar Ratu menegur keponakannya.
Alga menarik nafas pelan, wajah gugupnya berganti jadi kesal karena perkataan tantenya.
__ADS_1
"Alga bukan merendahkan diri Tante dan aku juga tidak bersikap lebay. Apa salahnya kalau aku menunggu kekasihku depan toilet? Aku juga baru selesai dari toilet. Aku hanya mau kami bersama kembali ke tampat acara, itu saja. Justu perkataan Tantelah yang sudah merendahkanku dan juga kekasihku." balas Alga.
"Tante tidak pernah merendahkan kamu Alga, tante hanya mengingatkan kamu, kalau kekasih kamu itu wajar Tante rendahkan karena dia memang gadis rendahan." ujar Ratu lagi.
Tangan Alga sampai terkepal erat mendengarnya. Enggak maminya, enggak tantenya mulutnya sama saja sombongnya.
Alga yang malas berdebat dengan tantenya memilih pergi meninggalkan tantenya tanpa menoleh kembali pada Ratu. Alga tidak mau perdebatan mereka sampai didengar oleh orang lain atau keluarga laki-laki. Alga benar-benar tidak mau merusak momen spesial mbaknya.
Ratu menatap keponakannya dan menggelengkan kepalanya pelan.
"Sepertinya kamu benar-benar sudah dipelet sama gadis kampungan itu Alga." monolog Ratu.
Ratu kembali melanjutkan langkahnya masuk toilet begitu Alga hilang dari pandangannya.
Sementara itu Alga memilih mengintip dari kejauhan, dan begitu Tantenya masuk toilet Alga keluar dari persembunyiannya.
Belajar dari pengalaman. Kali ini Alga tidak lagi mondar mandir depan toilet wanita, tapi Alga sengaja menunggu di depan toilet laki-laki.
Alga kembali terlihat gelisah, kira-kira Mayu ngapain dalam toilet sana, kenapa keluarnya lama sekali?
Alga refleks menegapkan tubuhnya begitu melihat Sindi keluar dari toilet dan raut wajahnya terlihat biasa saja.
'Tante Sindi sudah keluar, lalu dimana Mayu dan om David?' batin Alga semakin penasaran. Hanya saja Alga juga tidak bisa memungkiri, ada sedikit perasaan lega di hatinya begitu melihat raut wajah Sindi yang biasa saja. Itu berarti Mayu dan daddynya belum ketahuan Sindi.
'Sebenarnya Mayu ada di dalam atau tidak, apa sebaiknya aku periksa saja?' batin Alga lagi. Alga benar-bebar penasaran dan rasa gelisahnya belum sepenuhnya hilang.
Setelah 5 menit menunggu Alga memutuskan masuk toilet itu saja. Rasa penasaran Alga benar-benar sudah sampai pada puncaknya.
Sebelum masuk Alga memastikan sekelilingnya.
'Aman,' batin Alga lagi begitu tidak melihat ada orang disekitanya.
Alga kemudian buru-buru masuk ke dalam toilet itu.
Toilet terlihat sepi dan tidak ada tanda-tanda orang juga di dalamnya.
"Ay, ini aku. Apa kamu di dalam?" ujar Alga sambil mengetuk salah satu bilik toilet.
Tidak ada jawaban dari Mayu atau siapa pun itu.
__ADS_1
"Ay jawab aku dong Ay, jangan buat aku semakin khawatir." ujar Alga lagi.
Hasilnya sama saja tidak ada jawaban dari Mayu.
Alga yang sudah sangat penasaran membuka pintu itu dan hasilnya benar-benar kosong tidak ada siapa-siapa di sana. Begitu juga saat Alga membuka pintu bilik toilet selanjutnya hasil sama saja.
Ada 5 bilik yang tersedia dan setelah Alga membuka ke 5 bilik itu, hasilnya tetap sama tidak ada siapa-siapa di sana.
Alga sampai menatap sekelilingnya. Tidak ada tempat yang bisa buat bersembunyi selain dalam bilik kamar mandi. Jika semua bilik kosong itu berarti Mayu memang benar-benar tidak ada dalam toilet itu. Jika Mayu tidak ada dalam toilet lalu pergi kemana dia?
Alga tampak berpikir keras memikirkan keberadaan kekasihnya.
Alis Alga seketika terangkat begitu dia sadar akan sesuatu. Ballroom hotel ini dilengkapi dengan 2 toilet, itu berarti kemungkinan besar Mayu pergi ke toilet yang satunya lagi.
Alga harus mencarinya secepatnya.
Alga kembali keluar dari toilet itu tapi baru juga Alga membuka pintu, Alga lagi-lagi dikejutkan oleh seseorang.
"Kak Alga! Kak Alga ngapain dalam toilet perempuan?" tanya Naura menatap bingung pada Alga.
"I-itu Nau, saya hanya mencari Mayu. Saya pikir dia ada di toilet sini tapi ternyata tidak. Sepertinya dia ada di toilet yang lain. Saya mau mencarinya dulu, saya duluan." ujar Alga dan tanpa menunggu jawaban dari Naura, Alga langsung meninggalkan Naura dan tanpa menoleh lagi ke belakang.
Alga tampak bernafas lega setelah dia pergi jauh meninggalkan Naura. Untunglah yang memergokinya adalah Naura dan bukan mami atau tantenya yang lain. Bisa-bisa dia diceramahi part 2 kalau sampai itu terjadi.
Alga kemudian mempercepat larinya kearah toilet ke 2. Jaraknya cukup jauh dan itu karena ballroom hotelnya memang cukup besar dan bisa menampung sampai 1000an orang.
Alga kembali gelisah begitu dia sampai di toilet kedua. Toilet ke dua tidak sesepi toilet sebelumnya. Ada beberapa orang yang keluar masuk dari toilet itu.
Jika toiletnya ramai, itu berarti kemungkinan besar Mayu tidak ada di sana. Mayu dan daddynya tidak mungkin seberani itu, hubungan mereka begitu rahasia. Apalagi tamu yang datang kebanyakan dari keluarga pengusaha, baik itu dari keluarga Alga maupun keluarga calon kakak iparnya, dan mereka semua hampir mengenali David.
Alga mulai pusing jika Mayu tidak ada di toilet dia pergi kemana?
Ada banyak lorong memang tersedia di hotel ini dan ada banyak tempat persembunyian juga. Belum lagi untuk lantai 2 dan seterusnya. Dan Alga benar-benar bingung, dia harus mulai mencari dari mana.
'Apa sebaiknya aku menghubungi Mayu saja? Aku sangat khawatir padanya.' batin Alga.
Alga merogoh sakunya dan mengambil ponselnya. Baru juga dia melihat nama Mayu, Alga kembali mengurungkan niatnya. Terlalu beresiko kalau ponsel Mayu sampai berbunyi, dan Alga juga sebenarnya tidak ingin mengganggu waktu Mayu saat bersama daddynya. Mayu jarang-jarang punya kesempatan bertemu dengan David, dan Alga tidak seharusnya mengganggunya. Apalagi pertemuan ini bisa terjadi karena usaha yang Alga lakukan.
Setelah berpikir beberapa menit Alga akhirnya memutuskan masuk kembali ke dalam ballroom. Alga mau mencari Mayu di sana saja, siapa tahu Mayu sudah kembali.
__ADS_1
Alga mengedarkan pandanganya. Para tamu tampak asik dengan makanan mereka masing-masing, dan ada juga yang asik mengobrol karena acaranya memang sudah mau selesai.
"Loh, itu kan om David, lalu dimana Mayu?" gumam Alga begitu melihat David sedang makan di meja yang sama dengan papinya juga calon mertua kakaknya.