Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Persiapan Ulang Tahun Dira


__ADS_3

Hari ulang tahun Dira telah tiba. Pulang kuliah Mayu menarik kedua temannya Lora dan Shinta supaya membantunya berdandan.


Mayu tidak pintar dandan dan dia juga tidak punya make upnya, jadi Mayu putuskan pinjam punya Shinta dan Lora saja.


Shinta dan Lora juga tidak keberatan sama sekali dan mereka dengan senang hati membantu Mayu. Hanya saja dengan imbalan, jika Mayu sudah jadi nyonya Alga, ya mereka minta diberikan pekerjaan yang layak di Pratama group. Mayu tentu saja bilang ok. Bahkan jika dia sudah sukses nantinya dan kalau temannya belum sukses, orang pertama yang dia bantu tentu saja Lora dan Shinta, karena merekalah yang selama ini selalu ada untuk Mayu, dan sudah membantu Mayu banyak hal.


"May, sebentar deh! Kita senggah di minimarket sebentar beli lulur." ujar Shinta.


"Lulur? Untuk apa?" tanya gadis berparas cantik itu.


"Ya untuk lo lah May, gue yakin banget di kontrakan lo enggak ada lulur kan?"


"Ya memang enggak ada, tapi enggak perlu lah itu. Gaunnya juga panjang ini dan tangannya juga 3/4, enggak kelihatan juga kulit gue, yang penting itu wajahnya saja." ujar Mayu tanpa menoleh. Mayu sedang bawa motor, dia harus fokus pada jalan yang mereka lewati.


"Ya kulit lo memang tidak kelihatan May, tapi luluran itu juga penting, biar semua daki di tubuh lo itu hilang, dan bau badan lo juga enak, enggak amis." ujar Shinta tidak mau kalah.


"Enak saja amis, gue bukan ikan ya." ujar Mayu tidak terima.


"Hehe ... canda May, tapi beneran deh May, lo sebaiknya luluran saja May. Biar badannya juga lebih rileks gitu. Kalau badannya lebih rileks dan wangi, rasa percaya diri kita juga akan lebih besar May. Lo harus tetap percaya diri May, karena yang lo temui nanti pasti orang hebat semua." ujar Shinta meyakinkan temannya.


"Benar juga, ya sudah kita beli luluran dulu, tapi luluran saja ya enggak pakai jajan. Gue habis belanja kemarin dan hari ini juga enggak dagang, harus berhemat gue." ujar Mayu.


"Ok May, kalau urusan jajan gampang saja May, kan di rumah lo juga banyak jajanan. Kalau gue mau ya tinggal makan itu saja nanti."


Mayu menghela nafas.


"Nenek sudah tidak jualan lagi. Jadi tidak ada lagi jajanan di rumah gue." ujar Mayu pelan.


"Loh kenapa nenek Iroh tidak lagi jualan May, apa kesehatannya kembali menurun?" tanya Shinta dan tampak terkejut mendengarnya.


"Enggak, nenek baik, tapi karena jualannya terus-terusan sepi, gue minta nenek berhenti jualan dan fokus pada kesehatannya saja. Untunglah nenek akhirnya setuju. Lagian sekarang kami juga tidak perlu bayar kontrakan, jadi gue juga tidak terlalu beratlah bebannya." cerita Mayu.


"Kok bisa kalian enggak lagi bayar kontrakan, ibu kontrakannya lagi baik hati?" tanya Shinta bingung.


"Kebetulan kemarin sebelum dihukum, Kak Alga sempat bayarin kontrakan gue untuk beberapa tahun ke depan dan dia juga tidak mau uang dikembalika, lumayan lah. Bukan gue ini juga yang minta." ujar Mayu.


"Benar banget itu May, cowok lo itu memang terbaik deh May. Padahal dia jadi susah karena lo tapi dia tetap bertahan. Lo juga harus sama ya May, jangan mudah menyerah, meski nantinya lo mendengar kata-kata tidak menyenangkan dari kelurga kak Alga. Masuk kuping kanan, keluar kuping kiri saja May. Orang kaya memang terkadang suka begitu May, suka menganggap rendah orang lain. Ditambah lo memang bukan calon menantu idaman mereka, pasti mereka akan melakukan banyak cara untuk menjatuhkan lo, supaya lo menyerah." ujar Shinta memberi dukungan pada Mayu.

__ADS_1


Shinta benar-benar berharap perjuangan cinta Alga dan Mayu berakhir happy ending, karena menurut Shinta, Mayu adalah orang yang tepat untuk Alga. Mayu cantik dan berprestasi dan dilihat dari semangat dan kerja keras Mayu, Shinta yakin banget suatu saat nanti sahabatnya pasti jadi orang sukses.


"Iya Shinta, gue tidak akan semudah itu menyerah pada Kak Alga. Selama Kak Alga masih menginginkan gue, gue pasti akan tetap di sisinya, tapi kalau dia menyerah nanti ya gue juga akan terima dengan lapang dada." ujar Mayu mantap.


"Benar sekali May, dan gue juga akan selalu mendukung lo. Semangat terus Mayu and i love you."


"Hei gue masih normal ya!" protes Mayu cepat.


"Gue juga kali. Melihat lo pacaran dengan kak Alga, gue juga mau pacaran deh May. Carikan gue pacar dong May! Kalau gue cowoknya kere juga enggak apa, yang penting baik dan tampan May, dan kalau bisa yang tampangnya mirip jungkook bts gitu lah May." ujar Shinta mulai berandai-andai.


"Heh lo itu kalau mau punya pacar seganteng Jungkook bts, ya paling enggak secantik Lisa blackping lah." protes Mayu.


"Gue ini sudah secantik Lisa blackping loh May, tapi kalau dilihat dari sedotan hehe ...." ujar Shinta kemudian tetawa ngakak.


Mayu juga ikut tersenyum dan menggelangkan pelan kepalanya ada-ada saja ini memang temannya.


"Eh May, yang gue bilang tadi beneran loh May, siapa tahu lo ada kenalan teman cowok gitu yang mau cari pacar boleh lah kenalin ke gue. Gue tukang becak juga enggak apa May, tapi ya dia sekalian kuliah lah. Biar nyambung gitu May omongannya." ujar Shinta lagi.


"Iya Shinta, beres kalau soal itu."


"Ok May."


Sampai di rumah, Mayu langsung di service habis-habisan sama kedua temannya.


Mayu dibantu lulur, rambut juga dikeramas dan dipakaikan masker. Begitu juga dengan wajahnya, tidak lupa juga dipakaikan masker. Kuku tangan dan kaki juga dilakukan medi pedi serta tidak lupa dipakaikan kuteks warna bening, biar kuku-kuku Mayu terlihat makin cantik alami.


Lora dan Shinta terlihat seperti orang salon profesional saja.


Mayu sangat senang dan menikmati atas apa yang dilakukan kedua temannya, ditambah lagi mereka juga sesekali bercanda, membuat nenek Iroh yang memperhatikan mereka juga ikut senyum-senyum. Senang dia, cucunya memiliki 2 teman yang begitu baik dan perhatian pada Mayu.


"May, ini gaunnya mau dipakai sekarang, apa mau didandai dulu May?" tanya Lora.


"Dandan dulu saja, takutnya bajunya keburu kusut"


"Ok May, make upnya yang alami saja kan May?" tanya lora lagi.


"Iya yang alami saja, jangan menor. Gue enggak nyaman kalau menor."

__ADS_1


"Ok May." ujar Lora dan mulai memakaikan make up Mayu.


"Rambutnya mau dibuat gimana May, dikepang, dicurly atau diluruskan saja?" tanya Shinta.


"Mau dicurly saja seperti yang di foto ini." ujar Mayu sambil menunjukkan foto mamanya kemudian memberi kode Shinta supaya diam.


Mayu tidak mau neneknya sampai tahu kalau Mayu sengaja berdandan semirip dengan mamanya dulu. Mayu takut neneknya curiga kalau tujuannya kali ini bukan untuk menarik perhatian Alga atau keluarganya tapi perhatian papa kandungnya.


"Ok May." ujar Shinta mengerti.


Lora dan Shinta kembali fokus pada wajah dan rambut Mayu.


Setelah 2 jam mendandani Mayu, akhirnya selesai juga Mayu didandani.


Shinta dan lora tersenyum lebar melihat maha karya mereka. Mayu jadi terlihat sangat cantik memakai gaun malam berwarna hitam v-neck dengan ikat pinggang.


Penampilan Mayu tidak terlihat kampungan dan murahan sama sekali. Justru Mayu terlihat mahal dan elegan, walau gaunnya yang dipakainya sudah puluhan tahun lamanya. Memang dasarnya Mayu cantik alami dan badannya juga bagus, jadi ya mau dipakaikan baju apa saja akan terlihat cocok-cocok saja.


Prok prok


Lora dan Shinta bertepuk tangan kemudian mengacungkan jempolnya.


"Cantik banget lo May, dan enggak kelihatan orang miskinnya sama sekali. Auranya juga terlihat mahal, pantas saja Kak Alga naksir sama lo. Kalau sudah didandani seperti ini, lo dan Kak Alga memang cocok banget." ujar Lora semangat.


Mayu tersenyum.


"Terima kasih Lora. Lo juga cantik kok."


"Terima kasih juga May, dan gue yakin nih ya May, pasti Kak Alga nanti terpesona. Gue aja terpesona." ujar Lora lagi.


"Setuju gue Lor. Kak Alga pasti akan natap Mayu sampai ngences dan lupa diri." ujar Shinta lebay.


Mayu kembali tersenyum.


"Ya enggaklah kalian ini ada-ada saja. Kak Alga udah pernah lihat kok melihat penampilannya gue lebih cantik dari ini." ujar Mayu teringat kejadian beberapa waktu yang lalu.


"Tapi tetap saja May, kali ini juga dia pasti akan terpesona karena aura lo saat memakai baju ini terlihat berbeda May. Percaya pada gue May." ujar Lora meyakinkan Mayu.

__ADS_1


Sementara itu orang yang mereka bicarakan baru saja sampai depan rumah kontrakan Mayu. Beruntung Alga, salah satu temannya mau meminjamkan mobilnya, jadi Alga bisa jemput Mayu menggunakan mobil.


__ADS_2