Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Teror


__ADS_3

"Maaf ya Ay aku enggak bisa mampir hari ini. Aku mau lembur ada banyak pekerjaan yang harus aku kerjakan." ujar Alga ditelepon.


"Iya Kak, enggak apa-apa, Mayu sangat mengerti. Mayu dan teman-teman juga cukup sibuk hari ini. Apalagi kami juga mau miting beberapa hal untuk ruko baru." ujar Mayu.


"Iya Ay, tetap semangat ya!"


"Iya, Kak Alga juga ya!"


"Siap Ay. Dah Ay, love you."


"Love you too Kak." ujar Mayu.


Mayu mematikan sambungan teleponnya. Dia tanpa sadar tersenyum tipis begitu melihat wallpaper ponselnya yang memasang fotonya bersama Alga dan neneknya.


"Semoga kita selalu bersama selamanya." monolog Mayu.


Setelah menatap fotonya dia kembali menyimpan ponselnya di laci dan melanjutkan pekerjaannya. Besok dia akan belanja untuk bahan Maga Wear, untuk itu dia harus membuat catatan supaya tidak ada yang tertinggal.


"Mayu! Mayu! Lo dimana Mayu!" seru Naura tiba-tiba dan tidak sabaran.


"Gue di lantai 2 Nau." ujar Mayu sambil mengecek sisa bahannya kemudian menuliskan beberapa jumblah bahan yang akan dia beli.


Naura langsung berlari ke lantai 2.


"Mayu!" seru Naura lagi membuat Mayu dan karyawannya menoleh.


"Jangan terlalu berisik Nau! Jangan membuat para pekerja jadi terganggu!" ujar Mayu mengingatkan.


"Iya maaf. Mayu, lo ikut gue deh. Ada hal penting yang ingin gue sampaikan." ujar Naura dan tanpa menunggu persetujuan Mayu dia menarik tangan Mayu dan membawanya ke atap.


"Lo kenapa sih Nau?" tanya Mayu menatap Naura bingung.


"Aduh, ini pasti karena lo belum melihat sodial media kan? Makanya lo masih bisa bersikap tenang." ujar Naura. Wajahnya terlihat khawatir juga gelisah.


Naura juga sebelumnya tidak tahu apa-apa karena dia juga lagi sibuk dengan produk skincarenya. Hanya saja dia ditelepon Ira dan disuruh mengecek instagram Maga Wear. Naura yang kepo langsung menuruti perintah temannya dan alangkah terkejutnya dia melihat melihat kolom komentar Maga Wear sudah dipenuhi oleh komentar negatif fans Rahel juga fans pecinta Rahel Alga, dan itu semua ditujukan pada Mayu.


Sejak gosip itu mereka memang sudah sering komentar di instagram Maga Wear. Hanya saja komentar mereka masih sebatas wajar dan seringnya memaksa supaya Alga keluar jadi model Maga Wear. Oleh karena itu Mayu dan yang lainnya juga cuek saja, karena menurut mereka itu tidak penting. Masih banyak hal penting yang harus mereka kerjakan, tapi untuk kali ini, mereka tidak mungkin cuek lagi karena komentar-komentar itu semakin tidak masuk akal dan menyakitkan. Mayu sampai dituduh pelakor dan lain sebagainya.


"Kenapa dengan sosial media?" tanya Nayu semakin bingung. Belakangan ini, Mayu memang jarang buka sosial media selain karena dia sibuk, dia juga malas melihat gosip-gosip menyebalkan itu.


Naura mengambil ponselnya kemudian menunjukkannya pada Mayu.


"Lo lihat dan dan baca sendiri saja!" ujar Naura.


Mayu menurut, dia kemudian mengambil ponsel Naura.


Alis Mayu tefleks terangkat begitu melihat kolom komentar Maga Wear yang sudah mencapai ribuan komentar. Mayu juga melihat beberapa video yang diupload dan menandai instagram Maga Wear.


Mulut Mayu sampai terbuka dan matanya sampai melotot begitu melihat video itu. Video yang memperlihatkan dirinya dan Alga. Video pertama saat Alga mengantarnya pulang dan Mayu salim padanya, Alga juga membalas mengecup keningnya. Video kedua saat mereka melihat ruko baru yang mana Alga selalu setia berada di samping Mayu dan Alga juga sempat memberikan air minum untuk Mayu. Video ketiga mereka makan berdua di rumah makan pinggir jalan dan Alga juga ada mengusap sudut bibir Mayu, setelah itu mereka saling menatap mesra dan sama-sama tersenyum. Videonya sebenarnya biasa saja tapi captionnya sungguh luar biasa, yang mengatai Mayu pelakor, gadis tidak tahu diri dan lain sebagainya.


Tangan Mayu beralih membaca komentar.


[Hei Mayu pelakor, ngapain lo dekat-dekat Alga terus hah? Alga itu hanya milik Rahel, hanya Rahel yang pantas untuk Alga, pela*cur!] komentar A.


[Pantas saja mereka tidak pernah mau mengeluarkan Alga sebagai model Maga Wear, ternyata itu si Mayu yang ngakunya si owner, punya tujuan tertentu pada Alga. Pasti dia yang sudah merayu Alga itu, dasar lo pelakor. Tampang doang sok alim enggak tahunya lo itu sangat licik. Nyesal gue sudah pernah beli Maga Wear. Langsung gue bakar itu pakaian dal*m murahan. Enggak sudi lagi gue memakainya.] komentar B.


[Iya gue juga, menyesal pernah belanja kolor Maga Wear, kolornya benar-benar jelek dan pemiliknya lebih jelek lagi. Udah gitu enggak tahu diri. Oi Mayu, dilihat dari manapun Rahel itu lebih cantik dari lo, ngaca dong lo!] balasan komentar B.


[Gue masih syok beneran deh teman-teman. Selama ini gue berusaha cuek saat ada yang bilang kalau Alga dan Mayu itu ada main belakang tapi begitu melihat semua video yang beredar, gue enggak bisa cuek lagi. Gue benar-benar enggak rela, Rahel gue dikhianati seperti ini. Rahel kamu yang sabar ya princess, dan kamu juga enggak boleh menyerah, kamu harus singkirkan si hama itu. Kamu itu jauh lebih baik dari si Mayu itu Rahel.] komentar C.


[Benar sekali, pokoknya kamu enggak boleh menyerah Rahel. Kamu jangan mau kalah sama pelakor. Mayu itu bukanlah tandingan kamu. Mayu itu berhati busuk, teman-temsnnya juga tidak kalah busuknya. Gue sangat yakin mereka semua pasti tahu kalau selama ini Alga selingkuh dengan Mayu, tapi mereka berusaha menutupinya. Mereka semua sangat jahat!] balasan komentar C.

__ADS_1


Mayu sampai memejamkan matanya karena sudah enggak sanggup membaca komentar-komentar selanjutnya. Mereka itu benar-benar sudah termakan gosip yang Rahel ciptakan belakangan ini.


Mayu sampai menundukkan kepalanya.


'Kenapa jadi begini ya Allah.' batin Mayu. Mayu tidak mungkin menyalahkan mereka karena yang salah di sini sudah jelas Rahel dan Dira. Meraka lah yang sudah membuat mereka percaya akan gosip-gosip tidak benar itu.


Melihat Mayu menunduk, Naura mendekat padanya dan membawa Mayu ke dalam pelukannya.


"Lo yang sabar ya May. Gue tahu lo pasti sangat sedih karena dikatai seenaknya sama mereka, padahal fakta yang sebenarnya lo yang kekasihnya kak Alga dan bukan selingkuhan kak Alga. Jelas-jelas Rahel itu yang mau merebut kak Alga dari lo, dan bukan sebaliknya." ujar Naura sambil mengusap punggung Mayu. Dia ikut sedih juga prihatin pada Mayu. Mayu adalah gadis yang baik tapi entah kenapa ada saja yang berbuat jahat kepadanya.


"Iya Naura gue pa-"


"Mayu! Gawat Mayu!" Mayu tidak jadi meneruskan kata-katanya karena suara teriakan Lora dari arah tangga.


Mayu dan Naura juga melepaskan pelukan mereka dan saling menatap.


"Mayu gawat!" seru Lora lagi begitu dia sudah sampai di atap.


"Iya Lora, gawat kenapa?"


"Itu May, kita tiba-tiba dapat serangan dari beberapa orang tidak dikenal. Mereka melempar buah busuk ke arah toko, makanya kami juga buru-buru menutup toko. Kami takut barang dagangan kita jadi kotor. Dan kami juga menemukan ini." ujar Lora sambil menunjukkan gulunan kertas pada Mayu.


Mayu dan Naura sangat terkejut mendengarnya dan Mayu buru-buru mengambil gulungan kertas itu kemudian membukanya.


[Jauhi Alga, lo enggak pantas untuk Alga, Mayu. Awas saja kalau lo masih berani dekat-dekat dengan Alga, kami akan melakukan lebih dari apa yang kami lakukan hari ini!]


Mayu dan Naura kembali saling menatap begitu membaca isi kertas itu.


Mayu menelan ludahnya sendiri.


"Gimana ini Nau?" tanya Mayu lirih. Mayu jadi enggak bisa mikir untuk sesaat, seumur hidupnya baru kali ini dia dapat teror.


"Lo harus tetap tenang ya May, kita akan pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Lo enggak sendirian May, ada kami semua yang akan bersama lo." ujar Naura.


"Naura benar May, Lo harus tetap kuat ya. Gue juga masih sangat syok dan gue juga enggak terima atas apa yang mereka lakukan. Ingin rasanya gue memaki, tapi gue juga sadar kalau kita harus tetap tenang. Kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini. Mereka memang banyak, tapi kita juga tidak kalah banyaknya." ujar Lora ikut mengusap punggung Mayu.


"Iya Naura, Lora. Terima kasih ya, yerima kasih kalian selalu ada untuk gue." lirih Mayu.


"Pasti Mayu, kami pasti akan selalu ada untuk lo, saat susah dan senang lo, kami tidak akan pernah meninggalkan lo." ujar Lora mantap.


"Terima kasih Lora." ujar Mayu kemudian memeluk erat Lora dan Naura.


***


Alga langsung membereskan meja kerjanya begitu jam kantor selesai. Alga menutup cepat tas laptopnya dan langsung pergi meninggalkan meja kerjanya.


Alga juga tidak lagi menoleh pada karyawan yang menatap bingung padanya. Mereka masih ingat dengan jelas, kalau sebelumnya Alga mengatakan kalau dia akan lembur bersama David, ada pekerjaan penting yang harus mereka kerjakan, tapi entah kenapa Alga tiba-tiba pergi dan sangat terburu-buru lagi.


Sementara itu Alga jalan cepat sambil mengambil ponselnya. Dia ingin menghubungi David. Alga memang sedang dilanda khawatir pada Mayu, tapi kalau soal pekerjaan dia juga tidak boleh main-main.


Tut tut tut


"Hallo Om," ujar Alga cepat begitu David mengangkat teleponnya.


"Hallo Alga, kenapa?" balas David.


"Maaf ya Om, Alga enggak bisa ikut lembur dengan Om. Alga harus pulang Om. Mayu dapat teror." ujar Alga terburu-buru.


"Iya Alga, Om mengerti. Naura juga baru saja menelepon Om. Om titip Mayu ya Alga. Jangan sampai dia jadi sedih karena masalah ini. Dan kalau kalian butuh bantuan Om, langsung hubungi Om saja!" ujar David.


"Iya Om, itu pasti. Ya sudah ya Om, alga tutup teleponnya."

__ADS_1


"Iya Alga, kamu hati-hati!"


"Iya Om." ujar Alga kemudian mematikan sampungan teleponnya.


Alga juga tidak lupa menghubungi Rangga.


Tut tut


"Alga gue sudah di depan kantor, cepat!" ujar Rangga langsung to the poin.


"Iya," ujar Alga dan kembali mematikan sambungan teleponnya.


Alga kembali mempercepat langkahnya. Dia tidak sabar ingin segera bertemu dengan Mayu.


Sampai di dekat Rangga, Alga langsung menerima helm yang sudah disiapakan Rangga dan memakainya dengan cepat. Setelahnya dia naik motor Rangga dan mereka langsung pergi meninggalkan gedung perkantoran itu.


Rangga menjalankan motornya lebih cepat dari biasanya dan dia juga memilih fokus meski sebenarnya ada banyak hal yang ingin dia bicarakan dengan Alga.


Rangga tadinya juga sempat terkejut begitu Lora menghubunginya dan menceritakan apa yang dialami Mayu, karena itu juga dia langsung menemui Alga dan menceritakan apa yang terjadi.


Rangga juga kasihan pada Mayu dan Mayu tidak seharusnya menerima ujaran kebencian itu. Mayu tidak salah apa-apa dan dia jelas bukan pelakor.


"Al kita sudah mau sampai, lo mau melakukan penyamaran tidak? Gue sangat yakin sekitar rumah Mayu, pasti masih ada pengintainya." tanya Rangga begitu mereka sudah sampai jalan rumah Mayu.


"Percuma saja kayaknya kalau pun gue melakukan penyamaran Ngga. Gue malah takut mereka akan membuat berita yang semakin enggak masuk akal." ujar Alga.


"Benar juga. Lagian kalau pun lo menyamar, dari postur tubuh lo juga sudah ketahuan." ujar Rangga.


"Itu dia, makanya gue bilang percuma saja. Lagian gue juga mau bersikap santai saja karena gue dan Mayu memang tidak salah di sini. Ini semua karena gosip sialan itu. Orang-orang jadi salah paham pada kami." ujar Alga mulai kesal.


"Iya Al, gue paham, tapi lo harus tetap sabar dan tenang ok. Jangan sampai lo emosi, itu hanya akan memperburuk keadaan." ujar Rangga mengingatkan.


"Iya Ngga gue tahu itu." ujar Alga.


Rangga kemudian mematikan motornya begitu mereka sampai depan rumah Mayu, dan ternyata sudah ada beberapa wartawan di sana.


"Mas Alga wawancara sebentar dong!" ujar salah satu wartawan dan langsung menyerbu Alga dan Rangga.


Alga hanya diam diam saja sedangkan Rangga dia berusaha menghalangi para wartawan.


"Maaf Mbak, Mas, kamu buru-buru dan tolong beri kami jalan!" seru Rangga.


"Mas wawancara sebentar saja Mas," seru mereka lagi tidak menyerah.


Alga tetap diam dan terus melangkahkan kakinya. Dia juga tidak perduli walau setelah ini, dia akan dapat gosip yang enggak-enggak lagi. Bagi Alga yang terpenting saat ini hanya kekasihnya.


"Maaf ya semua, kami tidak bisa melakukan wawancara. Kami benar-benar sibuk." ujar rangga lagi kemudian menutup pintu rumah Mayu.


"Mana Mayu?" tanya Alga begitu dia sampai dalam rumah.


"Itu Kak, dia sedang tiduran di samping nenek." ujar Irpan.


Alga mengangguk dan langsung menghampiri kekasihnya.


"Ay," ujar Alga begitu dia sampai di samping Mayu.


Mayu menoleh.


"Kak!" lirih Mayu dan langsung bangun dari tidurannya.


Mayu memeluk Alga erat dan Alga juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


__ADS_2