
Acara syukuran rumah baru Mayu berjalan dengan lancar dan meriah. Banyak doa juga yang ditujukan untuk Mayu dan neneknya.
Mayu dan nenek Iroh tentu saja mengaminkan setiap doa baik itu.
Setelah acara selesai, Mayu juga tidak lupa mempersilahkan tamu-tamu mereka untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan, dan terkhusus untuk anak panti yang diundangnya, Mayu tidak lupa memberikan sedikit rejekinya.
Anak-anak panti terlihat bahagia menerima amplop yang diberikan Mayu, dan Mayu juga nenek Iroh tentu lebih bahagia lagi.
"Terima kasih Kak Mayu, Nenek semoga rejekinya semakin banyak lagi." ujar salah satu anak panti.
"Terima kasih ya, semangat!" ujar Mayu dengan senyum cerianya.
"Iya Kak, semangat!" ujarnya balas tersenyum dan senyum itu menular pada Alga.
Alga yang sedari tadi memperhatikan kekasihnya juga tidak kalah bahagianya dari Mayu. Dia senang melihat Mayu dan neneknya bahagia.
"Heh Alga, jangan senyum-senyum sendiri lo! Awas itu ayam hidup lagi gara-gara lo senyumi dari tadi." ujar Rangga kemudian duduk di samping Alga sambil memegang piring makanannya.
"Bagus kalau ayamnya hidup lagi, nanti gue suruh matok lo." ujar Alga dan kembali fokus pada makanannya.
"Jahatnya lo Al. Padahal gue baik banget loh sama lo, tapi balasan lo, air susu dibalas dengan air tuba." ujar Rangga kemudian ikut makan makanan di piringnya.
"Lebay deh. Eh dimana Yudha?" ujar Alga yang baru sadar Yudha tidak ikut makan bersama mereka.
"Biasa, lagi pdkt dia sama Shinta." ujar Rangga cuek tapi tidak dengan Alga.
"Seriusan lo?" tanya Alga seakan tidak percaya.
"Tentu saja serius. Lo enggak tahu ya kalau kemarin pulangnya dia antar Shinta, dan tadi juga dia jemput Shinta. Tatapan lo hanya fokus pada Mayu sih, jadi apa pun yang terjadi di sekitar lo, lo enggak sadar dan peka." ujar Rangga tepat sasaran.
Alga tersenyum mendengarnya.
"Namanya juga cinta mati. Mayu itu benar-benar sudah berhasil mengalihkan dunia gue. Jika ada dia, yang lain jadi tidak ada yang menarik untuk gue. Lo juga karena belum jatuh cinta saja, nanti kalau lo sudah jatuh cinta, lo juga pasti akan melakukan hal yang sama dengan gue." ujar Alga.
__ADS_1
"Jangan sampai deh Al." ujar Rangga cepat membuat Alga seketika menatap padanya.
"Kenapa? Apa lo enggak mau jatuh cinta? Lo mau jomblo seumur hidup?" tanya Alga menatap heran temannya.
"Ya enggak lah Al, ngaco saja lo. Gue juga maulah jatuh cinta, tapi gue enggak ingin jatuh cinta sedalam lo, yang rela mengorbankan segalanya demi cewek lo. Kalau ceweknya seperti Mayu sih enggak apa-apa, gue mengorbankan segalanya, tapi masalahnya zaman sekarang ini kan langka cewek seperti Mayu." ujar Rangga apa adanya membuat Alga seketika menatap tidak suka padanya.
"Jangan bilang lo suka pada Mayu! Mayu itu pacar gue Rangga!" tegas Alga.
Rangga hanya tersenyum tipis melihat tingkah sahabatnya.
"Selaw Al, gue tahu lo bucin tapi jangan cemburu buta juga kali Al, apalagi sama gue. Gue ini anti pagar makan tanaman ya dan gue juga tahu dirilah, enggak mungkin banget gue bersaing sama lo. Maksud gue tu begini Al, gue pribadi cukup kagum sama kepribadian Mayu, bagaimana kerja kerasnya dia, sayangnya dia pada neneknya, begitu juga saat posisinya sudah di atas. Dia tetap jadi Mayu yang seperti biasanya dan tidak ada sombongnya sama sekali. Dan menurut gue zaman sekarang ini langka orang seperti itu. Jangankan punya uang milyaran, punya uang ratusan juta saja, kebanyakan orang jadi lupa diri." jelas Rangga.
Gantian Alga yang tersenyum tipis.
"Iya lo benar sekali, makanya gue juga makin hari makin kagum padanya. Mana dia juga makin hari makin cantik lagi."
"Mulai lagi deh bucinnya!" seru Rangga kemudian menggigit besar ayamnya.
Rangga mengikuti arah pandang sahabatnya.
Rangga hanya menghembuskan nafas kasar begitu melihat sosok yang dilihat Alga.
"Lo sudah tahu sama laki-laki yang memakai jaket warna hitam itu Al?" tanya Rangga.
"Gue tidak sebodoh itu untuk mengetahui siapa dia. Hampir setiap saat gue bersama Mayu, dan gue cukup peka sama orang-orang sekitar dia. Terlebih lagi gue juga sudah tahu kalau mami memang sengaja menyuruh orang untuk memata-matai Mayu." ujar Alga.
Ya, orang yang dilihat Alga adalah orang suruhan maminya yang selama ini memata-matai Mayu. Dan orang itu sedang menyamar jadi salah satu tamu Mayu.
"Gue pikir lo tidak tahu Al. Gue juga awalnya tidak begitu perduli, tapi karena beberapa kali gue melihat dia mengikuti lo dan Mayu, jadi gue mulai curiga padanya. Dan setelah itu gue jadi sering memperhatikannya dan gue akhirnya sadar kalau dia memang mengikuti Mayu. Sebelumnya gue juga sempat menguping pembicaraannya, dan ternyata dia sedang berusaha mencari tahu siapa yang membelikan rumah ini untuk Mayu. Sepertinya mami lo masih sangat penasaran Al, siapa sosok yang sudah membantu Mayu." cerita Alga.
"Ya mami memang sedang berusaha keras untuk itu, entah apa tujuannya gue juga tidak tahu. Tapi untunglah, lo, Yuda dan ketiga teman Mayu bisa menyimpan rapat-rapat rahasia itu."
"Ya kalau menurut gue sih biar bisa mengancam Mayu, Al." ujar Rangga.
__ADS_1
"Maksud lo?"
"Begini Al, misalkan mami lo tahu kalau yang memberikan uang itu adalah ayahnya Mayu, otomatis itu akan jadi sekandal besar bukan? Nah, mami lo bisa menjadikan sekandal itu untuk mengancam Mayu. Mayu mau pilih ayahnya atau lo? Tentu itu akan jadi pilihan yang sangat sulit bagi Mayu. Sebagai seorang anak tentu Mayu tidak ingin sekandal ayahnya ketahuan, karena kalau sampai ketahuan nama baiknya akan hancur dan kalau dia seorang pengusaha saham bisa turun banyak Al. Kalau saham turun banyak dampaknya pasti memana-mana nantinya, dan orang yang membenci Mayu juga akan semakin banyak." jelas Rangga.
Alga mengangguk mengerti.
"Benar juga apa kata lo, tapi gue yakin sih Mami tidak akan berani mengumumkan soal sekandal itu." ujar Alga mantap.
"Kenapa lo bilang seperti itu Al, Apa karena ayahnya Mayu lebih berkuasa dan lebih hebat lagi dari bokap lo?" tanya Rangga penasaran.
"Enggak, Ayahnya Mayu masih dibawah bokap gue." ujar Alga tanpa sadar membuat Rangga seketika menatap padanya.
"Dari mana lo tahu ayahnya Mayu masih di bawah bokap lo? Apa lo sudah tahu siapa ayahnya Mayu?" tanya Rangga penuh selidik.
Alga tampak terkejut mendengarnya. Kenapa dia jadi keceplosan, mana Rangga sangat peka lagi orangnya.
"Lupakan saja!" ujar Alga cepat membuat Rangga semakin curiga padanya.
"Lo pasti sudah tahu siapa papanya Mayu kan Al? Lo tenang saja, gue tidak akan memaksa lo untuk memberitahukan siapa dia, meski gue juga sangat penasaran. Tapi kalau gue boleh saran nih ya Al. Lo juga harus melindungi Mayu dan papanya, karena gue benar-benar tidak ingin sekandal itu ketahuan Al. Apalagi kalau kampus sampai tahu. Mayu pastinya akan sangat malu Al, karena lo tahu sendiri lah seperti apa budaya di negara kita. Anak yang terlahir dari hasil hubungan gelap itu selalu dianggap rendah. Padahal anaknya tidak salah apa-apa, tapi dialah yang harus menanggung kesalahan orang tuanya." ujar Rangga lagi.
"Lo tenang saja kalau soal itu. Gue pastikan tentang Mayu dan ayahnya tidak akan ada yang tahu, selain kita." jawab Alga mantap.
"Bagus Al."
***
Soal Mayu dan ayahnya memang tidak ada yang tahu selain mereka, tapi soal rumah baru Mayu beritanya langsung gempar di kampus dan siapa lagi dalangnya kalau bukan Naura dan temannya-temannya, dan itu atas suruhan Dira tentunya.
Naura juga sengaja melebih-lebihkan cerita, membuat berita negatif tentang Mayu semakin menyebar kemana-mana, hingga sampai ke telinga dosen dan rektor.
Rektor akhirnya memanggil Mayu dan mau meminta penjelasan tentang rumah itu. Rektor tentu tidak mau berita negatif tentang Mayu sampai terdengar pihak luar, karena mereka tidak ingin nama baik kampus mereka jadi jelek karena Mayu.
Dira tersenyum cerah begitu mendengar Mayu dipanggil oleh rektor. Itulah yang diharapkanya. Dira yakin Mayu tidak akan berani bohong pada Rektor, dari mana dia mendapatkan rumah itu.
__ADS_1