Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Bertemu Kembali


__ADS_3

Mayu diam-diam tersenyum melihat Frans dan Rani yang tengah asik mengobrol. Bahkan kerena asiknya mereka sampai tidak sadar kalau Mayu sudah menjauh dari meja mereka.


"Selamat untuk kalian berdua dan semoga cocok." monolog Mayu.


Mayu kemudian memilih menghampiri neneknya saja, dia tidak mu mengganggu Frans dan Rani yang tengah PDKT itu.


"Nenek," ujar Mayu dan ada senyum di wajahnya. Mayu juga memilih duduk di samping neneknya.


"Senyum-senyum saja kamu Nak," ujar nenek Iroh membuat senyum Mayu kembali mengembang.


"Mayu lagi senang saja Nek," jawab Mayu apa adanya.


"Senang kenapa?" tanya nenek Iroh.


"Itu loh Nek, mas Frans dan kak Rani sudah akrab saja. Menurut nenek mereka cocok tidak?" ujar Mayu menunjuk ke arah Frans dan Rani.


Nenek Iroh mengikuti arah pandang cucunya.


"Cocok saja, yang satu tampan dan yang satu cantik dan yang terpenting mereka masih sama-sama sendiri." ujar nenek Iroh mantap.


"Nah itu dia Nek. Semoga mereka bisa nyambung dan bisa merasakan getaran-getaran cinta itu ya Nek. Biar mas Frans juga ada yang sayang begitu juga sebaliknya." ujar Mayu sekaligus doa untuk Frans.


"Amin." ujar Nenek Iroh mantap membuat Mayu kembali tersenyum.


Nenek Iroh juga ikut tersenyum dan menatap cucunya.


"Kamu ini senang sekali menjodohkan orang." ujar nenek Iroh lagi teringat Naura dan Alex juga bisa jadi gara-gara Mayu.


"Bukan menjodohkan Nenek, Mayu hanya sekedar mengenalkan saja. Kak Rani lagi jomblo dan minta dikenalkan sama teman dan kebetulan mas Frans juga sama. Jadi enggak ada salahnya kan, Mayu kenalkan mereka. Istilahnya Mayu hanya sekedar pembuka jalan saja Nek, untuk seterusnya ya terserah mereka mau lanjut jalan atau tidak." jelas Mayu.


"Iya Nak nenek mengerti, tapi tetap saja kamu itu mak comblang namanya. Jangan sampai nanti kamu malah buka usaha biro jodoh juga." canda nenek tapi berhasil mendatangkan senyum di wajah Mayu.


"Wah boleh juga itu Nek. Nanti misalkan Mayu buka biro jodoh yang jadi client pertamanya nenek ya. Lumayan tuh Nek kalau Nenek dapat kakek kaya raya dan bisa bawa Nenek keliling dunia." goda Mayu dan langsung mendapat getokan sayang dari neneknya.


"Hehe ...." Mayu tertawa sambil mengusap kepalanya yang digetok oleh neneknya.


"Ngaco saja kamu itu. Kalau pun ada Nenek tidak akan mau. Nenek jauh lebih bahagia seperti ini. Cukup ada kamu, nak Alga, nak Naura dan yang lainnya sudah cukup bagi Nenek." ujar Nenek Iroh apa adanya. Ada-ada saja memang ini cucunya. Apa yang dikatakan Mayu sungguh di luar nalar Nenek Iroh.


Mayu lagi-lagi tersenyum.


"Mayu hanya bercanda kok Nek. Lagian mana rela Mayu kalau Nenek nikah lagi terus nanti Nenek dibawa oleh suami Nenek. Big no Nek. Mayu mau bersama Nenek selamanya dan memastikan hidup Nenek bahagia dan tidak kurang suatu apa pun." ujar Mayu tulus.


"Nah itu dia. Nenek juga tidak ingin jauh-jauh dari kamu dan Nenek juga mau menghabiskan sisa umur Nenek bersama kamu, nak Alga dan yang lainnya. Dan kalau bisa sih bersama cicit Nenek juga nantinya." ujar Nenek Iroh dan kali ini Mayu tersenyum malu.


"Doakan saja ya Nek. Doakan rencana pernikahan kami lancar dan yang lainnya juga dipermudahkan!" ujar Mayu meminta doa pada neneknya.


"Itu sudah pasti Nak. Nenek pasti akan selalu mendoakan yang terbaik untuk kamu."


"Amin." ujar Mayu mantap. Mayu kemudian merangkul neneknya dari samping dan mengecup pipi neneknya yang sudah keriput. Dia sungguh menyayangi wanita 75 tahun ini.


"Mayu! Hei Mayu, ayo foto! Ajak nenek juga." ujar Sindi menghampiri Mayu dan nenek Iroh.


Mayu dan nenek Iroh sama-sama menoleh.


"Memangnya sudah sampai giliran kami Mom?" tanya Mayu.


"Ya sudahlah, kamu ini kan keluarga inti dan bukan hanya sekedar teman saja!" seru Sindi.


"Benar juga. Ya sudah ayo kita foto bersama." ujar Mayu. Dia merasa senang, sikap Sindi benar-benar semakin baik dan perduli padanya dan sudah menganggap Mayu seperti anaknya sendiri.


Di saat acara sesi foto, tidak hanya calon pengantin yang terlihat bahagia tapi para tamu mereka, terutama teman-teman Naura dan Alex juga tidak kalah bahagianya.


"Mayu!" panggil Alex saat mereka sedang foto.

__ADS_1


"Kenapa Mas?" tanya Mayu.


"Saya lihat Frans tampak akrab dengan Rani, apa kamu yang mengenalkan mereka?" tanya Alex.


Alex tahu Rani tapi hanya sekedar tahu saja karena dia akrabnya dengan Mayu dan Naura saja. Dia juga salah satu pelanggan setia Maga beauty.


Mayu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Iya Mas. Mereka itu sama-sama lagi cari jodoh, makanya aku kenalkan saja. Menurut Mas gimana?" tanya Mayu


"Mantap!" ujar Alex mengacungkan jempolnya. Alex juga berharap sepupunya bisa mendapatkan jodohnya. Biar ada kesibukan dan tidak balik jadi jahat lagi.


"Iya Mas, dan semoga saja mereka bisa berhasil seperti Mas dan Naura ya."


"Amin." ujar Alex mantap.


Mereka masih terus lanjut sesi foto dan itu berbagai macam gaya. Ada foto formal dan ada foto aneh dan heboh juga.


Naura dan Alex benar-benar full senyum hari ini. Mereka senang karena acara lamaran mereka berjalan lancar dan teman-teman mereka juga sangat memberi dukungan.


"Selamat ya Naura dan Mas Alex, semoga semuanya dilancarkan sampai hari H." ujar Mayu kemudian memberi pelukan pada Alex dan Naura.


"Iya Mayu, kamu dan Alga juga ya!" kompak mereka.


Mayu mengangguk dan tersenyum pada dua sejoli itu.


***


Mayu dan orang tua Alga sudah sampai di bandara, sebentar lagi mereka akan terbang menuju London.


Perasaan Mayu sungguh campur aduk, di satu sisi dia merasa senang karena sebentar lagi akan bertemu Alga tapi di sisi yang lain, dia juga merasa sedih karena harus meninggalkan neneknya untuk 10 hari ke depan. Mayu sangat terpaksa melakukannya. Andai saja neneknya masih kuat, Mayu pasti akan membawanya. Sayangnya nenek Iroh juga tidak mau, dia terlalu lelah kalau harus menempuh perjalanan yang sangat jauh. Nenek Iroh takut jatuh sakit dan tentu itu akan merepotkan Mayu dan yang lainnya.


"Nenek! Mayu pergi dulu ya Nek. Nenek baik-baik di sini. Nenek juga harus tetap semangat dan sehat ya Nek! Nenek langsung kabari Mayu jika terjadi sesuatu." ujar Mayu.


"Iya Nak. Kamu juga ya. Baik-baik di negara orang dan semoga semua urusan kamu dilancarkan. Salam sama nak Alga."


"Sama Nak, nenek juga pasti merindukan kamu." ujar nenek Iroh balas memeluk erat cucu kesayangannya.


Selanjutnya Mayu memeluk Naura.


"Bersenang-senanglah di sana! Soal nenek lo enggak perlu khawatir, dia aman di sini dan tidak akan kekurangan suatu apa pun." ujar Naura.


"Iya Nau, terima kasih ya Nau. Tolong jaga nenek untuk gue ya Nau!"


"Iya Mayu. Lo hati-hati dan selamat sampai tujuan!"


"Iya," ujar Mayu.


Mayu juga memeluk erat daddynya, Sindi, Lora, Shinta dan yang lainnya.


"Kami pergi semua! Titip nenek dan sampai bertemu kembali!" seru Mayu lagi sambil malambaikan tangannya.


"Iya Mayu. Selamat sampai tujuan Mayu!" kompak mereka dan balas melambaikan tangannya.


"Iya," ujar Mayu. Mayu tersenyum pada mereka semua sebelum dia masuk dalam bandara bersama Dira dan Pratama.


***


Alga sudah sampai di bandara dan sedang menunggu kedatangan kakasih dan orang tuanya.


Alga terlihat gelisah dan tidak sabaran tapi raut wajahnya juga tidak bisa berbohong kalau dia sangat senang. Sebentar lagi dia akan bertemu dengan kekasihnya dan tidak ada lagi yang bisa memisahkan mereka.


Alga kembali duduk saat dia belum juga melihat ada tanda-tanda Mayu akan datang dari balik pintu itu.

__ADS_1


Alga melirik jam tangannya dan tanpa sadar dia tersenyum tipis. Menurut perkiraan waktunya, seharusnya Mayu memang belum sampai. Alga saja yang datangnya terlalu cepat dan itu karena tidak sabarnya dia bertemu dengan calon isterinya.


Sembari menunggu, Alga memilih memainkan ponselnya saja. Alga memilih membuka galerinya dan mengedit beberapa foto kebersamaannya dengan Mayu. Alga sengaja melakukan itu biar tidak terlalu bosan menunggu.


Tanpa sadar Alga senyum-senyum sendiri melihat hasil editannya. Mereka terlihat begitu manis dan romantis dalam video itu.


"Eh!" kaget Alga begitu melihat jam di poselnya dan Mayu harusnya sudah sampai.


Alga buru-buru menyimpan ponselnya kembali dan ikut berdiri bersama orang lain yang juga sedang menunggu kedatangan keluarga mereka.


Alga lagi-lagi menunggu dengan gelisah dan bisa dibilang lebih gelisah dari sebelumnya. Ini sudah lebih setengah jam dari perkiraan Mayu dan orang tuanya akan sampai, tapi kenapa mereka belum menunjukkan batang hidungnya juga?


"Ay, kalian dimana?" monolog Alga.


Alga kembali mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Mayu.


[Nomor yang Anda tuju sedang ....]


Alga tanpa sadar menghembuskan nafasnya kasar. Ponsel Mayu belum aktif itu berarti mereka belum mendarat.


"Huh ... mereka dimana dan kenapa belum sampai juga?" monolog Alga. Rasa gelisah di hati Alga berganti menjadi rasa khawatir juga takut, Alga benar-benar takut terjadi sesuatu pada kekasih dan orang tuanya.


Alga lagi-lagi melirik ke arah pintu keluar itu dan belum ada tanda-tanda kedatangan Mayu.


Alga sampai mondar mandir karena gelisahnya, perasaannya benar-benar semakin tidak menentu.


Dug dug dug


Jantung Alga tiba-tiba berdebar lebih cepat dari biasanya.


Alga sampai memegangi dadanya, ada apakah gerangan, kenapa jantungnya tiba-tiba berdebar lebih cepat?


Alga lagi-lagi menoleh ke arah pintu keluar kemudian menelan ludahnya kadar karena bulum juga melihat kedatangan Mayu.


"Ay kamu dimana sih Ay? Jangan buat aku semakin takut Ay." monolog Alga lagi.


Alga beralih menggenggam tangannya sendiri. Dia benar-benar tidak tahu harus berbuat apa dan dia tidak mungkin teriak memanggil nama Mayu.


"Kak Alga!"


Alga seketika menoleh dan ingin melompat rasanya begitu melihat Mayu kekasihnya muncul dari balik pintu itu. Semua perasaan gelisah, takut dan khawatir Alga seketika hilang bak ditelan bumi.


"Ay!" seru Alga dan berlari ke arah kekasihnya. Dia benar-benar tidak sabar dan ingin memeluk erat kekasihnya.


"Kak!" balas Mayu. Mayu juga ikut tersenyum lebar dan mempercepat jalannya. Perasaannya tidak jauh berbeda dengan Alga.


"Ay!" seru Alga lagi begitu dia sampai di hadapan Mayu. Mereka saling menatap penuh cinta dan terlihat jelas binar bahagia di wajah mereka.


Alga kemudian membawa Mayu ke dalam pelukannya dan sampai membawa kekasihnya berputar. Alga benar-benar bahagia. Akhirnya penantian panjangnya berakhir juga. Setelah ini dia tidak lagi perlu uring-uringan karena menahan rindu. Dia juga tidak lagi perlu menatap foto Mayu hingga dia tertidur.


Mayu juga tersenyum lebar dalam pelukan kekasihnya. Perasaan bahagia yang sama dirasakan oleh Mayu.


"I miss you and i love you Ay." ujar Alga dalam pelukan kekasihnya.


"I miss you and i love you too Kak." balas Mayu.


Dira dan Pratama hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah anaknya dan Alga benar-benar melupakan keberadaan mereka. Bukan main memang kalau melihat orang yang lagi jatuh cinta, bisa lupa segalanya.


"Ehem!" Pratama sengaja berdehem keras untuk menyadarkan dua sejoli itu.


Alga dan Mayu melepaskan pelukan mereka dan seketika tersenyum begitu sadar kebucinan mereka.


"Maaf Pi," ujar Alga kemudian beralih memeluk papinya. Dira juga tidak ketinggalan mendapatkan pelukan hangatnya.

__ADS_1


"Kebiasaan kamu ini Alga, kalau sudah bertemu Mayu, Mami dan papi saja langsung dilupakan." protes Dira.


"Hehe ...." Alga hanya tertawa kecil karena yang dibilang Dira memang benar adanya.


__ADS_2