Kekasih Bayaran Tuan Muda

Kekasih Bayaran Tuan Muda
Ngedate Dengan Nenek


__ADS_3

Dira langsung menajamkan pengelihatanya.


"Benar sekali itu adalah Mayu." ujarnya kemudian menatap pada Sindi.


"Jangan-jangan, Mayu melakukan pekerjaan tidak benar di hotel." kompak mereka kemudian tersenyum penuh arti.


"Kamu pegang tasku Sin, aku mau ambil foto Mayu. Alga harus tahu ini, supaya dia tahu bagaimana kelakuan tidak benar pacarnya itu. Kali ini Alga tidak akan bisa membela pacarnya itu lagi. Pacar tidak benar saja dibangga-banggakan. Pantas saja dia punya tabungan banyak, dia punya kerja sampingan tidak benar ternyata." ujar Dira dengan senyum kemenangan.


Dira yakin setelah ini, Alga pasti akan kecewa begitu tahu sisi lain dari pacarnya itu. Dira benar-benar tidak sabar menunggu kabar putusnya mereka.


Dira mengambil banyak foto Mayu. Dia begitu bersemangat dan dia tidak sabar memperlihatkan foto-fotonya itu pada Alga.


Dira dan Sindi seketika saling menatap dan tersenyum penuh arti begitu melihat Mayu bicara dengan seorang laki-laki seumuran Pratama, memakai setelan kemeja, dan dari penampilannya terlihat jelas itu orang berduit, walau parasnya tidak seganteng Pratama.


"Tidak sia-sia kita makan di sini Sin, ini benar-benar kabar bagus. Bukti-bukti yang kita dapat adalah fakta dan bukan rekayasa. Aku yakin ini, Alga juga pasti akan marah besar begitu tahu semua ini. Aku benar-benar tidak sabar melihat Alga marah pada Mayu." ujar Dira. Dira benar-benar merasa puas melihat hasil fotonya.


Apalagi posisi Mayu dan laki-laki itu terlihat begitu dekat. Mayu bahkan sampat tersenyum.


"Iya Mbak, aku juga tidak sabar. Memang dari awal juga aku sudah curiga, itu perempuan pasti tidak benar, dan Alga masih saja bisa tertipu dengan wajah polosnya. Untunglah kita akhirnya menemukan bukti-buktinya. Harusnya Alga berterima kasih pada kita kali ini." ujar Sindi.


"Benar sekali Sin, dan sebagai ucapan terima kasih, kita minta Alga tunangan dengan Naura. Gimana menurut kamu, apa kamu setuju?" ujar Dira.


"Tentu saja sangat setuju Mbak." ujar Sindi mantap. Dia juga menginginkan itu jadi sudah pasti dia tidak akan menolak. Mereka kemudian sama-sama tersenyum penuh kemenangan.


Sementara itu Mayu sudah sampai di parkiran hotel. Mayu kemudian tersenyum pada si om yang jalan bersamanya. Si om yang merupakan pemilik beberapa kios di tanah abang juga memiliki beberapa toko grosir di luar tanah abang. Dia juga memiliki usaha konveksi sekala besar. Mayu bisa kenal karena Mayu memang salah satu pelanggannya di tokonya. Dan Mayu termasuk pengagumnya, karena dia seperti bunglon, dan dia juga tidak pernah gengsi turun ke lapangan walau dia sudah sukses di bidangnya.


"Om, motor Mayu ada di sana, Mayu duluan ya Om." ujar Mayu.


"Iya Neng. Selamat berlibur Neng, semangat!" ujarnya.


"Iya Om, semangat." ujar Mayu dan mempercepat langkahnya.


Mayu membuka bagasi motornya kemudian mengambil snack yang sudah disiapkanya. Mayu memang sengaja beli makanan dari luar dan tentu saja supaya harganya lebih murah.


***


"Hihihi ...."


Mayu dan nenek Iroh seketika saling tertawa begitu tangan mereka mengambil snack yang sama. Padahal hanya perkara sepele saja, tapi mereka merasa senang dan lucu.


"Nenek ambil saja," ujar Mayu memberikan snacknya pada nenek Iroh.


"Enggak Nak, buat kamu saja." ujar nenek Iroh berbalik memberikan snacknya pada Mayu.


"Enggak, buat Nenek saja."


"Buat kamu saja Nak!" ujar nenek Iroh tidak mau kalah.


Mereka kembali tertawa karena kelakuan tidak jelas mereka.


"ya sudah kita bagi dua saja ya Nek," ujar Mayu kemudian menggigit setengahnya dan setengahnya dia suap nenek Iroh.

__ADS_1


Mereka kembali tersenyum dengan mulut penuh snack. Mayu kemudian memeluk neneknya dari samping dan menyatukan kepalanya dengan nenek Iroh. Mayu benar-benar sangat senang hari ini dan tentu saja nenek Iroh lebih senang lagi.


"Ah iya Nek, Nenek mau minum teh atau kopi?" tanya Mayu.


"Tidak usah saja Nak, kasihan kamu kalau harus bolak balik ke bawah. Nenek minum air mineral saja." ujar nenek Iroh.


"Kata siapa Mayu mau ke bawah Nek? Itu kopi dan teh sudah tersedia. Mayu tinggal buat saja." ujar Mayu.


"Memangnya boleh Nak?"


"Ya boleh lah Nek, kan itu memang sudah disiapkan untuk tamu." jawab gadis berparas cantik itu.


"Ya sudah Nenek mau teh saja Nak. Nenek penasaran seperti apa rasanya teh hotel."


"Ok Nek," ujar Mayu dengan cerianya.


Tidak butuh waktu lama bagi Mayu membuat kopi dan tehnya dan setelah selesai Mayu meletakkannya di meja.


"Ah iya Nek, Nenek mau Mayu foto sambil minum teh buat kenang-kenang?" tanya Mayu.


"Mau Nak," ujar Nenek Iroh semangat. Ini adalah salah satu hari terindah dalam hidupnya tentu saja dia juga ingin mengabadikannya.


"Ok Nenek." ujar Mayu kemudian mengambil ponselnya.


"Nenek pegang tehnya ya Nek dan jangan lupa tersenyum ke arah kamera." suruh Mayu.


"Ok Nak." ujar nenek Iroh dan melakukan seperti apa yang disuruh cucunya.


Ckrek ckrek


"Sarangheo Mayu," ujar Nenek Iroh bergaya sarangheo.


Ckrek ckrek


"Hihihi ...." Mayu dan neneknya lagi-lagi tertawa.


"Nek kita sekalian buat tiktok juga mau enggak Nek?" tanya Mayu lagi.


"Mau Nak,"


"Ok Nek, kita buat lagi ngopi maszeh saja ya Nek! Anggap saja tehnya Nenek adalah kopi."


"Iya Nak." nurut nenek Iroh.


"Terus nanti bagian terakhirnya kita saling dentingkan gelas seperti ini ya Nek!" ujar Mayu memberi contoh.


"Iya Nak," ujar Nenek Iroh mengerti.


"Ok Nek, musiknya sudah siap Nek. Play!" seru Mayu


"Mumet mikir cicilan ngopi-ngopi maszeh ...." Mayu dan Nenek Iroh bernyanyi dengan semangatnya.

__ADS_1


Ting


"Hahaha ...." mereka kemudian tertawa ngakak melihat kelakuan mereka. Sungguh Nenek Iroh berasa jauh lebih muda dan semangat lagi karena cucunya.


"Lagi dong Nak!" ujar nenek Iroh malah nagih.


"Ok Nek, Mayu cari lagu yang lain ya Nek." ujar Mayu.


Setelah puas main tiktok, mereka menikmati pemandangan kota Jakarta dari kamar mereka. Pemandangannya bagus, tidak salah memang pilihan kamar Alga.


Selanjutnya mereka keluar dari kamar dan jalan-jalan sekitar hotel, nenek Iroh ingin tahu lebih banyak lagi tentang hotel tempat mereka menginap. Apalagi hotel itu juga ada kolam renangnya, nenek Iroh ingin menikmati pemandangan di sana, dan tentu saja dia ingin foto-foto. Tempatnya bagus, nenek Iroh tentu tidak ingin semua terlewat begitu saja.


Pulangnya Mayu malah menggendong neneknya ke kamar hotel karena tidak ingin melihat neneknya kecapekan. Kegiatan mereka masih banyak hari ini, kasihan neneknya kalau harus berjalan jauh.


Mayu tidak perduli saat orang-orang menatap aneh padanya dan neneknya. Mayu tidak merugikan mereka ini dan Mayu juga bayar pakai uangnya sendiri, jadi Mayu cuek saja. Satu lagi yang terpenting, Mayu juga tidak kenal pada mereka dan mereka tidak kenal pada Mayu dan neneknya.


Sesampainya di kamar, Mayu dan neneknya mandi bersama. Mereka mandi di bathtub dan saling menggosok. Mereka juga saling bercanda dan tidak jarang terdengar tawa diantara mereka. Mereka berdua benar-benar begitu berbahagia hari ini.


Begitu acara mandi selesai. Mayu membantu mendandani Nenek. Mayu juga memakaikan baju terbaik neneknya, baju yang sudah dia persiapkan tentunya.


Malam ini Mayu dan neneknya akan makan malam romantis, tentunya mereka ingin mempersiapkan diri sebaik mungkin.


"Cantiknya nenekku au ...." Mayu bernyanyi menggoda neneknya membuat nenek Iroh tersenyum lebar juga malu. Ini cucunya memang paling bisa membuatnya bahagia.


"Udah Mayu jangan goda-goda Nenek terus, kamu juga sebaiknya bersiap-siap saja!" Ujar Nenek Iroh mengingatkan.


"Ok Nek, sebentar ya." ujar Mayu. Mayu memakai dress yang dibelikan Alga waktu itu padanya. Mayu sengaja melakukannya agar Alga juga seolah ada diantara mereka.


Spesial untuk hari ini, Mayi memang tidak mengabari kekasihnya, tapi percayalah Alga selalu ada di hati Mayu. Mayu bahkan punya keinginan, kalau suatu saat nanti, dia juga ingin melakukan apa yang terjadi hari ini bersama Alga, dan setelah mereka halal tentunya.


"Nenek, kita jadi sama-sama cantik Nenek, kalau begini sih orang-orang itu tidak akan menatap remeh kita lagi." ujar Mayu dengan percaya dirinya.


"Iya Nak," ujar Nenek Iroh tersenyum.


***


"Silahkan duduk Nenek!" ujar Mayu sambil menarik kursi untuk neneknya.


"Terima kasih Nak." ujar nenek Iroh.


"Sama-sama Nenek," ujar Mayu kemudian duduk di depan neneknya.


Mayu dan neneknya kembali saling tersenyum. Kelakuan mereka sudah seperti sepasang kekasih yang sedang berbahagia saja.


Sementara itu di tempat berbeda dan diwaktu yang sama tampak Alga, Vivi dan orang tua mereka baru saja selesai makan malam.


Alga menghapus mulutnya dengan tisu kemudian bangun dari duduknya.


"Alga ke kamar duluan." ujar Alga.


"Alga tunggu, Mami mau bicara, ada hal penting yang ingin Mami sampaikan." ujar Dira menatap anaknya penuh arti.

__ADS_1


__ADS_2