Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Tamat


__ADS_3

"Hati-hati ya Kakak! Dedeknya jangan dilepas!" ujar Alga begitu mereka turun dari mobil.


Malam ini Alga dan keluarganya akan menghadiri acara syukuran yang dilakukan Pratama group sekaligus peresmian Alga sebagai CEO baru Pratama group.


"Siap Ayah," ujar Lisa dan menggenggam tangan adik-adiknya di kiri dan kananya.


"Yaya Yayayah!" oceh si kembar ikut-ikutan. Mereka sudah bisa jalan dan semakin pintar mengocehnya.


Mayu hanya bagian senyum saja, dia merasa licu sekaligus gemas melihat anak-anaknya. Apalagi malam ini si kembar diapakaikan jas warna biru dongker senada dengan gaunnya dan Lisa juga jas Alga. Si kembar jadi terlihat semakin menggemaskan dan aura gantengnya semakin nyata dan tidak terbantahkan.


Mereka berlima kemudian melangkah bersama ke arah ballroom hotel. Lisa jalan di depan sambil menggenggam ke tangan adik-adiknya sedangkan Mayu menggengam lengan suaminya. Tidak jauh di belakang ada Pratama, Dira, nenek Iroh dan Tuti, juga ada Vivi dan keluarga kecilnya termasuk mertuanya. Dibelakangnya lagi masih ada David, Sindi, Naura, Lina dan yang lainnya. Rangga dan teman terdekat Alga dan Mayu yang lainnya juga ikut.


Kehadiran Alga dan keluarga kecilnya di ballroom hotel langsung menjadi pusat perhatian para karyawan yang sudah datang sebagai perwakilan.


Para karyawan tampak menatap gemas pada Alga dan keluarga kecilnya. Terutama saat melihat Lisa dan adik-adiknya. Mereka bertiga terlihat sangat manis dan menggemaskan. Mereka tidak menyangka anak yang pernah membuat heboh satu kantor itu ternyata bisa jadi kakak yang sweet juga untuk adik-adiknya. Mana si kembar juga terlihat nurut sekali pada kakaknya.


"Pak Alga dan keluarganya benar-benar enggak ada kurangnya ya. Apalagi saat melihat Lisa dan adik-adiknya membuat gue ingin cepat-cepat punya anak saja. Mereka menggemaskan sekali, kompak banget lagi." ujar salah satu karyawan.


Dia tidak tahu saja kalau Lisa dan adik-adiknya sering sekali berantem, apalagi si kembar. Tidak bisa ditinggal berdua saja, ujung-ujungnya pasti berantem, entah itu berebut mainan lah, saling tarik-tarikan lah dan lain sebagainya. Dira sampai kewalahan dibuatnya, tapi dia juga senang karena rumahnya enggak pernah lagi sepi kalau ada Lisa dan adik-adiknya.


"Lo salah kalau bilang pak Alga itu enggak ada kurangnya. Justru dia banyak kurangnya. Dia enggak mau poligami, padahal kan gue janda dan sangat butuh sosok lelaki seperti dia." ujar karyawan lain.


"Ngaca dong lo!" balas yang lain dan mereka sama-sama tertawa.


Tawa mereka terhenti begitu melihat rombongan Pratama dan David juga memasuki ballroom. Wibawa dan mantan bos mereka itu juga tidak pernah luntur sedikit pun. Selalu buat kagum.


Kembali ke Alga dan keluarga kecilnya. Alga memilih meja paling depan untuk mereka, meja yang memang sudah di siapkan khusus untuk mereka. Meja yang meyediakan 4 kursi untuk orang dewasa dan 3 kursi khusus untuk anak-anak.


Alga membantu Lisa duduk terlebih dulu, selanjutnya dia mendudukkan Arhan dan Arfan di kiri dan kanannya. Arfan dan Arhan tidak boleh didekat, mereka akan berantem kalau berdekatan.


"Kakak dan Dedek, mau mam?" tanya Mayu.


Dia memang sengaja belum memberi anak-anaknya makan, yang mana tujuannya biar anak-anaknya tidak cepat bosan.


"Mau bunda," semangat Lisa.


"Mamamam!" oceh si kembar kompak.


"Ok sayang-sayangnya Bunda. Sekarang pakai serbet dulu ya!" ujar Mayu dan langsung membuka tasnya.


Si kembar terlihat sangat senang. Mereka paling bahagaia kalau ada makanan.


Setelah memakaikan serbet, Mayu memanggil panitia yang memang ditugaskan khusus untuk melayani Alga dan keluarga Pratama.


Mayu minta diambilkan makanan yang sudah disiapkan untuk para anak-anak.


Mayu dan adik-adiknya langsung tepuk tangan semangat begitu melihat makanan mereka dj letakkan di depan mereka masing-masing. Ada nasi, sosis, olahan ayam untuk anak, ada sayur brokoli, wortel dan kentang. Mayu dan adik-adiknya sangat suka sayur terutama sayur brokoli dan wortel.


"Dedek doa dulu!" cegah Lisa cepat saat si kembar tidak sabar ingin mengambil makanannya. Si kembar langsung menurut membuat Alga dan Mayu tersenyum.


"Ayo angkat tangan, Akak Lisa pimpin dia!" ujar Lisa kemudian mengangkat tangannya.


"Yayaya," oceh si kembar dan ikut mengangkat tangannya.


Arfan melirik Lisa begitu Lisa memejamkan matanya. Dia tersenyum dan saat Lisa mengucapkan doanya dia mengambil 1 kentang dan memasukkannya cepat-cepat ke dalam mulut. Selanjutnya dia juga ikut berdoa sambil ngunyah.


Alga dan Mayu mau ngakak melihatnya, ada-ada saja memang tingkah anak mereka.

__ADS_1


"Amin." ujar Lisa dan si kembar kembali tepuk tangan.


"Kakak, dedek, cuci tangan dulu ya!" ujar Mayu sambil membantu anak-anaknya.


"Yaya Bunda," ujar Lisa dan langsung mencuci tangannya.


"Pintar. Kakak, bantu adiknya makan ya! Ayah dan Bunda mau menyambut tamu kita." ujar Mayu lagi. Selaku tuan rumah, mereka tidak mungkin duduk saja.


"Siap Bunda."


"Good girl. Nanti kalau sudah selesai makan, dedeknya beri minum juga ya Kakak!" ujar Mayu lagi.


"Ok, Bunda."


"Bagus. Ya sudah Bunda dan ayah mau pergi dulu. Dadah Kakak, dadah dedek." ujar Mayu lagi sambil melambaikan tangannya.


"Dadadah!" oceh si kembar tanpa menoleh. Kalau sudah ketemu makanan mereka tidak lagi perduli pada siapa pun. Apalagi makanan yang tersaji di depan mereka adalah makanan kesukaan mereka.


"Dedek pelan-pelan! Akak Lisa enggak minta Dedek." ujar Lisa pada Arhan sambil mengusap sudut bibir Arhan yang belepotan.


"Hihi ...." Arhan hanya tertawa sambil mengambil brokoli dan memasukkannya ke dalam mulut dengan cepat. Giginya sudah ada 8 dan itu mempermudahkannya mengunyah makanan.


"Enyak Dedek?" ujar Lisa lagi.


"Nyam nyam nyam," oceh si kembar. Kalau menyangkut makan mereka bertiga memang selalu kompak, karena itu juga Dira menahan diri tidak gabung bersama mereka. Dira tidak mau mengganggu cucu-cucunya dan memilih mengawasi mereka dari meja sebelahnya saja.


***


Acara sudah dimulai, setelah MC membuka acara, dia mempersilahkan Pratama memberi kata sambutannya, selanjutnya disusul David dan barulah giliran Alga selaku pimpinan utama Pratama group.


Mayu dan Lisa tepuk tangan dengan semangatnya begitu Alga bangun dari duduknya. Kalau si kembar jangan ditanya lagi, setelah perut kenyang dan main sebentar mereka langsung masuk ke alam mimpi.


Alga kemudian melangkah ke panggung dengan gagahnya dan harus Mayu akui, kharisma dan wibawa suaminya memang semakin terlihat lagi sejak dia menjabat jadi CEO dan Mayu semakin mencintainya.


"Kongletuleisyen Ayah!" ujar Lisa tiba-tiba saat Alga hendak menyampaikan kata sambutanya.


Alga sampai tertawa dan menganggukkan kepalanya mantap.


"Iya Kakak, terima kasih Kakak. I love you Kakak." ujar Alga dari atas panggung.


"I love you tu Ayah. Ayah paling ganteng, paling best!" serunya lagi membuat Alga dan yang lainnya tertawa.


Ada-ada saja memang Lisa, kelakuan tidak sengajanya selalu saja membuatnya jadi pusat perhatian. Walau begitu Alga tidak akan marah padanya, justru Alga sangat bangga pada anak sulungnya. Sama seperti Alga sendiri yang membuat bangga banyak orang. Dia tidak hanya sukses jadi peminpin tapi dia juga sukses jadi ayah yang hebat untuk anak-anaknya.


"Ok Kakak. Kakak diam dulu ya, Ayah mau bicara." ujar Alga lagi setelah dia kembali menguasai dirinya.


"Ok Ayah," nurut Lisa.


Alga mengucapkan salamnya terlebih dulu, setelah itu itu dia mengucapkan rasa terima kasihnya pada orang tuanya terutama papinya, pada mertuanya terutama David, pada petinggi-petinggi yang lain termasuk karyawan dan begitu juga dengan rekan kerjanya.


"Dan yang paling spesial, saya ingin mengucapkan terima kasih pada istri saya tercinta Mayu. Terima kasih Bunda, untuk semua doa dan dukungan Bunda. Terima kasih juga sudah menjadikan Ayah, laki-laki paling beruntung di dunia. I love you so much Bunda. Dan yang terakhir saya juga berterima kasih untuk anak-anak saya, Lisa, Arhan dan Arfan. Terima kasih Sayang sudah hadir dalam hidup Ayah dan menjadi penyemangat untuk Ayah. Ayah sangat mencintai kalian. Demikian kata sambutan dari saya, terima kasih." ujar Alga dan disambut dengan tepuk tangan para tamu yang hadir.


Lisa juga tepuk tangan dengan semangatnya.


"Ayah, kelen! Best!" ujarnya senang sambil mengacungkan jempolnya. Jika orang tuanya sering bangga padanya, Lisa juga tidak kalah bangganya pada orang tuanya. Lisa juga sangat sangat sayang pada mereka.


Mayu juga memberikan pujian pada suaminya dalam hatinya. Dia juga sangat bangga pada Alga. Alga yang tidak pernah berubah dari awal Mayu mengenalnya. Alga benar-benar laki-laki sejati yang menepati semua janji-janjinya padanya.

__ADS_1


'Aku juga sangat mencintai Ayah.' batin Mayu.


Mayu tanpa sadar tersenyum begitu Alga kembali mengecup pipinya sebelum dia duduk. Alga memang tidak pernah malu memperlihatkan kemesraannya dengan istrinya.


Acara kembali dilanjutkan selain memberikan kata sambutan ada hiburan juga dari salah satu penyanyi papan atas Indonesia. Selain itu ada acara makan-makan juga tentunya.


***


Keesokan harinya, Alga kembali mengajak keluarga dan teman-temannya kumpul. Mereka mau melakukan syukuran khusus untuk keluarga dan teman-teman, sekaligus mau melakukan foto keluarga.


Alga, Mayu beserta anak-anak mereka sudah siap dan kali ini mereka memakai baju tema warna pink pastel dan itu karena permintaan Lisa sendiri yang suka warna pink.


"Selamat datang di lumah Lisa saudala-saudala. Semoga saudala-saudala semua senang. Saudala senang, Lisa juga senang. Telima kasih saudala-saudala." ujar Lisa dengan serius. Gara-gara melihat, opa, grandpa serta ayahnya memberi kata sambutan. Lisa jadi latah dan untuk hari ini saja dia entah sudah keberapa kalinya memberi kata sambutan.


Lisa bahkan meminta Alga menyalakan mikrofon miliknya hingga suaranya terdengar sampai ke penjuru rumah.


"Lisa jangan ngoceh terus Kakak, sini foto dulu!" ujar Alga. Mereka sudah selesai foto dengan Dira juga Peratama serta nenek Iroh, sekarang giliran Lisa dan adik-adiknya juga ikut.


"Poto Ayah? Ok! Saudala hadilin semua Lisa mau poto dulu, ok. Bye bye." ujar Lisa lagi membuat Naura dan yang lainnya tertawa. Mamang cucu Pratama yang satu itu tingkahnya terkadang di luar nalar.


Alga mengulurkan tangannya pada anak sulungnya sedangkan Mayu masih sibuk membujuk anak kembarnya supaya mau foto.


"Dedek ayo foto dulu Dedek!" seru Mayu.


"Nonono hihi ...." oceh si kembar sambil lari-lari. Bahkan bajunya sudab mulai kusut. Sesusah ini memang kalau mau foto keluarga.


"Dedek!" seru Mayu lagi dan si kembar masih saja asik dengan para sepupunya.


"Digendong saja Mayu!" ujar Dira sambil mengangkat Arfan.


"Iya Mi," nurut Mayu dan mengangkat Arhan.


"Nonono!" oceh kedua bayi itu terus berusaha melepaskan dirinya.


Lora dan yang lainnya sampai geleng-geleng melihatnya tapi mereka juga maklum namanya juga anak-anak.


"Dedek diam! Ayo poto! Poto kelen!" galak Lisa sambil mengulurkan tangannya pada sikembar.


Si kembar langsung diam dan menyambut uluran tangan Lisa. Alga dan yang lainnya sampai takjub melihatnya tapi itu memang sering terjadi. Si kembar suka sekali ganggu Lisa tapi mereka juga sangat nurut pada Lisa.


Mareka kemudian foto berbagai macam gaya dan beruntung kali ini si kembar benar-benar nurut pada kakaknya.


Setelah selesai dengan Foto keluarga Alga, Naura dan keluarganya juga ikutan gabung. Begitu juga dengan keluarga Alga yang lain dan termasuk teman-teman mereka juga.


Si kembar yang tadinya terpaksa malah jadi senang dan lomba bergaya dengan teman-tamannya yang lain.


Alga dan Mayu tersenyum melihat tingkah anak-anak mereka.


Alga kemudian merangkul istrinya dan mengecup pipi Mayu.


"Semoga untuk tahun seterusnya kita selalu bersama seperti ini ya Bun. Kita juga sekeluarga selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang tentunya. Aku sangat bahagia Bun." ujar Alga.


"Aku juga sangat bahagia Ayah dan terima kasih untuk semua kebahagiaan yang Ayah berikan selama ini. Satu hal yang paling aku syukuri di dunia ini adalah bertemu dengan Ayah. I love you so much Ayah, now and forever." ujar Mayu tulus.


"I live you too Bun, now and forever." balas Alga dan menyatukan pipinya dengan pipi Mayu. Mereka sama-sama memperlihatkan senyum termanis mereka.


Sekian.

__ADS_1


Maaf teman-teman kalau banyak kekurangannya. Sekian cerita Alga dan Mayu. Sampai bertemu di cerita yang lain atau di tempat yang lain.


__ADS_2