Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Undangan Ulang Tahun Dira


__ADS_3

"Alga!" panggil Dira sambil menyiapkan sarapan untuk suaminya.


"Kenapa Mi?" jawab Alga seperti biasa.


"Kamu enggak lupa kan kalau minggu depan adalah ulang tahun Mami?" tanya Dira dengan santainya tapi dalam otaknya sudah tersusun banyak rencana.


Alga yang hendak makan sandwich seketika menatap pada maminya.


"Tentu saja Alga tidak lupa Mi."


"Baguslah kalau kamu tidak lupa. Untuk tahun ini Mami tidak ingin merayakannya jalan-jalan ke luar negeri, tapi Mami akan merayakannya di restoran saja. Berhubung kamu sudah punya pacar, Mami harap kamu datang bersama pacar kamu itu, dan jangan lupa bawa kadonya, ya Alga dan mami mau yang spesial." ujar Dira dengan senyum penuh artinya.


Alga menelan sandwichnya susah payah. Permintaan maminya sebenarnya sangatlah mudah dan bagus juga untuk Mayu. Mayu bisa jadi kenal keluarganya yang lain. Hanya saja untuk saat ini keadaan Alga benar-benar tidak mendukung. Apalagi ini acara sudah pasti akan dihadiri oleh keluarga besarnya. Uang dari mana Alga untuk mepersiapkan Mayu, belum lagi untuk kadonya, minimal harganya itu puluhan juta.


Dira tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi anaknya.


'Mami yakin Alga, tidak akan lama lagi kamu pasti menyerah. Kamu tidak akan sanggup melawan Mami Alga.' batin Dira.


Dira juga sudah mememinta pada semua anggota keluarganya kalau Alga tidak boleh meminta uang lebih dari satu juta. Kalau hanya uang segitu, cukup buat apaan untuk mereka yang hidupnya serba mewah?


"Kenapa kamu diam saja Alga? Jangan bilang kamu tidak mau datang ke acara ulang tahun Mami? Mami pasti akan sangat kecewa pada kamu Alga, termasuk Papi juga, iya kan Pi?" ujar Dira beralih pada suaminya.


"Tentu saja, lagian Papi yakin Alga juga pasti datang Mi. Alga tidak punya alasan untuk tidak datang ke ulang tahun Mami. Jadi Mami tenang saja, enggak perlu khawatir soal itu, iya kan Alga?" ujar Pratama.


"Iya Pi, Alga pasti akan datang ke acara ulang tahun Mami." ujar Alga pelan.


'Apa aku sebaiknya datang sendiri saja, tapi aku harus alasan apa pada Mami dan Mami juga pasti tidak akan percaya begitu saja?' batin Alga mulai pusing. Hanya saja Alga tidak akan menyerah begitu saja. Ini bahkan baru liku pertama.


***


Kedatangan Alga di kampus yang hanya naik motor Rangga cukup menarik perhatian beberapa mahasiswa terutama Lia dan Rani yang baru saja turun dari mobil Lia.


Lia dan Rani sampai saling menatap, kemana mobil Alga? Apa masuk bengkel? Biasanya kalau pun masuk bengkel, Alga masih punya cadangan mobil lain. Ini tumbenan sekali Alga mau naik motor.

__ADS_1


"Kak Alga!"


Bukan Lia atau Rani yang memanggil Alga tapi Naura.


Naura berlari menghampiri Alga yang baru saja turun dari motor Rangga.


"Kak Alga. Kenapa Kak Alga enggak menyerah saja pada tante Dira, Kak? Naura benar-benar tidak tega melihat Kak Alga dihukum seperti ini, Kak. Naik motor itu kan tidak enak Kak Alga, udah panas, berdebu lagi. Kulit Kak Alga juga bisa jadi kusam karena debu. Nanti Kak Alga tidak ganteng lagi dan tidak jadi pangeran kampus lagi." ujar Naura dengan suara manjanya.


Lia dan Rani kembali saling menatap mendengarnya. Mereka mulai paham kenapa Alga tidak memakai mobilnya.


"Tidak masalah kalau kulit saya jadi kusam. Saya sudah punya pacar, dan pacar saya juga tidak masalah sama sekali kalau kulit saya kusam, iya enggak Rangga?" ujar Alga dengan santainya.


Rangga mengacungkan jemponya.


"Tapi Kak, Kak Alga itu pangeran kampus. Pesona Kak Alga bisa memudar Kak. Apalagi sekarang Kak Alga jadi kere. Hidup kere itu enggak enak Kak. Memangnya Kak Alga enggak malu, hidup kere hanya demi seorang perempuan miskin? Kak Alga juga bisa dikatai bodoh sama teman-teman Kak Alga." ujar Naura tidak menyerah.


"Kenapa saya harus malu, saya masih pakai baju. Lagian ini kampus tempat untuk belajar bukan memamerkan kekayaan. Satu lagi, nilai saya juga tidak pernah turun, jadi tidak ada alasan bagi mereka mengatai saya bodoh. Udah, saya mau masuk kelas. Ayo Ngga!" ujar Alga dan kembali melangkahkan kakinya.


Naura menatap kesal kepergian Alga. Dia benar-benar tidak tega melihat Alga yang harus menderita karena Mayu.


'Ini semua gara-gara lo Mau, gue benar-benar kesal pada lo.' batin Naura kesal kemudian melangkah cepat ke kelasnya.


"Mayu!" panggil Naura kesal.


Mayu yang sedang asik ngobrol dengan teman-temannya menoleh.


"Kenapa lo?" tanya Mayu heran. Perasaan dia tidak ada masalah dengan Naura, tapi kenapa Naura menatap marah padanya?


"Gue tidak apa-apa tapi gue tidak bisa terima atas apa yang lo lakukan pada Kak Alga, Mayu. Gara-gara lo Mayu, kak Alga dihukum maminya, dia harus menderita dan kehilangan segalanya. Apa lo tidak kasihan padanya? Kak Alga itu sudah terbiasa hidup mewah Mayu, dan sekarang dia harus meninggalkan hidup mewahnya gara-gara lo. Lo benar-benar pembawa musibah Mayu. Sialan lo!" kesal Naura dengan suara kerasnya. Sampai-sampai seisi kelas mereka menatap padanya, dan jadi tahu masalah yang menimpa Alga.


"Kata siapa kak Alga menderita? Dia baik-baik saja dan dia sendiri yang bilang pada gue, tidak apa-apa hidup sederhana dan dia juga memang ingin tahu seperti apa itu hidup sederhana. Lagian malah bagus Kak Alga mau belajar hidup sederhana, dia bisa belajar banyak. Kelak kalau dia sudah jadi bos besar, dia pasti akan lebih menghargai bawahannya begitu juga dengan karyawannya. Benar tidak teman-teman?" ujar Mayu meminta dukungan.


"Benar sekali May, setuju gue sama lo. Lagian kak Alganya juga senang-senang saja, kenapa jadi lo yang yang repot Naura. Kak Alga itu sudah dewasa sebentar lagi usianya sudah 21 tahun, dia pasti tahu mana yang terbaik untuknya. Jadi kalau dia memilih Mayu, lo jangan protes dan sok sibuk. Itu hidupnya Kak Alga bukan hidup lo." tambah Lora.

__ADS_1


"Gue juga setuju, selama kak Alga baik-baik saja dan senang-senang saja, kita tidak berhak protes. Kecuali tadi gara-gara Mayu, Kak Alga jadi sakit-sakitan, itu tidak apa-apa lo protes. Gue sendiri juga pasti akan protes pada Mayu kalau sampai itu terjadi. Jadi Naura, lebih baik lo urus diri lo sendiri ok, enggak usah sok sibuk ngurusin diri orang lain yang enggak ada hubungannya dengan lo." tambah Shinta.


"Kata siapa gue enggak ada hubungannya dengan Kak Alga? Gue sudah dijodohkan dengan kak Alga sama tante Dira, tapi gara-gara Mayu, perjodohan itu terpaksa ditunda." ujar Naura tidak mau kalah.


"Kata-kata siapa gara-gara Mayu, bilang saja Kak Alga itu enggak suka pada Lo dan dia memang lebih suka pada Mayu. Udah lah Naura, lebih baik lo ngalah saja. Kita semua yang di sini juga memilih mengalah, karena kita tahu bahagianya Kak Alga itu ada pada Mayu. Lo itu cantik loh Naura, kaya lagi dan banyak mahasiswa sini yang suka sama lo, lo tinggal pilih saja salah satu diantara mereka. Tidak usah berharap pada laki-laki yang tidak mengharapkan lo." ujar Lora.


"Gue enggak Mau, dan gue hanya ingin Kak Alga. Masalah buat lo?" ujar Naura dengan wajah menyebalkannya.


"Terserah lo deh Naura terserah lo, susah banget bicara baik-baik dengan lo." ujar Lora memilih mengalah.


"Tentu saja terserah gue, ini hidup, hidup gue. Pokoknya lo ingat baik-baik ya Mayu, gue tidak akan diam saja. Gue benar-benar tidak terima, Kak Alga jadi gembel gara-gara lo. Tunggu saja pembalasan gue!" ujar Naura menatap marah pada Mayu kemudian pergi meninggalkan Mayu.


Mayu hanya menarik nafas pelan. Jika ditanya, Mayu juga tidak tega, tapi itu adalah pilihan Alga sendiri, dan Mayu tidak mungkin melarangnya.


***


"Fuhh!"


Mayu yang sedang asik belajar di perpustakaan seketika menoleh saat ada yang meniup telinganya.


"Eh Kak!" ujar Mayu begitu melihat Alga pelakunya.


Alga tersenyum.


"Panggilan honney bunny sweetynya mana?" tagih Alga kemudian duduk di samping Mayu.


"Apaan sih Kak," ujar Mayu ikut tersenyum malu.


"Enggak usah senyum malu-malu begitu Ay, jadi gemas dan pingin kiss, eh!" ujar Alga pura-pura terkejut dengan apa yang dikatakannya.


"Kak Alga!" protes Mayu semakin malu, dan wajahnya seketika memerah.


Alga tersenyum lebar. Hanya dengan hal sederhana ini, hati Alga sudah senang dan berbunga-bunga, jadi tidak ada alasan bagi Alga untuk menyerah.

__ADS_1


__ADS_2