
"Ini serius? Saya tidak mau, saya lebih baik bayar ganti rugi sebanyak 10 juta, dari pada saya harus jadi kekasih bayaran Tuan Muda. Saya tolak kerja samanya." ujar Mayu mantap.
Perjanjian kerja sama, jadi kekasih bayaran Alga terlalu berat bagi Mayu.
Alga hanya tersenyum sinis.
"Yakin mau menolak kerja sama dengan saya? Ok, saya minta ganti rugi sekarang juga." ujarnya santai tapi tidak terdengar santai bagi Mayu.
"Ba-"
"Tunggu, saya belum selesai bicara. Rangga hubungi perusahaan, minta pada pak Jamal supaya membatalkan beasiswa atas nama Mayu Anggraini Putri." tegas Alga memotong ucapan Mayu.
Mayu menelan ludah gugup.
"Ma-maksudnya beasiswa apa?" tanya Mayu terbata.
"Saya tidak perlu menjelaskan beasiswa apa, saya yakin kamu pasti sudah tahu dengan beasiswa yang saya maksud. Kamu bisa baca nama lengkap saya di surat perjanjian kerja sama itu!" tegas Alga lagi.
Mayu buru-buru membacanya kembali.
"Tertanda Alga Putra Peratama."
Jadi beasiswa itu dari Alga, Alga yang notabennya adalah anak dari Pratama. Berarti bukan papa kandung Mayu yang memberikannya?
Mayu kembali mengepalkan tangannya. Terselip perasaan kecewa di hatinya. Lagian kenapa juga dia sampai berpikir ayah kandungnya perduli padanya? Ayah kandungnya bahkan tidak tahu dia hidup atau mati.
"Sudah tahu kan sekarang beasiswa itu dari mana? Jika kamu tidak mau tanda tangan, selain kamu harus ganti rugi, maka beasiswa itu akan dibatalkan. Satu lagi jangan harap kamu bisa tenang selama kuliah di kampus ini." ujar Alga penuh dengan ancaman.
Mayu menatap kesal Alga. Alga benar-benar jahat dan tidak punya hati, bisa-bisanya dia mengancap Mayu yang notabennya seorang perempuan dan tidak punya power apa-apa.
Jika Mayu harus bayar ganti rugi serta beasiswanya dibatalkan, bagimana Mayu akan kuliah di sini. Neneknya juga pasti akan sangat kecewa dan yang paling Mayu takutkan neneknya kembali masuk rumah sakit.
Mayu menggenggam kuat mapnya. Sebaiknya dia terima saja tawaran kerja samanya saja, walau harga diri seorang Mayu benar-benar tidak ada harganya di mata Alga.
Pegangan Mayu tiba-tiba melonggar begitu teringat sesuatu. Jika dia jadi kekasih bayaran Alga bukankah itu berarti dia bisa mencari informasi tentang ayah kandungnya?
Mayu tersenyum penuh arti, untuk sekarang ini tidak apa-apalah harga dirinya diinjak-injak, anggap saja dia melakukan ini demi ayah kandungnya juga masa depannya.
__ADS_1
Kening Alga berkerut melihat senyum penuh arti itu. Dia bisa melihatnya dengan jelas. Kenapa Mayu tersenyum penuh arti, apa Mayu sedang merencanakan sesuatu untuknya?
Sedikit banyaknya Alga memang sudah tahu tentang Mayu. Dia sudah memcari tahu semua tentang Mayu. Bagaimana kerasnya kehidupan Mayu hingga membentuk karakter Mayu menjadi pemberani dan banyak akal. Itu juga alasannya kenapa dia memilih Mayu jadi kekasih bayarannya, karena menjadi kekasih seorang Alga Putra Pratama itu bukan suatu yang mudah. Selain itu Alga juga mau bermain sedikit dengan Mayu, biar masa kuliahnya tidak terlalu monoton dan membosankan.
"Baiklah saya terima tawaran kerja samanya." putus Mayu akhirnya.
Alga kembali tersenyum sinis. Dia sudah bisa menebaknya. Mayu tidak mungkin menolak kerja samanya.
"Bagus. Sekarang kamu bisa tanda tangan dan ingat semua yang tertulis di surat perjanjian kerja sama itu tidak boleh kamu langgar. Sekali saja kamu melanggarnya maka tidak hanya kamu yang akan dapat hukuman, tapi nenek kamu juga. Saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya." ujar Alga mengingatkan.
"Iya," ujar Mayu kemudian tanda tangan dengan malas.
"Bagus. Sekarang kamu sudah bisa keluar. Ingat jangan sampai ada yang tahu tentang surat perjanjian kerja sama itu. Satu saja orang tahu selain kita yang ada di sini, maka siap-siap saja kamu dapat hukuman!"
"Iya Tuan Muda," ujar Mayu malas dan dengan gaya alaynya.
"Kamu ini, berani kamu sama saya?" seru Alga kesal melihat tingkah Mayu.
"Tentu saja tidak Tuan Muda. Maaf Tuan Muda." ujar Mayu lagi pura-pura memelas.
"Minta maafnya yang ikhlas!" tegas Alga.
Alga melotot, dia makin kesal saja pada Mayu. Sedangkan Rangga dan Yudhia teman sekaligus anak buah Alga menahan senyum melihatnya. Memang enggak ada takutnya ini Mayu. Mereka saja tidak seberani itu pada Alga. Padahal mereka kenal Alga dari mereka TK.
"Keluar kamu!" triak Alga semakin kesal.
"Baik Tuan Muda. Bye bye Tuan Muda, emah." ujar Mayu lagi sambil kiss bye.
Alga semakin melotot. Mayu tersenyum dalam hatinya. Senang dia melihat wajah marah Alga.
Alga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Jika begini caranya, bukan dia yang akan bermain-main dengan Mayu, tapi Mayulah yang akan bermain-main dengan dia.
"Pintunya dikunci Tuan Muda!" ujar Mayu lagi.
"Kamu ikut saya! Selama orang-orang belum tahu kamu kekasih Tuan Muda, kamu tidak boleh terlihat keluar masuk ruangan ini, ngerti kamu!" ujar Rangga.
"Iya," ujar Mayu mengerti.
__ADS_1
Mayu baru tahu kalau Alga memang menyiapkan semuanya begitu rapi. Mayu jadi penasaran kenapa Alga memilihnya jadi kekasih bayarannya? Padahal Alga itu sangat kaya dan dia juga sangat tampan. Mayu yakin 90 persen mahasiswi di kampus ini pasti mau jadi kekasihnya, tapi kenapa Alga malah memilih Mayu jadi kekasih bayarannya?
***
Sepulang dari kampus Mayu tidak langsung pulang. Dia belanja ke tanah abang terlebih dulu. Berhubung uang daftar ulangnya tidak jadi terpakai, Mayu mau belanja banyak. Mayu mau nyetok barang sebanyak mungkin, tentu biar dapat harga lebih murah juga bisa menghemat ongkos dan waktunya.
Setelah selesai belanja di tanah abang. Mayu masih lanjut belanja di agen sembako. Mayu membeli beberapa jenis kopi, mie instan, serta jajanan anak-anak. Mulai hari ini neneknya mau jualan jajanan anak-anak. Dia tidak tega membiarkan Mayu kerja cari uang sendirian. Ditambah lagi dia juga sangat bosan tidak ada kegiatan di rumah.
Selesai belanja, Mayu lanjut membeli makanan enak untuknya dan neneknya. Sesekali biarlah mereka menikmati hidup setelah penderitaan mereka selama beberapa minggu ini.
Mayu menerima makanan pesanannya dan ada senyum tipis di wajahnya. Ternyata jadi kekasih bayaran seorang Alga tidaklah terlalu buruk. Masalah keuangan Mayu bahkan langsung terselesaikan hari ini juga.
Padahal Mayu sudah membuat rencana, setelah pulang dari kampus dia akan jualan di pasar, dan lajut jualan di pinggir jalan dekat pasar malam, tapi pada kenyataannya rencana tidak terealisasi. Walau begitu hati Mayu jauh lebih senang. Dia bisa pulang lebih cepat dan bisa makan enak dengan nenek tercintanya.
"Loh Mayu, ini semua belanjaan kamu Nak?" ujar nenek Iroh menatap terkejut belanjaan Mayu yang hampir penuh satu mobil.
"Iya Nenek, dan Mayu juga sudah beli semua pesanan Nenek. Mayu juga ada beli tambahkan kopi sama mie instan. Semoga nanti jualan nenek laris manis ya Nek." ujar Mayu dengan wajah bahagianya.
"Iya Nak, amin. Tapi kamu dapat uang dari mana membeli ini semua? Kamu tidak ngutang kan Nak?" tanya nenek Iroh.
Mayu tersenyum.
"Tidak dong Nek. Mayu bukan orang yang hobby ngutang. Apalagi ngutang sama panjol atau rentenir itu bukan gaya Mayu banget Nenek. Mayu dapat uang ini dari uang daftar ulang, Nek."
"Daftar ulang? Mayu tidak jadi kuliah di UI?"
"Jadi dong Nek. Mayu dapat beasiswa Nek, beasiswa pull lagi, makanya Mayu enggak perlu lagi mengeluarkan uang buat daftar ulang. Uang kuliah Mayu juga sudah aman sentosa Nek." ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya.
"Kamu serius Nak?"
"Sangat serius dong Nek." ujar Mayu mantap.
"Terima kasih ya Allah, terima kasih." ujar Iroh sangat senang dan menarik Mayu kepelukannya.
Mayu tersenyum dalam pelukan neneknya. Dia senang melihat wajah bahagia neneknya.
'Semoga keputusan yang terbaik ya Nek, dan kehidupan kita juga bisa lebih baik lagi setelah ini.' batin Mayu.
__ADS_1
"Ah iya Nak, kamu dapat beasiswa dari mana? Perusahaan mana yang memberikan kamu beasiswa?" tanya nenek Iroh.
Mayu seketika menatap neneknya. Apa Mayu harus jujur kalau dia mendapat beasiswa dari perusahaan yang dipimpin papa kandungnya. Bagaimana kalau neneknya berpikir macam-macem?