Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Penolakan Mayu


__ADS_3

"Selamat sore Rahel, ada apa kamu mencari saya?" ujar Mayu menghampiri Rahel. Sedangkan Naura dia memilih mengintip saja. Dia penasaran ada tujuan apa Rahel datang ke toko Mayu.


"Oh hai Mayu, saya hanya mau melihat produk Maga Wear, dan menurut saya Maga Wear bagus. Walau harganya murah, tapi barangnya tidak murahan sama sekali." ujar Rahel membuat Mayu mengangkat alisnya. Dia tidak menyangka kalau Rahel akan memuji Maga Wear.


Hanya saja Mayu tidak akan terlena begitu saja dengan pujian Rahel. Rahel adalah seorang artis, bisa saja dia hanya berpura-pura. Artis itu kan pintar bersandiwara.


"Iya Rahel, kami memang sengaja tidak mengambil untung banyak, selain itu kami juga tangan pertama, jadi otomatis harga barangnya akan lebih murah." jawab Rahel apa adanya.


"Benar juga ya, kira-kira untuk produk Maga Wear sendiri, laku berapa pieces seharinya?" tanya Rahel.


"Kalau itu rahasia perusahaan Rahel, yang jelas cukuplah untuk menggaji 6 orang karyawan serta 6 orang lainnya sebagai penanggung jawab Maga Wear." jawab Mayu lagi.


"Syukurlah kalau begitu, tapi maksud saya sebenarnya bukan mau menghitung penghasilan kamu Mayu, saya hanya ingin membantu menambah penjualan kamu. Lumayan kan kalau Maga Wear semakin dikenal lagi oleh masyarakat luas." ujar Rahel membuat Mayu bingung.


"Maksudnya gimana?" tanya Mayu.


"Begini Mayu, sebagai tanda perkenalan kita, saya bersedia membantu mempromosikan Maga Wear, dan kamu tidak perlu membayar saya. Follower saya lumayan banyak loh dan sudah mencapai 1 jutaan, akun saya juga sudah centang biru. Penggemar saya juga masih banyak yang aktif, selain itu teman-teman model dan artis saya juga banyak." ujar Rahel lagi membuat Mayu kembali menatap intens Rahel.


Tawaran Rahel benar-benar menarik, hari gini ya kan kapan lagi dapat endorsan gratis dari artis.


Sementara itu Naura dari tempatnya menggelengkan cepat kepalanya, dan berharap Mayu tidak mau menerimanya. Dia sangat tahu tawaran Rahel cukup menggiurkan untuk Mayu atau Maga Wear sendiri, tapi bagaimana kalau Rahel punya maksud dan tujuan tertentu dibalik sikap baiknya? Hari gini jangan terlalu gampang percaya pada orang baru, terutama orang baru itu adalah bagian dari masa lalu orang terdekat kita.


"Terima kasih Rahel, untuk tawarannya tapi maaf sekali untuk masalah promo atau endors kami harus membicarakannya terlebih dulu dengan Kak Rangga selaku penggung jawab Maga Wear. Selain itu kamu juga masih kewalahan saat ini. Stok barang kami saja tidak ada sama sekali, dan itu karena beberapa waktu lalu kami dapat orderan yang sangat banyak. Untuk itu kami ingin membuat setokan terlebih dulu biar kerjanya juga tidak terlalu dikejar-kejar target." ujar Mayu menolak secara halus tawaran Rahel.


Selain itu Mayu juga sebenarnya enggak ingin menghabiskan waktu lebih banyak lagi dengan mantan dari pacarnya. Terlebih lagi saat ini Rahel juga dekat dengan Dira. Mayu enggak yakin Rahel mau dengan tulus membantunya.


"Kalau memang kerjanya di kejar-kejar target dan tidak ada stokan, kenapa kamu tidak menambah jumblah karyawan saja? Kan sayang produksinya hanya sedikit." ujar Rahel lagi.


"Maunya sih nambah karyawan lagi Rahel, tapi kamu tahu sendirilah, ini rumah pribadi saya. Kasihan nenek saya kalau karyawan dan barangnya terlalu banyak. Lagian saat ini kami juga sedang mempersiapkan tempat baru. Nantilah kalau tempat barunya sudah jadi dan setokannya sudah banyak, kami akan maksimalkan lagi untuk promosi dan kami akan menghubungi kami." jelas Mayu.


"Oh, jadi ini rumah pribadi kamu?"


"Tentu saja, rumah ini baru saya beli beberapa bulan lalu. Sebenarnya saya juga mau beli rumah ruko lagi, kira-kira kamu ada rekomendasi tidak? Siapa tahu ada kenalan kamu atau teman kamu yang mau jual rumah. Tapi kalau bisa harganya jangan terlalu mahal, kira-kira yang seharga 5 miliyar saja kalau ada, dan itu cash ya, saya tidak begitu suka kredit rumah." ujar Mayu lagi dengan santainya.


Jika sebelumnya Mayu yang menatap intens Rahel, kali ini malah sebaliknya. Dia enggak salah dengar kan kalau Mayu mau membeli rumah seharga 5 milyar? Ini dia sengaja memanasi Rahel atau gimana? Padahal dari penampilan Mayu saja tidak meyakinkan sama sekali kalau dia punya uang sebanyak itu, atau jangan-jangan Alga yang mau membelikan rumah ruko itu untuknya?

__ADS_1


Naura yang sedari tadi masih setia menguping tampak tersenyum puas. Dia suka dengan cara Mayu menyombongkan dirinya, dan apa yang dikatakan Mayu memang benar adanya. Dia dan Mayu berencana mau membuat rumah ruko khusus untuk produk Maga Wear. Hanya saja karena produk Maga Wear sendiri belum banyak, mereka ingin membeli barang dari tempat lain. Mereka juga sudah membicarakan itu dengan David dan David mendukung penuh keinginan kedua putrinya.


"Kenapa kamu diam saja Rahel? Kamu tidak percaya ya saya mau membeli rumah ruko seharga 5 milyar? Sebenarnya saya juga hampir tidak percaya itu, tapi itulah yang namanya rejeki, bisa datang kapan saja dan dimana saja, yang penting kita tetap berusaha dan tetap berjalan di jalan yang benar, agar rejeki yang datang itu juga bisa awet." ujar Mayu lagi membuat Rahel merasa tersindir.


Sepertinya usahanya yang ingin mengambil hati Mayu adalah keputusan yang salah. Mayu ternyata tidak sepolos dan selugu yang dia bayangkan. Padahal penampilan Mayu sangat polos dan terlihat mudah ditipu, tapi kenyataannya jangankan bisa ditipu, dia malah bersikap sombong, membuat Rahel kesal saja.


"Kamu benar Mayu rejeki itu datangnya memang suka tidak disangka-sangka, dan semoga saja rejeki kamu juga menular pada saya. Dan berhubung kamu tidak mau bekerja sama dengan saya. Saya pulang saja. Mari Mayu." ujarnya.


"Iya Rahel, hati-hati Rahel." ujar Mayu sambil melambaikan tangannya.


"Mayu, lo memang best Mayu!" seru Naura dan langsung menghampiri Mayu begitu Rahel pergi.


"Best kenapa?" tanya Mayu.


"Ya best saja karena lo sudah berani menolak tawaran Rehel, ya walau gue akui tawarannya itu cukup menguntungkan untuk lo, tapi bisa saja kan, dia hanya pura-pura mendekati lo demi menarik perhatian kak Alga." ujar Naura.


"Ya Naura, gue juga curiganya begitu, makanya gue juga bersikap jual mahal lah. Gue sudah cukup berpengaman menghadapi orang-orang licik, termasuk lo juga waktu itu." ujar Mayu sambil menaikturunkan alisnya.


"Gue sudah tobat ya Mayu!" ujar Naura cepat.


"Gue juga ogah ya dekat-dekat sama lo!" balas Naura tidak mau kalah.


"Iya Naura iya, dari pada kita berdebat enggak jelas, mending lo bantu gue jualan online saja!"


"Boleh Mayu, tapi gue minta bagian ya kalau kita berhasil jual banyak." ujar Naura dan langsung dapat tatapan julit Mayu.


"Sejak kapan lo mau ngumpulin uang receh?" tanya Mayu yang masih ingat jelas perkataan Naura waktu itu.


"Ya sejak gue dekat sama si gembel macam lo." ujar Naura dengan sentainya dan langsung dapat plototan dari Mayu.


"Kurang asem lo, awas ketularan gembel lo ya!" seru Mayu.


"Ya jangan dong, lebih baik lo ketularan tajir gue!"


"Be-"

__ADS_1


"Hei Mayu, Naura dari pada kalian berdebat tidak jelas lebih baik kailan bantu packing ini barang!" seru Shinta dari dalam rumah.


"Kami malah mau jualan live Shin." ujar Mayu.


"Jualan live entar malam saja May. Ini pesanannya juga ada saja dari tadi. Lebih baik kita packing ini dulu saja. Sebentar lagi abang kurirnya datang. Kasihan kalau ada yang belum selesai packing." ujar Shinta.


"Baiklah kami bantu packing dulu saja." putus Mayu.


"Good."


Sementara itu Rahel sudah sampai di mobil Dira. Dia menutup mobil Dira dengan malas dan langsung menyenderkan tubuhnya.


"Gimana, apa kamu berhasil mendekati Mayu?" tanya Dira.


Rahel menggelengkan kepalanya.


"Gagal Tante, dia langsung menolak tawaranku dan parahnya lagi dia bahkan sempat bersikap sombong di depanku." jawab Rahel.


"Sombong gimana?"


"Katanya dia mau membeli rumah seharga 5 miliyar. Entah dapat uang dari mana dia itu dan aku juga tidak yakin dia punya uang sebanyak itu." ujar Rahel lagi.


"Ya dia memang tidak mungkin punya uang sebanyak itu, tapi kemungkinan besar uang itu dia dapatkan dari papanya. Mayu itu anak haram dan kerjaannnya hanya morotin papanya saja, tapi kamu tenang saja, dia tidak akan bisa mendapatkan rumah itu. Aku kenal baik sama istri papanya itu dan aku bilang padanya soal uang 5 milyar itu." seru Dira.


"Begitu ya Tante? Berarti Mayu itu benar-benar tidak sepolos yang aku banyangkan. Dia ternyata sangat licik."


"Lebih dari kata licik. Kamu tahu gara-gara dia papa kandungnya itu jadi sering berantem sama istrinya. Padahal istrinya itu istri sah loh, tapi gara-gara si Mayu itu, pendapat istrinya jadi tidak dianggap sama sekali. Parahnya lagi, Mayu itu dan papanya benar-benar bersenang-senang di atas penderitaan istrinya. Mereka pergi jalan-jalan tanpa mengajak istri sahnya. Bukankah itu sangat kurang aj*r namanya? Terlebih lagi papanya itu juga bisa sukses karena bantuan istri sahnya. Tanpa bantuan istri sahnya, papanya hanya akan jadi karyawan biasa. Benar-benar kacang lupa kulit dia itu. Makanya aku juga sangat benci pada si Mayu dan aku benar-benar enggak bisa membayangkan gimana kalau dia jadi istri Alga. Bisa-bisa aku terusir dari rumahku sendiri." ujar Dira menggebu.


"Tante benar sekali, kasihan banget itu istri sahnya papanya Mayu. Aku pikir para pelakor itu sangat kejam, tapi kenyataannya anak pelakorlah lebih kejam." ujar Rahel salah sangka dan Dira juga tidak berusaha membenarkannya. Biarlah Rahel berpikir kalau Mayu adalah anak pelakor meski kenyataannya adalah sebaliknya.


"Itu dia Rahel, makanya Tante benar-benar berharap kamu bisa merebut Alga dari Mayu. Alga harus diselamatkan. Tante benar-benar tidak ingin Alga hidup dengan penuh penyesalan nantinya karena dia salah pilih istri." ujar Dira lagi dengan wajah memelasnya.


"Itu pasti Tante. Aku pasti akan berjuang semampuku untuk merebut Alga dari Mayu karena aku sayang banget sama Alga, dan aku inginnya dia bisa hidup bahagia." ujar Rahel mantap.


"Itu dia Rahel. Terima kasih Rahel, kamu sudah mau membantu Tante."

__ADS_1


"Sama-sama Tante."


__ADS_2