Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Dira dan Yang Lainnya Beraksi


__ADS_3

"Ay, aku dipanggil om Jiho, ada yang ingin dia bicarakan. Apa aku boleh menemuinya?" tanya Alga hati-hati.


Sebenarnya Alga tidak ingin meninggalkan Mayu sendirian, tapi dia juga tidak enak menolak berbicara dengan omnya.


"Iya Kak tidak apa-apa, pergilah!" ujar Mayu mengerti. Mayu sadar Alga tidak mungkin terus-terusan bersamanya. Lagian Mayu juga sudah terbiasa sendirian jadi itu bukan masalah besar baginya. Hanya saja dia memang tidak bisa bohong, kalau dia merasa kurang nyaman dengan tatapan tidak bersahabat Dira dan yang lainnya.


"Iya Ay, sebentar saja ya Ay. Kamu juga lanjut saja makanannya. Jangan sungkan-sungkan, mumpung gratis, sikat saja." ujar Alga mulai ketularan Mayu.


Mayu seketika tersenyum.


"Ok Kak," ujar Mayu mengacungkan jempolnya.


Mayu kembali fokus pada makanan yang di mejanya. Alga memang sengaja sudah pesan banyak untuknya dan Mayu.


"Ehem!"


Mayu yang hendak makan seketika menoleh begitu mendengar suara orang berdehem.


Mayu langsung meletakkan makanannya kembali begitu melihat Dira, Sindi, Naura, Ratu dan Nindi(tantenya Alga) menarik kursi yang ada di meja Mayu.


Mayu berusaha tersenyum pada mareka dan mereka memalasnya dengan tatapan jutek. Sungguh Mayu benar-benar tidak nyaman dengan keadaan ini tapi Mayu juga tidak mungkin pergi meninggalkan mereka.


"Heh Mayu, nama kamu Mayu kan?" ujar Ratu adiknya Dira.


"Iya Tante, nama saya Mayu." ujar Mayu berusaha bersikap sebiasa mungkin.


"Sudah berapa lama kamu pacaran dengan Alga?"


"Ja-jalan tiga bulan Tante." ujar Mayu sedikit gugup dan itu karena dia bohong. Mayu tidak mungkin mengatakan kalau dia aslinya pacaran dengan Alga baru mau dua minggu. Mayu sengaja mengatakan 2 bulan karena itu terhitung dari perjanjian mereka dulu.


"Lumayan lama juga. Siapa yang duluan mengatakan cinta?" tanyanya lagi.


Mayu seketika menelan ludahnya dan beralih menatap Naura.

__ADS_1


Kenyataan sebenarnya Algalah yang mengatakan cinta, tapi semua orang kampus termasuk Naura tahunya Mayulah yang mengatakan cinta duluan.


Mayu menggenggam tangannya sendiri.


"Mayu, Tante." ujar Mayu pelan dan terpaksa melanjutkan kebohongannya. Mayu tidak mau dituduh pembohong sama Naura.


"Berani sekali kamu mengatakan cinta pada keponakan saya! Punya modal apa kamu berani-beraninya mengatakan cinta pada ponakan saya? Apa kamu merasa cantik juga hebat?" tanya Ratu dengan nada tidak sukanya. Sedangkan Dira dan yang lainnya hanya tersenyum sinis pada Mayu. Mereka akan melakukan apa saja saja yang membuat Mayu tidak tenang, hingga dia menyerah pada Alga.


"Waktu itu saya dihukum Tante, jadilah saya nembak Kak Alga dan itu karena permintaan Kak Alga sendiri. Sebenarnya awalnya kami juga hanya pura-pura pacaran saja dan itu juga karena kemauan Kak Alga. Hanya saja seiring kebersamaan kami, perasaan itu mulai tumbuh, dan kami saling jatuh cinta. Beberapa waktu lalu Kak Alga mengatakan perasaannya dan saya menerimanya. Hingga akhirnya kami meresmikan hubungan kami." ujar Mayu akhirnya memilih jujur saja.


"Atas dasar apa kamu berani jatuh cinta pada ponakan saya? Apa kamu tidak sadar kamu itu siapa dan Alga itu siapa?" tanyanya lagi menatap tajam Mayu.


Mayu sempai menelan ludahnya. Dia memang sudah biasa berhadapan dengan berbagai macam karakter orang dan jujur saja ditatap setajam itu oleh Ratu membuat nyali Mayu sedikit ciut.


"Saya hanya manusia biasa Tante dan saya tidak bisa mengatur hati saya, kepada siapa saya harus jatuh cinta. Andai saja saya bisa melakukannya, saya juga tidak ingin jatuh cinta pada Kak Alga karena saya sangat sadar kalau perbedaan kami sangat jauh." ujar Mayu lagi.


"Kalau kamu sadar perbedaannya sangat jauh, harusnya kamu bisa menahan diri kamu, karena kamu itu sangat tidak layak untuk Alga. Bilang saja kalau kamu memang mengincar harta Alga, iya Kan? Enggak usah munafik kamu! Saya sangat tahu perempuan seperti kamu ini, yang sering sekali pura-pura bersikap polos untuk menarik perhatian laki-laki kaya. Cara kamu itu basi tahu enggak, dan cara itu tentu tidak berlaku untuk kami semua yang ada di sini. Sekarang begini saja, sebutkan saja kamu butuh nominal berapa, supaya kamu mau meninggalkan Alga, 1 miliyar atau 2 milyar? Detik ini juga saya bisa transfer uang itu pada kamu. Kurang baik apa lagi coba saya. Saya bisa menjadikan kamu jadi wanita kaya dalam waktu singkat." ujar Ratu lagi dan tidak betperasaan sama sekali. Serendah itu memang Mayu di matanya.


Mayu hanya diam saja saja, apa yang dikatakan Ratu itu benar-benar penghinaan buatnya. Cinta Mayu tulus pada Alga dan kalau pun harus ditukar dengan uang triliunan sekali pun, Mayu tidak akan mau. Terserah saja kalau mau bilang Mayu bodoh tapi memang begitu kenyataannya. Mayu bukan gila harta, kalau dia gila harta dari awal dia tahu tentang papa kandungnya, Mayu bisa saja minta harta bagiannya, tapi tidak pernah kepikiran untuk itu semua. Mayu hanya ingin memeluk papa kandungnya dan memanggil dia papa itu saja. Soal uang atau harta, Mayu masih bisa cari sendiri.


"Benar sekali itu, saya juga bersedia mengenalkan kamu dengan pria kaya lain yang kekayaannya tidak jauh beda dengan Alga, dia juga tampan dan masih muda, tapi ya ... dia peny*ka sesama jenis. Dia itu pasti akan sangat cocok untuk kamu, kamu butuh uangnya dan dia butuh nama baiknya. Kalian akan jadi pasangan yang sangat cocok dan serasi." tambah Sindi.


"Setuju Mom. Laki-laki yang seperti itu yang pantas untuk Mayu." ujar Naura yang merasa begitu senang melihat Mayu tidak lagi berkutik.


"Tentu saja Sayang. Gimana Mayu, kenapa kamu masih diam saja? Kami jarang-jarang bersikap baik seperti ini, dan kamu beruntung bisa merasakan kebaikan kami." ujar Sindi lagi.


Mayu yang sudah tidak tahan diserang dari berbagai arah akhirnya memilih menyerah saja. Tidak ada gunanya dia membela diri karena Mayu itu sangat rendah dan hina di mata mereka.


Mayu kemudian bangun dari duduknya.


"Permisi, Mayu mau ke toilet." ujar Mayu memilih pergi dan sekuat tenaga manahan tangisnya. Mayu benar-benar tidak mau menangis di hadapan Dira dan yang lainnya. Mayu adalah gadis kuat, dan dia tidak boleh memperlihatkan kelemahannya pada orang yang tidak pantas.


Dira dan yang lainnya tersenyum lebar, senang banget mereka melihat Mayu yang tidak lagi berani bersuara. Padahal apa yang mereka katakan sebelumnya hanyalah sebuah jebakan. Manalah mungkin mereka mau memberi uang miliyaran pada Mayu. Lebih baik uangnya dipakai buat bersenang-senang saja.

__ADS_1


Alga yang sedari tadi selalu memperhatikan Mayu, tampak mengerutkan keningnya begitu melihat Mayu pergi.


'Mayu pergi kemana?' batin Alga.


Alga yang khawatir pada kekasihnya segera menyudahi pembicaraannya dengan omnya. Dia harus menyusul Mayu.


"Eh Alga tunggu!" ujar Dira dan langsung mencegah anaknya saat mau mengejar Mayu.


"Kenapa Mi?" tanya Alga tanpa menatap maminya, tatapan Alga tertuju ke arah Mayu pergi.


"Acara potong kue akan dimulai. Ayo kamu temani Mami potong kue!" ujar Dira sengaja dan menarik tangan anaknya. Dira sudah tahu tujuan anaknya karena itu dia langsung gerak cepat untuk menahan Alga. Dira tentu tidak mau Alga menyusul Mayu. Bisa sia-sia usaha mereka yang ingin menyingkirkan Mayu.


"Mami potong kuenya sama yang lain saja Mi, Alga mau ke toilet sebentar." ujar Alga sengaja mencari alasan.


"Tidak ada itu ke toilet, nanti saja kamu ke toilet. Ingat Alga, ini adalah hari bahagia Mami dan Mami sangat berharap kamu tidak merusak kebahagiaan Mami. Lagian apa susahnya temani Mami potong kue saja. Hanya sebentar ini, tidak akan lama." ujar Dira sambil menarik tangan anaknya.


Alga tidak mungkin menolak keinginan maminya dan akhirnya menurut saja sama tarikan maminya.


'Maafkan aku ay, aku mau menemani mami potong kue dulu, tapi aku janji setelah itu aku akan mencari kamu.' batin Alga.


Sementara itu, Mayu sudah berada di dalam toilet restoran.


Tangis Mayi yang sedari tadi ditahannya seketika pecah.


"Hikss hikss .... kenapa mereka jahat sekali ya Allah. Mereka berkata seenaknya saja tanpa memikirkan perasaan Mayu hikss ... Mayu juga hanya manusia biasa, Mayu juga bisa merasakan sakit hati hikss hikss ...."


Tangis Mayi semakin pecah. Mayu sampai memukul dadanya. Rasanya begitu sakit.


Salahkah Mayu mencintai laki-laki yang levelnya jauh di atasnya? Apa sebaiknya Mayu mundur saja karena dia memang tidak pantas berada di level itu. Dia harusnya sadar diri karena terlalu jauh untuk dia gapai.


Mayu yang terus menangis tidak sadar ada seseorang masuk kamar mandi dan kamar mandi langsung dikunci olehnya.


Orang itu kemudian jalan mendekat pada Mayu yang masih terus menangis dan begitu menyayat hati.

__ADS_1


"Ehem!" orang itu kemudian berdehem keras untuk menyadarkan Mayu. Mayu yang mulai sadar akan kehadiran seseorang di dekatnya memalingkan wajahnya.


Mata Mayu seketika membola begitu melihat orang itu.


__ADS_2