Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Curhat Colongan Ala Alga


__ADS_3

"Data apa yang kamu bawa itu Alga?" tanya David.


"Oh ini nama-nama para karyawan Pratama dan ukuran pakaian dalam mereka, Om." ujar Alga santai membuat David refleks menoleh padanya.


"Untuk apa kamu ingin tahu ukuran pakaian dalam karyawan Pratama?" tanya David menatap heran pada Alga.


Alga tersenyum tipis.


"Ini Om, papi mau membagikan pakaian dalam Maga Wear pada para karyawan Pratama. Om David mau juga tidak? Pakaian dalamnya bagus Om, tidak kalah dengan pakaian dalam merek terkenal lainnya." jelas Alga membuat David semakin menatap heran padanya.


"Kamu serius papi kamu mau membagikan pakaian dalam Maga Wear? Bukankah itu milik pacar kamu?"


Alga menganggukkan kepalanya mantap.


"Benar sekali Om, Maga Wear adalah milik Mayu, pacar Alga dan papi sangat serius membagikannya pada semua karyawan. Hitung-hitung bantu promosi katanya." jawab Alga.


David hampir tidak percaya dengan apa yang dikatakan Alga. Dia sangat tahu seperti apa Pratama terutama Dira istrinya, dan rasanya Dira tidak mungkin setuju, suaminya melakukan itu. David juga sangat tahu kalau Dira, tidak suka pada Mayu anaknya.


"Kenapa papi kamu mau melakukan itu Alga? Apa itu berarti orang tua kamu sudah mulai menerima pacar kamu?" tanya David menatap Alga penasaran.


Alga menggelengkan kepalanya.


"Belum Om. Mami belum mau menerima Mayu, dan sampai saat ini pun dia masih berusaha membuat Mayu menyerah pada hubungan kami. Itu juga alasannya kenapa papi mau membagikan produk Maga Wear pada para karyawan, semuanya karena ulah Mami yang ingin menghancurkan Maga Mear." jelas Alga membuat David lagi-lagi terkejut.


Dia baru tahu soal itu. David memang tidak bisa mengawasi aktivitas Mayu lebih banyak lagi, tapi saat dia mengecek akun sosial media Maga Wear semuanya terlihat baik-baik saja. Begitu juga dengan status terakhir Mayu. Dari kata-katanya saja David bisa menyimpulkan kalau anaknya sedang bahagia dan launching Maga Wear berjalan dengan lancar. Dan David pastinya lebih senang lagi melihat anaknya senang. Itu berarti David juga tidak perlu melakukan penyamaran untuk membantu Mayu, karena sebelumnya dia memang sempat berencana melakukan penyamaran, jika launching Maga Wear tidak berjalan lancar.


"Apa yang sudah diperbuat mbak Dira?" tanya David lagi.


"Yah biasa lah Om, dia menyuruh beberapa orang untuk menyerang Maga Wear baik itu secara online maupun offline, tapi untungnya Mayu dan timnya, bisa bergerak cepat mengatasi itu semua. Jadi masalahnya cepat terselesaikan dan tidak sampai melebar kana-mana. Mayu dan timnya sebenarnya tidak mempermasalahkan apa yang sudah dilakukan mami, tapi Alga tidak bisa terima Om, karena bagi Alga apa yang mami lakukan, sangat keterlaluan. Karena itu Alga marah besar padanya. Itu juga alasannya kenapa papi sampai mau berbagi produk Maga Wear. Itu sebagai bentuk permintaan maaf papi pada Maga Wear." jelas Alga.


David mengangguk mengerti. Dia cukup lega setelah mendengar penjelasan Alga. Tidak salah memang anaknya dalam mencari teman berbisnis juga pacar tentunya.


"Iya Alga, papi kami itu memang tidak pernah main-main kalau sudah menyangkut bisnis. Dia juga selalu menghargai bisnis orang lain entah itu bisnis besar atau kecil. Dia juga tidak pernah mau berbuat curang, makanya tidak heran Pratama group makin hari makin maju dan Om sangat berharap prinsip papi kamu yang satu itu, bisa menurun pada kamu."


"Somoga saja Om, Alga juga sedang berusaha meniru semua sikap positif papi Om."


"Bagus tapi ingat sikap yang positifnya saja, kalau yang negatif enggak usah kamu tiru terutama yang menyangkut perempuan!" ujar David membuat Alga tersenyum.


"Beres Om, bagi Alga cukup Mayu seorang yang akan jadi pendamping Alga, selamaya."


"Mantap."

__ADS_1


"Iya Om. Terus ini gimana Om, apa Om mau juga produk Maga Wearnya?"


"Ya maulah Om enggak akan menolak kalau barang gratisan." ujar David seperti bercanda. Padahal dari kemarin dia menginginkan barang itu karana itu adalah produk buatan anaknya. Hanya saja dia tidak mungkin membelinya kerana tidak mau Sindi jadi curiga padanya. Dan sekarang disaat ada kesempat David tentu saja tidak mau melewatkannya begitu saja. Alga sepertinya sangat tahu apa yang dia mau.


"Benar sekali Om, Alga juga sampai saat ini masih jadi pecinta barang gratisan. Apalagi saat Alga jadi orang kere, setiap hari kerjaan Alga hanya berharap mendapat geratisan saja." ujar Alga.


"Nah itu dia, tapi jangan keterusan juga Alga. Kamu bisa dianggap orang pelit kalau mengharap yang geratisan terus. Sikap pelit itu bukanlah suatu yang baik, karena itu bisa menghambat rejeki kamu juga. Ingat banyak memberi maka kamu akan banyak menerima." ujar David mengingatkan.


"Siap Om. Om seperti Mayu deh. Prinsip Mayu juga seperti itu Om, dan Alga semakin kagum padanya." ujar Alga lagi yang sering sekali curhat colongan kalau bicara dengan David. Ini cara Alga memberitahu informasi soal Mayu pada papa kandungnya.


"Baguslah kalau begitu Alga, itu berarti kamu sudah menemukan perempuan yang tepat, dan om doakan cinta kalian berakhir happy ending." ujar David mantap.


"Amin." ujar Alga tidak kalah mantap.


David diam-diam tersenyum tipis. Sejak Alga gabung di perusahaan dia benar-benar merasa terbantu, terutama informasi soal Mayu. Calon menantunya ini memang paling bisa diandalkan.


***


"Assalamualaikum." ujar Alga begitu dia sampai di depan rumah Mayu.


"Waalaikumsalam. Eh Kak Alga, masuk saja Kak, Mayu sedang di lantai dua bersama kak Rangga dan kak Yudha." ujar Irpan sambil menulis sesuatu di buku catatan warung.


"Iya Pan. Pan apa kamu sibuk?"


"Saya ada bawa makan malam untuk kalian. Tolong bantu bawa makanannya dong! Kalian belum pada makan kan?"


"Iya belum Kak. Wih tumben nih Kak Alga bawa banyak makanan. Kak Alga lagi banyak uang ya?"


"Tanpa saya beritahu pun harus kamu harusnya tahu itu. Kamu lupa di belakang nama saya ada nama Pratama? Kamu tahu kan siapa itu Pratama?" ujar laki-laki berparas tampan itu.


"Kenapa saya seperti mencium bau-bau kesombongan ya?" balas Irpan membuat Alga tersenyum.


"Saya tidak sombong Irpan, saya hanya bicara sesuai fakta saja. Ya sudah kamu ambil dulu makanannya. Semua yang ada dalam kantong plastik itu bawa masuk saja!" suruh Alga. Belanjaan Alga memang cukup banyak, selain dia membeli banyak makanan, dia juga membeli banyak buah. Alga sangat tahu kalau nenek Iroh akhir-akhir ini lagi senang makan buah.


"Ok Kak." ujar Irpan.


"Hei, ada Kak Alga, bawa apa itu Kak?" ujar Shinta dan langsung menyambut kedatangan Alga.


"Ini saya bawa makan malam untuk kalian. Kamu siapkan makanannya dulu saja Shin, mumpung masih hangat!" ujar Alga sambil memberikan kantong belanjaannya pada Shinta.


"Siap Kak, kalau soal makanan enggak bakal nolak Shinta. Apalagi makanannya berbau harum begitu, pasti makanan enak." ujar Shinta menerima kantong belanjaannya.

__ADS_1


"Bisa saja kamu."


"Iya dong Shinta gitu loh." ujar Shinta kemudian jalan ke arah tangga.


"Mayu ayang lo datang, bawa makanan banyak banget Mayu. Pesta makanan lagi kita hari ini." semangat Shinta.


"Iya Shin, ini kami juga sudah mau turun." ujar Mayu sambil mengangkat dus berisi Maga Wear.


"Ok." ujar Shinta.


Tidak lama setelah itu Mayu turun bersama Rangga dan Yudha dan masing-masing mereka membawa satu dus Maga Wear.


Alga tersenyum tipis melihat kekasihnya. Padahal Mayu sudah ada rekan kerja dan pekerja juga, tapi dia selalu mandiri kalau menyangkut pekerjaan.


"Kata lo enggak mau ke sini Al." ujar Rangga sambil menuruni anak. Rangga dan Yudha memang pulang duluan karena jam kerja mereka ngikut karyawan. Masuk jam 8 dan pulang jam 5.


"Bohong gue. Gue kan mau buat surprise untuk ayang." ujar Alfa dengan santainya sambil mengulurkan tangan pada Mayu. Dia mau membantu Mayu membawa dusnya.


"Dasar manusia bucin. Harusnya gue sudah bisa menebak itu." ujar Rangga. Rangga yakin Alga pasti mau pamer juga pada ayangnya kalau dia tidak lagi kere sekarang. Alga kan paling gak bisa, kalau tidak cerita pada Mayu.


"Nah itu lo tahu." ujar Alga kemudian tersenyum lebar pada Mayu yang sudah berdiri di depannya.


Alga menyempatkan mengacak rambut Mayu terlebih dulu sebelum dia mengambil dusnya dari tangan Mayu.


"Gimana kuliah kamu tanpa aku Ay?" tanya Alga.


Mayu menatap pada kekasihnya.


"Sepi Kak," ujar Mayu pelan membuat senyum Alga semakin mengembang. Alga sudah bisa menembak itu karena biasanya mereka pasti akan menyempatkan ngobrol di belakang perpustakaan.


"Kamu yang sabar ya Ay dan harus kuat juga. Ini baru permulaan untuk kita." ujar Alga.


"Iya Kak, Mayu pasti sabar karena Mayu sangat tahu ini semua demi masa depan kita juga. Ah iya barusan Mayu dengar, katanya Kak Alga bawa banyak makanan, apa itu benar?"


"Tentu saja Ay." ujar Alga mantap.


"Kak Alga dapat uang dari mana?"


"Ada deh, na-"


"Alga udah kaya lagi sekarang Mayu, atm dan kartu kreditnya sudah dilembalikan." potong Yudha cepat membuat Alga seketika melotot.

__ADS_1


"Yudha!" protes Alga tidak terima Yudha duluan yang menyapaikan kabar baik itu. Sementara sipelaku hanya tertawa ngakak, termasuk Rangga.


Kurang asem banget memang itu kedua temannya.


__ADS_2