Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Rahasia Besar Terungkap


__ADS_3

"Kenapa David?" tanya Pratama.


David manarik nafas pelan dan menatap orang di depan termasuk Sindi dan Naura.


Sindi hanya diam dan menggenggam kuat tangannya sendiri, dia semakin was-was. Ingin rasanya dia menahan David agar tidak bicara tapi dia juga tidak ingin Pratama dan yang lainnya curiga padanya karena mereka semua tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi dibalik layar.


"Sebelumnya saya minta maaf pada semua, dan berhubung ini adalah hari spesial saya, saya ingin meniup lilin bersama dengan semua orang yang paling spesial dalam hidup saya." ujar David membuat Pratama dan yang lainnya semakin bingung, kecuali Alga, Sindi dan Dira.


Pratama bahkan sampai mengerutkan keningnya. Bukankah orang paling spesial dalam hidup David hanya Sindi dan Naura? David tidak ada saudara terdekat yang lain, dia anak tunggal dan orang tuanya juga sudah lama sekali meninggal, bahkan dari saat dia masih lajang. Dia memang ada beberapa saudara sepupu tapi kebanyakan tinggal di luar negeri.


"Bukankah sudah ada Sindi dan Naura, David? Lalu kamu mau tiup lilin dengan siapa lagi, Alga atau Pratama?" tanya Jiho yang sama bingungnya dengan Pratama.


David menggelengkan kepalanya.


"Bukan Alga atau Pratama tapi dia mungkin akan jadi bagian dari Pratama, itu juga kalau mas Pratama memberi restunya. Dia adalah sosok yang sangat saya sayang, dan rasa sayang saya padanya, sama besarnya dengan rasa sayang saya pada Naura, karena mereka berdua adalah darah daging saya." ujar David lagi membuat Sindi menelan ludah semakin gugup, sedangkan Naura menatap bingung daddynya.


Sementara Pratama dan yang lainnya tampak mengangkat alis mereka. Mereka tidak sebodoh itu untuk mengartikan apa yang dikatakan David.


"Kamu punya anak lain selain Naura, David?" tanya om Alga yang lain membuat Naura seketika melotot.


David menganggukkan kepalanya dan Naura menatap tidak percaya pada daddynya. Sedangkan Sindi, dia hanya menundukkan dalam kepalanya. Ingin rasanya dia menghilang saja karena tidak ingin mendengar apa yang akan David katakan selanjutnya.


"Ya, saya punya anak lain selain Naura atau lebih tepatnya dia adalah kakaknya Naura. Dia adalah anak dari mantan pacar saya dan itu sebelum saya menikah dengan Sindi. Jadi dia bukan anak seorang pelakor atau sejenisnya. Dia juga bukan anak dari pel*cur, karena dia biasa ada di dunia ini karena rasa cinta saya dan mending ibunya. Hanya saja kisah cinta kami terpaksa kandas karena kesalahan saya sendiri." jelas David.


Pratama dan keluarga Alga yang lain seketika saling menatap mendengarnya. Ini benar-benar berita mengejutkan bagi mereka. Hanya saja, untuk Pratama sendiri, dia tidak lah seterkejut itu. Dia tahu David sudah lebih dari 20 tahun lamanya dan itu dari David masih jadi manager di Pratana group. Seingatnya dulu David memang ada pacar, hanya saja dia tidak kenal pacarnya karena dia bukanlah sosok yang kepo dengan kehidupan pribadi orang lain.


Sindi dan Dira hanya memejamkan mata mereka dan semakin menundukkan kepala mereka. David ternyata senekad itu mengungkapkan tentang Mayu. Sia-sia sudah mereka mengerahkan semua pasukannya demi menemukan Mayu. Sekarang kalau pun ketemu Mayu, maka akan percuma saja. Mereka tidak mungkin lagi bisa mengancam Mayu atau melakukan sesuatu yang mengancam nyawa Mayu.


"Siapa anak kamu itu David dan dimana dia sekarang?" tanya tante Alga yang lain.


"Dia Ada, sebentar." ujarnya kemudian beralih menatap Alga yang diam saja dari tadi.


"Alga!" panggilnya.


"Iya Om," ujar Alga kemudian mengambil ponselnya dan menghubungi nomor Mayu.


Pratama dan yang lainnya beralih menatap Alga dan kembali bingung. Apa Alga ada hubungannya dengan anak David?


Alga tersenyum tipis dengan tatapan bingung keluarganya kecuali Sindi dan Dira tentunya.


Alga kemudian menunjuk ke arah tangga rumahnya.

__ADS_1


Pratama dan yang lainnya mengikuti arah yang ditunjuk Alga, termasuk Naura, Sindi dan Dira.


Mata mereka seketika melotot dan seakan mau keluar begitu melihat Mayu turun perlahan dari arah tangga. Penampilannya juga sangat cantik dan elegan dengan gaun hitamnya.


Mayu berusaha tersenyum pada mereka dan menuruni anak tangga dengan perlahan. Mayu juga berusaha bersikap setenang mungkin, meski tidak bisa dipungkiri debar jantungnya lebih cepat dari biasanya.


Dari pagi Mayu memang ada di kamar Alga, dan itu berkat bantuan Alga juga tentunya. Makanya Alga juga sangat betah dalam kamarnya karena ada ayang tentunya.


"Ma-mayu! Ba-bagaimana bisa di-dia adalah anak daddy? Ini tidak mungkin!" ujar Naura dan ingin teriak rasanya. Dia benar-benar tidak bisa terima kalau Mayu adalah kakaknya.


"Itu benar Naura, Mayu adalah kakak kamu. Terima atau tidak terima kamu harus menerimanya. Itu juga kalau kamu sayang pada Daddy." ujar David membuat Naura seketika terdiam dan mengepalkan kuat tangannya sendiri. Dia memang sayang pada daddynya tapi dia belum bisa terima kalau Mayu adalah kakaknya. Dia bahkan sangat benci pada perempuan itu.


Sementara Sindi dan Dira sudah mau pingsan saja rasanya. Itu Mayu bagimana bisa ada di rumah Dira? Apa dia punya ilmu menghilang? Pantas saja dicari-cari sampai keliling Jakarta juga tidak ketemu, orangnya ada di sekitar mereka.


Lain Sindi dan Dira, lain juga dengan Alga. Alga begitu senang melihat kekasihnya menuruni anak tangga dan jalan mendekat pada mereka. Alga sampai mengacungkan jempolnya dan tidak perduli sama sekali dengan raut wajah terkejut keluarganya. Bahkan bisa dibilang dia begitu menikmati raut wajah terkejut keluarganya.


Sudah lihat kan mereka sekarang siapa perempuan yang mereka hina dengan sesuka hati. Harusnya mereka itu tidak hanya minta maaf pada Mayu, tapi pada David juga. David tidak punya salah apa-apa pada mereka, tapi mereka selalu menghina anak David sesuka hati mereka.


"Mayu sini Sayang!" ujar David begitu Mayu sampai di dekat mereka.


"Iya Dad," ujar Mayu dan kembali melangkah ke arah David.


David merentangkan tangannya dan Mayu tanpa rasa canggung memeluk erat daddynya.


Naura beralih mendekati mommynya yang sedari tadi hanya diam dan tidak protes apa-apa. Ingin menangis rasanya Naura melihat reaksi Sindi yang hanya menundukkan kapalanya. Dari reaksi mommynya yang tidak protes atau marah, Naura bisa menilai kalau mommynya sudah tahu daddynya punya anak lain selain dia.


Naura kembali menatap daddynya dan Mayu yang masih berpelukan. Naura benar-benar tidak tahu harus berkata apa apa lagi, yang jelas dia marah dan kecewa.


David masih memeluk erat Mayu. Akhirnya setelah sekian lama, dia bisa memeluk anaknya tanpa perlu perlu bersembunyi lagi. Begitu juga dengan Mayu, dia senang bisa memeluk daddynya di hadapan semuanya, meski dalam hatinya dia juga belum bisa sepenuhnya tenang, mengingat Sindi, Naura, Dira yang sangat membencinya. Begitu juga dengan beberapa keluarga Alga yang lainnya.


Setelah beberapa menit memeluk anaknya, David melepaskan pelukannya dan kembali menatap pada Pratama dan yang lainnya.


David menarik nafas pelan begitu melihat raut wajah mereka yang masih terlihat terkejut dan seakan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Ini adalah Mayu anak sulung saya, dan saya rasa kalian semua yang ada di sini pasti sudah mengenalnya terutama Alga." ujar David lagi.


"Jika Mayu adalah anak kandung kamu kenapa kamu merahasiakannya selama ini David? Apa kamu mau mempermainkan kami?" seru Nindi.


"Saya sama sekali tidak ada niatan ingin mempermainkan kalian semua. Sebenarnya saya tahu Mayu anak kandung saya juga belum terlalu lama, atau tepatnya setelah dia pacaran dengan Alga. Saya juga punya banyak alasan kenapa saya tidak langsung mengungkapkan kebenaran soal Mayu. Selain itu saya juga belum siap, untuk itu saya menunggu waktu yang tepat dan sekarang adalah waktu yang paling tepet. Di sini juga saya sangat berharap, kalian bisa menerima kehadiran Mayu seperti kalian menerima kehadiran saya. Jika kalian belum siap menerima kehadiran Mayu, tidak apa-apa, saya dan Mayu akan sabar menunggu. Dan di sini, saya juga meminta dengan segala kerendahan hati saya, jangan sampai ada yang berani menyakiti Mayu lagi, atau mencoba melukainya dan sejenisnya, karena jika kalian masih menyakiti Mayu, atau melakukan sesuatu yang melukai Mayu, maka kalian akan berhadapan dengan saya. Jangan salahkan saya kalau saya akan membalasnya 10 kali lipat dari apa yang kalian lakukan pada anak saya, karena bagi saya, anak saya adalah segalanya dan kebahagiaan mereka adalah yang utama." jelas David membuat Nindi dan yang lainnya hanya menelan ludahnya.


Selama mengenal David, baru kali ini mereka melihat David menunjukkan taringnya, karena David memang terkenal dengan pribadinya yang tenang dan tidak banyak tingkah.

__ADS_1


"Setuju David. Aku memberi dukungan pada kamu. Toh Mayu juga tidak salah apa-apa dan tidak seharusnya dia menerima kata-kata yang tidak pantas itu. Aku pribadi memang cukup terkejut mendengar kabar ini, tapi di sisi lain aku juga cukup lega kalau Mayu adalah anak kandung kamu. Hanya saja kalau boleh aku meminta, soal Mayu adalah anak kandung kamu cukup kita saja yang tahu dan jangan sampai pihak luar tahu, terutama saingan bisnis Pratama group. Aku hanya tidak ingin karena masalah ini mereka menyerang kita dan menjadikan senjata untuk menjatuhkan nama Pratama group. Kamu tahu sendiri, terkadang masalah kecil bisa jadi besar hanya karena banyaknya orang yang ikut campur. Apa lagi zaman sekarang provokator ada dimana-mana." ujar Pratama bijak dan itu berhasil membuat senyum terbit di wajah ganteng Alga.


Alga sangat senang ternyata papinya tidak masalah sama sekali soal status baru Mayu. Justru dia memberi dukungan pada David dan Mayu. Itu benar-benar angin segar menurut Alga karena sesungguhnya kuputusan yang paling utama itu ada di tangan Pratama.


"Iya Mas, aku juga sudah memikirkan itu semua. Makanya aku juga sengaja mengungkap soal Mayu dihadapan kita saja dan bukan dihadapan publik." ujar David mantap.


"Baguslah kalau begitu, dan aku juga mau mengucapkan selamat untuk kamu karena sudah dipertemukan dengan anak kamu." ujar Pratama lagi.


David tersenyum tipis mendengarnya, dia benar-benar lega Pratama memberi dukungan padanya dan tidak menyalahkannya.


"Iya Mas, terima kasih Mas."


"Sama-sama."


"Berati sekarang apa acaranya sudah bisa kita lanjut?" tanya Alga.


"Enggak!" kompak Sindi dan Dira cepat membuat Alga dan yabg lainnya seketika menatap padanya.


Dira yang sedari tadi menunduk mengangkat kepalanya dan raut wajahnya terlihat sangat kesal. Dia benar-benar belum bisa terima kehadiran Mayu, justru dia masih sangat membenci Mayu.


"Aku enggak sudi ikut acara ini lagi kalau Mayu masih ada di sini. Aku lebih baik pergi saja!" ujar Dira kemudian melangkahkan kakinya, pergi meninggalkan ruang utama rumahnya.


"Aku juga mau pergi saja!" ujar Sindi kemudian ikut pergi tanpa menoleh lagi ke belakang.


Melihat mommy dan Dira pergi, Naura juga ingin ikut menyusul. Hanya saja dia juga tidak mau mengecewakan daddynya, meski David sudah membuatnya marah dan kecewa. Lagian kalau dipikir-pikir daddynya juga tidak salah padanya. Toh Mayu bisa ada juga bukan karena daddynya selingkuh dari mommynya. Salahnya David hanya karena dia tidak jujur dari awal saja, dan salahnya yang lainnya kenapa anaknya itu harus Mayu? Kenapa bukan Selena Gomes atau Lisa blackping saja, kan Naura bisa ikut pansos kalau kakaknya artis.


Setelah berpikir beberapa detik, Naura akhirnya memutuskan tetap berdiri di samping David. Semarah-marahnya dia pada David, tapi rasa sayangnya jauh lebih besar pada David. Selain itu dia juga takut kalau dia pergi, Mayu akan menguasai daddynya sepenuhnya. Naura tidak akan mau kalau itu sampai terjadi. Naura masih bisa terima kalau dia harus kehilangan Alga, tapi Naura tidak akan bisa terima kalau dia harus kehilangan daddynya, karena bagi Naura David adalah segalanya.


"Apa masih ada yang mau pergi? Gimana dengan Naura?" tanya Pratama.


Naura menggelengkan kepalanya.


"Naura enggak akan pergi meninggalkan daddy Om. Naura sayang sama Daddy." ujar Naura pelan membuat David tersenyum haru. Inilah yang diinginkannya, karena bagi David sendiri kedua putrinya adalah segalanya.


"Terima kasih Naura, kamu tetap sayang pada Daddy. Daddy juga sangat sayang pada kamu, begitu juga dengan Mayu. Mau peluk Daddy?" tanya David?"


Naura menganggukkan kepalanya kemudian masuk ke pelukan daddynya.


David memeluk erat anak bungsunya.


"Maafkan Daddy Naura sudah menyembunyikan ini semua dari kamu, tapi satu hal yang harus kamu tahu, meski ada Mayu, rasa sayang Daddy tak berkurang sedikit pun untuk Kamu. Bahkan alasan terbesar Daddy masih bertahan juga karena kamu. Daddy sangat sayang kamu Naura." lirih David.

__ADS_1


"Iya Dad," balas Naura tidak kalah lirihnya dan menangis dalam pelukan daddynya.


__ADS_2