Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Kios Baru


__ADS_3

"Selamat pagi Nenek, gimana tidurnya apakah nyenyak?" ujar Mayu ceria sambil meletakkan nampan berisi sarapan untuknya dan neneknya.


Nenek Iroh seketika tersenyum.


"Sangat nyenyak Nak, Nenek sangat suka tidur di sini. Kasur sangat empuk dan tidak ada nyamuk sama sekali." ujar Nenek Iroh.


Mayu ikut tersenyum dan merapikan rambut neneknya yang sudah memutih.


"Baguslah kalau Nenek senang, doakan saja Nek rejeki Mayu lancar, supaya Mayu lebih sering lagi membawa Nenek menginap di hotel." ujar Mayu.


Nenek Iroh langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu Nak, Nenek tidak perlu sering-sering menginap di hotel, yang penting Nenek sudah tahu seperti apa rasanya tidur di hotel dan makan di restoran hotel, itu sudah cukup. Nanti kalau sudah ada rejeki lebih uangnya ditabung saja, dan kalau nanti uangnya sudah cukup, Mayu gunakan buat beli rumah saja. Tidak apa-apa rumah kecil yang terpenting rumah sendiri." ujar Nenek Iroh.


"Iya Nenek, dan doakan saja ya Nek, Mayu bisa punya rumah saat Nenek masih sehat. Supaya nanti Mayu beli kasur yang sangat empuk, jadi Nenek bisa merasakan seperti tidur di hotel setiap harinya."


Nenek Iroh kembali tersenyum.


"Amin. Kamu ini Nak memang paling bisa." ujar Nenek Iroh sambil mengusap wajah cucunya.


"Iya dong, Mayu gitu loh. Oh Iya Nek, Mayu sudah ambil sarapan untuk kita, kita sarapan dulu yuk Nek!"


Nenek Iroh menatap cucunya dan menarik nafas pelan.


"Kita sudah harus pulang ya Nak?" tanya Nenek Iroh tidak rela. Dia masih senang berada di hotel dan rasanya belum rela kalau harus pergi.


"Iya Nek, Mayu mau nagih angsuran dan setelahnya Mayu mau beberes kios, tapi kalau Nenek masih betah di sini enggak apa-apa kok Nek, nanti jam 12 Mayu jemput."


"Memangnya boleh Nak, Nenek di sini sampai siang, takutnya nanti kamu harus bayar lebih lagi." ujar Nenek Iroh yang tidak ingin menambah uang keluar cucunya.


"Tentu saja boleh dong Nek dan tidak akan ada biaya tambahan, selama kita check outnya tidak lebih dari jam 12 siang karena batas maksimal chack out itu jam 12 siang." jelas Mayu.


"Begitu ya Nak, kalau begitu Nenek nanti saja ya pulangnya, Nenek masih betah hehe ...."


Mayu juga ikut tersenyum dan mengusap sayang wajah keriput neneknya.


"Ok Nenekku sayang, kalau begitu ayo kita sarapan!"


"Ok." semangat Nenek Iroh.


Mayu dan Neneknya sarapan dengan wajah bahagianya, sesekali mereka juga saling menyuapi. Kelakuan mereka sudah seperti pasangan yang sedang berbulan madu saja, padahal mereka adalah cucu dan Nenek.


Setelah sarapan Mayu juga tidak mau melewatkan mandi di hotel, kapan lagi dia bisa mandi pakai shower, iya kan? Sayang banget kalau itu dilewatkan dan Mayu tentunya tidak mau rugi.


Setelah selesai dengan ritual mandinya, Mayu kembali mengajari neneknya beberapa hal penting, takutnya neneknya ingin sesuatu tapi dia tidak tahu cara melakukannya.

__ADS_1


***


"Loh Kak Alga, Kak Rangga, Kak Yudha, kalian ngapain di sini?" tanya Mayu begitu melihat ketiga laki-laki ganteng itu berdiri di depan kiosnya.


"Waalaikumsalam Ay," sindir Alga dan langsung mengulurkan tangannya pada Mayu.


"Hehe ... maaf Kak," ujar Mayu tersenyum malu dan langsung salim pada Alga dan tidak lupa tos dengan Rangga dan Yudha.


"Kalian ngapain di sini Kak, apa kalian ada acara di dekat sini?" tanya Mayu. Hari ini memang hari sabtu jadi mereka semua libur kuliah.


"Tentu saja enggak dong Ay. Kamu lupa kalau aku sudah ada janji mau bantu kamu beres-beres?" ujar Alga mengingatkan.


"Iya Kak, Mayu ingat tapi bagaimana dengan Kak Rangga dan Kak Yuda, apa mau bantu Mayu juga? Tidak usah aja Kak, barangnya juga tidak begitu banyak kok, dan di sini juga jualannya mulai ramai kalau sudah sore. Mayu dan Kak Alga, cukup punya banyak waktu untuk beberes." ujar Mayu merasa tidak enak merepotkan Rangga dan Yudha.


"Kami bukan mau bantu kamu beberes Mayu, tapi kami mau bantu kamu untuk menyiapkan tempat ini. Lihat itu sepanduknya sudah jelek dan itu juga tidak nyambung sama sekali dengan jualan kamu. Kami sudah bawa sepanduk baru dan ini sudah dipesan khusus oleh ayang kamu ini. Di sini kami juga ada bawa cat serta lampu kelap kelip. Kamu bayar sewa kios ini mahal, jadi sudah seharusnya dipergunakan sebaik mungkin dan semaksimal mungkin." jelas Rangga.


"Benar kata Rangga Ay. Kita harus menyiapkan tempat ini sebaik mungkin untuk menarik perhatian para pembeli, dan kamu tenang saja, baik Rangga atau Yudha tidak akan minta bayaran. Justru mereka mau traktir kita makan siang nanti." ujar Alga.


Mayu seketika tersenyum.


"Ya enggak begitu juga Kak Alga. Mereka sudah capek bantu, masak harus traktir kita lagi. Itu kita tidak tahu diri namanya. Ya sudah kalau begitu, ayo kita persiapkan tempat ini sebaik mungkin. Jika butuh sesuatu bilang saja pada Mayu!" ujar Mayu akhirnya.


Mayu tidak mungkin menolak kebaikan 3 laki-laki tampan ini. Ditambah lagi apa yang ingin mereka lakukan memang dibutuhkan Mayu saat ini.


Mereka berempat mulai sibuk merapikan kios baru Mayu.


Alga dan Mayu sibuk mengangkat barang-barang Mayu keluar kios sedangkan Yudha dan Rangga sibuk merapikan dinding. Kios itu bekas orang dagang, untuk beberapa rak harus dibongkar agar terlihat lebih bagus dan rapi.


"May, kamu bisa pinjam tangga enggak May, ini kursinya masih kurang tinggi." ujar Yudha.


"Tangga Kak? Mayu coba pinjam pada warga yang tinggal di sekitar sini ya Kak."


"Iya."


"Ay aku ikut. Kamu tidak akan kuat angkat tangganya sendirian." ujar Alga.


"Ok," ujar Mayu tanpa adanya penolakan. Mayu tahu seperti apa kekasihnya, dan sudah pasti Alga akan memaksa kalau Mayu menolaknya.


"Kalian jangan lama-lama dan jangan pacaran dulu!" ujar Rangga mengingatkan.


"Iya Kak Rangga, kami pacarannya juga tahu tempat dan tahu waktu. Apalagi ada jomblo karatan di sekitar kami. Kami juga tidak setega itulah." ujar Mayu meledek Rangga dan Yudha.


"Kurang asem kamu May. Kami bukan jomblo karatan ya tapi jomblo karena tidak laku saja." ujar Rangga.


"Itu sama saja Kak Rangga. Udah ah kami mau cari tangga dulu."

__ADS_1


"Ok."


Tidak butuh waktu lama, Alga dan Mayu kembali sambil membawa tangga. Rangga dan Yudha sampai menggelengkan kepalanya begitu melihat Alga membawa tangga seperti tukang bangunan.


Jika ada yang bilang cinta itu gila, Alga sudah pasti masuk salah satu diantaranya. Bisa-bisanya dia yang notabennya anak konglomerat yang tidak berurusan sama yang namanya angkat mengangkat tangga, tapi demi cintanya dia mau melakukan semua itu. Dia bahkan rela jadi kuli bangunan demi cintanya. Bukan main memang itu cintanya Alga pada Mayu.


Selama proses pengecatan berlangsung. Alga dan Mayu sibuk mendiskusikan beberapa hal terutama untuk letak rak dan sebagainya. Mereka juga sampai buka youtube untuk mencari bahan refrensi. Mereka juga tidak lupa meminta pendapat Rangga dan Yudha. Setelah mencapai kesepakatan Alga dan Mayu belanja peralatan yang dibutuhkan.


Baik Mayu, Alga, Rangga dan Yudha semuanya bekerja dengan semangat dan saling berdiskusi untuk mencapai hasil terbaik.


Mayu sampai tidak bisa menahan rasa harunya. Seumur hidupnya baru kali ini dia mendapat bantuan sedemikian rupa. Mayu jadi berasa punya 3 orang kakak yang begitu perduli padanya.


"Ay, jangan ngelamun saja Ay, ambil paku dong Ay!" ujar Alga.


"Ah iya Kak," ujar Mayu dan langsung melakukan apa yang disuruh oleh pacar gantengnya.


Begitu selesai dengan urusan kios, Alga dan yang lainnya ikut membantu Mayu merapikan dagangan Mayu dan itu karena pembeli sudah ada yang datang. Dan berkat ketiga laki-laki tampan itu, tidak perlu adanya tawar menawar harga, barang langsung jadi sama mereka. Alga, Yudha dan Rangga sampai saling tos karena merasa berhasil, dan Mayu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


***


Mayu menatap kios barunya dan hasilnya sangat jauh dari perkiraan Mayu. Kios barunya benar-benar terlihat baru, rapi dan menarik tentunya. Mulai dari sepanduk besarnya yang bertuliskan Mayu shop dan di bawahnya menjual baju tidur, kolor, bh dan lain sebagainya. Ada juga alamat tiktok Mayu.


Di bagian dinding depannya juga dipasang lampu kelap kelip dan kalau sudah malam, Mayu yakin pasti akan terlihat lebih cantik. Begitu juga dengan rak bajunya. Semua dipasang dengan rapi, baik untuk bagian luar maupun bagian dalam. Mayu benar-benar dangat puas melihatnya.


"Gimana Ay apa kamu suka dengan hasilnya?" tanya Alga sambil merangkul Mayu.


Mayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Sangat suka Kak, benar-benar suka. Terima kasih Kak Alga. Ini semua berkat Kak Alga. Mayu akhirnya punya kios impian hihi ...." ujar Mayu senang.


"Baguslah kalau kamu suka. Aku senang mendengarnya. Ternyata kerja kerasku tidak berakhir dengan sia-sia." ujar Alga.


"Iya Kak, sekali lagi terima kasih ya Kak." ujar Mayu lagi.


"Jangan terima kasih mulu dong Ay, yang lain dong!" pinta Alga berharap kekasihnya mengerti keinginan hatinya.


Mayu menatap pacar gantengnya dan ada senyum di wajahnya. Mayu kemudian melirik sekitarnya, Yudha sedang sibuk dengan ponselnya sedangkan Rangga sibuk dengan buku catatan belanjaan Mayu.


Mayu kembali menatap Alga. Mayu kemudian mendekatkan wajahnya pada Alga dan mengecup pipi Alga, membuat Alga tersenyum lebar. Ternyata kekasihnya bisa peka juga.


"Ehem! Mau juga dong!" goda Yudha dan Rangga.


Mayu sangat malu mendengarnya dan langsung menutup wajahnya dengan tangannya.


Senyum Alga semakin mengembang. Alga kemudian mengacak gemas rambut kekasihnya. Rasanya semua lelah Alga seketika hilang, hanya dengan kecupan dan wajah malu pacar tercintanya.

__ADS_1


__ADS_2