Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Kencan ala Alga dan Mayu


__ADS_3

"Ay kamu enggak apa-apa?" tanya Alga dan langsung memeriksa tubuh kekasihnya.


"Enggak apa-apa Kak, aku baik-baik dan hanya sedikit kotor saja." ujar Mayu sambil membersihkan bajunya yang kotor.


Mayu adalah sosok yang kuat jadi kalau hanya jatuh dari kuda perkara biasa saja baginya. Asal jangan keinjak kuda saja.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja. Maaf ya Ay, gara-gara aku kita jadi jatuh." ujar Alga merasa bersalah tapi dia juga merasa lucu. Hanya karena ingin menggoda Mayu mereka malah jatuh dari kuda. Sepertinya Alga kualat menggoda kekasihnya.


"Tak apa-apa, anggap saja ini pengalamsn berharga untuk kita. Kak alga sendiri tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" ujar Mayu balas bertanya.


"Aku baik-baik saja Ay. Aku kan kuat." ujar Alga dan menunjukkan kepalan tangannya.


"Iya karena kuatnya makanya sampai jatuh dari kuda." ujar Mayu. Mereka saling menatap dan seketika tetawa, teringat dengan apa yang baru saja terjadi pada mereka. Bisa-bisanya mereka jatuh dari kuda. Itu sangat memalukan.


"Alga, Mayu, kalian tidak apa-apa? Kenapa kalian tertawa?" tanya Rangga.


Rangga yang hendak turun dari kudanya, tidak jadi karena mendengar tawa Alga dan Mayu.


Alga dan Mayu seketika menoleh dan menghentikan tawa mereka.


"Kami tidak apa-apa Rangga. Semuanya aman." ujar Alga mengacungkan jempolnya.


"Kalau aman kenapa bisa jatuh?" tanya Rangga lagi. Setahu Rangga, Alga sudah pintar berkuda dan aneh saja rasanya melihat Alga bisa jatuh. Apalagi lari kudanya juga tidak terlalu cepat.


Alga dan Mayu saling menatap dan mereka sama-sana tersenyum.


"Kami terlalu asik pacaran Rangga, lo kayak enggak tahu orang yang lagi jatuh cinta saja. Udah lo sebaiknya suruh itu petugasnya bawa kuda kami ke sini." suruh Alga.


"Iya Alga, tapi ingat pacaran sih boleh saja, hanya saja jangan sampai lo membuat anak orang jatuh berkali-kali!" ujar Rangga mengingatkan.


"Iya Rangga, udah sana!" ujar Alga malah ngusir.


"Iya Alga." ujar Rangga dan kembali menarik tali kudanya supaya kembali berlari.


"Kak ini kita masih naik kuda lagi?" tanya Mayu begitu Rangga pergi.


"Masih dong Sayang, aku belum puas naik kuda sama kamu. Jarang-jarang kita bisa kencan sambil naik kuda. Memangnya kamu enggak ingin naik kuda lagi sama aku?"


"Ya mau lah Kak, aku juga belum puas." ujar Mayu apa adanya.


"Belum puas apa Sayang?" ujar Alga kembali menggoda kekasihnya.


"Ya belum puas naik kuda lah, bukan main kuda-kudaan." balas Mayu membuat Alga seketika tertawa ngakak.


"Ya ampun Sayang, kamu ternyata tidak sepolos yang aku bayangkan. Cepat banget nyambung masalah begituan." ujar Alga setelah tawanya mereda.


"Kak Alga lupa aku ini mantan pedagang keliling dan sehari-harinya belanja di tanah abang. Kalau bahas yang begituan udah biasa saja bagi orang pasar Kak."


"Benar juga, kenapa aku bisa lupa sih kalau gadisku yang cantik ini adalah orang pasar." ujar Alga malah colek dagu Mayu.


"Kak Alga, jangan colek-colek Kak, itu kudanya sudah datang. Malu kalau dilihat si masnya."


"Iya Sayang iya," nurut Alga.

__ADS_1


Setelah kudanya datang, mereke kembali naik kuda dan Alga masih saja bersikap mesra pada kekasihnya. Hanya saja kali ini dia sengaja menghindari percakapan yang membuat Mayu terkejut. Alga tidak mau mereka jatuh untuk yang kedua kalinya.


***


Puas bermain kuda, Mayu dan teman-temannya masih melanjutkan main ke pantai. Mereka benar-benar tidak ingin melewatkan hari ini berlalu begitu saja. Jarang-jarang mereka bisa menikmati liburan mereka.


"Ay, makan malam untuk nenek sudah kamu pesan?" tanya Alga begitu mereka sampai di pantai ancol.


"Iya Kak sudah, kebetulan ada teh Ning dan anaknya juga di rumah, jadi aku pesan sekalian untuk mereka juga. Sekalian minta mereka buat menemani nenek." ujar Mayu.


"Baguslah, eh tapi siapa itu teh Ning, Sayang?" ujar Alga sambil merangkul Mayu.


"Tetangga kami juga karyawan baru Maga Wear, Kak."


"Mantaplah, aku jadi lebih tenang, dan kita juga bisa pacaran dengan nyaman." ujar Alga sambil menyenggolkan pelan kepalanya dengan kepala Mayu.


Selama Alga pacaran dengan Mayu, baru kali ini mereka ada kesempatan pergi kencan ke pantai, karena itu Alga juga tidak ingin mereka kencan tapi hati mereka tidak tenang karena kepikiran nenek Iroh.


"Iya Kak," ujar Mayu kemudian melingkarkan tangannya di pinggang Alga.


"Hei dua sejoli, kalian mau makan bersama tidak atau mau misah saja?" tanya Yudha.


Alga dan Mayu sama-sama menolah ke belakang.


"Kalau kami pilih misah saja gimana, apa kalian keberatan?" ujar Alga balas bertanya.


"Tentu saja enggak dong Al, kami juga sangat mengerti, yang penting jangan sampai kebablasan saja ya!" ujar Yudha lagi.


"Ya enggak lah Yudha, lo ini aneh-aneh saja. Pacar itu harusnya dijaga bukan malah dirusak." balas Alga.


"Iya kami duluan. Shinta, Lora, kalian hati-hati ya sama dua serigala itu!" ujar Alga.


"Hei Alga kami tidak serigala ya Al justru lo yang serigala." protes Rangga tidak terima.


Alga hanya tersenyum dan melambaikan tangannya pada Shinta dan yang lainnya.


"Shinta, Lora kami duluan ya!" ujar Mayu sambil melambaikan tangannya.


"Iya May, dah May." ujar Lora dan balas melambaikan tangannya.


Mayu mengangguk.


Alga dan Mayu kembali menatap ke depan dan melanjutkan langkah mereka.


"Kak Alga setengah jam lagi sudah maghrib, kita mau makan sekarang atau makannya setelah sholat saja?" tanya Mayu.


"Makannya setelah sholat saja enggak apa-apa kan Ay, biar makannya juga lebih tenang."


"Setuju Kak, terus sekarang kita mau kemana?"


"Duduk di bangku itu saja sambil memandang laut. Kamu suka memandang laut?" ujar Alga balas bertanya.


"Suka sekali Kak, tapi aku lebih suka memandang wajah tampan Kak Alga hehe ...." jawab Mayu dan langsung berlari meninggalkan kekasihnya.

__ADS_1


"Ay bisa-bisanya ya kamu," seru Alga dan langsung mengejar kekasihnya. Senyum Alga mengembang, dia begitu suka mendengar gombalan Mayu.


Alga duduk mepet di samping Mayu dan langsung memeluk Mayu dari samping.


"Pacarku ini sudah mulai pintar gombal, tapi aku suka gombalannya. Lagi dong Ay!" ujar Alga malah nagih.


Mayu tersenyum mendengar permintaan kekasihnya.


"Nanti lagi ya Kak, Mayu pikir-pikir dulu." jawab Mayu.


"Dasar, tapi kamu tenang saja, aku pasti akan sabar menunggu gombalan kamu, cup." ujar Alga dan menyempatkan mengecup pipi Mayu membuat pipi Mayu seketika memanas.


Padahal sudah enggak kehitung banyaknya Alga mengecup pipinya, tapi Mayu masih saja suka malu-malu kucing dan itu karena sensasi kecupan Alga, rasanya sampai ke hati dan hati Mayu langsung berbunga-bunga karenanya.


"Sekali-kali balas kecupanku dong Sayang. Aku juga mau dikecup sama kamu." ujar Alga dekat di telinga Mayu.


Mayu tidak langsung membalas ucapan Alga atau mengecup pipi Alga, Mayu hanya menatap sekelilingnya.


Suasana sekitar mereka sudah mulai sepi, dan kebanyakan yang tersisa juga pasangan muda-mudi yang sedang menikmati pemandangan pantai.


Mayu kembali menoleh pada Alga kemudian mengecup cepat pipi Alga, membuat senyum Alga seketika merekah dan langsung mengeratkan pelukannya pada Mayu.


"Terima kasih Sayang. Gitu dong kan pacar tampan kamu ini makin senang jadinya. I love you so much Sayang." ujar Alga senang.


"I love you too Kak dan jangan pernah tinggalkan Mayu." ujar Mayu kemudian balas memeluk erat Alga.


"Aku tidak akan pernah meninggalkan kamu Sayang, kamu enggak usah khawatir soal itu." ujar Alga kemudian melepas pelukannya dan menatap wajah kekasihnya yang begitu dekat dengannya.


"Janji ya Kak!" ujar Mayu.


"Iya aku janji Sayang," ujar Alga kemudian meraih kedua tangan Mayu dan menggenggamnya erat.


"Kenapa kamu tiba-tiba minta aku berjanji, apa kamu sudah mulai meragukan cintaku?" unar Alga lagi.


Mayu menatap kekasihnya dan menarik nafas pelan.


"Aku tidak pernah meragukan cinta Kak Alga, tapi aku juga enggak bisa percaya sepenuhnya pada orang-orang sekitar Kak Alga. Apalagi sekarang Kak Alga sudah kerja di kantor. Di sana banyak karyawan perempuan yang lebih cantik dan modis dari Mayu. Mereka juga banyak yang suka cari perhatian pada Kak Alga." ujar Mayu membuat Alga kembali tersenyum dan mencubit gemas pipi kekasihnya.


"Kamu tahu dari mana kalah mereka suka cari perhatian padaku?" tanya Alga.


"Dari Kak Rangga dan Kak Yudha lah, siapa lagi." ujar Mayu cepat membuat Alga lagi-lagi tersenyum.


"Terus kalau mereka suka cari perhatian sama aku, kamu merasa minder gitu atau merasa kalah saing sama mereka?"


"Kalau merasa minder sih enggak Kak, aku masih cukup percaya diri. Aku ini sudah jadi bos walau karyawanku masih hitungan jari, ya walaupun secara penghasilan mungkin jauh lebih banyak mereka. Hanya saja kan Kak Alga juga hanya manusia biasa, kalau dipancing-pancing terus Kak Alga bisa saja tergoda." jujur Mayu membuat Alga menatap gemas pada kekasihnya kemudian mencubit gemas pipi Mayu.


"Kamu benar Sayang, aku ini hanya manusia biasa dan aku juga bisa tergoda pada mereka, tapi itu tidak akan pernah aku lakukan sayang, dan aku punya alasan untuk itu. Jadi kamu enggak perlu khawatir masalah itu ok. Percaya padaku saya, satu-satunya perempuan yang ingin kumiliki dan yang ingik kunikahi hanya kamu Sayang. Aku benar-benar serius dalam hubungan ini Sayang." ujar Alga mantap.


"Sama, Mayu juga Kak,"


"Nah itu dia, jadi kamu harus percaya dan yakin padaku ok!"


"Iya Kak,"

__ADS_1


"Sini peluk lagi!"


Mayu mengangguk dan kembali memeluk erat kekasihnya. Pelukan yang begitu hangat dan nyaman, dan Mayu sangat betah.


__ADS_2