Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Mayu Dihukum


__ADS_3

"Te-terima kasih Kak." ujar Mayu pelan menerima minuman dari Alga. Mayu tidak berani menatap Alga, bukan karena Mayu takut pada Alga, tapi Mayu males saja dituduh keganjenan pada Alga.


Alga tidak jawab apa-apa. Dia hanya kembali melanjutkan langkahnya.


"Eh!" kaget Mayu saat Lia mengambil paksa minuman yang diberikan Alga.


"Saya haus, saya mau minum. Kamu lanjutkan hukuman kamu!" ujar Lia sinis kemudian pergi meninggalkan Mayu.


Mayu melotot, dia merebut kembali minuman yang diberikan Alga. Habis sudah kesabaran Mayu menghadapi para seniornya yang sok berkuasa ini.


"Saya juga haus Kak dan minuman ini diberikan Kak Alga pada saya, bukan pada Kak Lia!" ujar Mayu tidak terima.


Lia balas menatap tajam Mayu.


"Berani kamu pada saya? Berikan minumannya pada saya atau saya akan tambah hukuman kamu?" ancam Lio.


Mayu mengepalkan tangannya, dan balas menatap tajam seniornya. Ini senior beraninya main ancam saja.


"Hei Mayu, kamu itu harusnya sadar diri, perempuan seperti kamu itu tidak pantas menerima minuman dari Alga! Ngaca dong kamu! Lebih baik minumannya kamu berikan pada Lia. Hanya Lia yang pantas menerima minuman dari Alga. Kamu tahu kan siapa Lia? Dia adalah adalah salah satu mahasiswi terpintar dan tercantik di kampus ini." seru Rani teman Lia.


Rani bahkan sampai mendorong lengan Mayu. Mayu hampir saja jatuh tapi untung pertahanan Mayu kuat.


"Iya tercantik dan terpintar tapi sayang karena pintarnya jadi sombong dan gak punya attitud." balas Mayu.


"Berani kamu pada kami. Kamu ini masih junior tapi sudah berani melawan para senior. Justru attitude kamu lah yang sangat jelek. Sini minumannya dan kamu lari keliling lapangan sebanyak 5 kali dan itu tanpa berhanti. Awas saja kalau berhenti, hukumanya kami tambah lagi." ujar Rani sambil merebut paksa minuman yang diberikan Alga.


Mayu menatap minumannya.


"Lari kamu!" seru Lia sambil mendorong keras tubuh Mayu.


Mayu lagi-lagi hampir jatuh. Mayu menatap kesal pada Rani.


"Cepat lari atau hukumannya saya tambah lagi?" balas Rani.


Mayu menghentakkan kakinya kesal kemudian berlari. Dia tidak punya pilihan lain. Melawan pada senior itu akan percuma saja ujung-ujungnya pasti dia lagi yang kalah.


Rani dan Lia saling tersenyum penuh kemenangan begitu melihat Mayu berlari menjalankan hukumannya. Mayu tidak akan bisa menang lawan meraka. Lagian apa istimewanya itu Mayu, kenapa Alza sampai memberi minum padanya? Tidak hanya itu, beberapa kali juga mereka mendapati Alga melirik padanya, karena itulah mereka sangat kesal pada Mayu.


Mayu menatap pada Alga saat dia melewati laki-laki itu. Alga hanya menatap lurus ke depan dan tampak senyum penuh arti di wajahnya. Alga juga pura-pura melihat Mayu.


Mayu menatap kesal Alga dan tangannya terkepal erat. Jangan-jangan Alga sengaja memberikan minuman itu supaya dia mendapat hukuman. Benar-benar laki-laki jahat dan tidak punya perasaan.


'Kenapa kalian semua sangat jahat. Apa salahku pada kalian?' batin Mayu berteriak.


Mayu ingin memangis rasanya tapi dia tidak akan melakukannya. Dia adalah gadis yang kuat dan dia tidak boleh menangis karena perlakuan manusia yang tidak punya hati itu.

__ADS_1


Tatapan beragam dari para mahasiswa dan mahasiswi melihat Mayu berlari keliling lapangan. Ada yang menatap kasihan tapi lebih banyak yang menatap mengejek. Lagian masih mahasiswi baru kok berani pada senior, ya pasti dihukumlah. Kalau mau melawan nanti saja kalau sudah jadi senoir.


Sementara Itu Irpan yang sedari tadi diam-diam memperhatikan Mayu dari kelompoknya menatap tidak tega pada gadis yang dicintainya.


Irpan tidak mengerti kenapa para senior perempuan itu menatap tidak suka pada Mayu. Apa salah Mayu? Perasaan sikap dan tingkah Mayu biasa saja. Penampilannya juga biasa saja dan tidak ada yang menonjol. Biasanya para senior perempuan memang suka membully mahasiswi baru yang lebih cantik dari mereka, seakan ada kepuasan tersendiri di hati mereka bisa membully mahasiswi itu. Hanya saja untuk kasus Mayu, Irpan rasa Mayu tidak pantas dibully sama sekali. Irpan juga sangat tahu seperti apa Mayu. Mayu memang suka melawan tapi dia tidak akan melawan kalau bukan orang itu duluan yang memulainya.


Irpan tiba-tiba mengangkat tangannya.


"Kak, boleh tidak hukuman untuk Riana biar saya saja yang menggantikannya?" tanya Irpan tiba-tiba menawarkan diri.


Riana dan yang lainnya menoleh padanya.


"Maksudnya, kamu mau keliling lapangan menggantikan Riana?" tanya Doni senior mereka.


"Iya Kak." jawab Irpan mantap.


"Silahkan saja kalau kamu mau menggantikan Riana, tapi ingat hanya kali ini saja!" ujar Doni mengingatkan.


"Iya Kak, terima kasih Kak." ujar Irpan dan langsung berlari.


"Cie Riana," seru teman-teman Riana menggodanya.


Riana hanya tersenyum malu dan dalam hatinya dia sangat senang. Dia tidak menyangka Irpan teman barunya mau menggantikan hukumannya. Apa jangan-jangan Irpan menyukainya? Pipi Riana jadi memerah karena membayangkannya.


Riana salah sangka kalau dia berpikir Irpan suka padanya. Justru Irpan mau menggantikan hukuman itu karena dia mau membantu Mayu. Dia tidak tega melihat Mayu lari sendirian. Dia mau bersama Mayu saat Mayu mengalami kesulitan.


Mayu menoleh. Alis Mayu terangkat.


"Irpan? Kamu ngapain lari?" tanya Mayu bingung dan tetap berlari.


"Aku juga dihukum Mayu." bohong Irpan.


"Benarkah?" tanya Mayu seakan tidak percaya.


"Yups. Kalau enggak dihukum ngapain juga aku lari bersama kamu."


"Benar juga, dihukum karena apa?" tanya Mayu penasaran.


"Biasa hanya karena masalah kecil dan seperti biasanya, para senior itu sedikit saja kesalahan kita, suka dibesar-besarkan."


"Benar sekali, emang enggk punya hati banget mereka itu dan sok berkuasa. Mereka seperti tidak pernah jadi junior saja." ujar Mayu. Mayu jadi kesal sendiri juka mengingat tingkah para junoirnya.


"Benar sekali. Kamu sendiri kenapa dihukum May?" tanya Irpan penasaran yang tidak tahu jelasnya kenapa Mayu sampai dihukum.


"Hanya karena masalah kecil juga. Tadi itu kak-" Mayu seketika menghentikan ucalannya begitu dia tidak sengaja ketemu mata dengan Alga dan Alga menatap tajam padanya.

__ADS_1


Mayu balas menatap tajam pada Alga. Mayu sangat kesal pada laki-laki sok berkuasa dan kecakepan itu, dan Mayu juga tidak perduli kalau Alga akan menghukumnya karena dia dekat dengan cowok lain.


Bukan Mayu ini yang mendekati Irpan dan Irpan juga sama dihukum seperti dia. Jadi enggak apa-apa dong dia dekat dengan Irpan. Mereka senasib ini.


"Kak apa May?" tanya Irpan masih menunggu jawaban Mayu.


Mayu kembali menoleh pada Irpan.


"Bukan apa-apa Pan. Lebih baik kita ganti topik saja. Kamu masih ingat enggak waktu kita SMA kita pernah hukum junior kita dan menyuruhnya lari keliling lapangan? Sepertinya kita kena karma." ujar Mayu tersenyum tipis teringat saat mereka SMA dulu.


"Benar juga ya May, tapi itu si Ilham memang bandel dan susah diatur jadi pantas saja dia dihukum."


"Benar juga, tapi dia sangat lucu dan berbuat konyol. Dia juga suka beli pulsa dan kuota di aku. Aku jadi merindukannya."


"Kalau sama aku rindu juga enggak."


"Ya enggaklah, tiap hari ini juga kita ketemu." ujar Mayu cepat.


"Benar juga, tapi aku kok masih merindukan kamu ya May."


"Pan jangan ngaco deh. Ini karena dihukum lari otak kamu jadi sedeng kayaknya."


"Hei, enak saja ngatain aku sedeng! Enggak ya, aku hanya gila saja." ujar Irpan tidak terima.


"Itu sama saja Irpan haha ...." Mayu hanya tertawa sambil berlari. Irpan juga melakukan hal yang sama. Mereka terus berlari sambil ngobrol hingga tidak terasa mereka sudah lari 3 putaran.


Dari tempat duduknya Alga masih menatap tajam pada Mayu dan Irpan. DIa tidak mengerti kenapa dengan dirinya, yang jelas dia tidak suka melihat kekompakan Mayu dan Irpan. Apa lagi saat melihat mereka tertawa bersama, Alga semakin kesal saja.


"Ini minum dulu dan biasa saja melihat Mayunya!" ujar Rangga kemudian duduk di samping Alga.


Alga menerima minumanya dan membukanya dengan malas.


"Siapa laki-laki yang bersama Mayu itu?" tanya Alga kemudian membuka minumanya.


Rangga bukanya menjawab tapi menatap wajah bos sekaligus temannya. Hari ini Rangga seperti melihat Alga yang lain dari biasanya. Mulai dari Alga yang diam-diam suka melirik pada Mayu dan dia bahkan memberikan minum pada Mayu. Itu jelas bukan Alga banget.


Parahnya lagi karena kelakuan Alga itu. Mayulah yang akhirnya merasakan akibatnya. Apa alga tidak sadar kalau semua gerak griknya diperhatikan oleh para pecintanya?


"Kenapa lo jadi ingin tahu?" tanya Rangga. Terkadang Rangga memang bersikap formal pada Alga tapi terkadang sikapnya seperti teman pada umumnya, dan Alga juga tidak pernah mempermasalahkan itu.


"Jawab saja!" ujar Alga dingin dan tanpa menoleh.


"Lo cemburu, lo suka pada Mayu?" tanya Rangga tidak nyambung.


Alga seketika menatap temannya.

__ADS_1


__ADS_2